Story Of Azellea

Story Of Azellea
Bab 30 : Gudang


__ADS_3

"Yakin di dalam ada bukti yang lo cari Sand?" Tanya Agatha pada Sandra.


Saat ini keenam orang itu sudah berada di depan pintu gudang yang masih tertutup.


Sandra menggeleng tak yakin."Entah,gue cuma ngikutin petunjuk di diary. Itupun baru dugaan dari Zee yang kemarin baca diary nya Salma,katanya kemungkinan kalau gak di gudang ya di toilet. Iya kan Zee?"


"Hm."


Sandra menoleh heran ke arah Zee,ia merasa aura gadis ini lebih dingin dari biasanya. Sandra pun bertanya."Lo kenapa Zee?"


"Gak papa."


"Aneh." Batin Sandra.


"Bukain Ar pintunya. Lo kan cowok di sini. Sekalian lo masuk duluan,di dalam pasti gelap banget." Sandra mendorong Arkhan agar memimpin di depan mereka.


Sebagai cowok satu-satunya di situ,Arkhan tak punya pilihan lain. Ia dengan segera membuka pintu gudang tersebut dengan kunci yang di pinjam mereka tadi.


Setelah pintu terbuka terpampanglah ruangan gudang yang cukup gelap dan pastinya juga pengab. Arkhan langsung berjalan masuk ke dalam sembari menyalakan senter ponselnya sebagai penerangan.


"Aman guys!! Ayo masuk!!" Ujar Arkhan sedikit mengeraskan suaranya karena ia sudah lebih dulu masuk.


Mendengar aba-aba dari Arkhan,Sandra dan yang lainnya pun menyusul masuk ke dalam. Begitu masuk ke dalam Delice langsung terbatuk-batuk,gudang tersebut cukup berdebu dan Delice alergi debu.


"Pakai masker dek." Suruh Arkhan.


"Gak bawa bang." Ujar Delice sembari mengusap ujung hidungnya yang tampak memerah.


"Hachimm" Gadis itu bersin tepat di sebelah Zee.


Tak tega melihat keadaan Delice,Zee langsung memberikan slayer miliknya pada Delice.


"Pake nih." Ujar Zee sambil menyerahman slayer bertuliskan Queen Of DarkNight tersebut pada Delice.


"Kayak punya Kai. Cuma beda King sama Queen nya doang." Gumam Delice begitu membaca tulisan Dark Night yang terdapat di slayer.


Zee mengangguk."Dia leader DarkNight."


"Owh,pantes."

__ADS_1


"Lo leader juga dong berati?" Tanya Agatha penasaran.


"Hm"


"Hebat!!" Pekik Delice dan Agatha kagum.


"Jadi queen,lo di bawa Sandra ke sini buat nyelidikin kematian Salma karena lo queen gitu?" Tanya Agatha penasaran.


Zee mengangkat bahunya. Ia sendiri pun tak tau kenapa Sandra melibatnya dalam kegiatan ini.


"Gue bawa Zee karena dia itu pintar nakhlukin komputer." Sahut Sandra yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka.


"Pintar komputer? Terus hubungannya sama kita ke gudang sekolah ini apa?" Tanya Clara heran.


"Kalau itu lain ceritanya. Kita ke gudang sekolah cuma mau mastiin di sini ada cctv atau enggak. Kalau ada berati nanti kita ke ruang cctv buat cek data-data rekaman beberapa tahun lalu." Jelas Sandra.


"Lah emang lo yakin folder rekamannya masih ada?" Tanya Delice ragu.


Sandra menggeleng."Gak yakin sih. Secara rekaman cctv itu paling lama bertahan 14 hari,itupun kalau memorinya gak habis duluan. Kalau memorinya udah habis duluan otomatis file baru pasti bakalan geserin file lama jadi file lamanya kehapus. Nah kalau udah gitu bisa di jamin sih filenya udah hilang."


"Lah terus kalau lo udah tau kemungkinannya ngapain masih bawa kita ke sini?"


"Yah kan coba-coba. Siapa tau aja cctv di sini di setting otomatis buat nyimpan langsung ke hardisk komputer. Siapa tau juga back up komputernya udah di setting pake fitur mirroring. Kalau gitu lebih mudah di kembaliin. Atau lebih baik lagi kalau sekolah ini nge-back-up semua filenya ke setiap flashdisk." Jelas Sandra panjang lebar


"Zee emang lo sepinter itu? Lo bisa balikin file-filenya walaupun udah hilang bertahun-tahun?"


