Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#75


__ADS_3

Richard membawa Diandra kembali ke rumah sakit, karena tadi Dito juga memberi kabar kalau dia tidak bisa menjaga Rena karena dia ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan di kantornya.


Sampai di kamar rawat Rena, ternyata Rena sudah tidur dan di sofa ada Elina yang masih terjaga sambil memainkan handphonenya.


"Maaf kami harus merepotkan kamu untuk menjaga Rena." ucap Diandra merasa tidak enak kenapa Elina.


"Iya apa nona, ini juga tugas saya menjaga adik tuan saya." balas Elina.


"Sayang aku pergi dulu ya, nanti aku tidak kembali ke sini." pamit Richard pada Diandra.


"Iya gak papa, nanti aku juga akan menginap di sini menemani Rena." balas Diandra.


"Ya udah aku pergi dulu ya."


"Iya."


Richard pun meninggalkan Diandra dan masih ada Elina di ruangan Rena.


"Kamu kalau mau pergi gak papa." ucap Diandra pada Elina.


"Tidak apa nona, saya akan di sini menemani anda. Saya juga sudah tidak ada pekerjaan setelah ini." balas Elina.


Diandra pun berjalan dan duduk di samping Elina. Dia ingin kenal Elina lebih dalam lagi, karena Diandra merasa kalau Elina ini wanita yang berbeda dari yang lain.


"Kamu udah lama bekerja dengan tuan Andrew?" tanya Diandra pada Elina.


"Iya nona, kurang lebih sudah hampir lima tahun." jawab Elina menyimpan handphonenya di dalam tasnya.


"Ooh udah lama juga ya." balas Diandra dan di angguki Elina.


Diandra diam tak tahu lagi harus bertanya apa pada Elina. Dia bingung harus mencari topik apa lagi, karena Elina tipe orang yang tidak akan berbicara kalau tidak di ajak berbicara.


Satu menit, lima menit, bahkan sampai satu jam mereka berdua saling diam. Sebenarnya mulut Diandra sudah gatal ingin mengajak Elina berbicara, tapi dia bingung harus berbicara apa.


Mending berada di sana sendirian bisa nonton drakor, dari pada ada temennya tapi hanya diam saja seperti ini. Kan dia mau melakukan sesuatu juga sungkan.


"Maaf nona, bolehkah saya bertanya?" akhirnya Elina membuka suara juga setelah sekian tahun.


"Iya boleh, mau tanya apa?" balas Diandra.


"Apakah nona ini emang benar kekasih taun Richard?" tanya Elina.


"Iya, emang kenapa?" jawab Diandra dan balik bertanya.

__ADS_1


"Tidak apa, saya hanya penasaran saja." balas Elina.


"Kamu pasti tidak menyangka kan kalau saya bisa berpacaran dengan dia?" tebak Diandra.


"Iya nona, karena sangat langka sekali kalau tuan Richard itu punya kekasih." balas Elina membenarkan tebakan Diandra.


"Aku aja yang jadi pacarnya juga tidak menyangka. Bahkan aku masih baru baru ini tahu kalau ternyata Richard itu pemilik brand RH bag sama perusahaan RH'G company. Dulu yang aku tahu hanya dia itu bekerja sebagai CEO udah gitu aja." ucap Diandra mengingat betapa bodohnya dia yang tidak mengetahui siapa kekasihnya yang sebenernya.


"Pasti nona Diandra belum mengetahui kalau tuan Richard itu seorang psikopat." batin Elina.


"Bagaimana nona bisa tahu, apakah tuan Richard sendiri yang bilang kalau dia pemilik RH bag?" penasaran Elina.


"Iya, waktu itu sambil dia ngasih ini sama aku." jawab Diandra sambil menunjukkan dompet yang kebetulan doa bawa, dompet pemberian Richard.


Elina mengamati dompet yang Diandra pegang, bentuknya seperti tidak asing bagi Elina.


"Maaf nona, bolehkah saya melihatnya lebih jelas." ucap Elina meminta izin.


