
Yuhuuu gue double up,bilang apa?
Makasih gak? Enggak ,yaudah gak papa!! Yang penting gue mau double up,soalnya nanti malam gue ada acara natalan,so lagi bahagia aja makanya double up. So merry chirstmas ya buat yang ngerayain wkwkw. God Bless You All😘😘😘😘😘
♡♡♡
Langkah kaki Davian tampak terburu-buru memasuki UKS,dengan Zee di dalam pangkuannya.
"Bang,gue ke ruangan pribadi pemilik yayasan aja!! Gue mau mandi,badan gue rasanya pedes banget." Ujar Zee dengan mata terpejam menahan rasa pedas dan panas di tubuhnya.
"Tapi luka lo kebuka lagi,ini harus diobatin dek!!"
"Ke ruang pribadi!! Badan gue pedes!! Ini gak nyaman banget,mata gue juga perih!! kalau lo gak mau anter,gue bisa jalan sendiri!!"
"Gue anter!!"
"Kalian mau kemana?" Tanya Arkhan yang baru saja datang.
"Ke ruangan khusus pemilik yayasan!!"
"Gue ikut!!"
"Terserah!!"
"Loh mereka gak jadi ke UKS?" Tanya Delice heran.
"Kita ikutin ajalah!!" Sahut Agatha yang baru saja datang bersama Clara.
Delice mengangguk,sedangkan Nathan dan Kaivan yang benar-benar baru sampai di depan UKS,hanya pasrah saja harus berjalan lagi mengikuti Davian dan yang lainnya.
"Tunggu!! Gue ikut!!" Seru seseorang membuat Kaivan dan Nathan menoleh.
"Lah,lo berdua siapa?" Tanya Kaivan heran melihat dua orang cowok berpostur tinggi yang kini telah berdiri di depannya.
"Kita teman baru Zee!! Ketemu di Bogor waktu itu. Kita mau liat keadaan Zee,bolehkan?" Tanya orang tersebut yang tak lain adalah Farrel.
"Nama lo?"
"Gue Farrel!! Ini Satria sahabat gue!!"
Ujar Farrel sambil mengulurkan tangannya sok akrab,namun tak di sambut oleh Nathan ataupun Kaivan.
"Gue gak nanya teman lo!!" Ketus Kaivan sambil berjalan mendahului dua orang yang SKSD barusan. Sementara Nathan yang memang asalnya dingin memilih cuek saja.
Farrel menoleh pada Satria saat merasa keberadaannya diabaikan. Sedangkan Satria mengangkat bahunya acuh."Ikutin ajalah, maklumin mereka kalangan elit." Ujar Satria santai membuat Farrel mendengus."Mereka pikir anak orang kaya di dunia ini mereka doang. Dasar songong!!" Gerutu Farrel,namun tak urung ia juga menyusul Nathan dan Kaivan yang sudah berada beberapa meter di depan mereka.
♡♡♡
Zee keluar dari kamar mandi lengkap dengan baju dan celana kebesaran milik Davian di tubuhnya. Ia juga memakai jaket Davian karna dirinya tidak memakai bra sedangkan branya tadi sudah basah terkena siraman saus. Jangankan bra dalaman saja ia tidak pakai karna dia memang tidak ada pakaian ganti di situ. Tidak lucu saja jika ia memakai ****** ***** Davian.
"Zee gimana keadaan lo?" Tanya Arkhan khawatir begitu melihat Zee muncul.
"Fine!!"
"Serius? Luka lo gimana?" Arkhan melangkah maju mendekati Zee sambil memegang kedua lengannya berusaha menggeledah tubuh Zee.
"Gak usah pegang-pegang!! Modus lo ya?" Tuduh Zee sinis.
"Gue halalin biar gak modus,mau?" Tanya Arkhan dengan raut wajah serius. Namun Zee malah terkekeh dibuatnya.
__ADS_1
"Gak mau,adek masih kecil. Belum siap di halalin." Sahut Zee dengan nada menye-menye membuat Davian yang sedari tadi menjadi nyamuk mencebik kesal.
"Lo berdua kalau mau uwu-uwuan jangan di depan gue!! Gue uwuphobia!!" Ketus Davian.
"Tenang aja,nih Claranya datang!!" Suara cempreng Agatha yang baru saja datang bersama Delice dan Clara menyelamatkan Davian dari keuwuan Zee dan Arkhan.
"Nathan sama Kai mana?" Tanya Arkhan sambil celingak-celinguk melihat keluar pintu.
"Itu di belakang bareng....."
"Kita!!" Suara Farrel yang muncul bersamaan dengan datangnya Nathan dan Kaivan membuat semua di situ mengernyit heran. Apalagi saat Satria juga muncul di belakang mereka.
"Zee lo gak papa?" Tanya Farrel dengab watadosnya nyelonong masuk ke dalam ruangan dan langsung menggeledah Zee membuat Arkhan tersingkirkan.
"Woi!! Main nyelonong aja!! Gak sopan banget lo!!" Ketus Arkhan sambil menyingkirkan tangan Farrel dari tubuh Zee.
