Si Penipu Pacar Tuan Psikopat

Si Penipu Pacar Tuan Psikopat
SPPTP#65


__ADS_3

"Astaga sayang, pemilik RH bag itu aku." kesal Richard.


Bagiamana bisa kekasihnya ini tidak tahu kalau selama ini tas dan dompet yang Richard itu berikan hasil buatan tangan Richard sendiri dan brand milik Richard sendiri.


"Maksud kamu?" bingung Diandra yang masih belum konek otaknya.


"Tauk lah terserah kamu." kesal Richard.


"Lah,"


Diandra pun diam tapi otaknya berfikir apa maksud Richard tadi. Setelah berfikir beberapa saat barulah Diandra menyadarinya.


"Astaga jadi kamu itu...." kaget Diandra matanya melotot sempurna.


"Dah aku marah sama kamu." ngambek Richard bersidekap dada.


"Maaf aku gak tahu loh bener." ucap Diandra meminta maaf.


Richard diam saja tak menyahuti ucapan Diandra.


"Sayang aku minta maaf loh." ucap Diandra seimut mungkin agar Richard bisa luluh.


"Gak mempan." balas Richard.


"Oh ya udah kalau gitu, nanti malam aku mau tidur di rumah sakit lagi ahh."


"Mana bisa gitu." tak suka Richard.


"Bisalah, kan kamu marah sama aku." balas Diandra.


"Iiihh sayang kamu kok jahat sih, kamu tega sama aku. Semalam kan kamu udah gak tidur sama aku." rengek Richard seperti anak kecil.


"Biarin, orang kamunya marah."


"Iya deh iya aku gak marah, tapi kami jangan tidur di rumah sakit lagi ya." pinta Richard.


"Ya liat aja nanti, kalau ada yang marah lagi ya aku tidur di rumah sakit." balas Diandra sok jual mahal.


"Sayang...." rengek Richard.


"Apa?" garang Diandra.


"Jangan gitu aku takut." Richard mengerucutkan bibirnya.


"Aaaa... kamu gemesin banget sih." gemas Diandra saat melihat bibir Richard yang mengerucut.


"Maafin aku ya, aku kan gak tahu kalau brand RH bag itu punya kamu." ucap Diandra meminta maaf.

__ADS_1


"Iya sayang aku maafin, tapi kamu jangan tidur di rumah sakit ya." balas Richard.


"Iya, malam ini khusus buat kamu karena udah kasih dompet sebagus ini."


"Makasih sayang." senang Richard.


"Berarti selama ini yang aku tipu itu para pengemar brand kamu dong."


"Iyalah, pantesan aja banyak yang komplain di akun Instagr*m RH bag ehh ternyata pelakunya ada di sini."


"Maaf ya gara gara aku brand kamu jadi jelek."


"Tidak masalah, yang kamu tipu itu hanya sebagian kecil saja. Karena yang sebagian besar ada di luar negeri." balas Richard.


"Yang penting sekarang aku minta sama kamu jangan kamu ulangi lagi, kalau kamu butuh apa apa minta sama aku." lanjut Richard.


"Kan waktu itu aku kepepet, kalau enggak ya mungkin aku juga gak bakal nipu orang." balas Diandra.


"Udah ayo kita habiskan makannya karena aku nanti ada ketemuan sama klien. Nanti kamu temenin aku ya." pinta Richard.


"Emang ketemuannya di mana?" tanya Diandra.


"Gak tahu aku, Ethan yang tahu tempatnya." jawab Richard.


"Ya udah nanti anterin aku pulang dulu buat ganti baju."


"Ya udah terserah kamu aja."


Setelah itu mereka pun melanjutkan makan mereka dengan diiringi suara ombak air laut yang sangat menggelegar.


Selesai makan Richard langsung membawa Diandra pergi dari sana menuju apartemennya.


...**...


Malam hari pun tiba, Andrew sudah berada di tempat yang akan dia selenggarakan ketemuan sama Richard. Tak berapa lama dia menunggu akhirnya orang yang di tunggu pun akhirnya muncul juga.


Richard datang bersama dengan Ethan di belakangnya dan ada satu lagi wanita yang merangkul lengan Richard, entah siapa itu yang pasti bukan itu masalah yang akan Andrew bahas dengan Richard.


