Story Of Azellea

Story Of Azellea
Drama Pulang Kuliah


__ADS_3

...Chat Whatsapp...


🙎‍♀Azellea.W.Z🙎‍♀


"Ar gue pulang bareng lo ya? Ban mobil gue kempes nih tiba-tiba. Bang Vian udah gue chat tapi belum di bales."


 


^^^Arkhan🤢^^^


^^^Ok!! Lo tunggu di parkiran.Ntar gue jemput lo ke situ.^^^


...♥♥♥...


Zee menutup HP-nya lega. Setidaknya ia tidak perlu menunggu Davian sampai jamuran di parkiran. Sebenarnya tadi Zee mau menebeng salah satu dari ke tiga temannya namun sayangnya mereka semua berangkat diantar tadi pagi jadilah Zee tidak bisa menebeng pada mereka. Mana sekarang dengan laknatnya mereka meninggalkan Zee di parkiran sendiri dan memilih pergi ke kantin.


"Lama banget sih!! Sama aja lumutan gue ntar!!" Gerutu Zee.


"Nungguin siapa Zel??"


Zee mengernyitkan alisnya bingung, perasaan yang barusan buka suara Arkhan ataupun Davian."Jangan-jangan hantu? Tspi masa di kampus bokap gue ada hantunya sih?" ~batin Zee. Dengan segera ia memutar badannya menghadap asal suara."Kak Farrel?? Ngapain di sini?"


"Hehe,gak sengaja lewat aja. Gak taunya ketemu lo disini,padahal tadi cuma lagi keliling-keliling doang gak tahu malah ngeliat lo di sini. "


"Owhh..." Zee mengangguk paham.


"Kak Satria mana kok gak keliatan?" Tanya Zee celingak-celinguk karna tidak melihat manusia perangko yang biasanya menempel pada Farrel.


"Lagi ke toilet sih tadi. Lo sendiri di sini ngapain?"


"A..emm itu ,gue nungguin...."


"Zee!! Lo ngomong sama siapa??" Suara Arkhan yang baru saja datang dari arah belakang Farrel  membuat Zee dan Farrel yang tengah mengobrol refleks menoleh.


"Owhh,abang lo ya?" Ujar Farrel dengan santainya. Sepertinya ia salah paham tentang Arkhan.


"Elo? Ngapain lo di sini? Bukannya lo anak baru di kelas gue?" Tanya Arkhan dengan nada sedikit jutek.

__ADS_1


"Sorry bro!! Tadi gak sengaja liat Azellea sendirian di sini. Jadi ya gue samperin aja,ternyata dia lagi nungguin lo. Lo abangnya Azellea jugakan?" Tanya Farrel sekali lagi.


"Maksud lo? Gue bukan..."


"Udah-udah,anterin gue pulang yok sekarang. Mobil lo dimana? Masih di parkiran fakultas sebelah? Apa parkiran ujung?" Zee mengalihkan pembicaraan sambil menarik Arkhan agar segera pergi dari situ.


"Kok omongan gue di potong sih? Gue harusnya ngelurusin kesalahpahaman dia Zee!!" Kesal Arkhan karna malah di tarik-tarik oleh Zee saat ia mau berbicara tadi.


"Apa yang mau lo jelasin sih?? Gak ada yang penting jugakan? Dia bukan siapa-siapa juga." Sahut Zee ikut-ikutan kesal.


"Lo emang bego atau pura-pura bego? Lo gak peka atau pura-pura gak peka? Jelas-jelas si Farrel itu lagi ngejar-ngejar lo!! Dia suka sama lo!! Gila aja gue biarin tu orang semena-mena."


"Ngacok lo ya? Kita aja baru kenal,suka darimananya coba."


"Gue heran deh sama lo. Sikap lo gak pernah nih kayak gini,baik banget sama orang yang baru di kenal. Setahu gue nih ya,lo itu jutek banget biasanya sama orang baru. Atau jangan-jangan lo naksir Farrel?" Tebak Arkhan membuat Zee membulatkan matanya kaget.


"Heh!!! Walaupun pada faktanya tu anak ganteng banget. Gue gak semudah itulah buat fallin in love. Lo kira hati gue instagram dua kali klik langsung keluar love. Gila ajalah!!"


"Lagian lo kenapa sih? Tiba-tiba marah gini? Orang kita cuma ngobrol elo sewotnya setengah mati!! Geje tau gak!!"


"Terserah deh!! Belain aja terus tu anak baru!! Berantem sama lo bikin gue laper,mending ngantin dulu lah. Ntar aja baliknya,gue butuh minuman dingin. Panas nih hati gue!!" Gerutu Arkhan sambil berjalan cepat mendahului Zee.


♥♥♥♥


Di kantin kampus.....


