Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#67


__ADS_3

"Saya ingin meminta satu ginjalmu." ucap Richard menatap Andrew serius.


"Apa maksud anda tuan, apakah anda ingin membunuh saya seperti apa yang anda lakukan kepada orang orang saya?" balas Andrew tanpa rasa takut menghadapi Richard.


"Kalau tuan Andrew memberikannya dengan baik dan ikhlas saya tidak akan membunuh Anda, tapi kalau anda menolak ya saya dengan senang hati akan membunuh Anda." jawab Richard.


"Hahaha... anda kira saya bodoh tuan, saya tidak akan memberikan ginjal saya dengan cuma cuma kepada anda tuan. Terlebih setelah apa yang ayah anda lakukan kepada keluarga saya." Andrew berjalan dengan perlahan menghampiri Richard dan begitu pula dengan Richard, dia menghampiri Andrew dengan wajah datarnya.


"Apakah anda tidak mengingat kalau anda masih mempunyai seorang adik tuan." bisik Richard di telinga Andrew.


"Apa maksud anda, di mana keberadaan adik saya?" tanya Andrew emosi.


Andrew mencengkram kuat kerah jas Richard.


"Tuan...." Ethan akan berjalan menolong Richard tapi Richard memberikan aba aba agar Andrew tidak berpindah dari sana.


"Hahaha... ternyata anda juga mengetahuinya tuan Andrew." balas Richard sambil tertawa.


"Dasar brengsek. Anda sama ayah anda sama saja, sama sama suka menculik seseorang." marah Andrew.


"Sepertinya anda salah sangka terhadap keluarga saya tuan Andrew yang terhormat. Mungkin ayah anda berhasil meracuni otak anda agar membenci ayah saya dan keluarga saya." balas Richard.


"Apa maksud anda?" marah Andrew.


"Apakah anda tahu apa yang sudah ayah saya lakukan untuk ibu anda?" tanya Richard.


"Maksud anda?"


"Apakah dulu waktu anda kecil anda pernah melihat ibu anda menangis tuan?" tanya Richard lagi dan di balas gelengan kepala oleh Andrew.


"Ibu setiap malam selalu di siksa oleh ayah anda. Dan ayah saya yang mengetahui itu pun tidak tega, dengan mengarang cerita ayah saya membuat skenario seolah olah ayah saya itu adalah selingkuhan ibu." jelas Richard.


Richard dulu memang memanggil ibu Andrew dengan sebutan ibu, karena dianggap yang di tinggal ibunya sejak dia lahir dan mendapatkan kasih sayang yang tulus dari ibu Andrew membuat Richard sangat menyayangi ibu Andrew sepertinya ibunya sendiri.

__ADS_1


"Dan benar saja, ayah anda langsung menceraikan ibu dan ibu pun langsung di bawa pergi oleh ayah saya."


"Dulu emang saya masih kecil jadi belum terlalu mengerti masalah orang orang dewasa jadi saya mengira kalau anak yang ada di kandungan ibu itu adalah anak ayah saya yang otomatis adalah adik saya juga."


"Tapi, saya baru menyadarinya beberapa hari yang lalu saat saya memberikan kecocokan ginjal saya dengan adik perempuan saya yang ternyata tidak cocok."


"Dan saya yang merasa aneh pun menyuruh anak buah saya yang berada di Amerika untuk mencari bukti bukti di kamar ibu, dan akhirnya saya menemukannya."


"Dia bukan adik kandung saya, dan ibu sama ayah saya itu ternyata tidak ada hubungan apapun. Karena ayah saya masih setia mencintai ibu kandung saya." jelas Richard panjang lebar dan tanpa terasa air matanya juga ikutan menetes.


"Kenapa, kenapa ibu tidak pernah bilang kalau dia di siksa oleh ayah?" tanya Andrew dengan pandangan kosong.


"Karena ibu tidak mau kamu tahu tentang kebusukan ayah anda." jawab Richard.


"Aagrr...." teriak frustasi Andrew.


