
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kai lo dimana?" Tanya Arkhan dari seberang telepon ,saat mobilnya sudah terpakir tepat di depan cafe tempat Kaivan mengatakan untuk bertemu tadi.
"Lo masuk aja ke dalam,gue di duduk di pojok kiri meja nomor 3." Jawab Kaivan dari seberang telepon.
Tanpa menjawab lagi,Arkhan langsung mematikan teleponnya dan bergegas masuk ke dalam cafe.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kaivano!!". Panggil Arkhan cukup keras ,membuat orang-orang yang berada di dalam cafe tersebut menatapnya dengan aneh.
Kaivan menoleh ,kemudian beranjak menghampiri Arkhan.
"Kenapa mesti teriak sih?" Bisik Kaivan kesal.
Arkhan hanya menanggapinya dengan decakan malas. Kemudian tanpa basi-basi lagi ia langsung menarik Kaivan keluar dari cafe. Beruntung saja Kaivan sudah membayar makananannya tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lo sama Davian udah nyari Zee kemana aja?" Tanya Arkhan saat keduanya sudah berada di parkiran.
"Kalau Davian emang udah keliling-keliling dari pagi. Gue sih tadi cuma nemenin dia ke apartemen Zee doang." Ujar Kaivan yang kini ikut menyebut Zee dengan nama panggilan yang biasa mereka pakai.
"Lo udah lama kenal sama Zee?" Tanya Arkhan heran.
"Udah,gue kenal sama dia dari zaman SMA tapi gue gak tahu kalau dia adiknya Davian. Gue juga gak nyangka kalau cewek yang lo maksud itu dia." Ujar Kaivan jujur,Arkhan hanya mengangguk paham.
"Sekarang kita harus nyari kemana?" Tanya Arkhan bingung.
"Gue juga gak tahu,Zee orangnya tertutup banget. Jadi gue gak tahu biasanya dia kemana lagi ada masalah kayak gini." Jawab Kaivan lagi.
Arkhan memijit pelipisnya bingung. Namun beberapa menit kemudian ia seperti mendapatkan ide.
"Lo buruan ikut gue ke markas." Perintah Arkhan pada Kaivan yang hanya melongo,kemudian sadar saat mendengar suara klakson mobil Arkhan.
Dengan langkah terburu-buru Kaivan masuk ke dalam mobilnya dan menyusul mobil Arkhan yang sudah lebih dulu berangkat.
...****************...
__ADS_1
Beberapa menit kemudian keduanya sampai di markas,tanpa menunggu Kaivan turun dari mobil Arkhan langsung masuk ke dalam markas dengan terburu-buru ia menghampiri ruang komputer yang memang di sediakan di markas mereka.
Dengan cekatan tangan Arkhan bergerak menyalakan komputer,setelah itu jemarinya dengan lincah menari di atas keyboard entah apa yang ia lakukan hanya ia yang tahu. Sementara Kaivan yang baru menyusul masuk hanya menatap Arkhan datar,seperti tidak yakin usaha Arkhan akan berhasil.
"Lo mau ngelacak lokasi Zee?" Tanya Kaivan memastikan.
"Mau gue retas,di lacak aja gak bakalan bisa udah di blokir sama dia." Jawab Arkhan tenang,jemarinya masih sibuk menari lincah di atas keyboard.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di tempat lain,Zee yang tadi berniat ke makam ibunya malah tidak jadi berangkat. Cuaca yang tadinya cerah mendadak hujan,membuat Zee mengurungkan niatnya pergi ke sana. Niatnya ia ingin pergi ke sana siangnya setelah hujan reda. Namun sialnya bukannya reda,hujannya malah tambah lebat sampai sore. Jadilah Zee hanya bisa berdiam diri di rumah.
Untuk mengusir kegabutannya ,Zee bermain game online di komputernya yang memang sengaja ia tinggalkan di rumah mamanya itu,jika sewaktu-waktu ia lupa membawa laptop saat ke situ,ia tidak perlu repot-repot pergi ke warnet .
Zee mengernyit bingung ketika notifikasi terdengar beberapa kali dari komputer yang ada di depannya saat ini,tidak hanya komputernya HP nya juga ramai notifikasi secara bersamaan.
Zee sempat memelototkan matanya kala melihat akun asing yang berhasil meretas sistem keamanan ponsel dan komputernya secara bersamaan.
"Dengan cekatan tangan Zee menekan tombol keluar dari permainan dan langsung masuk ke akunnya untuk mengamankan data dirinya yang kini sudah diretas oleh akun yang sama sekali tidak Zee kenali.
Dengan upaya yang cukup sulit Zee berhasil mengunci dan mengamankan akunnya kembali. Tapi bukan Zee namanya jika ia tidak membalas perbuatan seseorang yang sudah merusak me time nya saat ini.
