
Hayy gass,maaf ya udh lebih dari tiga hari ternyata aku gak up. Aku lupa wkwkw,ku kira aq up.nya blum lama . Eh gak taunya kemarin dipanggil sma mamatoon wkkwkwkw. Jadi aq baru sadar kalau ternyata aq blum up. So kita lanjut hari ini ya. Sebenarnya aq pen cepet tamat,tapi aq nyesuain alur dan ternyata belum saat nya. Maaf ya kalau alurnya panjang dan bikin kalian bosen hehe😁. Makanya kalian kalau ada saran,komen aja gpp.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekitar pukul 10 pagi,Zee keluar dari ruangan dosen Fauzan untuk mengambil tugas tambahan sebagai ganti hukumannya tadi. Begitu semua urusannya selesai,Zee memutuskan untuk ke kantin saja,lagian ia yakin teman-temannya sudah menunggunya di sana.
Namun begitu sampai di kantin,khusus fakultas manajemen. Mata Zee membulat sempurna,ia melihat antrian memanjang hingga ke pintu kantin,membuatnya yang mau masuk jadi kebingungan.
Sampai akhirnya Zee memberanikan diri untuk maju ke depan dan bertanya pada beberapa mahasiswa yang ikut mengantri di depan pintu kantin.
"Eumm...Permisi,gua mau nanya,di dalam kenapa ya?" Tanya Zee pada seorang gadis dengan rambut sebahu yang sepertinya juga sedang menunggu untuk masuk ke dalam kantin.
"Eh,Zee!! anu itu..." Gadis itu tampak gugup saat tau jika yang berada di belakangnya adalah Zee.
"Santai,gua cuma nanya!!" Geram Zee,karena di tatap bak hantu.
"Di dalam,katanya ada pak William,di lagi ngadain acara traktir satu fakultas,khusus buat seluruh anak manajemen semester tiga,termasuk kita juga. Makanya dari tadi rame banget."
Mata Zee yang tadinya membulat,kini semakin melotot. Ia tidak mau membayang berapa uang yang papanya keluarkan hari ini. Pasalnya mahasiswa angkatan Zee itu jumlahnya banyak. Lalu ia harus menunggu berapa lama di depan sini?
"Bangsat!!! Tau gini mending gua ke perpus!!" Gerutu Zee geram,lagian tadi ia kira papanya sudah pulang. Mana ia tau kalau ternyata orang itu masih ada di kampus.
Baru beberapa langkah Zee berjalan,handphone di saku jaketnya bergetar membuat Zee menghentikan langkahnya untuk mengangkat telepon. Di layar terpampang nama Arkhan,yang ternyata melakukan panggilan vidio.
"Iya halo!!" Jawab Zee jutek,kejadian barusan masih membuatnya kesal hingga berimbas pada Arkhan.
__ADS_1
"Kenapa mukanya gitu?" Tanya Arkhan heran,rasanya ia belum membuat Zee kesal hari ini. Tapi kenapa gadis itu sudah kesal duluan.
"Papa gua bikin ulah!!" Adu Zee,sambil memerengkan kameranya ke samping,agar Arkhan bisa melihat pemandangan di belakangnya.
"Busyett!!! Lagi ngapain mereka? Ngatri minyak gorengkah? atau bansos??" Tanya Arkhan setengah bercanda. Membuat Zee menarik napas sebal.
"Mana abang gue? Suruh dia urus tu barang di belakang!! Gua tuh mau masuk!!" Geram Zee,melupakan niatnya yang ingin ke perpustakaan.
"Iya udah,tunggu bentar. Gua aja anak-anak lain ke situ. Lo jangan kemana-mana."
Panggilan dimatikan begitu saja oleh Zee,ia memilih menyandarkan tubuhnya ke tembok.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Namun yang menarik adalah,barang yang kini di bawa Arkhan di tangannya membuat Zee bertanya. Itu untuk apa?
"Ar??" Bingung Zee ketika pria itu mendekat dengan senyum jahil di wajahnya.
"Bentar,aku kelarin ini dulu." Ucap Arkhan sambil berjalan mendekat ke arah kerumunan mahasiswa.
Begitu berada di dekat mereka,Arkhan langsung menyalakan speaker yang ka bawa,kemudian mendekatkan mikrofon ke bibirnya.
"Teman-teman semua!! Sebelumnya mohon maaf atas kelangcangan saya,yang mungkin akan mengganggu ketenangan kalian semua. Tapi demi kenyamanan bersama!! Saya minta bagi yang sudah selesai urusannya silahkan keluar dari kantin. KARENA KALIAN MENUTUPI AKSES JALAN PACAR SAYA!!"
"KALIAN BISA LIAT KE BELAKANG,masa pacar saya harus berdiri di situ berjam-jam. Jadi lo semua bubar deh!!! Kalau gak gua SIRAM AIR NIH!!" Ancam Arkhan ngaco. Padahal ia saja tidak memegang air.
__ADS_1
Namun ajaib,begitu pengumuman selesai,antrian yang begitu panjang tadi mulai menyurut. Satu persatu mahasiswa berjalan keluar dari kantin. Tak lupa mereka singgah di depan Zee untuk sekedar minta maaf. Tentu saja hal itu membuat Zee malu,ulah Arkhan ada-ada saja menjadikan dirinya kambing hitam.
"Kai gua malu,njir!!" Umpat Zee sambil menyembunyikan tubuhnya diantara Davian dan Kaivan yang sedari tadi juga seperti pagar ayu. Karena ikut menyambut orang-orang yang lewat meminta maaf pada Zee.
"Pacar lo gila sih!! Harusnya lo dulu sama gue!!"
Gurau Kaivan,yang sama sekali tidak membantu.
"Heh!! Gak usah modus sama adek gua!!" Tegur Davian,sambil menarik tangan Zee untuk mengajaknya masuk ke kantin. Sementara Arkhan sudah menunggu tepat di depan pintu. Begitu Zee mendekat,ia langsung menggatikan posisi Davian di sebelah Zee.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pagi pa!!
"Pagi om!!"
"Pagi Pak William!!"
Sapa kelima orang yang bersama Zee tadi secara kompak,namun dengan embel-embel berbeda,membuat Zee memutar bola matanya malas,dan langsung mengambil tempat duduk di depan papanya.
Tatapannya berkeliling mencari keberadaan Delice dan kedua sahabatnya lagi,yang tidak tampak di situ. Padahal dari tadi,ia kira mereka sudah ada di dalam kantin.
Namun seperti gayung bersambut. Baru saja Zee ingin menelpon mereka. Dari arah pintu,tampak ketiganya melambaikan tangan ke arah Zee,langsung saja senyum cerah terbit di wajah Zee,namun senyumnya perlahan meredup berganti dengan tatapan heran.
Di belakang mereka bertiga,ada Farrel dan Satria yang ikut melambaikan tangan ke arahnya sambil tersenyum. Pandangan Zee beralih pada Arkhan dan Davian yang sudah menatap tak suka ke arah dua cowok itu. Pasalnya Satria tampak sedang asyik menganggu Clara,sedangkan Farrel,sudah pasti Arkhan tidak menyukainya karena ia menyukai Zee.
__ADS_1