Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#94


__ADS_3

Seharusnya mulai awal Rena sudah curiga, semua yang terjadi terlihat sangat tidak masuk akal. Bagiamana bisa ternyata dokter Fia itu adalah kakak ipar Dito, ya memang tidak ada yang tidak mungkin, tapi bagi Rena itu adalah hal yang sangat aneh.


"Gimana, apakah kamu masih mau membela dia?" tanya Andrew pada Rena yang hanya diam saja.


"Kamu tahu, satu hari setelah kamu melakukan operasi tubuhmu kejang kejang, dan hal itu membuat semua orang panik. Dan apa kamu tahu siapa yang sudah melakukan itu?" tanya Andrew dan di balas gelengan lemah oleh Rena.


"Fia, dia lah yang melakukan itu. Makanya waktu itu Dito setelah menemani kamu dia pamit pulang karena dia adalah mata mata buat Fia agar bisa masuk ke dalam ruangan kamu tanpa di ketahui oleh siapapun." lanjut Andrew.


Rena yang mendengar itu semakin tidak menyangka, dia menatap Dito yang ada di sana dengan raut wajah yang penuh kecewa.


Padahal Rena sudah cinta banget dengan Dito, tapi karena ini semua Rena harus merasakan kecewa yang sangat besar.


Baru juga merasakan apa itu artinya cinta, lantas setelah seperti ini apakah Rena harus percaya lagi dengan cinta?


"Maaf." hanya kata maaflah yang bisa Dito katakan pada Rena.


"Aku kecewa sama kamu, aku kira kamu tulus mencintai aku, kalau tahu kamu seperti ini dari dulu mungkin aku tidak akan sesakit ini." ucap Rena menatap Dito dengan penuh kekecewaan.


"Maaf." ucap Dito lagi.


"Kenapa kamu membuat aku merasakan dua kali rasa sakit, sakit karena penyakitku yang semakin memburuk, dan sakit hati karena sudah terlanjur mencintaimu tapi ternyata kau hanya memanfaaatkan rasa cintaku untuk balas dendammu."


"Maaf."


"STOP bilang maaf, aku gak mau lagi lihat wajah kamu sekarang kamu pergi dari sini, PERGI." usir Rena marah.


"Aku minta maaf Ren, aku gak bermaksud melakukan itu semua, aku hanya...."


"AKU BILANG PERGI, YA PERGI." potong Rena mengusir Dito.


"Maaf tuan sebaiknya anda pergi." ucap Elina yang sedari tadi hanya diam saja.


Dito memandang Rena dengan rasa bersalah dan setelah itu dia keluar dari ruangan Rena.

__ADS_1


"Hiks hiks, kenapa semua orang jahat sama aku hiks." tangis Rena setelah Dito keluar dari ruangannya.


"Sstttt... udah jangan nangis, gak pantas kamu menangisi orang seperti itu." ucap Andrew menenangkan Rena.


Andrew memeluk Rena agar Rena lebih merasa tenang.


"Apa kak Dian sudah di temukan?" tanya Rena mendongakkan kepalanya menatap Andrew.


Andrew menggelengkan kepalanya, "Kamu harus siap apapun nanti yang terjadi, karena ini semua sudah di atur sama yang berkuasa."


"Kenapa semua orang yang sayang sama aku pergi meninggalkan aku, kenapa mereka tidak mengajak aku. Ayah,ibu dan sekarang kak Dian juga ikutan pergi hiks."


"Sstttt udah ya jangan sedih kakak jadi ikutan sedih, kan sekarang udah ada kakak sama Abang Richard. Kita berdua sayang sama Rena jadi Rena jangan merasa seperti itu lagi ya."


"Apakah kakak nanti juga akan meninggalkan Rena?" tanya Rena mendongakkan kepalanya dalam pelukan Andrew agar bisa menatap wajah Andrew.


