
Ethan dan Elina berkerja sama untuk menyelesaikan permasalah yang ada di perusahaan Richard, mereka agak kesulitan mengatasinya karena ini sudah terlalu luas masalahnya.
Ethan tidak mungkin menyalahkan karyawan Richard karena dia tahu kalau itu semua bukan kesalahan mereka. Mungkin kalau Richard yang ada di sana iya mereka semua karyawan Richard akan terkena amuk.
Oleh karena itu karyawan Richard bersyukur karena tidak ada Richard di sana jadi mereka aman, para karyawan Richard pun sekarang tengah berusaha membantu Ethan untuk mengatasi masalahnya.
Bahkan sampai mereka semua melakukan makan siang sambil melakukan pekerjaan, karena mereka mau nanti kalau Richard datang semua masalah sudah terselesaikan.
"Bagiamana ini, kenapa sampai keamanan perusahaan yang ada Amerika juga hampir mereka rentas." ucap Ethan tidak percaya dengan apa yang sudah dia lihat.
"Mungkin orang yang melakukan ini sudah merencanakannya dari jauh jauh hari." balas Elina yang ada di samping Ethan.
"Sebaiknya kamu segera mengamankan keamanan yang ada di sana, biar aku yang menangani masalah ini." lanjut Elina.
"Baiklah, aku percayakan semua sama kamu, karena bisa bahaya kalau sampai perusahaan yang ada di Amerika terkena imbasnya." setuju Ethan.
Karena perusahaan yang ada di Amerika itu adalah induk dari induknya perusahaan yang ada di seluruh negara. Kalau sampai induknya kena, maka bisa di pastikan sendiri bagiamana nanti kedepannya.
"Aku akan melakukan yang terbaik buat ini." balas Elina.
Ethan pun langsung pergi, dia akan berangkat ke Amerika langsung. Tak lupa dia juga memberitahukan kepada seluruh karyawan untuk patuh dan mendengarkan apa yang Elina katakan.
Setelah kepergian Ethan, Elina berusaha dengan keras agar bisa menyelamatkan perusahaan Richard.
Data keamanannya sudah bocor, di tambah lagi ada uang yang tiba tiba keluar tanpa ada transaksi.
"Aku yakin pasti ini pelakunya di antara mereka bertiga." gumam Elina dengan mata yang fokus menatap ke arah komputer komputer yang ada di depannya.
"Aku harus melakukan sesuatu." gumam Elina, dia akan mengambil data data perusahaan Richard dan menyimpannya di dalam tempat penyimpanan data datanya.
Karena menurut Elina data keamanannya lebih baik daripada milik perusahaan Richard saat ini. Dari pada mengambil resiko yang besar lebih baik dia mengambil keputusan yang besar pula.
...**...
Doni dan Fia sedang melakukan pesta di dalam apartemennya. Mereka merayakan keberhasilan mereka dalam mengotak atik perusahaan Richard.
"Hahaha... pasti sekarang mereka semua lagi kebingungan menangani perusahaan mereka." tawa Doni.
__ADS_1
"Iya benar sayang, dan sebenar lagi kita akan mendengar kehancuran perusahaan Richard." setuju Fia.
"Benar, dan kita nanti tinggal menggunakan nama Dito sebagai kambing hitamnya." balas Doni.
"Benar, biar nama kita tetap aman, kita akan menggunakan nama anak pungut itu." setuju Fia.
Tanpa mereka sadari ternyata orang yang sedang mereka bicarakan ada di balik pintu dan mendengarkan semua apa yang mereka berdua bicarakan.
"Jadi selama ini aku hanya di jadikan kambing hitam oleh mereka, bahkan aku sampai membahayakan nyawa orang yang aku cintai dan itu semua gara gara mereka berdua." gumam Dito.
Dito memang tahu kalau dia hanya anak pungut, maka dari itu dia selalu menjalankan perintah kakaknya.
Dan sebenarnya dia juga beneran mencintai Rena, tapi karena dia tidak bisa menolak permintaan kakaknya maka dia menjalankan apa perintah mereka.
"Aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus melakukan sesuatu." gumam Dito.
Dito pun langsung pergi dari sana agar mereka tidak mengetahui kedatangannya, dia pergi dengan membawa rencana yang sudah dia siapkan kalau kalau hal ini akan terjadi.
...**...
Richard sudah tidur di dalam kamar apartemen yang baru Ethan beli, di sampingnya ada Rena yang setia menunggu Richard untuk sadar.
"Bang." ucap Rena yang melihat Richard mulai membuka matanya.
"Ini di mana?" ucap Richard melihat sekeliling yang terasa asing buat dia.
"Kita ada di apartemen yang kak Ethan beli dekat dengan apartemen kak Andrew bang." jawab Rena.
Richard bangun dan di bantu Rena, Rena menggambilkan air minum untuk Richard dan Richard pun langsung menerimanya karena memang tenggorokannya sudah kering.
"Kenapa aku bisa di sini?" tanya Richard heran.
"Tadi kak Ethan menyuruh anak buah kakak untuk membius kakak dan membawa kakak ke sini." ucap Rena menjelaskan.
Richard diam mengingat semuanya yang terjadi, dia memijat pelipisnya yang terasa pening.
Perlahan air mata Richard turun saat dia baru mengingat kalau Diandra sekarang sudah tidak ada.
__ADS_1
"Bang Richard harus ikhlas ya, mungkin ini memang takdir kak Dian harus meninggalkan kita duluan." ucap Rena.
"Kenapa dia harus meninggalkan aku sendiri, dia udah janji akan hidup bersamaku sampai nanti. Lalu sekarang dia dengan mudahnya pergi meninggalkan kita semua sendiri." ucap Richard sambil menghapus air matanya yang sudah turun.
"Kakak harus ikhlas biar kak Dian tenang di sana, kita doakan saja semoga kak Dian di terima di sisinya." ucap Rena.
Rena sudah ikhlas kalau Diandra pergi meninggalkannya untuk selama lamanya, mungkin ini yang terbaik untuk Diandra makanya tuhan lebih dulu memanggil Diandra.
Dia bersyukur, karena Diandra meninggalkan dirinya di saat dia sudah memiliki keluarga. Mungkin ini memang takdir yang sudah tuhan gariskan untuk mereka semua.
"Andrew mana?" tanya Richard karena hanya mendapati Rena di sana.
"Kak Andrew pergi mencari ibu Tika, kak Andrew bilang dia akan membalaskan semua yang sudah ibu Tika perbuat pada aku dan juga kak Dian." jawab Rena.
"Bawa aku ke sana." pinta Richard karena dia tidak tahu di mana tempat Andrew.
"Tidak kak, keadaan kakak masih belum membaik, kakak juga belum makan." tolak Rena.
"Plis dek antar Abang ke sana." mohon Richard.
"Baiklah, aku akan mengantarkan Abang ke sana, tapi dengan syarat Abang harus makan dulu." balas Rena mengajukan persyaratan.
"Abang gak lapar, sebaiknya kamu saja yang makan." tolak Richard."Baiklah kalau seperti itu aku juga tidak akan menghantarkan Abang ke sana." balas Rena.
"Dek plis." mohon Richard.
"Tidak, sesuai persyaratan tadi, kalau kakak mau makan maka aku juga akan menghantarkan kakak ke sana." balas Rena.
"Baiklah Abang akan makan." setuju Richard.
"Nah gitu dong, Abang tunggu sebentar ya, biar Rena ambilkan makanannya dulu." ucap Rena dan di angguki Richard.
Rena pergi meninggalkan Richard untuk menggambilkan makanan buat Richard.
Setelah kepergian Rena, Richard berfikir mungkin dia akan membalaskan semua dendam Diandra dan juga membalas semua musuh musuhnya sesegera mungkin.
Dan nanti setelah itu dia akan meninggalkan dunia gelap yang selama ini membuat hidupnya menjadi lebih gelap.
__ADS_1
...*** ...