
semua orang diam menunggu Richard melanjutkan ucapannya.
"Halah kelamaan tuan, kalau sebenarnya nona Rena itu adalah nona Rebecca adik tuan Richard yang hilang beberapa tahu yang lalu." jelas Ethan membuat mata semua orang yang ada di sana membola sempurna.
Tapi tidak dengan Richard, dia sekarang malah mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kamu jangan asal kalau ngomong tuan, saya itu adiknya kak Diandra." bantah Rena tak terima.
"Saya tidak asal ngomong nona, nona Rena memang benar Rebecca adik tuan Richard yang hilang." jelas Ethan meyakinkan Rena.
"Kalau saya emang benar adik kak Richard apakah kalian ada buktinya?" tanya Rena.
"Ya kita punya bukti foto foto kamu sama aku waktu kamu masih kecil dulu." sela Richard.
Richard mulai membuka handphonenya dan memberikannya pada Rena.
"Kami bisa melihatnya sendiri, kalau Abang ini gak bohong. Kamu memang adik aku Rebecca yang sudah lama hilang." ucap Richard.
Diandra pun mendekati Rena dan ikutan melihat foto foto yang ada di handphone Richard. Dan memang benar di sana ada banyak foto foto anak kecil yang sangat mirip dengan wajah Rena saat kecil.
"Kak apakah ini bener fotoku?" tanya Rena pada Diandra karena dia juga sudah setengah lupa dengan wajahnya sewaktu kecil.
"Iya dek, itu wajah kamu." balas Diandra yakin.
"Tapi bagaimana bisa, aku kan adik kakak." heran Rena bingung.
"Sebenarnya kamu bukan adik kandung kakak, dulu ibu sama ayah menemukan kamu yang terlantar di pinggir jalan seorang diri. Mungkin kamu lupa semuanya, karena kamu waktu kecil pernah jatuh dari sepeda dan kepala kamu sempat bocor." jelas Diandra mengungkapkan semua kebenaran yang ada.
"Jadi...."
"Iya nona anda memang benar adik tuan Richard." potong Ethan sangat yakin seyakin-yakinnya.
"Kakak?" tanya Rena pada Richard.
"No, bukan kakak tapi Abang." tekan Richard.
"Abang?"
"Iya kamu dulu suka manggil kakak Abang, karena dulu waktu kecil kamu suka nonton sinetron Indonesia yang tokoh tokohnya orang orang Sunda." jelas Richard.
"Bolehkah aku peluk Abang?" tanya Rena.
"Boleh dong." balas Richard dan langsung menarik Rena ke dalam pelukannya.
Mereka berdua berpelukan saling diam satu sama lain tak ada yang berbicara karena mereka masih merasa canggung. Bukan mereka berdua sih, tapi lebih tepatnya Rena. Kalau Richard mah gak ada canggung canggungnya. Yang ada malahan kangen.
"Kamu gak mau ikut?" Tanya Richard pada Diandra.
__ADS_1
Diandra membalasnya dengan senyuman dan langsung ikutan bergabung dalam pelukan hangat keluarga itu.
"Terimakasih kamu sudah menjaga adik aku sampai sebesar ini. Aku gak tahu kalau kamu gak ada akan jadi apa Becca. Aku ingin mengucapkan terimakasih padahal ibu sama ayah." ungkap Richard pada Diandra.
"Aku senang kalau Rena sudah menemukan keluarganya yang asli. Aku jadi semakin bahagia saat tahu ternyata kamu adalah kakaknya Rena." balas Diandra.
Rena melepaskan pelukan mereka bertiga dan menatap kedua kakaknya dengan seksama.
"Berarti sekarang aku punya dua kakak dong, yang satu kak Dian dan yang satunya lagi Abang?" tanya Rena.
"Iya dek." balas Diandra sambil mengelus kepala Rena.
"Yeee aku punya keluarga lagi." senang Rena.
"Abang boleh gak kalau aku minta nama aku Rena aja jangan Re...."
"Rebecca." jawab Richard.
"Iya itu, boleh ya. Rena udah nyaman sama nama Rena yang sekarang." pinta Rena.
