Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#93


__ADS_3

Ini adalah hari ketiga setelah kabar kecelakaan kapal XXX, anak buah Richard juga belum menemukan keberadaan Diandra.


Rena yang di beri kabar kalau Diandra mengalami kecelakaan pun langsung syok dan harus di rawat di rumah sakit kembali.


Bahkan publik juga ikut gempar, karena belum juga di adakan konferensi pers tentang siapa wanita Richard, ehh malah sekarang mendapatkan kabar kalau wanita Richard termasuk dalam korban kecelakaan kapal XXX.


Sampai saat ini pun Richard masih berada di Surabaya, dia tidak akan pulang sampai Diandra di temukan.


"Tuan saya mendapatkan kabar kalau perusahaan Tuan yang ada di Jakarta mengalami masalah yang cukup serius, bahkan ini bisa membuat perusahaan tuan nanti bangkrut." ucap Ethan pada Richard yang tengah melamun sambil memandangi foto Diandra.


"Pergilah ke Jakarta dan cari tau siapa pelakunya." balas Richard memerintah Ethan untuk pergi ke Jakarta.


"Tapi tuan...."


"Tidak usah menghawatirkan saya, saya bisa menjaga diri saya sendiri." potong Richard.


"Baiklah tuan kalau begitu saya izin pamit pulang ke Jakarta, Tuan harus menjaga diri tuan baik baik dan jangan lupa pola makan Tuan juga harus teratur." pesan Ethan.


"Hmm, pergilah dan berikan pelajaran yang setimpal buat mereka." balas Richard.


"Baik Tuan."


Ethan pun langsung pergi untuk menyiapkan kepulangannya ke Jakarta.


Saat ini perusahaan Richard tengah mengalami masalah yang serius, bahkan harga saham di perusahaan Richard sekarang di pertaruhkan, dan siapa lagi pelakunya kalau bukan Doni dan Fia.


"Kenapa kamu meninggalkan aku di sini sendiri sayang, apa kamu tidak kasian sama aku." ucap Richard mengelus foto Diandra yang ada di dalam handphonenya.


"Aku janji tidak akan membunuh orang lagi, tapi kamu harus janji sama aku kalau kamu kembali ke sisiku lagi." lanjut Richard.


"Aku kangen sama kamu sayang, lihatlah baru beberapa hari kamu meninggalkan aku tubuhku sudah tidak terurus seperti ini, bagiamana kalau kamu meninggalkan aku selama lamanya, akan menjadi apa diriku ini."


Richard terus memandangi foto Diandra, bahkan dia melupakan pesan Ethan untuk makan tepat waktu.


Anak buah Richard juga tidak ada yang berani menghampiri Richard kalau mereka tidak membawa berita tentang keberadaan Diandra, kalau mereka masih nekat takutnya mereka malah menjadi santapan Richard.

__ADS_1


...**...


"Rena." pangil seseorang membuka pintu ruangan Rena.


"Dito." kaget Rena karena Dito ternyata mengunjunginya di rumah sakit.


Ya, saat ini Rena masih di rawat di rumah sakit setelah dia mendapatkan kabar kalau Diandra mengalami kecelakaan.


Dito berjalan menghampiri Rena, dia merasa canggung saat bertemu Rena kembali karena dia sudah lama tidak menemui Rena.


"Kamu dari mana saja, kenapa kamu tidak memberikan aku kabar sama sekali?" tanya Rena pada Dito.


"Maaf." hanya kata itu yang keluar dari bibir Dito, Dito tidak tahu harus bagaimana sekarang, dia kangen dengan Rena, tapi dia juga tidak bisa memiliki Rena.


"Kenapa kamu minta maaf, kan kamu sibuk kerja. Aku ngerti kok, kan pekerja kamu banyak." balas Rena.


"Sebenarnya aku...."


Ceklek.


"Mau apa kamu ke sini?" tanya Andrew berjalan cepat menghampiri Dito yang sedang duduk di samping bangkar Rena.


"Maaf kak." balas Dito takut.