"Gue gak papa,yang tadi cuma pemanasan." Sahut Zee sambil tertawa kecil.
"Lo bilang pemanasan sadar gak dibsebalah lo ada yang kepanasan tu?" Sindir Delice terang-terangan.
"Siapa yang kepanasan,perasaan AC nayala?" Tanya Satria bingung,dengan wajah polosnya.
Sementara Arkhan sudah menatap Delice dengan aura membunuh.
"Siapa yang lo maksud dek?" Tanya Arkhan sinis.
"Lo ngerasa? Gue gak ngomongin lo deh perasaan." Sahut Delice santai.
"Kalian berempat saudaraan? Terus Zee anak keberapa" Tanya Farrel bingung,membuat semua di situ menatapnya heran kecuali Satria yang sama tidak tahunya dengan Farrel.
"Saudaraan? Berempat? Maksud lo?" Tanya Kaivan heran.
"Zee,Davian,elo,dan,elo? Kalian berempat saudaraankan?" Tanya Farrel sambil menunjuk Delice dan Arkhan.
"Iya,benerkan?" Tanya Farrel dengan tampang semakin bingung.
Delice yang mulai bosan melihat kebegoan Farrel memilih meluruskan kesalahpahaman tersebut.
"Apanya yang bener,Zee itu calon kakak ipar gue!! Pacarnya bang Ar. Gue sama bang Ar saudaraan sama bang Zergan juga. Kalau Zee ya sama bang Vian dan Sassya yang tadi berantem sama Zee." jelas Delice dengan ketus membuat Farrel dan Satria melongo sedangkan Arkhan tersenyum puas lain halnya dengan Zee yang stay datar.
"Beneran Zee? Lo pacaran sama Arkhan? Dia bukan abang lo?"
Zee hanya mengangkat bahu acuh." Gue gak pernah bilang kita saudaraan ,gue juga bilang kita pacaran. Intinya kita dekat,gitu aja." Jawab Zee santai membuat semua mendengus kecuali Davian.
"Lo terlalu jujur bego!! Kasian si Ar!!" Ketus Kaivan,namun Zee hanya acuh.
"Belum tau rasanya jatuh cinta dia!! Kalau di tinggalin baru nangis!!" Ujar Agatha tak kalah ketus."Yuk beb pergi, kesurupan Sassya gue di sini. Jadi pengen bunuh Zee!!" Ujar Agatha sinis sambil menarik Nathan keluar ruangan.
Semua terdiam mendengar ucapan Agatha barusan,sedangkan yang berucap sudah tidak keliatan lagi batang hidungnya. Sepertinya Agatha benar-benar kesal pada pada Zee.
"Maaf...!!" Kelima suara menyebut kata yang sama secara berbarengan, hingga Kaivan,Delice,dan Satria mengernyit heran.
"Kalian berlima minta maaf sama siapa?" Tanya Satria bingung, begitupun dengan Delice dan Kaivan yang ikut menatap bingung.
"Gue..." Mereka berlima berbicara berbarengan lagi membuat Delice gemas dan akhirnya angkat suara.
"Satu-satu kalau ngomong!! Biar adil gue aja yang nanya!!" Geram Delice, dan hebatnya lagi kelima orang itu mengangguk kompak membuat Delice menghela napas kesal,sedangkan Kaivan hanya menepuk pundak Delice pelan seolah menenangkan Delice agar lebih sabar.
"Gue tanya dari lo deh bang Farrel,lo minta maaf buat apa?" Tanya Delice memulai introgasi.
__ADS_1
"Buat kesalahpahaman gue. Gue bener-bener gak tau kalau Zee dan Ar bukan saudara,kalau tau gue gak mungkin ganggu Zee. Gue gak sebrengsek itu!!" Ujar Farrel tegas.
Delice mengangguk paham." Minta maaf gih sama abang gue,kan korbannya dia." Suruh Delice santai.
"Gue minta maaf bro!! Gue gak tau,lo sama Zee juga gak ngomong." Ujar Farrel tulus namun diiringi cengiran tengilnya. Membuat Arkhan mengangguk ogah-ogahan.
"Santai kok kak!! Selagi jalur kuning belum melengkung,masih boleh di tikung. Tapi gue jamin abang gue pasti putar balik buat nabrak lo dari depan." Ujar Delice lagi.
"Haha,bisa aja lo!! Sekali lagi sorry ya. Gue sama Satria balik dulu,udah sore juga." Ujar Farrel mengalihkan pembicaraan sambil menyeret Satria keluar dari ruangan,yang diseret hanya pasrah saja.
"Sekarang giliran lo bang,lo minta maaf buat apa?" Tanya Delice pada Arkhan.
"Gak tau,gue gak ngerasa salah sih. Refleks aja minta maaf." Jawaban tak berfaedah keluar dari mulut Arkhan membuat semua orang di situ ingin menimpuknya dengan meja.
"Lo Clar? Jangan bilang lo refleks juga. Gue jadiin perkedel lo!!" Ancam Delice,tanpa mempedulikan keberadaan Davian sebagai pacar Clara.
"G...gue minta maaf karna Zee berantem sama Sassya gara-gara guekan?" Tanya Clara sambil tertunduk.