Dengan tenangnya Zee meretas balik akun tadi,dan langsung meng-hack sistem keamanan akun komputer tadi,tidak hanya berhenti di situ Zee bahkan tanpa rasa berdosa mengirimkan virus berbahaya ke akun tersebut yang dapat dipastikan akan langsung merusak perangkat lunak komputer yang ia sendiri tidak tahu milik siapa,karena nama akunnya juga rahasia,dan Zee tidak peduli itu.
Sekitar 30 menit Zee berhasil memporak porandakan situs web milik sesorang tadi yang tidak lain adalah Arkhan.
Zee tersenyum miring,menyaksikan usahanya berjalan dengan sempurna.
"Siapapun elo,gue mau bilang lo salah lawan. Gue anak Dark Night bukan hal asing bagi gue buat ngirimin virus yang lebih berbahaya dari itu ke akun lo."
"Buat anak genk motor biasa,mungkin itu mustahil. Tapi bagi Dark Night itu mainan."
Ujar Zee datar dengan tampang jahatnya.
Jika dilihat dari cara Zee meretas balik keamanan akun Arkhan tadi pasti mudah bagi Zee untuk mencari tahu fakta masa lalunya. Tapi ternyata tidak senudah itu,bukti-bukti yang selama ini Zee peroleh memang sudah akurat. Tapi ada beberapa hal lagi yang harus Zee urus sehingga sampai kini Zee masih membiarkan Melissa dan Sassya berbuat sesukanya dulu.
...****************...
Arkhan menggebrak keyboard komputer di depannya cukup kencang. Usahanya tinggal sedikit lagi membuahkan hasil,tapi ternyata malah di gagalkan oleh si pemilik akun.
__ADS_1
Dan parahnya kini komputer di depannya tidak dapat di akses sedikitpun. Tidak ada gambar ataupun notifikasi lain yang muncul di situ selain tulisan "LO BEGO dan LO GAGAL" yang di tulis menggunakan bahasa mesin,komputernya sudah berhasil di hack oleh Zee,terbukti saja di bawah tulisan tadi ada inisial AWZ di situ yang tidak lain pasti lah Azellea William Michelle.
"Lo gagal?" Tebak Kaivan tepat sasaran.
"Kok lo gak ngasih tahu kalau Zee ngerti IT?" Tanya Arkhan berang.
"Lo gak nanya duluan sih tadi." Jawab Kaivan tidak mau disalahkan.
Arkhan mengacak rambutnya frustasi.
"Lo beneran gak tahu Zee kemana kalau lagi sedih?" Tanya Arkhan .
"Gak tahu sumpah!! Emang lo gak dapetin info sedikitpun tadi?" Tanya Kaivan memastikan.
Arkhan diam mengingat sebentar mengingat sesuatu.
"Tadi gue sempat berhasil ngelacak lokasi terakhir Zee sebelum ke hack balik sama Zee. Kalau gak salah Zee sekarang lagi Bogor,tapi gue gak yakin sih,karena setelah itu akun gue keretas balik sama Zee." Jelas Arkhan serius.
"Bogor ya?" Tanya Kaivan sambil berpikir sejenak.
"Ah,iya!! Gue ingat sekarang!!" Pekik Kaivan kencang mengagetkan Arkhan di depannya.
"Ingat apaan?" Tanya Arkhan malas.
"Lo kok bego sih,mama Zee kan sahabatan sama mama lo ,iya kan? Mama lo dari Bogor kan ya? Kalau gak salah mama nya Davian alias mendiang Tante Diana juga dari bogor deh,siapa tahu aja Zee punya keluarga dari mamanya di sana mungkin aja dia kabur ke sana kan? Jelas Kaivan panjang lebar.
"Pinter lu!! Kok gue gak kepikiran gitu ya dari tadi?" Jawab Arkan bingung.
"Tapi mamanya Zee anak yatim kalau gak salah. Zee kan dulu tinggalnya di London sebentar tempat asal papanya,jadi bisa di pastiin Zee gak punya keluarga lagi di Indonesia selain papanya dan Davian." Ujar Arkhan lagi membuat Kaivan ikut berpikir.
"Ckkk,lo susah amat sih Khan . Lo bisa hubungi nyokap lo,lo tanya informasi seputar mama nya Zee dulu,siapa tahu lo nemuin titik terangnnya kan? Daripada pusing gini!!" Ujar Kaivan memberi usulan yang ditanggapi baik oleh Arkhan.
Tanpa babibu Arkhan langsung menghubungi adiknya yang bisa ia pastika berada di rumah saat ini. Bukan tidak ingin langsung menghungi bundanya,tapi Arkhan malas jika harus menerima siraman rohani dulu karena dirinya belum pulang ke rumah sesore ini.
Jadi biarkan Delice saja yang bertanya,toh pum Delice sahabatan dengan Zee pastilah bundanya tidak akan curiga.
...----------------...
Jangan lupa Like coment Vote.
__ADS_1
lopyuu alll😘😘😘😘😘