
Mobil sport yang tadi di pacu Zee degan kecepatan tinggi,kini mulai melambat saat mobil itu memasuki pelataran sebuah gedung apartemen mewah yang akan menjadi tempat peristirahatannya hari ini.
Setelah memarkirkan mobil dengan rapi di tempat seharusnya,Zee pun berlalu ke luar sembari menenteng beberapa papper bag berisi snack dan minuman kaleng yang tadi sempat ia beli sebelum ke sini.
Petugas yang berjaga tampak menyapa Zee dengan ramah ketika gadis itu melewatinya, Zee pun membalas sapaan petugas tersebut dengan sedikit senyuman.
Setelahnya Zee berlalu naik ke atas dengan menggunakan lift. Zee memang membeli salah satu apartemen yang ada di sini berbarengan dengan Kaivan dulu,kebetulan apartemen ini milik ibunya Kaivan,bisa di bilang apartemen ini adalah tempat Zee bersembunyi jika ia sedang butuh waktu sendiri.
"Bruk!!" Zee menhempaskan barang-barang bawaannya ke atas sofa yang ada di balkon kamarnya,hari ini ia akan melampiasakan emosinya. Zee mulai membuka satu persatu snack yang ia bawa dan memakannya dengan rakus.
Setelah memakan hampir semua snack hingga separuh,Zee mulai membuka minuman kaleng yang ia bawa tadi. Minuman yang ia bawa nyatanya bukanlah minuman kaleng biasa,tapi itu adalah beer yang biasa ia minum saat sedang stress.
Tak cukup di situ,yang lebih mengejutkan lagi adalah Zee mengeluarkan sebungkus rokok dari saku jaketnya dan mulai menyulutnya dengan pemantik yang tadi sempat ia beli.
Hampir satu jam gadis itu berkutat dengan kegilaannya hingga setelahnya ia tumbang di lantai dengan keadaan yang benar-benar berantakan.
♡♡♡
Menjelang malam Zee terbangun dari tidurnya dan mulai merasakan kepalanya cukup pening matanya mengedar menatap sekeliling dan menyadari jika saat ini ia sudah berada di kamar.
"Ceklek" Pintu kamanrnya tiba-tiba di buka oleh seseorang.
"Kai..??" Guman Zee lirih.
Tatapan masih sedikit kabur karena efek minuman yang tadi ia minum. Pria itu tampak tersenyum tipis dan duduk di samping tempat tidur Zee.
Zee tak kaget dengan keberadaan Kaivan. Apartemen Zee dan Kai bersebelahan dan Kai juga punya akes masuk ke dalam apartemen Zee. Karena itulah Zee tak heran saat pria itu ada di sini.
"Masih pusing??" Tanya Kaivan sembari mengusap kepala Zee.
Gadis itu mengangguk singkat.
"Ada masalah lagi??"
"Biasa." Jawab Zee sekenanya.
"Udah nangis??" Tanya Kaivan dengan nada sedikit meledek membuat Zee langsung mencubit lengan kekar pria itu.
"Sini nangis lagi."
__ADS_1
Kaivan tanpa basa-basi langsung menarik Zee ke dalam pelukannya. Gadis itu tak menolak, ia membalas pelukan Kaivan dalam diam.
"Gak papa,ada gue. Gue gak bakalan ninggalin kayak mereka yang gak peduli sama lo. Gue bakalan ada walaupun gue gak bisa bantu apa-apa."
"Maaf." Ucap Zee yang mengerti dengan arah pembicaraan Kai.
"Gak papa,tapi lain kali gue harap lo segera kenalin sama keluarga lo itu. Gue bener-bener pengen bikin perhitungan sama mereka karena udah bikin bidadari gue nangis."
"Lebay." Zee yang sedari tadi menahan diri untuk tidak menangis kini malah tertawa kecil sembari mencubit perut Kai dengan sedikit kuat namun tak membuat pria itu meringis.
"Mau makan gak??" Tanya Kai setelah melepaskan Zee dari pelukannya.
Zee mengangguk."Mau!! Lo yang masak kan?"
"Gak lah, go food aja. Ribet banget harus masak."
"Bilang aja lo gak bisa masak,apa susahnya." Kini giliran Zee yang meledek Kaivan. Mood gadis itu memang selalu baik jika sudah berada di dekat Kaivan.
