
"Maksud kamu apa sih aku gak ngerti?" bingung Rena.
"Intinya semua yang ada di dalam sini sekarang sudah menjadi milik kamu, nanti kalau kamu belum mengerti kamu bisa tanya bang Richard atau kak Andrew." balas Dito.
"Aku pergi dulu, maaf kalau selama ini aku sudah membuat kamu sakit. Aku sungguh mencintai kamu, maaf." lanjut Dito.
"Aku pergi dulu, semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu." Dito pun mulai berjalan mundur meninggalkan Rena.
Rena bingung harus melakukan apa, alhasil dia hanya diam saja melihat kepergian Dito.
Dito keluar dari apartemen Andrew dan langsung pergi menuju suatu tempat.
Tempat yang Dito tuju adalah markas Richard, dia akan menyerahkan diri pada Richard.
"Mau apa anak itu pergi ke tempatku?" tanya Richard yang sedari tadi memantau Dito dari jauh.
Richard pun terus mengikuti Dito sampai di depan markas miliknya, saat Dito masuk melalui pintu depan, Richard juga ikutan masuk tapi dia lewat pintu belakang.
...**...
Di tempat Andrew, dia sekarang lagi berhadapan dengan ibu Tika, ibu tiri Rena.
"Tuan kenapa saya di sekap seperti ini, saya tidak melakukan kesalahan apapun, saya juga sudah mengirimkan keuntungan yang saya dapatkan kepada tuan." ucap ibu Tika yang berada dibawah hadapan Andrew.
Andrew diam saja, dia hanya memperhatikan ibu Tika dari depan, dia terlalu males kalau harus adu mulut dengan perempuan.
"Jawab saya tuan, saya tidak ada salah sama tuan kenapa tuan menyekap saya?" tanya ibu Tika lagi.
"Lepaskan saya tuan, saya mohon. Saya janji akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi setelah keluar dari sini."Lanjut ibu Tika.
Ibu Tika masih belum mengetahui kalau Andrew menyekapnya itu bakan tanpa alasan, Andrew menyekap ibu Tika itu bukan karena masalah dunia perjudian, tapi Andrew menyekap ibu Tika itu karena masalah Rena.
"Sudah bicaranya?" tanya Andrew dingin.
"Lepaskan saya tuan, saya tidak melakukan kesalahan apapun kenapa tuan menyekap saya?" ucap ibu Tika lagi dan lagi meminta agar di lepaskan.
"Kamu sini." pangil Andrew pada anak buahnya yang berdiri tak jauh darinya.
"Iya tuan." balas anak buah Andrew menghampiri Andrew.
__ADS_1
"Ambilkan saya minum, kasian ibu Tika sudah mulai kehausan rupanya." suruh Andrew pada anak buahnya.
"Baik tuan." balas anak buah Andrew dan segera menggambil apa yang tuannya perintahnya.
"Terimakasih tuan, anda memang orang yang baik, saya janji setelah keluar dari sini akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi." ucap pedesaan ibu Tika karena dia mengira Andrew akan melepaskannya.
"Ini tuan." ucap anak buah Andrew memberikan satu botol air mineral.
Andrew menerimanya dan menghadap kebelakang untuk memasukkan obat ke dalam air mineral itu, Andrew memasukkan obat itu dengan dosis yang sangat besar sesuai dengan apa yang Richard perintahkan tadi.
"Berikan ini padanya." perintah Andrew pagi agar anak buahnya memberikan air minum itu pada ibu Tika.
"Baik tuan." balas anak buah Andrew.
"Nih minum." ucap anak buah Andrew menyodorkan air minum pada ibu Tika yang tangannya sedang di rantai.
"Bagiamana saya bisanya minum kalau tangan saya saja kalian rantai." balas ibu Tika.
"Buka mulutmu." perintah anak buah Andrew pada ibu Tika.
karena memang ibu Tika sudah haus, akhirnya ibu Tika pun menuruti perintah anak buah Andrew tanpa berpikir panjang.
