
Keesokan harinya,Sandra,Zee,Agatha,dan Clara tampak sudah berkumpul di depan rumah Sandra. Keempat gadis itu masih menunggu kedatangan Arkhan dan Delice yang tampaknya agak terlambat.
Hari ini mereka berenam memilih bolos kuliah. Karena memang untuk bisa ke sekolah lamanya Salma mereka harus mencari waktu di mana anak-anak masuk sekolah dan sekolah di buka. Jadi waktu yang tepat adalah pagi hari.
"Delice sama bang Ar masih lama gak sih? Coba telepon gih." Suruh Agatha yang mulai agak jengah karena sudah menunggu selama setengah jam di teras rumah.
Clara pun segera merogoh handphonenya dan langsung menghubungi sahabat satunya itu.
Tak lama setelahnya ia mematikan sambungan telepon.
"Masih di jalan,katanya tadi kejebak macet. Mungkin lima belas menit lagi nyampe."
"Keburu jadi ikan asin gue di sini." Gerutu Agatha yang hanya di sambut helaan napas dari yang lainnya.
"Gue ke toilet dulu deh." Ujar Zee pada ketiga temannya itu.
Sandra mengangguk sembari bertanya."Perlu gue anter gak?"
Zee menggeleng." Gak usah."
Setelah itu Zee segera berlalu ke dalam rumah milik Sandra tersebut. Untunglah kemarin ia sudah tau seluk beluk rumah ini walau hanya sekilas.
Di luar rumah Sandra,Agatha dan Clara tampak saling memberi kode. Entah apa yang mereka recanakan. Intinya saat Zee kembali dari toilet Zee mendapati ketiga orang itu tengah tertawa senang seolah baru melakukan sesuatu yang lucu. Zee pun memilih acuh.
Hingga lima belas menit berselang. Mobil Arkhan pun tampak memasuki halaman rumah Sandra. Arkhan turun dari mobil di susul oleh Delice. Sebelum turun,Delice tampak melirik ke arah kedua sahabatnya dan tampak Clara dan Agatha mengangguk.
"Jadi gimana nih? Langsung berangkat?" Tanya Arkhan membuka obrolan. Ia sempat melihat sekilas ke arah Zee namun gadis itu buang muka.
"Sombong amat." Batin Arkhan.
"Ayo deh berangkat sekarang. Kalau nanti yang ada gurunya udah pada pulang. Nanti sekolahnya tutup lagi." Ujar Agatha.
"Jadi bawa mobil berapa nih?" Tanya Arkhan.
"Tiga,mobil gue,Lo,sama Zee." Jawab Clara.
Zee merasa ada yang janggal di sini. Tapi entah apa? Ia juga belum sadar.
"Lo gak bawa mobil Sand?" Tanya Zee setelah sadar akan kejanggalan yang ada.
Sandra menggeleng. "Mobil gue di bengkel. Baru kemarin gue anter,mesinnya tiba-tiba gak mau nyala." Ujar Sandra yang membuat Zee semakin merasa aneh. Bukannya kemarin baik-baik aja?
"Jadi lo ikut gue?" Tanya Zee.
__ADS_1
"Iyalah! Masa ikur Arkhan. Lo liat dong kursi mobil dia cuma ada dua." Sentak Sandra agak geram melihat Zee yang pura-pura buta.
"Terserah deh." Ujar Zee malas berdebat.
Ia segera mengambil kunci mobilnya di saku jaket dan melangkah masuk ke dalam mobil.
Saat sudah berada di dalam mobil Zee merasa ada yang aneh dengan kondisi mobilnya.
Merasa janggal,Zee pun turun dan mengecek ban mobilnya. Sandra yang tadinya sudah masuk pun ikut turun kembali.
"Kenapa Zee?" Tanyanya saat melihat Zee berjongkok di dekat ban mobilnya.
"Kempes." Jawab Zee malas.
"Masa sih? Bukannya tadi baik-baik aja?" Tanya Sandra heran.
Zee mengangkat bahunya tak paham.
"Jadi gimana? Kita cuma punya dua mobil,sekarang tinggal pilih kalian berdua mau ikut siapa?" Tanya Clara pada Zee dan Sandra.