"Bukan salah lo juga,gue dari dulu memang gak pernah akur sama cewek munafik itu!! Kalau aja dari dulu gak ada yang ngehalangin gue buat nyingkirin dia,udah gue kirim ke segitiga bermuda tu orang!!" Ujar Zee ketus,emosi kembali menyelimuti ubun-ubunnya membut Arkhan di sebelahnya mengusap bahunya pelan.
"Sakit bege* lo mau bahu gue berdarah lagi?" kesal Zee karna Arkhan malah mengurut bahunya yang luka. Arkhan hanya bisa menyengir apalagi saat Davian menatapnya dengan aura membunuh.
"Zee tapi gue..." Clara mau melanjutkan ucapannya tapi keburu dipotong oleh Zee.
"Stt..harusnya yang minta maaf itu gue!! Kalau aja gue datang lebih cepat setelah dia ngirimin ancaman ke gue, ini pasti gak bakalan terjadi. Dia licik, gue dijebak!!"
Melihat dua orang yang di sayanginya itu saling menyalahkan diri sendiri, Davian memilih angkat suara.
"Gak ada yang salah diantara lo berdua. Zee udah berusaha walaupun dia gagal,dan Clara tetap jadi korbannya. Tapi mau gimana lagi, udah terjadi juga,siapa yang mau di salahin?"
"Lo!!" Kompak Zee,Arkhan,Delice dan Kaivan menunjuk Davian. Membuat yang di tunjuk mengernyit.
"Kenapa gue?" Tanya Davian datar.
"Bego banget sih lo bang!! Andai dari dulu lo percaya sama gue kalau Sassya itu licik,ini semua gak bakal terjadi. Lo dari dulu selalu belain dia, selalu tutup mata setiap gue bilang kalau Sassya itu jahat,giliran gue ampir mati aja baru lo sadar. Kalau tadi gue mati,gue gak jamin apa yang bisa Sassya lakuin kedepannya karna penghalangnya udah gak ada. Untung gue idup." Celoteh Zee panjang lebar, namun dengan wajah stay datarnya.
Davian yang menyadari kesalahannya pun meminta maaf."Dek,gue tau gue salah. Gue minta maaf,gue janji bakal urus masalah ini sama papa. Sassya harus dapet hukuman!!"
"Hukuman yang mana maksud lo? Hukumana di kurung di rumah? Di skors dari kampus satu minggu? Atau gak di kasih uang jajan? Udahlah bang,gak bakal bikin dia kapok kalau lo ngehukum dia pake cara itu. Lo mau liat dia ngejatuhin korban yang mana lagi? Mama udah,nenek udah, kak Salma udah,tinggal gue,papa,sama elo aja yang belum. Atau lo mau nunggu gue sama papa mati dulu,baru lo bertindak?" Ujat Zee sinis.
"Korban maksud lo? Nenek,mama, Salma? Lo tau dari mana mereka korban Sassya?" Tanya Davian dnegan raut wajah tak percaya.
"Gue tau semuanya kalau soal mama dan nenek,karna target korban sebenarnya adalah gue. Mama dan nenek berusaha ngelindungin gue, tapi malah mereka yang jadi korbannya." Ujar Zee dingin, tersirat kesedihan dari nada bicaranya membuat Davian refleks memeluk Zee.
"Gue minta maaf dek!! Gue gak tau ini sebelumnya,tapi apa lo punya bukti? Apa mama Marissa juga terlibat?"
"Dia otak dari semua rencana!! Gue gak bakalan maafin mereka berdua. Gue sama bang Kaivan masih ngumpulin bukti selama ini kalau semuanya lengkap gue bakalan hancurin mereka berdua." Tekad Zee.
Semua menoleh pada Kaivan, mereka tidak tahu jika ternyata banyak hal yang Zee dan Kaivan lakukan bersama selama ini.
"Lo ikut Zee nyelidikin permasalahan ini?"Tanya Davian pada Kaivan.
"Gue cuma ngelakuin sesuatu yang menurut gue harus buat Queen gue. Apapun itu,walau dia suruh gue bunuh Sassya sekarang juga,dengan senang hati gue lakuin." Sahut Kaivan dingin. Semua yang di situ hanya bisa menatap Kaivan ngeri kecuali Zee yang sudah tau sifat asli Kaivan.
"Sesayang itu lo sama adek gue?" tanya Davian lagi.
"Dia yang udah nyelamatin mami gue dulu. Gue gak bakalan lupain cewek pemberani yang udah ngorbanin dirinya buat ngelawan lima begal sendirian. Gue sayang sama dia...sebagai adik." Ujar Kaivan selanjutnya membuat yang lain tersenyum lega. Walau masih ada sedikit kecemburuan di dalam hati Delice dan Arkhan tapi mereka tahu Kaivan dan Zee tidak salah mereka saling membutuhkan.
"Kalau tentang Salma,lo tau dari siapa?" Tanya Davian heran, ia sempat menoleh ke arah Clara. Takut pacar barunya itu cemburu karna ia membahas mantan.
__ADS_1
"Dari....."
"Gue yang kasih tau..."