"Arkhan stop deh!! Gue capek tau!!" Kesal Zee saat Arkhan sudah sampai di kantin. Arkhan tidak mengubris ia malah berjalan ke arah meja kantin yang sudah terdapat Davian dengan ketiga teman Zee yang lain,termasuk Nathan dan Kaivan serta Zergan  dan Nadya ,yang katanya sih pacar baru abangnya  itu. Sepertinya Zergan sedang berupaya move on dari Zee begitu pikir Arkhan.


"Capekkan ngejar-ngejar gue barusan? Tanya Arkhan santai membuat Zee mengangguk cepat." Ya sama,kayak gitu gue selama ini. Gue capek sama orang yang gak peka kayak lo!!" Ujar Arkhan lagi.


"Apaan sih? Lo dari tadi marah-marah terus,dan topiknya bolak-balik di situ. Please ya Ar,gak usah kayak anak kecil deh."


"Anak kecil kata lo? Terserah ya,gue haus. Kebanyakan ngomong sama lo!!" Ujar Arkhan sambil menyeruput minuman yang ada di depan Delice.


"Bang Ar!! Minuman Elis tau!!  Kenapa lo minum sih!!" Kesal Delice.


"Mana gue tahu,orang gue asal seruput!!" Balas Arkhan dengan nada jutek.

__ADS_1


"Lagian lo berdua kenapa sih? Ngerusak ketenangan kantin. Coba duduk dulu terus ngomong baik-baik." Pinta Davian pada dua orang itu.


"Hai semua!! Kita boleh gabungkan??" Di tengah ketegangan barusan,si biang keroknya malah datang membuat raut wajah Arkhan tambah di tekuk.


"Haii kak Farrel!! Kak Satria!! Boleh kok gabung aja kursi yang kosong masih ada dua kebetulan. Biasanya sih diisi sama temannya bang Vian. Tapi mereka belum datang jadi pakai aja." Jelas Agatha dengan nada paling ramah membuat Nathan melirik aneh.


"Sejak kapan kalian kenal sama mereka? Perasaan mereka anak baru deh di sini?" Celutuk Nathan tiba-tiba.


"Ya kenallah bang,orang tadi sempat nyapa Zee sebelum masuk kelas. Jadi ya kita tau namanya. Cuma nama doang kok gak lebih." Clara memilih menjawab pertanyaan abangnya tadi.


"Owhh." Jawan Nathan singkat.


"Lo masih di sini ternyata,gue kira lo udah pulang tadi bareng abang lo." Ujar Farrel tiba-tiba.


Semua yang di situ menoleh termasuk Zee."Lo ngomong sama gue atau siapa?" Tanya Zee bingung,yang lain juga mengangguk memastikan.


"Ngomong sama lo lah,emang siapa lagi?"


"Hehh!! Wajarlah Zee nanya gitu,lo kira di sini manusia cuma Zee doang? Terus kita makhluk astral? Yang beneran ajalah man!!" Arkhan langsung menyahut dengan nada nyolot membuat yang lain senyum-senyum idiot. Mereka baru paham apa yang membuat Arkhan misuh-misuh sedari tadi.


"Ehh,gak gitu kok maksud gue!!" Farrel garuk-garuk kepala,karna bingung dengan sikap juded Arkhan yang seperti perempuan datang bulan.


"Bang Vian?? Kak Zee?? Kalian masih di kampus? Sassya kira udah balik??


"Oh iya,kak Zee sama bang Vian balik kerumahnya kapan? Kemarin Sassya gak sengaja denger papa nyuruh orang buat ngawasin kalian berdua,apa ada ngehubungin kalian??"


Kedatangan Sassya yang tanpa di duga tentu saja merusak mood Zee.


"Tolong ya!! Gak usah bawa-bawa urusan keluarga di sini. Bisa gak sih? Sehari aja lo gak usah caper,enek gue liatnya tau gak lo??" Kesal Zee.


"Ilang nafsu makan gue!!" Ujar Zee sambil meletakkan sendok ke dalam mangkuk miliknya dengan sedikit kasar. Tanpa basa-basi ia segera beranjak dari meja kantin .


"Zee hei!! Lo mau kemana??" Teriak Arkhan yang langsung buru-buru mengejar Zee.


"Sya!! Kenapa harus sekarang sih?? Lo tau kan Zee sensitif,gak usah nyari masalah dulu sama dia bisa gak?" Tanya Davian dengan nada datar. Sassya hanya menunduk tak menjawab.


"Sialan sih tu anak,belum seminggu pergi dari rumah udah buat perubahan sekacau ini dari bang Vian. Awas aja lo Zee,gue bakalan buat perhitungan yang setimal sama lo."

__ADS_1


Dengan langkah kesal Sassya segera mengajak teman-temannya agar segera pergi dari situ.


__ADS_2