
Hari sudah menjelang malam, ketika Zee beranjak pergi dari makam ibu dan neneknya. Langkah kakinya gontai menelusuri jalan raya yang tampak sepi dan gelap.
Sampai di sebuah halte,Zee memilih berhenti dan duduk di situ. Hari yang melelahkan baginya,bukan hanya fisik tapi juga hati.
Beberapa menit berlalu,bahkah sampai satu jam kemudian tidak ada tanda-tanda Zee akan beranjak dari tempatnya. Padahal langit yang tadinya mendung kini sudah mulai menumpahkan airnya ke muka bumi. Udara yang awalnya memang dingin kini semakin dingin. Namun tidak sedikit pun mengusik Zee.
Dengan langkah pelan dan tatapan kosongnya,Zee melangkahkan kakinya keluar halte membiarkan tubuh munggilnya basah terkena air hujan.
Bahkan Zee tidak bergeser sedikitpun saat sebuah mobil melaju dan berhenti tepat di hadapannya. Pemilik mobil keluar dan langsung menarik tubuh munggil Zee kedalam pelukannya.
"Siapa yang ngizinin Zee hujan-hujanan kayak gini. Nanti kalau Zee sakit gimana? Papa pasti bakalan sedih kalau liat Zee sakit." 2 Kalimat pendek yang keluar dari mulut orang tadi membuat isakan kecil dari mulut Zee kembali terdengar.
#Flashback On
Zee yang saat itu berusia 5 tahun sedang berada di gudang belakang rumahnya,demi menyelesaikan pekerkaan yang diberikan oleh ibu tirinya. Zee kecil yang tidak tahu apa-apa saat itu menurut saja ketika Melissa memintanya untuk menyusun kembali semua barang-barang yang ada di gudang.
Zee kecil yang tau jika ibunya sengaja melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak dilakukan olehnya berniat melaporkan pada nenek dan papanya. Namun sayang saat itu nenek Zee sedang tidak berada di rumah Zee tidak tahu neneknya kemana. Papanya juga sedang berada di luar kota membuat Zee mau tak mau akhirnya melakukan pekerjaan yang di suruh ibunya.
Ketika pekerjaannya selesai,Zee langsung berniat kembali ke dalam rumah. Tapi semua pintu terkunci,Zee berteriak-teriak memanggil semua orang berharap ada yang mendengar dan mau membukakan pintu untukknya.
Malangnya semua orang di rumah seakan-akan tuli. Zee yang berada di luar rumah sudah mulai kedinginan
di tambah lagi hari sudah gelap dan hujan cukup deras.
Zee kecil hanya bisa menangis di luar gudang rumahnya. Mau masuk ke dalam sana Zee tidak berani suasana di dalam sangat gelap . Bahkan karena terlalu takut dan kedinginan Zee kecil hampir saja pingsan jika sebuah tangan kecil tidak segera memelu tubuh munggilnya nya.
"Zee ngapain di sini? Siapa yang ngizinin Zee hujan-hujanan, mama sama papa pasti bakalan sedih kalau Zee sakit."
Orang yang memeluk Zee kecil saat tidak lain adalah Davian kecil. Dengan sekuat tenaga ia berusaha membawa Zee masuk kembali ke dalam rumah. Tubunya juga sudah basah kuyup.
__ADS_1
Melissa yang saat kebetulan sedanh berada di ruang tamu tentu saja terkejut melihat Davian membopong tubuh Zee dalam keadaan basah kuyup. Pikirannya sudah tidak karuan,takut jika Zee sudah mengatakan bahwa Melissa lah yang memintanya mebersihkan gudang dan tidak membiarkannya masuk .
Dengan muka yang dibuat sepanik mungkin ia segera mengambil alih tubuh Zee dari pangkuan Davian dan membawanya ke kamar untuk di ganti pakaian. Setelah selesai tak lupa ia memberi Zee ancaman supaya tidak mengatakan apapun pada Davian ataupun papa dan neneknya. Bahkah jika perlu Zee harus menjaga jarak dengan Davian dan papanya.
Zee kecil yang saat itu takut hanya menurut saat mama tirinya memberinya ancaman. Mau melawan pun ia tidak bisa,memangnya apa yang bisa di lakukan anak sekecilnya saat itu.
#Flashback Off
"Kenapa harus kabur dari rumah sih dek!!"
"Papa sama gue dari kemarin nyariin lo tau gak!!
"Lo bikin gue panik seharian, lo gak tau semarah apa gue sama papa kemarin."
"Jangan kabur lagi ya!! Gue gak tenang kalau gak liat lo sehari aja. Gue gak mau mama marah karna gue gagal jadi kakak yang baik buat lo. Maaf, maaf kalau gue udah ngasingin lo 13 tahun ini. Gue emang abang brengsek, lo boleh benci sama gue,lo boleh pukul gue!! Tapi please jangan pergi lagi ya. Lo adek gue satu-satunya,kita lahir dari darah yang sama gak akan ada yang misahin kita bahkah Sassya dan mama pun gak bakalan bisa. Gue janji sama lo!!"
Zee mendongak menatap sosok yang lebih tinggi darinya itu. " Kenapa bang Vian bisa tau Zee di sini?"
