
Zee dan teman-temannya saat ini sudah berada di dalam ruangan cctv. Tadinya di dalam sana ada penjaga cctv,namun Zee meminta penjaga tersebut keluar karena dia ada kepentingan di dalam.
Karena Zee adalah pemilik sekolah tersebut,tanpa curiga penjaga ruangan cctv itupun mengizinkan Zee masuk dengan mudahnya.
"Kira-kira berapa lama Zee? Waktu buat lo nyari tu barang?" Tanya Sandra pada Zee yang tengah berkutat di depan komputer.
Zee mengangkat bahunya."Entah. Kalau kita nyari filenya di sini seharian juga gak bakalan kelar. Gue cuma masukin alamat email gue ke sini,biar perangkatnya terhubung ke email gue. Jadi nanti gue bisa cari tahu dari rumah."
Sandra mengangguk paham sedangkan yang lain hanya bisa p.p.k.m (plonga-plongo kek monyet) karena tidak paham arah pembicaraan Sandra dan Zee.
"Flashdisknya gimana? Lo udah tanya pihak sekolah nge-back up filenya ke flasdisk atau enggak?"
"Belum."
"Terus?"
"Sabar Sand. Gue lupa nih apa kata sandi email gue." Geram Zee karena Sandra terus mengajaknya berbicara dan itu membuatnya kurang fokus.
"Iya nih gue diem." Sandra mengunci rapat mulutnya setelah itu.
Tak lama setelahnya Zee berhasil menghubungkan alamat emailnya dengan komputer sekolah. Gadis itu segera beranjak dari kursi tempat ia duduk tadi dan melangkah menuju sebuah lemari yang berukuran cukup besar.
Di depan lemarin tersebut ada tulisan '12 IPA 2 Angkatan Xx.'
"Punya angkatan gue ini." Celetuk Arkhan setelah melihat tahun yang tertera di sana.
Arkhan yakin di dalam sana pasti banyak berkas-berkas milik anak kelas 12 IPA dua,yang sudah di simpan kurang lebih tiga tahun yang lalu.
"Ada di situ emang flashdisknya?" Tanya Sandra memastikan.
"Enggak."
"Terus? Ngapain lo buka tuh lemari?"
"Gak papa,cuma kepo."
"Ckk buang-buang waktu tau Zee. Lo mau nyari apa? Nyari foto Arkhan pas MOS?"
"Najiss!!" Zee langsung menutup kembali pintu lemari yang tadi sempat di buka olehnya.
Setelah itu ia berlalu menuju sebuah laci yang terletak di samping lemari. Begitu laci di buka,Zee mendapati cukup banyak flashdisk di dalam sana. Untung setiap flashdisk di labeli dengan nama jadi tak sulit bagi Zee untuk menemukan flashdisk yang menyimpan file rekaman di gudang.
"Udah dapet. Ayo pulang."
Zee memasukkan kurang lebih lima buah flashdisk ke dalam tasnya dan melangkah ke luar ruangan cctv tersebut. Melihat Zee sudah lebih dulu keluar,teman-temannya yang lain pun mengikutinya.
♡♡♡
Pulang dari SMA Vripagold,Zee kembali satu mobil dengan Arkhan. Seperti hal nya pagi tadi,sepanjang jalan pulang Zee sama sekali tidak berbicara dan Arkhan pun tidak berusaha membuka obrolan.
Hingga setelah beberapa saat Arkhan tiba-tiba menghentikan mobilnya di depan cafe dan hal itu berhasil menimbulkan raut protes di wajah Zee.
"Ngapain berhenti di sini?" Tanya Zee dengan nada kesal.
__ADS_1
"Makan siang dulu. Kayaknya gue laper deh. Jadi lo harus makan siang dulu sama gue."
Jawab Arkhan dengan santainya.
Zee menatap Arkhan dengan tampang tak percaya."Dia yang laper,kenapa harus gue yang di ajak makan?" Batin Zee.
"Gue gak laper."
"Tapi gue laper."
"Ya udah lo turun sana sendiri. Gue tunggu di mobil."
Arkhan menatap Zee dengan raut wajah mengancam."Lo turun sendiri atau gue gendong?"
"Kok maksa sih?"
"Makan doang sayang,bukan nikah. Masa gitu doang gak mau?"
"Tapi gue gak lap.."
"Krukk." Perut Zee dengan sialnya berbunyi dan itu berhasil menbuat Arkhan tertawa.