"Selamat malam tuan Richard, tuan Ethan dan...."


"Diandra, kekasih saya." ucap Richard memperkenalkan Diandra.


"Oh iya dan nona Diandra, mari silahkan duduk." Andrew mempersilahkan mereka bertiga untuk duduk.


Dan secara kebetulan Elina dan Ethan duduk berdampingan, terlihat mereka berdua saling diam dan tak memandang satu sama lain.


"Mari kita makan malam terlebih dahulu sebelum nanti kita bahas soal pekerjaan." ajak Andrew.

__ADS_1


Tanpa membalas perkataan Andrew, Richard dan yang lainnya langsung menyantap makan malam mereka dengan tenang tanpa takut akan ada racun yang ada di dalam makanan tersebut.


"Bagiamana tuan Andrew, apakah bisa langsung kita bahas?" tanya Richard setelah meja mereka di bersihkan oleh para pelayan.


"Santai tuan, tidak perlu berburu buru." balas Andrew.


"Maaf taun, tapi jadwal kami cukup padat." ucap Ethan tegas.


"Wow ternyata sekertaris anda sangat setia ya tuan." puji Andrew.


"Apakah ada masalah dengan tuan, bukankah sekertaris anda juga demikian." bukan Richard yang membalas perkataan Andrew tapi Ethan sendiri.


"Wah sepertinya anda mengenal sekertaris saya ya taun Ethan?"


"Ya saya mengenalnya, karena kami dulu satu...."


"Maaf tuan tuan, apakah tidak ada hal penting yang harus di bicarakan selain masalah pribadi?" ucap Elina memotong ucapan Ethan.


"Ya kamu benar, bisakah kita langsung membahas hal apa yang ingin anda bicarakan tuan Andrew yang terhormat." sambung Richard.


"Oke baiklah, jadi kepentingan saya mengundang tuan tuan kemari adalah untuk minta tolong sama kalian agar tidak menggangu pekerjaan saya di negara ini." ucap Andrew.


"Saya rasa bukan hanya itu saja yang ingin anda bahas di sini tuan, kenapa anda harus repot-repot mengundang saya kemari kalau hanya untuk membicarakan hal itu. Anda bisa menghubungi saya lewat telfon tuan." balas Richard.


Diandra yang baru pertama kali menghadiri acara seperti ini pun merasa sangat tidak nyaman. Terlebih wajah wajah di sana terlihat sangat menyeramkan semua.


Bahkan Richard yang dia lihat biasanya tersenyum kini terlihat berbeda. Diandra bisa melihat sisi lain dari Richard, lantas saja Richard menjadi pengusaha sukses seperti sekarang ini. Di lihat dari cara dia berbicara kepada lawannya terdengar sangat tegas dan tak terbantahkan.


"Anda tahu saja apa yang akan saya lakukan tuan." balas Andrew yang merasa kalau siasatnya terbaca oleh Richard.


"Bukan hal sulit bagi saya." balas Richard sombong.


"Apakah anda melupakan saya tuan Richard." ucap Andrew pada Richard sambil tersenyum licik.


"Mana mungkin saya melupakan anda, anda adalah dalang di balik pengelapan dana di perusahaan saya tempo waktu lalu." balas Richard.


"Hahahaha... sepertinya anda melupakan wajah saya taun Richard yang terhormat." tawa mengerikan Andrew, tapi tidak bagi Richard. Bagi Richard tawa seperti itu sangatlah biasa saja.


"Apakah anda tidak mengingat wajah saya mirip dengan siapa tuan Richard?" lanjut Andrew.


Richard diam mengamati wajah Andrew secara teliti, hingga Ethan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Gimana tuan, apakah anda sudah mengingatnya?" tanya Andrew.


"Ooh itu kamu, pantas." Jawa Richard.


Diandra yang ada di samping Richard pun kepalanya terasa sangat pusing memikirkan apa yang orang orang kaya ini ucapkan. Dan perempuan yang ada di samping Ethan itu juga kenapa melihat dirinya seperti itu, apakah ada yang salah dengan make up atau pakaiannya. pikir Diandra.

__ADS_1


...***...


__ADS_2