"Sassya?? Gue gak bareng Sassya sedari kemarin,gue juga belum ada komunikasi sama dia. Gue cuma ketemu sama Kaivan kemarin. Kenapa lo tiba-tiba nanya kek gitu, Sassya nyamperin lo? Kapan?"
Zee menggeleng, seharusnya selain pada Melissa ia juga harus berhati-hati pada Sassya. Ia tidak boleh lengah,karena Sassya bisa saja menghilangkan semua bukti yang selama ini mati-matian Zee kumpulkan.
"Gu..gue...di..ng..ngin" Suara Zee sudah terdengar putus-putus karena menggigil kedinginan,tanpa babibu Davian langsung mengangkat tubuh munggil Zee dan membawanya masuk ke dalam mobil.
***
Hujan sudah berhenti, jam sudah menunjukkan pukul 20.15 ketika mobil Davian sampai di halaman rumah mendiang ibunya.
Zee turun terlebih dahulu untuk membuka pagar,agar mobil Davian bisa masuk ke halaman rumah karena memang di situ hanya ada satu garasi kecil dan di dalamnya tentu sudah di isi oleh mobil Zee sebelumnya. Jadi mau tidak mau mobil Davian di simpan di halaman saja.
__ADS_1
"Bang Vian nanti tidur di sofa aja gimana? Kamar tamu kasurnya belum di ganti takutnya gatal,soalnya udah lama gak di tempatin. Kamar satunya lagi Zee pakai buat perpus,satunya lagi kamar Zee. Gimana dong?" Tanya sambil berjalan menuju ruang tamu setelah selesai mengganti pakaiannya.
"Tidur di kamar lo aja kenapa? Lagian kita saudaraan gak ada larangan juga kan tidur sekamar?? " Tanya Davian santai sambil memainkan handphonenya.
"Ya gue sih santai-santai aja,asalkan besok lo gak ngomel-ngomel karna kebangun di lantai." Sahut Zee sambil meraih toples cemilan dan duduk di samping Davian.
"Ckk.. Main ngemil aja!! Badan gue basah nih dek,masa lo gak ada inisiatif pinjemin gue baju kek apa kek,dingin tau!!"
Tanpa mengiyakan permintaan Davian Zee langsung beranjak ke kamarnya. Tak lama setelahnya ia keluar lagi sambil membawa piyama flanel doraemon kesukaannya. " Nih piyama tidur gue yang di sini, modelnya kek gini semua. Kalau lo gak mau pake ya udah!!" Zee dengan santai menyerahkan piyama imut tadi pada Davian membuat Davian melongo tidak percaya. Bagaimana bisa ia menggunakan baju seimut itu malam ini. Bisa-bisa jatuh image prianya jika ada orang lain yang melihatnya bangun tidur besok pagi.
"Seriusan ini doang dek? Lo kan cewek tomboy,masa gak ada koleksi baju yang waras dikit dari ini?
"Kalau lo gak mau ,ya udah gak usah pakai baju. Gitu aja kok repot!!" Zee berpura-pura beranjak dari tempat duduknya untuk mengembalikan baju tadi.
Namun dengan cepat Davian menahan tangan Zee."Ya udah gue pake deh piyama lo."
"Daripada gue gak pake baju." pikir Davian.
Dengan muka masam,Davian beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badan sekaligus mengganti pakaiannya.
Tujuh menit berlalu,akhirnya pintu kamar mandi terbuka. Zee yang memang sudah menunggu di depan pintu sedari tadi sontak mendongakkan tatapannya pada abang satu-satunya itu.
"Beh,bukan main.Bang Vian tu emang gemoyy banget. Tau gitu dari dulu aja Zee suruh bang Vian pakai pakaian kayak gini di rumah." Zee bersorak riang melihat tampang kusut Davian.
"Ngapain bang Vian cemberut di situ,buruan pake sendal yang udah siapin di dekat kaki bang Vian biar kita couple-lan malam ini." Zee menunjuk sendal doraemon miliknya di dekat kaki Davian,dengan pasrah Davian mengenakan semua pemberian adiknya dengan wajah yang sebenarnya tidak ikhlas.
"Udah ya dek!! Segini aja lo nyiksa gue, besok pagi gue gak mau tau lo harus ikut gue beli baju yang bermutu dikit. Gak lucu tau kalau ada yang lain gue pake pakaian kayak gini. Bisa jatuh image gue." Pinta Davian ,Zee hanya mengangguk kecil.
"Ya udah,kuylah kita foto dulu!! Kan gak seru kalau momen sebagus ini gak di abadiin. Fotonya bakal aku pajang besar-besar di kamar aku,biar kalau ada yang mau masuk ke situ mereka ayan duluan ngeliat wajah bang Vian." Zee tertawa kecil sambil mengarahkan kameranya ke wajah keduanya dan berpose seimut mungkin. Mau tak mau Davian pun mengikuti tindakan sang adik.
__ADS_1
Jika tidak berpikir bahwa ia dan Zee baru saja berbaikan,mungkin sedari tadi ia sudah mengirimkan adiknya itu ke pulau mariana untuk di tenggelamkan di sana
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...