"Kalau laper tuh bilang. Gue gak mau di katain cowok gak modal karena ngajak jalan cewek tapi gak di kasih makan."
Arkhan berkata sambil membuka sabuk pengaman Zee, membuat gadis itu menahan napasnya. Ia gugup.
"Ayo turun." Suruh Arkhan sembari menjauhkan tubuhnya dari Zee.
Ia juga ingin sekali mengumpati perutnya yang seenaknya berbunyi di depan Arkhan. Entah kenapa Zee merasa perutnya caper.
Arkhan menarik Zee masuk ke dalam cafe,dan memilih meja paling pojok untuk mereka duduki. Seorang waitress menghampiri Zee dan Arkhan sambil menyerahkan dua buku menu dan langsung di raih oleh Arkhan.
"Mau pesan apa?" Tanya Arkhan pada Zee yang masih menekuk wajahnya.
"Terserah."
"Ckk. Ini nih yang gue sebalin dari cewek. Di tanya apa,jawabnya terserah. Di kira kita bisa kali ya terjemahin arti 'terserah' di kamus kalian."
Arkhan malah mengomel.
Zee memutar bola matanya malas.
"Ya udah. Milkshake strawberry." Jawab Zee akhirnya.
Arkhan tersenyum."Gitu dong."
Setelah itu ia beralih pada pelayan cafe tadi dan mulai menyebutkan pesanannya.
"Saya pesan nasi goreng dua porsi,kentang goreng satu porsi,air mineral dua botol,coffee latte satu,milkshake strawberry satu." Pesan Arkhan pada pelayan wanita tadi.
"Ada lagi?" Tanya pelayan tersebut.
Arkhan tampak berpikir sejenak.
__ADS_1
"Tambahin ice cream coklat satu,buat pacar saya. Biar gak ngambek lagi." Ujar Arkhan menambahkan pesanannya sambil mengerlingkan matanya pada Zee.
Kelakuan Arkhan berhasil membuat pelayan tersebut senyum-senyum sendiri dan Zee memasang wajah masam.
"Kalau gitu,kakak sama pacarnya tunggu sebentar ya. Saya akan antarkan pesanannya ke sini." Ujar pelayan tersebut sambil berlalu meninggalkan Zee dan Arkhan dengan senyum yang semakin lebar.
"Pelayan sialan." Batin Zee.
♡♡♡
Pesanan Arkhan dan Zee akhirnya datang setelah beberapa menit. Zee melirik malas pada aneka makanan yang sudah terhidang di hadapan mereka sekarang.
"Buruan makan. Mau gue suapin?" Tanya Arkhan tiba-tiba.
Zee yang baru menyeruput minumannya langsung tersedak. "Becanda liat sikon dong!" Bentak Zee kesal.
Ia segera meraih tisu untuk mengelap bibirnya yang basah.
"Gue gak becanda. Kalau lo gak mau makan sendiri,ya dengan senang hati gue nyuapin. Mau?"
"Najis!!"
Arkhan tersenyum."Di suapin makan gak mau. Kalau jadi pacar gue mau gak?"
"Enggak!!" Tolak Zee mentah-mentah.
"Masa?" Arkhan memajukan wajahnya ke depan wajah Zee. Mata Zee langsung membulat sempurna.
"L..lo mau n..ngapain?"
"Bersihan bibir lo. Ada bekas milkshake." Arkhan dengan santainya mengusap bibir Zee menggubakan ibu jarinya membuat Zee hampir tak bisa bernapas.
"Udah deg-deg an belum?" Goda Arkhan lagi.
"B..biasa aja?" Jawab Zee gugup.
"Masa? Kalau gue cium lo sekarang,lo bakalan deg-deg an gak?"
"Arkhan!!" Bentak Zee. Untuk pertama kalinya Zee menyebut nama cowok tersebut dengan sangat jelas.
"Apa sayang?"
"Berhenti main-main!!"
"Gue serius. Gak lagi main-main. Gimana kalau kita coba pacaran? Seminggu mungkin? Kalau gue berhasil buat lo jatuh cinta dalam seminggu,kita pacaran beneran. Deal?"
"Gak."
"Oke gua anggap jawaban lo deal." Arkhan langsung mengambil keputusan sepihak.
Mendengar keputusan Arkhan yang benar-benar memaksa,Zee hanya bisa menghela napas berat.
"Terserah dia ajalah." Batin Zee.
__ADS_1