"Iya boleh, nih lihat aja." Diandra menyerahkan dompetnya kepada Elina.


"Katanya ini dia buat khusus untuk aku, terus aku coba cari di internet juga tidak ada yang seperti itu modelnya dari brand RH bag." jelas Diandra.


"Bolehkah saya melihat bagian dalamnya nona?" izin Elina lagi.


Elina pun langsung membuka isi dompet itu, buka isi dompetnya yang membuat Elina penasaran. Tapi bagian dalam dompetnya lah yang membuat Elina penasaran.


Bagian dalam tidak ada yang aneh, karena bagian dalamnya di lapisi oleh kulit sintetis asli. Tapi dari bagian depan serta bentuknya membuat Elina berfikir kalau itu bukan dari bahan sembarang.


"Gimana, kamu suka gak?" tanya Diandra.


"Saya suka dengan modelnya, tapi kalau di lihat dari bentuk serta bagian luar dompet ini seperti bukan dari bahan biasa nona." jawab Elina.


"Maksud kamu?" tidak mengerti Diandra.


"Maaf nona kalau dari tebakan saya, ini seperti dari hati manusia." tebak Elina membuat mata Diandra terbuka lebar.


"Apakah nona pernah mendapatkan sesuatu lagi dari taun Richard?" tanya Elina.


"Iya, aku pernah."


"Apa itu nona?" penasaran Elina.


"Tas jinjing." jawab Diandra.

__ADS_1


"Bolehkah saya melihatnya juga?" tanya Elina.


"Bentar." Diandra mencari foto tas miliknya yang pernah dia foto.


"Ini." Diandra menunjukkan foto tas pemberian Richard kepada Elina.


Elina mulai mengamati tas itu, dia memicingkan matanya dan mengezoom bagian yang sangat menarik untuk dia teliti.


Elina tersenyum melihat apa yang dia lihat.


"Kenapa?" tanya Diandra penasaran.


"Ini sepertinya dari kuku manusia nona." jawab Elina.


"Maksud kamu, Richard membuat ini semua dari organ manusia begitu?" tanya Diandra.


"Iya nona." balas Elina.


"Tapi saya minta sama nona untuk tidak mengatakan kepada tuan Richard kalau saya bilang seperti itu kepada anda. Saya juga minta sama nona untuk tidak menanyakan perihal tas sama dompet ini terbuat dari apa kepada tuan Richard, karena itu nanti bisa menyingung perasannya. Itu hanya tebakan saya saja nona." lanjut Elina.


"Terimakasih kamu sudah memberi tahu aku, nanti akan aku coba untuk memeriksa semuanya lebih detail lagi. Kebetulan aku ada temen yang suka mengoleksi tas tas branded, pasti dia sudah hafal dengan bahan bahan tas yang bagus." balas Diandra.


"Begitu juga lebih baik nona." balas Elina.


Mereka pun ngobrol, saling menanyakan satu sama lain. Hingga bisa membuat mereka berdua lebih akrab lagi.


...**...


Sementara itu di posisi Richard, dia tengah mencari keberadaan Ethan. Richard sudah menghubungi Ethan beberapa kali tapi tak juga mendapatkan jawaban. Entah di mana Ethan sekarang, kepala Richard sampai pusing mencari Ethan.


"Ethan, kamu di mana sih, bikin orang pusing aja." kesal Richard.


Akhirnya Richard pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit dan akan mengunjungi Andrew. Dia ingin melihat keadaan Andrew.


Sampai di depan ruangan Andrew, dia melihat Andrew sudah tertidur. Richard masuk ke dalam ruangan Andrew dan matanya melotot melihat adanya Ethan yang tengah tidur di sofa ruangan Andrew.


"Ethan sial*n, dicari kemana mana gak ketemu, taunya malah tidur di sini." geram Richard kesal.


Richard pun menghampiri Ethan dan langsung menarik tangan Ethan yang bangun.


"Apaan sih ganggu orang tidur aja." gumam Ethan masih dengan mata yang terpejam.


...***...

__ADS_1


__ADS_2