Dia merasa sangat bersalah kepada ibunya karena tidak bisa menjadi pelindung dari kejahatan ayahnya. Bahkan orang lainlah yang menolong ibunya, dan orang yang sudah berbaik hati menolong ibunya malah dia anggap sebagai penjahat.


"Tidak ada gunanya menyesali semuanya tuan, sekarang yang ada saja yang perlu anda pikirkan." ucap Richard.


"Adik kita sedang berjuang di rumah sakit karena gagal ginjal yang dia derita. Saya tidak meminta anda untuk menyayangi dia karena saya bisa memberikannya, tapi saya hanya meminta anda untuk memberikan satu ginjal anda untuk dia saja tidak lebih." jawab Richard.


"Astaga adikku, kenapa kami hidup seperti ini. Maafkan kakak yang tidak pernah ada untuk kamu." sesal Andrew.


"Apakah anda mau memberikan ginjal anda tuan?" tanya Richard.


"Tanpa kamu suruh saya pun akan memberikan apapun untuk adik saya, bahkan nyawa saya sekalipun." jawab Andrew mantap.


"Tuan...." ucap Elina seolah melarang tuannya untuk melakukan itu.


"Biarlah aku memberikan satu ginjal ku, satu ginjal saja tidak akan membuat saya mati." balas Andrew.


"Ayo tuan bawa saya ke sana, saya akan memberikan ginjal saya untuk dia." ajak Andrew.

__ADS_1


Richard pun berbalik dan berjalan keluar dari gedung tua itu tanpa mengucapkan apa apa.


"Mari tuan." ucap Ethan sopan mengajak Andrew untuk mengikuti Richard.


"Andrew pun mengikuti langkah Richard dan Elina juga Ethan mengikuti di belakang mereka berdua.


Mereka pergi ke rumah sakit menggunakan mobil mereka masing-masing. Dengan mobil Richard yang memimpin jalan di depan.


...**...


Sampai di rumah sakit, Richard langsung menyuruh Andrew untuk memeriksakan ginjalnya terlebih dahulu karena waktunya juga sudah sangat mepet.


Tadi pagi sekali Richard mendapatkan telfon dari rumah sakit kalau kondisi Rena pagi tadi mengalami drop dan harus segera mendapatkan donor ginjal.


Richard tidak memberitahu Diandra, karena dia takut kalau Diandra nanti akan panik jika tahu kalau kondisi Rena tengah drop.


Richard yang teringat dengan pembicaraan kemaren saat bertemu Andrew pun menyuruh anak buahnya yang berada di Amerika untuk mencari bukti bukti yang ada di dalam kamar ibu Andrew.


Tidak terlalu sulit anak buah Richard mencari bukti bukti itu, karena memang ibu Andrew tidak menyimpan barang barang pentingnya di tempat yang tersembunyi. Ibu Andrew meletakkan barang barang pentingnya di dalam kotak yang berada di dalam lemari yang masih Richard rawat sampai sekarang.


Setelah mendapatkan bukti bukti itu, Richard pun langsung menghubungi Ethan dan menyuruh dia agar segera membuat janji di tempat yang tersembunyi pagi itu juga.


Dan di sinilah mereka sekarang, di dalam ruangan dokter yang waktu itu memeriksa ginjal Richard.


"Hasil lap akan keluar sekitar satu jam lagi tuan. Saya sangat berharap kalau tes kali ini cocok, karena kondisi nona Rena semakin memburuk hari ini." ucap dokter itu setelah memeriksa ginjal Andrew.


"Baik dok, nanti anda bisa langsung menghubungi saya." balas Richard.


"Kalau begitu kami permisi dulu dok." pamit Richard dan langsung pergi dari ruangan dokter yang memeriksa Andrew. Dan Andrew yang sedari tadi diam pun mengikuti langkah kaki Richard.


"Bolehkah saya menemui adik saya?" tanya Andrew saat mereka berdua berjalan melewati koridor rumah sakit yang sepi.


"Saya akan mengantar anda, tidak ada hak bagi saya untuk memisahkan adik dan kakak kandung." balas Richard.

__ADS_1


Richard langsung berjalan menuju ruangan Rena dan di ikuti Andrew di belakangnya.


...***...


__ADS_2