Zee mengernyit aneh." Ya ikut elo lah. Kan mobil yang muat empat cuma punya lo." Ujar Zee cepat.
Clara mengangguk paham. "Ya udah ayo masuk. Katanya gak mau kesiangan tadi,ayo berangkat."
"K..kenapa Zee?" Tanya Clara heran.
"G..gue gak jadi ikut deh." Ujar Zee dengan agak tersendat.
"Loh kenapa?" Delice yang belum masuk ke dalam mobil langsung menghampiri Zee.
"Mobil lo bau minyak kayu putih. Gue alergi euchaliptus." Ujar Zee sembari menyumpal hidungnya dengan kuat.
Ia benar-benar trauma dengan bends itu. Bayangkan saat SMP,pembantunya tak sengaja membaluri Zee dengan minyak kayu putih karena ia masuk angin dan setelahnya Zee mengalami gatal-gatal hampir dua minggu,ia juga mengamali gejala sesak napas dan muntah-muntah hingga harus di bawa ke rumah sakit.
Dokter mengatakan jika Zee alergi euchaliptus dan sejak saat itu Zee di anjurkan untuk menghindari benda yang mengandung euchaliptus termasuk minyak kayu putih.
"Terus gimana dong? Masa lo gak jadi ikut? Gue butuh lo nanti Zee buat masuk ke sana." Ujar Sandra.
"Kan mereka ini alumni sana. Bilang aja kalau kalian mau silahturami." Jawab Zee dengan suara aneh karena hidungnya tersumpal.
"Kalau silahturahmi mah yang ada kami di ruang guru,ya kali silahturami ke gudang Zee. Aneh-aneh aja deh lo." Geram Agatha.
"Kalau gitu Zee ikut mobil gue aja. Adek biar sama kalian,gimana?"
__ADS_1
Arkhan tau-tau sudah berdiri di belakang Zee dan hampir membuat Zee melonjak kaget. Untung ia masih bisa mengontrol ekspresinya.
"Nah ide bener ini." Ujar Delice antusias. Ia segera mendorong Zee dengan cukup kuat hingga belakang gadis itu menabrak dadak Arkhan. Untung tidak terjengkang.
Setelah itu dengan tidak berdosanya Delice masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Sandra. "Jalan Clar!!" Suruhnya pada Clara yang menyetir.
Mobil Clara pun berlalu ke luar halaman rumah Sandra,meninggalkan Zee dan Arkhan yang masih terpaku di tempatnya.
"Ekhmm!! Nyaman banget kayaknya." Tegur Arkhan melihar Zee yang masih berada di posisinya. Bersandra di dada Arkhan.
"Najis!" Zee menginjak kaki Arkhan dengan cukup kuat dan berniat pergi dari hadapan Arkhan. Lebih baik ia pulang naik taxi.
"Mau kemana lo?" Arkhan menahan tangan Zee yang hendak berlalu dan menariknya membuat gadis itu kembali membentur dadanya.
"Ngapain sih?" Tanya Zee geram.
"Sttsst. Gak usah galak-galak. Lo tambah cantik kalau lagi marah." Goda Arkhan yang berhasil membuat jantung Zee berdesir aneh tanpa di komando.
"Jangan macam-macam sama gue." Tegas Zee berusaha untuk tidak gugup.
Arkhan menggeleng." Cuma satu macam kok. Gue suka sama lo." Bisik Arkhan di telinga Zee.
Setelah itu ia menggenggam tangan Zee dengan sedikit paksa dan membawa gadis itu masuk ke dalam mobil miliknya.
Begitu masuk ke dalam mobil,Zee kembali di kejutkan oleh Arkhan yang tiba-tiba mencondongkan tubuh ke depannya.
"M...mau ngapain lo?" Tanya Zee yang akhirnya benar-benar gugup.
"Masang seatbelt sayang." Ujar Arkhan ringan dan lagi-lagi berhasil menbuat Zee berdebar.
"Sialan." Batinnya.
Arkhan tampak tersenyum tipis.
Ia jadi tidak menyangka jika rencana adiknya akan berjalan mulus.
♡♡♡
Like vote komen. Kalau tak betumuk nih kita😂😂
👀Perhatian!!
Karya ini masih di revisi mohon baca judul bab untuk tau perbedaan up baru dan up lama🙏
__ADS_1