Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#111


__ADS_3

"Maaf ya Bu lama, ini Jeninya banyak tingkah." ucap Diandra merasa tidak enak pada ibu Sari.


"Iya bu gak papa, ya sudah Jeni ayo kita berangkat." ajak ibu Sari.


"Mom Jeni pergi dulu ya, nanti kalau pulang Jeni bawakan oleh oleh yang banyak buat mommy." pamit Jenifer pada Diandra.


"Iya sayang, mommy tunggu kamu pulang ya, kamu jangan nakal nakal di sana." balas Diandra memeluk anaknya dengan penuh sayang.


"Bu Sari saya titip Jenifer ya, nanti kalau dia nakal langsung dibawa tegur aja. Bawa Jenifer pulang ya Bu, karena hanya dia yang saya punya saat ini." lanjut Diandra meminta ibu Sari untuk menjaga Jenifer.


"Iya, ibu Dian tidak perlu khawatir, saya akan menjaga Jenifer dengan baik kok." balas ibu Sari.


"Ayo Jeni kita masuk." ajak ibu Sari mengambil Jenifer dari gendongan Diandra.


"Bentar Bu." tahan Diandra.


Diandra mengecup seluruh wajah anaknya dengan air mata yang sudah tidak bisa dia tahan lagi.


Ini pertama kalinya Diandra harus berpisah dengan Jenifer dengan jarak yang jauh.


"Udah mom Jeni geli." ucap Jenifer agar Diandra menghentikan ciumannya.


"Jadilah anak yang pintar ya, mommy tunggu Jeni pulang." ucap Diandra menyerahkan Jenifer pada ibu Sari.


"Dadaaah mommy, sampai ketemu lagi, tunggu Jeni pulang." ucap Jenifer dari dalam mobil sebelum mobil itu melaju pergi meninggalkan halaman rumah Diandra.


"Daa... sayang, semoga kamu tidak bertemu dengan orang orang yang ada di masa lalu mommy." ucap Diandra memandang kepergian mobil yang membawa anaknya pergi.


Setelah mobil itu tak terlihat, Diandra pun masuk kembali ke dalam rumahnya.


...**...


Sementara itu di tempat Richard, dia saat ini sudah dalam perjalanan pulang menuju rumahnya yang dia beli lima tahun yang lalu.


"Maaf tuan saya lupa memberi tahu anda kalau nanti malam anda ada acara menyambut para peserta olimpiade tingkat nasional." ucap Ethan pada Richard.


"Ya sudah langsung jalan ke sana saja, dari pada harus bolak balik." balas Richard.


"Baik tuan."


Ethan pun langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang akan di gunakan untuk mengadakan olimpiade tingkat nasional nanti.


"Apakah ada yang spesial?" tanya Richard.


"Tidak ada tuan, semuanya normal seperti biasa." balas Ethan.

__ADS_1


Richard tak membalas ucapan Ethan lagi, dia sibuk memandangi padatnya jalanan ibu kota yang ramai akan orang orang yang baru pulang kerja.


Sampai disini hotel tempat akan di laksanakan olimpiade, Richard di sambut dengan baik di sana.


Mereka membawa Richard ke dalam sebuah ruangan khusus untuk Richard.


"Saya mau tidur dulu, nanti kamu bisa bangunkan saya kalau acara sudah mau di mulai." ucap Richard pada Ethan yang berada di sana.


"Baik tuan." balas Ethan.


Richard pun merebahkan dirinya, entah kenapa dia merasa sangat baik hari ini.


Hatinya juga terasa sangat bahagia, seperti akan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.


...**...


Sementara itu di tempat Jenifer dia sangat heboh saat berada di dalam pesawat karena ini pertama kalinya dia menaiki alat transportasi yang bisa terbang itu.


"Wah ada awan." ucap Jenifer yang bisa melihat awan dari dalam pesawat melalui jendela.


"Bu Sari kita beneran terbang?" tanya Jenifer.


"Iya Jeni kita sedang terbang di atas awan." jawab ibu Sari dengan sabar karena sedari tadi ada saja pertanyaan yang di lontarkan oleh Jenifer.