"Tidak, kakak tidak akan meninggalkan kamu. Kamu harus sembuh agar nanti bisa menghibur Abang Richard yang sedang sedih ya, kamu jangan marah lagi sama Abang Richard nanti dia malah semakin sedih." bujuk Andrew agar Rena tidak lagi marah kepada Richard.


"Abang, pasti sekarang Abang lagi sedih, Rena mau ketemu sama bang Richard." pinta Rena.


"Iya Rena mau sembuh, Rena juga gak mau nangis lagi." balas Rena menghapus air matanya dengan kasar.


"Nah gitu dong, itu baru adik kakak. Mulai sekarang Rena harus kuat biar tidak ada lagi yang jahat sama Rena."


"Iya, Rena mau jadi seperti kak Elina, Rena mau kuat seperti kak Elina." balas Rena menatap Elina sambil tersenyum.


"Nah gitu dong." senang Andrew karena Rena tidak bersedih lagi.


"Kak Elina nanti ajari Rena bela diri ya, dari dulu Rena pingin banget bisa bela diri, tapi karena Rena sakit jadi Rena gak bisa deh." pinta Rena pada Elina.


"Baik nona, nanti saya akan mengajari nona bela diri setelah nona sembuh." balas Elina.


"Aku dulu juga sama seperti anda nona, di paksa oleh keadaan agar menjadi kuat dan tidak di injak injak orang lagi." batin Elina yang merasa nasibnya sama seperti Rena.

__ADS_1


"Aku mau makan biar aku cepat sembuh, terus habis itu aku mau minum obat." pinta Rena pada Andrew.


"Siap nyonya, akan segera saya ambilkan." balas Andrew yang membuat Rena tertawa.


"Hahaha... kakak cocok jadi bodyguard." tawa Rena.


"Sembarang kamu, kakak ini orang kaya kok malah jadi bodyguard." balas Andrew tak terima, tapi itu hanya gurauan saja.


"Tapi emang cocok loh kak, iya kan kak Elina?" tanya Rena meminta pendapat Elina.


Elina menatap Andrew takut, tapi dia tetap menjawab pertanyaan Rena, "I-iya nona." balas Elina ragu.


"Tuh kan, kakak itu emang cocok jadi bodyguard, bodyguard Rena maksudnya." ucap Rena dan di susul dengan tawa pecahnya.


"Dasar kamu ini." Andrew mencubit gemas hidung Rena.


"Auw, sakit tau." ringis Rena."Udah sini makan, tadi katanya mau makan, biar kakak suapi."lanjut Andrew setelah menyiapkan makanan untuk Rena yang sedari tadi sudah berada di meja samping bangkar Rena.


Andrew dengan telaten menyuapi Rena, kadang dia juga menjahili Rena hingga membuat Rena tertawa. Mereka berdua sudah sangat akrab layaknya adik kakak yang tidak pernah terpisahkan sebelumnya.


...**...


Sementara itu di tempat Ethan, dia sudah sampai di Jakarta. Saat ini dirinya tengah berada di perusahaan cabang RH'G company yang ada di Jakarta.


"S1alan, ini kenapa semuanya jadi hancur seperti ini sih, kalau ini di biarkan bisa bisa perusahaan benar benar akan bangkrut." ucap Ethan setelah melihat kekacauan yang ada di perusahaan Richard.


"Ini kalau sampai tuan tahu bisa bisa dia akan langsung mengamuk." lanjutnya.


"Aku harus meminta bantuan seseorang, tidak mungkin aku melakukan ini sendiri." Ethan berfikir mungkin dia memerlukan seseorang yang sepantaran dengan otaknya untuk menangani masalah ini.


Sebenarnya kalau ada Richard mungkin mereka bisa melakukannya sendiri, tapi kali ini karena tidak ada Richard maka dia harus meminta bantuan seseorang.


"Elina, ya aku harus meminta bantuan Elina." ucap Ethan setelah menemukan siapa yang bisa membantunya.

__ADS_1


Ethan pun langsung menghubungi Elina dan menyuruhnya untuk langsung datang ke kantor RH'G company.


...***...


__ADS_2