Kaivan memicingkan matanya dengan raut sinis. " Lo juga gak bisa masak,gak usah ngeledek." Balas Kaivan telak yang berhasil membuat Zee cemberut.
"Maaf,maaf,gak usah ngambek." Kaivan mengacak-acak rambut Zee dengan gemes. "Mau makan apa??" Tanya Kai sambil menyodorkan ponselnya pada Zee.
"Sana,tungguin makanannya di ruang tamu. Gue mau tidur dulu!!" Suruh Zee seenak jidat sembari mendorong Kai dari pinggir tempat tidur hingga hampir membuat pria itu terjungkal.
"Michelle!!" Geramnya yang berhasil membuat Zee bersembunyi dalam selimut.
♡♡♡
Zee menyandarkan badannya di sofa sembari memejamkan matanya,merasakan kenyang yang luar biasa. Ia baru saja selesai makan malam dengan Kai beberapa menit yang lalu. Pria itu tadi sudah kembali ke rumah karena mendapat telepon dari mamanya. Tinggalah Zee sendiri di apartemennya,dan memang itulah suasana yang Zee suka. Sepi,sunyi dan tenang. Kesepian adalah temannya sejak kecil.
"Ting..." Notifikasi ponsel Zee terdengar berbunyi. Zee melirik sekilas,ternyata papanya mengirimkan pesan memintanya untuk pulang. Zee memilih abai dan mematikan ponselnya. Ia tidak mau di ganggu.
"Di suruh pulang paling buat di marahin. Mending gak usah pulang." Guman Zee sinis.
Gadis itu beranjak mengambil gitar yang ada di sudut ruangan dan mulai menyanyikan lagu berjudul 'Monster' milik Katie Sky. Suara merdunya mengalun menemani kesunyiannya malam itu.
♡♡♡
Suara jam weker dari dalam kamar di apartemen Zee membuat tidur gadis itu menjadi terganggu. Zee membuka matanya dengan perlahan dan langsung saja rasa pegal menyerang seluruh sendi tubuhnya. Zee mengeliat dan berdecak kesal saat menyadari jika ia semalam ketiduran di sofa.
__ADS_1
"Pantes badan gue sakit semua."
"Jam berapa lagi sekarang." Zee bergegas ke kamar untuk mematikan jam wekernya yany masih berbunyi.
Usai mematikan jam weker,ia pun bergegas mandi dan menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa ke kampus. Seperti biasa hari ini ia ada kuliah pagi.
Setelah selesai bersiap-siap Zee pun turun ke bawah dan berangkat ke kampus. Tak sampai setengah jam gadis itu sudah sampai di kampus,maklum jarak dari apartemennya ke kampus memang tidak jauh. Berbeda jika ia berangkat dari mansion.
Setelah memarkirkan mobil Zee langsung beranjak menuju kelas. Hari ini ia datang lebih awal dan ia jamin ia tidak akan terlambat seperti kemarin.
Dengan memasang earphone di telinganya,Zee merasa lebih tenang,setidaknya pagi ini ia tak perlu mendengarkan komentar orang tentang wajah dan penampilannya yang entah kenapa selalu saja jadi pusat perhatian.
"Bruk...!!" Zee menabrak seseorang dari arah berlawanan.
"Eh jalan pake mata dong!!" Bentak orang yang Zee tabrak.
Zee mendongak dan langsung membulatkan matanya saat melihat siapa yang sudah ia tabrak.
"Lo??"
"Lo lagi??"
"Ckk!! Doyan banget sih lo nabrak gue,stalking ya??"
"Cih!! Gila!!" Decih Zee sinis.
Orang yang barusan ia tabrak ternyata adalah pria yang kemarin siang ia tabrak. Entah kenapa cowok itu ada dimana-mana.
"Kayaknya lo sengaja ngikutin gue deh,gue rasa kita akhir-akhir ini sering ketemu. Siniin nomer handphone lo biar makin dekat. Kalau naksir gak usah malu-malu."
"Mimpi!!"
Zee berlalu meninggalkan cowok gila itu dengan raut wajah memerah. Bukan karena ia malu,tapi karena ia menahan marah. Bayangkan tadi ada berapa mahasiswa yang melihat kejadian barusan,rasanya Zee ingin menggantung pria itu di atas kolam buaya.
♡♡♡
Like vote komen...
Luv♡♡♡
__ADS_1