
Kedatangan Zee di markas membuat hampir semua anggota dark night yang berada disitu kaget,sudah beberapa bulan Zee tidak berkunjung ke markas,kedatangan Zee ke situ tentu saja membuat mereka kaget bercampur senang. Karna artinya queen mereka sudah kembali.
"Queen!! Kita senang lo balik!!" Teriak sebagian dari mereka saat melihat Zee turun dari motor dan melepas helm miliknya.
"Hem!!" Jawab Zee singkat.
"Ruangan pribadi gue aman??" Tanya Zee datar seperti biasanya.
"Aman Queen,cuma Kaivan yang pernah masuk ke situ."
Zee mengangguk paham,memang selain dirinya,Kaivanlah orang yang paling di hormati di sini. Ia ketuanya, setelah ia barulah Zee orang yang paling di hormati di dark night.
"Queen,ada yang pengen ketemu sama lo!! Dia anggota baru dark night!! Ketua yang bawa dia ke sini." Jelas seorang anggota, yang di jaketnya ada tulisan nama Fito.
Zee mengangkat alisnya bingung,baru kali ini Kai tidak memberi tahunya jika ada anggota baru yang masuk ke geng mereka.
"Suruh ke halaman belakang mansion, gue bakalan temuin dia di sana." Ujar Zee lagi, ya markas mereka memang berbentuk mansion dulunya mansion itu milik salah seorang pengusaha,tapi sayangnya pengusaha tersebut bangkrut. Beruntungnya Zee dan Kaivan yang mendengar kabar itu langsung memberi tawaran untuk membeli mansion tersebut.
Keduanya membeli mansion tersebut dari uang hasil balapan,taruhan,dan sebagian lagi mereka dapatkan dengan ilegal yaitu dengan cara meretas dan Zee lah pelakunya. Bahkan salah satu perusahaan yang pernah menjadi korban peretasan Zee adalah perusahaan papanya sendiri.
♡♡♡
Sepuluh menit berlalu Zee keluar dari ruangan pribadinya,dan berjalan ke halaman belakang mansion. Dari pintu keluar ia sudah bisa melihat seorang perempuan dengan jaket hitam logo dark night berdiri membelakanginya.
Zee hanya berdehem tanpa berniat menyapa terlebih dahulu. Tau sendirilah jika ia selalu begitu terutama dengan orang baru.
Mendengar deheman Zee orang tersebut langsung berbalik. Keduanya sama-sama menatap datar satu sama lain.
Dalam hati Zee berkata.."sial,sombong banget tu muka,gue kira cuma gue doang yang punya muka dingin di dunia ini. Ternyata ada jugs ngefans sama gue,sampai harus ikut-ikut bikin muka datar kayak gitu."
"Hai!! Lo Queen ??" Tanya orang tersebut datar.
__ADS_1
Zee mengangguk dengan wajah songongnya. "Anggota baru ??" Tanya Zee basa-basi.
"Baru kali ini Kaivan ,gak ngasih tau gue kalau mau masukin anggota baru." Dari nadanya Zee tampak tersaingi dengan sosok di depannya ini.
Namun sosok di depannya malah tertawa seolah ada yang lucu. "Hahahah,santai aja kali muka lo queen. Gue tau kok lo ketua dark night juga. Tapi asal lo tau,gue ini mantan calon kakak ipar lo,gak usah sadis gitulah natapnya." Orang tersebut berkata sambil menepuk-nepuk pundak Zee,namun langsung di tepis oleh Zee.
"Maksud lo??"
"Gue Cassandra Marissa,Kaivan kadang manggil gue Marissa. Tapi gue mau lo panggil gue kak Sandra!!"
"Kak?? Harus?? Lo pikir gue mau??"
"Mau gak mau,karna gue hampir jadi kakak ipar lo. Andai aja adek gue gak meninggal karena ulah adik tiri lo." Suara perempuan di depannya itu kembali dingin.
"Adik lo?? Kakak ipar gue?? Adik tiri gue?? Lo ngomong apa sih??"
"Sassya,diakan yang bakalan lo hancurin kedepannya? Tujuannya kita sama,dia juga musuh gue!!"