Zee menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal. "Entah. Gue juga baru tahu kalau gue di suruh ke sini buat balikin file yang hilang. Gue gak yakin." Jawab Zee yang berhasil membuat Agatha,Delice dan Clara melongo.


"Lo sama Sandra gimana sih? Ngajak kita nyari bukti tapi kagak jelas gini. Mau ngerjain kita ya lo berdua?" Geram Agatha.


"Enggaklah. Udah percaya aja kalau si Zee bisa." Sandra masih kekeh meyakinkan teman-temannya.


"Yang penting letak cctv nya ketemu dulu." Lanjut Sandra lagi.


Mendengar betapa keras kepalanya Sandra. Zee menghela napas berat. "Biar gue aja yang cari letak cctv nya. Kalian semua matiin handphone kalian." Suruh Zee setelah cukup jengah berada di gudang dalam waktu yant cukup lama.


Tanpa banyak protes,teman-teman Zee segera mematikan handphonennya. Hanya Arkhan yang masih menyalakan hanphoennya sebagai penerangan.


Melihat hal itu,Zee langsung merampas handpone Arkhan dan mematikan senternya.

__ADS_1


"Kan udah gue bilang matiin ponsel. Tuli ya lo?" Tanya Zee sinis.


"Tapi kan gelap." Arkhan melakukan protes tanpa berniat meminta ponselnya kembali.


"Ya nyalain lampu lah. Di dekat pintu masuk tadi ada saklar kok." Ujar Zee yang berhasil membuat teman-temannya melongo.


"Kok lo gak bilang dari tadi sih?" Ujar Sandra kesal. Gadis itu segera melangkahkan kakinya menuju pintu untuk menyalakan lampu.


Tak berapa lama setelahnya ruangan yang tadinya gelap akhirnya berubah terang. Zee segera memasukkan ponselnya dan ponsel Arkhan ke dalam tas setelah berhasil mematikan kedua ponsel tersebut. Diam-diam Arkhan tersenyum melihat aksi Zee.


Setelah memasukkan ponselnya dan Arkhan ke dalam tas,Zee tampak mengotak-atik jam digital miliknya dan tak lama terdengar bunyi 'tin...tin..tin..' seolah benda tersebut tengah mendeteksi sesuatu.


"Oh,ada tiga cctv di sini. Gue gak tau di mana letak pastinya tapi gue rasa itu cukup jadi alasan kita keluar dari sini." Ujar Zee dengan nada datar.


"Lo yakin Zee?" Tanya Sandra sambil melihat ke sekeliling. Mencari di mata letak cctv yang di maksud oleh Zee.


Zee mengangguk."Yakin."


"Oke deh,kalau gitu kita keluar. Gue udah engap banget nih." Ujar Delice. Gadis itu bahkan langsung mempercepat langkahnya untuk segera keluar dari gudang.


Di belakangnya menyusul,Clara dan Agatha,sedangkan Zee Sandra dan Arkhan berjalan paling belakang untuk menutup pintu.


"Habis ini langsung ke ruang cctv?" Tanya Arkhan memastikan.


Zee mengangkat bahunya acuh dan memilih berjalan meninggalkan Sandra dan Arkhan yang masih berada di depan pintu.


"Kenapa si Zee?" Tanya Sandra heran.


"Cemburu kali." Jawab Arkhan asal. Ia memilih mengunci pintu dan memasukkan kuncinya ke dalam saku.


"Jadi langsung ke ruang cctv nih?" Tanya Arkhan pada Sandra.


Sandra mengangguk."Iyalah,lagian balikin file butuh waktu lama jadi kita gak bisa buang-buang waktu."


Arkhan mengangguk paham,keduanya pun segera menyusul Zee dan yang lainnya yang sudah lebih dulu berjalan kembali memasuki area SMA Vripagold.


"Ruang cctv sebelah mana?" Tanya Zee membuka percakapan di antara teman-temannya.


"Dekat ruang guru tadi."Jawab Delice."Tapi kita harus nunggu Sandra sama bang Ar dulu. Orangnya masih ketinggalan."

__ADS_1


Mendengar itu Zee malah berdecak malas.


"Buang-buang waktu." Batinnya.


__ADS_2