"Mau apa kamu ke sini Hah, belum puas kamu membuat Rena dalam bahaya Hah." marah Andrew mencengkram kuat kerah kemeja Dito.


"Kak, kak Andrew apa apaan sih, Dito kesini mau jengukin Rena." ucap Rena melerai kakaknya agar tidak menyakiti Dito.


"Diam kamu, kamu tidak tahu aja kalau laki laki yang ada di depan kamu ini adalah orang brengsek." bentak Andrew yang tanpa dia sadari itu melukai hati Rena.


"Kakak bentak aku?" lirih Rena.


Andrew tersadar, dia melepaskan cengkeramannya di kerah kemeja Dito dan menghampiri Rena.


"Maaf sayangnya kakak gak sadar, kakak marah sama dia makanya kakak gak suka kalau kamu membela dia." ucap Andrew merasa bersalah.

__ADS_1


"Kenapa kakak marah sama Dito, Dito salah apa sama kakak." balas Rena dengan mata yang sudah berair.


"Maaf, ini memang salah aku sampai Rena seperti ini. Aku menyesal telah melakukan ini semua." ucap Dito mengakui kesalahannya.


"Apa maksud kamu, kamu orang baik kamu tidak bersalah." balas Rena.


"Benar kata kak Andrew, ini memang kesalahanku sampai membuat kamu seperti ini, akulah yang membuat penyakit kamu semakin memburuk." balas Dito.


"Baguslah kalau kamu sadar, lalu sekarang kamu mau apa di sini, pergilah dan jangan dekati adik saya lagi." usir Andrew pada Dito.


"Kak, Dito gak salah, malah dulu Dito yang sudah membantu Rena, Dito yang selalu mengingatkan makan Rena." tak terima Rena karena Rena di salahkan.


"Iya dia mengingatkan kamu makan biar kamu memakan obat yang sudah dia campurkan ke makan kamu." balas Andrew membuat Dito menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Apa maksud kakak, Dito orang baik kak, dia tidak melakukan itu sama aku." balas Rena tak terima jika Dito terus terusan di salahkan.


"Terus aja kamu membela dia, dia itu sama kayak Fia dan Doni, mereka itu adik kakak yang bersekongkol iku membunuh kamu." marah Andrew karena Rena terus terusan membela Dito.


"Apa maksud kakak, dokter Fia itu orang yang baik, bahkan dia yang selama ini mengobati Rena."


"Apakah kamu waktu berobat sama dia bisa sembuh, yang ada penyakit kamu semakin memburuk. Itu semua karena dia memberikan obat yang dapat merusak ginjal bukan obat mengobati ginjal." balas Andrew.


Rena diam, memang dia sedari dulu berobat tidak ada kemajuan, dan dia tidak melakukan pengobatan lagi itu juga tidak terlalu lama ehh malah penyakitnya semakin memburuk.


Terus juga setelah dia melakukan pengobatan kembali penyakitnya malah semakin parah dan berujung dia berada di Jakarta seperti sekarang.


"Asal kamu tahu ya, Doni, Fia dan Dito itu adalah anak dari Thomas musuh utama keluarga Ghilbert ayah kandung Richard. Mereka menjadikan kamu sebagai umpan untuk menghancurkan Richard karena mereka kira kamu adalah adik kandung Richard."


"Dan yang lebih parahnya lagi, mereka adalah orang yang telah menculik kamu. Ibu Tutik yang selama ini menyiksa kamu itu juga salah satu orang bayaran Doni."


"Dito mendekati kamu itu juga cuma alibili mereka saja supaya mereka bisa menyiksa kamu dari dalam." jelas Andrew panjang lebar.


Rena yang mendengar itu pun berfikir ke belakang, mengingat kejadian dulu waktu dia berada di kampung.


Dokter Fia yang baik kepadanya, ibu Tutik yang selalu menyiksa dia, dan yang terakhir kedatangan Dito yang tiba tiba dan langsung bilang suka sama dia.

__ADS_1


...***...


__ADS_2