"Tepat seperti dugaan lo,dia orang yang ngebully adik gue selama ini. Karna dia juga adik gue meninggal,dia yang udah kirim orang buat nabrak adik gue. Jadi sampai matipun gue gak bakalan maafin dia." Cerocos Sandra menggebu-gebu.
"Sayangnya ngehancurin mereka berdua gak semudah yang lo bayangin. Mereka itu licik,jadi lo butuh taktik." Jawab Zee datar.
"Karena itu gue butuh bantuan lo!!"
"Sayangnya gue gak butuh!! Gue bisa selesain semuanya sendiri. Gue bisa bebasin papa gue tanpa bantuan lo!!" Ujar Zee sombong. Sambil berbalik meninggalkan Sandra.
"Lo yakin?? Gue punya info menarik yang bakal bikin lo narik ucapan lo barusan. Apalagi kalau lo sampai tau, kalau dua wanita licik di rumah lo itu udah nyiapin sesuatu buat ngelenyapin papa lo secepatnya. Beruntungnya,gue dan Kaivan berhasil mencegah untuk sementara. Tapi kalau lo gak segera ambil tindakan,gue gak jamin sih papa lo bakalan selamat."
Mata Zee membulat mendengar ucapan Sandra barusan. Napasnya naik turun menandakan ia sedang menahan emosinya."Lo ngancam gue??"
"Gue cuma ngingatin,nona muda!!"
__ADS_1
"Apa yang lo tau tentang Sassya??"
"Belum banyak,tapi yang gue tau dia dan mamanya sama-sama punya hubungan gelap dengan beberapa pengusaha terkenal di kota ini. Mereka juga punya relasi gelap yang selama ini bantuin mereka buat ngerok harta bokap lo sedikit demi sedikit,bahkan saking liciknya bokap lo gak tau. Gue yakin lo sendiri juga gak taukan??"
"G..ue,gue emang gak tau. Gue selama ini sibuk nyari bukti tentang kematian nenek dan nyokap gue. Tapi ternyata gue lengah. Sampai hal sepenting ini gue gak tau."
"Karna itu lo butuh bantuan gue!! Kita cuma butuh kerja sama,tujuan buat bebasin bokap dari kelicikan mereka. Tujuan gue buat balas apa yang sedari dulu dirasain sama adik sekaligus kembaran gue,Salma!!"
"Jadi??"
"Kita buat rencana,gue bakalan pura-pura jadi Salma. Gue bakalan neror dia,seakan-akan gue hidup lagi. Gue bakalan buat dia ngaku semuanya dengan sendirinya. Tapi gue mau main-main dulu sampai gue puas."
"Terserah lo,satu hal yang mau gue ingetin. Jangan kebanyakan main-main,karna sewaktu-waktu lo bisa aja lemah,dan keperangkap dalam permainan lo sendiri."
"Gue bukan lo,nona Azellea. Gue gak mudah terkecoh."
Zee hanya mengangguk malas melihat kesombongan mantan calon kakak iparya ini. Boleh di bilang Zee bersyukur Salma meninggal waktu itu,bayangkan jika Salma masih hidup dan masih berpacaran dengan Davian. Entah bagaimana hubungan Zee dengan kakak iparnya ini.
"Ngomong-ngomong,muka lo sama Salma mirip banget?? Lo yakin Sassya gak akan terkecoh??"
"Lo belum pernah ketemu Salma??"
Zee menggeleng
"Ya ampun!! Lo kemana aja sih selama ini. Salma itu duplikat gue!! Gak ada yang bisa bedain kita selain sifat kita. Cuma selama ini mereka tau Salma anak tunggal karna gue tinggal dan kuliah di Jerman,sebelum Salma meninggal."
"Ok!! Ok!! Gue paham,jadi kapan kita mulai semuanya??"
"Detik ini juga!! Hari ini gue bakalan ke mall,gue udah pasang penyadap di HP Sassya,kemarin di kampus dengan bantuan Kaivan. Jadi semua info dari Sassya bakalan easy buat kita dapetin. Hari ini gue ke mall,buat ngelakuin sesuatu yang bakalan bikin dia syok. Mau ikut??"
Senyum jahat di wajah Zee mengembang."Let's play the game!!"
__ADS_1