"Buka mulutmu." perintah anak buah Andrew.
Ibu Tika pun menurut saja, dia membuka mulutnya dan anak buah Andrew pun mulai menuangkan air minum ke dalam mulut ibu Tika tanpa henti sehingga membuat ibu Tika tersedak.
"Uhuk uhuk uhuk." batuk ibu Tika tersedak air minum yang anak buah Andrew berikan.
"BUKA MULUTMU." paksa anak buah Andrew lagi menatap ibu Tika tajam.
Ibu tidak yang merasa ketakutan pun mulai membuka mulutnya kembali dan anak buah Andrew pun kembali menuangkan air minum kembali ke dalam mulut ibu Tika hingga membuat ibu Tika tersedak lagi dan lagi.
Anak buah Andrew terus melakukan hal itu hingga air minum satu botol itu habis.
"Kerja bagus, silahkan lepaskan ikatannya dan biarkan dia pergi dari sini." perintah Andrew pada anak buahnya lagi.
"Baik tuan." balas anak buah Andrew.
Ibu Tika yang mendengar hal itu pun senang bukan main, dia setelah ini akan bebas dan akan melanjutkan hidupnya lagu menikmati indahnya dunia.
__ADS_1
Setelah memerintahkan itu Andrew langsung pergi dari sana karena dia malas berhubungan lagi dengan ibu Tika.
Ikatan tali yang ada di tubuh ibu Tika sudah terlepas, ibu Tika sudah terbebas.
"Cepat bangun dan pergi dari sini." usir anak buah Andrew.
"Iya iya, lihatlah kalian tak akan lagi bisa menyiksaku karena aku sudah bebas." ucap pedesaan ibu Tika.
Ibu Tika bangun dari tempat duduknya dan mulai berjalan menuju pintu keluar dari ruangan itu.
Setelah sampai di luar ibu Tika melihat hamparan lapangan yang sangat luas.
"Apakah aku harus jalan kaki keluar dari sini?" tanya ibu Tika memandang luasnya lapangan yang ada di hadapannya.
Ibu Tika akan kembali masuk ke dalam dan meminta bantuan anak buah Andrew, tapi semua itu sudah terlambat karena pintu itu sudah terkunci.
Bahkan saat dia mengedor gedornya pun tak ada sahutan orang dari dalam.
"Huh, terpaksa deh harus jalan kaki." pasrah ibu Tika.
Ini Tika mulai berjalan melewati luasnya lapangan yang ada di sana, dia merasa tubuhnya sangat lelah dan pinggangnya pun mulai terasa sakit.
"Kenapa pinggangku sesakit ini?" tanya ibu Tika pada dirinya sendiri.
Dengan sekuat tenaga ibu Tika mencoba untuk melewati lapangan itu, tapi saat baru sampai di tengah tengah dia sudah terjatuh di sana.
"Auw, ini sakit banget. Aku butuh air." ucap ibu Tika lemah.
"Tolong, tolong." ibu Tika mencoba meminta tolong tapi tidak ada yang datang menolongnya.
Ibu Tika baru ingat dengan air minum yang anak buah Andrew berikan tadi.
"Air apa yang tuan Andrew berikan tadi?" tanya ibu Tika takut akan terjadi sesuatu terhadap tubuhnya.
Ibu Tika mencoba bangun lagi agar dia bisa terbebas dari sana, dia melihat di ujung lapangan ada sebuah bak air yang terisi air penuh.
"Itu air, aku harus segera ke sana." ucap ibu Tika berjalan terseok-seok sambil menahan rasa sakit menuju ujung lapangan itu.
Sampai di ujung lapangan dia memang mendapatkan satu bak air bersih, karena tenggorokan ibu Tika yang sudah terasa kering ibu Tika pun langsung meminum air itu tanpa berfikir terlebih dahulu.
__ADS_1
...***...