"Kamu terlalu pintar untuk mengajak saya berbicara Jen." kagum ibu Sari pada keingintahuan Jenifer yang sangat tinggi.


"Wah ada ikan." ucap Jenifer takjub melihat ada ikan di dalam sebuah ruangan.


"Itu namanya akuarium, ikan ikan yang ada di sana itu di pelihara." jelas ibu Sari.


"Ooh begitu, jadi tidak sama dengan ikan yang ada di kali ya Bu?" tanya Jenifer.


"Tidak Jeni, ikan ikan yang ada di dalam situ harganya mahal mahal." jawab ibu Sari.


Jenifer hanya menggangukkan kepalanya saja dia sibuk melihat ikan ikan yang ada di dalam kaca itu.


"Jenifer nanti kamu akan tidur di sini sendiri sama teman teman yang lain, kamu beranikan?" ucap ibu Sari setelah sampai di kamar khusus Jenifer.


"Kenapa Jeni tidak tidur sama ibu Sari?" tanya Jenifer polos.


"Karena ibu ada tempatnya sendiri buat ibu guru ibu guru." balas ibu Sari.


"Ya udah tidak papa, Jeni berani kok." balas Jenifer.


"Pinter." puji ibu Sari.

__ADS_1


Setelah mengantarkan Jenifer sampai di kamarnya, ibu Sari pun pergi meninggalkan Jenifer sendiri di sana.


"Hei kamu." ucap anak yang tubuhnya lebih besar dari Jenifer.


"Aku kak?" balas Jenifer menunjuk dirinya.


"Iya kamu, emang siapa lagi." balas anak itu.


"Ada apa ya kak?" tanya Jenifer.


"Ngapain kamu di sini, anak kecil tempatnya bukan di sini." ucap anak itu lagi.


"Tapi tadi kata ibu Sari benar kok tempat Jeni di sini." balas Jenifer.


"Halah, kita lihat saja nanti malam kamu bakal tidur di mana." balas anak itu dan pergi meninggalkan Jenifer.


"Mommy Jenifer mau pulang." sedih Jenifer karena baru dan setelah hari pertama saja dia sudah mendapatkan hal yang semacam ini.


Jenifer melangkah menuju rak untuk meletakkan tasnya yang berat dan setelah itu dia membuka buku miliknya untuk belajar.


...**...


Malam hari pun tiba, semua peserta olimpiade sudah berada di aula untuk memperkenalkan dirinya mereka masing masing.


Begitu juga dengan Richard, dia sudah duduk di tempat yang sudah di sediakan untuk dirinya, dan di sampingnya ada Ethan yang setia menemaninya kemanapun dia pergi.


"Selamat malam semua." ucap MC mengawali acara malam ini.


Mc itu bicara panjang kali lebar yang hanya di mengerti oleh orang orang dewasa saja, sedangkan Jenifer dia tidak mengerti.


"Oke mari kita mulai sesi perkenalannya, saat kakak sebut nama kalian nanti kalian maju ya. Nanti kalian bisa menyebutkan nama lengkap kalian, tempat tinggal kalian dan cita cita kalian ingin menjadi apa saat besar nanti. Apakah kalian mengerti?" tanya MC itu.


"Mengerti...." jawab semua peserta olimpiade.


Satu persatu peserta pun di panggil dan mereka mulai memperkenalkan diri mereka satu persatu.


Semua orang yang ada di sana pun mendengarkan dengan baik, hingga saat di bagian Jenifer mereka semua tertawa karena tubuh Jenifer adalah paling kecil di antara teman-temannya yang lain.


"Jenifer Halmiton G." ucap MC memangil nama Jenifer.


Jenifer pun maju ke depan, saat akan naik ke atas panggung Jenifer agak kesusahan karena kakinya yang kecil.


"Hahaha... tubuhnya kecil banget." tawa orang orang yang ada di sana kecuali Richard dan Ethan.


"Halo Jenifer, bisa perkenalkan nama kamu?" tanya MC kepada Jenifer.

__ADS_1


...***...


__ADS_2