
"Ahh."
"Kenapa?" kaget Diandra mendengar Richard yang mengeluh seperti tengah merasakan kesakitan.
"Ehh, gak papa cuma tadi kaki gak sengaja nendang kaki meja." kilah Richard dan hanya di tanggapi OH ria oleh Diandra.
"Sayang bisa gak kamu duduknya diam aja jangan banyak gerak." pinta Richard.
Tadi saat Diandra mengerakkan pinggulnya tanpa di sengaja menyenggol adik Richard dan itulah yang membuat Richard mendesah tadi.
"Emang kenapa?" tanya Diandra.
"Enggak papa sih, cuma takut kamu jatuh saja." jawab Richard.
"Oh."
Bukannya berhenti, Diandra malah semakin menjadi. Diandra tahu kalau sekarang Richard sedang tegang karena dia bukan gadis polos yang tidak mengerti apa apa. Diandra dapat merasakan ada sesuatu yang mengeras yang berada di bawahnya. Dan Diandra berencana untuk menggoda Richard kali ini.
"****, sayang uhh." umpat Richard karena merasakan kenikmatan di area bawahnya.
"Kenapa sih, aku juga gak bakal jatuh." ucap Diandra.
Diandra bangkit dari pangkuan Richard dan duduk kembali di pangkuan Richard tapi dengan posisi menghadap Richard dan kakinya mengangkang di pangkuan Richard.
"Sayang...." ucap Richard tapi tak di hiraukan oleh Diandra.
Diandra duduk dan dengan sengaja menggesekkan area bawahnya sehingga mengenai adik Richard. Richard pun langsung menahannya dan menarik Diandra ke dalam pelukannya.
"Diam sayang jangan banyak gerak, atau kamu tahu nanti apa yang akan terjadi kalau aku gak bisa menahannya." bisik Richard di telinga Diandra yang membuat bulu kuduk Diandra berdiri.
Diandra pun diam membisu, dan dia bisa merasakan betapa kerasnya adik Richard. Karena dress yang dia pakai terangkat, sehingga kulit pahanya bersentuhan langsung dengan celana kantor Richard yang ketat.
"Kenapa sekarang diam aja hmm, aku tidak menyangka ternyata kamu nakal juga." bisik Richard sambil meniup telinga Diandra.
Mendapatkan rangsangan dari Richard Diandra semakin gelisah. Telinga adalah salah satu dari kelemahannya.
"Kamu sudah membangunkannya jadi kamu harus tanggung jawab." ucap Richard dan mengendong Diandra ala koala ke dalam kamarnya.
Dan entah apa yang akan Richard lakukan untuk menghukum Diandra.
...**...
Pagi hari yang cerah, terlihat sepasang lelaki dan perempuan tengah tertidur dibawah selimut yang tebal.
Mungkin karena hari ini weekend jadi mereka malas untuk bangun. Di tambah lagi cuaca yang mendung di luar membuat mereka enggan membuka matanya.
Mereka adalah Richard dan Diandra, semalam setelah menyelesaikan urusan mereka Richard membawa Diandra pulang ke apartemennya. Dan seperti sekarang ini lah kondisi mereka.
Richard tidur dengan hanya menggunakan celana boxer ketat, sedangkan Diandra mengunakan kemeja putih Richard yang kebesaran di tubuhnya.
Richard memeluk Diandra dengan erat, dan seperti biasa, dia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Diandra menghirup aroma wangi rambut Diandra.
__ADS_1
"Emmhh...." mata cantik dengan bulu mata yang lentik itu perlahan terbuka dan mengerjap untuk menyesuaikan pencahayaan.
"Jam berapa ini?" gumam Diandra mengambil handphone yang ada di atas meja samping tempat tidur.
"Hah, udah jam sembilan." kaget Diandra saat mengetahui ternyata ini sudah siang.
"Tapi kenapa di luar masih belum panas ya." lanjutnya akan beranjak pergi untuk melihat keadaan di luar tadi tubuhnya tak bisa bergerak karena pelukan Richard sangat erat di tubuhnya.
"Iisss... pantesan aja berat." monolog Diandra dan berusaha menggangkat tangan Richard yang memeluknya dengan erat.