"Iya boleh terserah kamu saja yang penting kamu nyaman." balas Richard setuju.
"Yee .. makasih Abang ku sayang." senang Rena.
"Sama sama adik Abang." balas Richard.
"Ehh lupa, aku kira kalian udah gak ada di sini." canda Richard.
"Mumpung ada kakak kandungnya Rena di sini, boleh kan kalau Dito sekalian meminta restu untuk menghalalkan Rena?" pinta Dito.
"Emm.... gimana ya, mau gak ya ngasih Restu." pikir Richard.
"Ayolah bang, emang abang gak kasian sama Dito." mohon Dito.
"Gak lah, emang kamu punya apa mau lamar adik aku?" tanya Richard.
"Ya emang aku tidak sekaya Abang, tapi aku masih mampu kok membiayai hidup Rena sampai tua nanti." jawab Dito serius.
"Yakin nih?"
"Ayo lah bang Dito mohon." mohon Dito.
"Ehh kamu kok sok akrab banget, pakai panggil panggil saya Abang lagi, emang saya Abang kamu?"
"Ya kan sebentar lagi Dito akan jadi adik ipar Abang, jadi otomatis Abang ya Abang Dito juga." pede Dito.
"Yakin banget kamu kalau saya bakal terima kamu."
__ADS_1
"Kak Dian udah restuin Dito, jadi Abang gak bisa mengelak. Kan Abang bucin banget sama kak Dian." skak mat Dito mengeluarkan kartu as milik Richard.
"Kamu beneran udah kasih mereka Restu yang?" tanya Richard.
"Hmm." balas Diandra.
"Ahh sudah lah, kalau kayak gini caranya aku gak bisa ngelak lagi." nyerah Richard.
"HAHAHAHA...." tawa Ethan yang sedari tadi diam.
Mereka semua menatap Ethan penuh tanya, apakah Ethan ketempelan mahluk lain di rumah sakit ini. Kok mereka jadi ngeri ya lihatnya.
"Kamu sehat?" tanya Richard.
"Ya tentu lah, saya kan emang sehat dari lahir. Emang tuan, yang suka berubah jadi gila." balas Ethan.
"Trus kalau kamu sehat kenapa kami ketawa sendiri tidak jelas seperti tadi?" kali ini Diandra yang bertanya.
"Ya itu semua karena kalian itu aneh. Dadar kaum bucin." ledek Ethan.
Saya pergi dulu babayyy...." Ethan langsung menyelonong pergi dari sana sebelum terkena amukan dari banyak orang yang ada di sana.
"Ethan, saya sumpahin nanti kamu semakin bucin melebihi saya." teriak Richard menyumpah serapahinya Ethan yang sudah tidak terlihat batang hidungnya.
"Udah udah tenang, yang penting sekarang Dito sudah mendapatkan restu dari kedua kakak ipar, maka hidup Dito akan aman tentram dan sentosa." ucap Dito membuat mereka bertiga menatap Dito dengan pandangan yang susah untuk di artikan.
"Sepertinya anak buah Richard sudah keluar." ucap Diandra menatap Dito.
"Benar kak, emang semua laki-laki itu aneh." setuju Rena.
"Kalau Baginda ratu yang berbicara, maka saya tidak bisa mengelak lagi." ucap Richard dengan formal.
"Benar bang, kalau kita melawan nanti akan terjadi hal buruk pada bumi ini." setuju Dito.
Mereka bertiga terus bergumam tidak jelas. Hingga mereka berganti sama sama terdiam tak ada yang berbicara lagi.
"Permisi, waktunya nona Rena istirahat." ucap suster mengingat jam istirahat Rena.
"Ahh Iya, ayo kita keluar biar Rena istirahat." ajak Richard.
"Kalian aja yang keluar, biar aku di sini jaga Rena." ucap Diandra.
"Baiklah kalau gitu kita berdua keluar dulu." balas Richard.
Richard dan Dito pun keluar dari ruangan Rena meninggalkan Rena dan Diandra di sana.
...***...
__ADS_1