"Apa sih yang, aku masih ngantuk." ucap Richard sambil matanya masih terpejam.
Bukannya melepaskan pelukannya, Richard malah semakin menarik Diandra ke dalam dekapannya.
"Iih ini udah siang, ayo bangun." ucap Diandra berusaha melepaskan tangan Richard.
"Nanti dulu aku masih ngantuk." balas Richard dengan suara serak.
"Ya udah kalau masih ngantuk ya tidur, tapi aku mau bangun."
Tak ada tanggapan dari Richard, dan itu Diandra anggap kalau Richard mengijinkannya untuk pergi. Diandra pun dengan berusia keras menggangkat tangan Richard dan setelah berhasil Diandra pun bangun.
"Mau kemana sih kamu, orang masih pagi juga." ucap Richard bangun dan memeluk Diandra dari belakang.
"Masih pagi gundulmu itu." balas Diandra.
"Iisss... aku gak gundul loh yang." cemberut Richard.
"Iya aku tahu sayang ku." balas Richard.
"Udah ahh aku mau mandi."
"Yuk mandi bareng." ajak Richard.
"Kamu jangan gila deh. Udah sana tangan kamu singkirkan."
"Gak mau."
"Richard." tekan Diandra.
"Iya Diandra sayang, kenapa sih hmm?" balas Richard santai.
"Tangan kamu ini loh."
"Kenapa tangan aku hmm?"
"Minta di giniin?" lanjut Richard sambil tangannya yang satu merem*s benda atas Diandra.
"Aahh." d*sah Diandra.
"Jangan de*ah sayang ini masih pagi, nanti adik aku bangun kayak semalam." bisik Richard di telinga Diandra.
__ADS_1
"Salah kamu sendiri." omel Diandra.
"Minggir sana aku mau mandi."
Tanpa aba aba Richard langsung bangkit dan mengendong Diandra ala bridal style menuju kamar mandi.
Diandra menutup matanya saat tak sengaja melihat bayangan mereka di dalam cermin. Dia dapat melihat tubuh sexy Richard yang hanya tertutupi boxer yang sangat ketat. Sehingga mencetak jelas adik Richard.
...**...
"Rena cepat kamu cuci pakaian saya." teriak ibu Tika memangil Rena yang tengah memasak di dapur.
"Iya bu bentar Rena lagi masak." jawab Rena.
"Halah gitu aja lama banget. Pokoknya saya gak mau tahu, sebelum saya pergi semua pekerjaan rumah harus sudah selesai, karena saya tidak suka melihat rumah saya kotor." ucap ibu Tika dan kembali pergi ke kamarnya.
Haloo... ini rumah Diandra bukan rumah ibu Tika ya, jadi kalau mau ngomong tuh dipikir dulu.
"Hufft... sabar Rena nanti ada waktunya kamu akan hidup bahagia." ucap Rena menyemangati dirinya sendiri.
Akhirnya untuk mempersingkat waktu Rena memutuskan untuk mencuci baju sambil menunggu masakan dia matang. Setelah memasak dan mencuci baju Rena langsung menjemurnya. Dan setelah itu dia menyapu dan beres beres rumah.
"Kerja bagus, ingat ya kamu jangan sampai keluar rumah kayak kemaren. Atau nanti saya akan kasih kamu hukuman." ibu Tika memberikan peringatan buat Rena dan mengancamnya.
"Iya Bu." balas Rena.
"Saya mau makan, cepat siapkan." perintah ibu Tika dan langsung di laksanakan oleh Rena.
Rena menyiapkan makanan untuk ibu Tika dan setelah selesai dia pergi karena ibu Tika pasti tidak akan suka kalau Rena berada di sana.
Pagi sayang❤️🥰
Pesan yang baru saja Rena terima saat dia mulai mengaktifkan handphone pemberian Dito.
Rena tersenyum dan segera membalas pesan itu.
Pagi juga, kamu baru bangun?
Balas Rena.
Iya nih, semalam aku tidak bisa tidur.
Balas Dito.
Kenapa gak bisa tidur, apakah kamu sedang banyak pikiran?
Balas Rena.
Dito yang membaca pesan Rena pun tersenyum karena dia merasa Rena sudah mulai perhatian sama dia.
...***...
__ADS_1