Story Of Azellea

Story Of Azellea
Ngelunjak


__ADS_3

"Woi!! Gimana keadaan lo!!" Teriak Delice,Agatha,dan Clara di depan muka Zee begitu Zee masuk ke dalam kelas.


Zee mengusap dadanya pelan. Ia memang harus extra sabar menghadapi ketiga temannya yang terkadang error melwati batas normal manusia.


"Gue masih bisa bernapas normal kok." Jawab Zee santai sambil melangkah ke kursinya.


"Terus kejadian kemarin gimana? Papa lo tau lo berantem sama Sassya? Terus reaksi papa lo gimana? Sassya dimarahin gak? Dihukum gantung? Di setrika uap? Atau diusir dari rumah?" Tanya Delice beruntun dengan suara sebesar toa mesjid membuat beberapa anak di kelas menatap ke arah mereka berempat dengan raut penasaran.


"Pelanin suara lo bego!!" Gerutu Clara sambil menoyor kepala Delice membuat si empunya menyengir.


"Jadi?" Tanyanya lagi.


Zee menggeleng dengan ekspresi datar."Sassya gak diapa-apain, malahan sekarang dia lagi mamerin mobil barunya mungkin di kelas. Sama sahabat-sahabatnya." Jawab Zee santai. Karna tadi pagi ia sempat melihat postingan Sassya di akun IGnya,dimana Sassya memamerkan mobil barunya yang entah dibeli kapan.


Papanya memang aneh,sesalah apapun Sassya tetap saja dibela. Bahkan sekarang Sassya bisa pergi ke kampus dengan mobil baru padahal baru semalan ia dan Davian ke rumah papanya meminta keadilan pada papanya karna perbuatan Sassya kemarin. Namun tetap saja Sassya tak dihukum apapun. Zee sampai geleng-geleng kepala membayangkan enaknya berada di posisi Sassya saat ini.


"Kok gue ngerasa lo kayak putri cinderamata ya Zee. Keberadaan lo itu gak dianggap gitu,lo gak mau minta bantuan gue buat kirim santet ke Sassta atau mamanya gitu? Atau ke papa lo sekalian gimana?"


Zee mendelik sinis mendengar ucapan tak masuk akal yang keluar dari mulut cantik Delice."Gila aja lo mau nyantet papa gue!! Kalau Sassya sih silahkan."


"Wahh boleh tuh,ya udah pulang kuliah nanti gue sama bang Ar nyari dukun deh. Lo yang bayar tapi ya!!" Ujar Delice makin ngaco.


"Kudu di rukiyah nih anak. Semenjak dekat sama bang Kai otaknya makin senewen." Gerutu Agatha sinis.


"Bangkai-bangkai lo kira calon pacar gue hewan apa!!"


"Gue gak ngomong gitu tuh."


"Lo berdua bisa diem gak!! Di depan ada bu Rosa!!" Bisik Clara pelan, Delice dan Agatha yang tengah berdebat auto panik dan langsung menoleh ke depan. Benar saja sudah ada bu Rosa yang sedang menatap mereka dengan tatapan menyelidik. Keduanya langsung menyengir kicep kemudian menoleh ke kursi Zee.


Gadis itu malah sudah anteng mengeluarkan buku miliknya bersiap untuk mencatat materi yang nantinya akan dijelaskan. Memang Zee titisan ochobot yang punya sistem teleportasi secepat kilat.


♡♡♡


Pukul 2 siang seluruh mata kuliah Zee selesai. Keempat most wanted itu memilih ke kantin. Sesuai rencana Zee tadi,sepulang kuliah ini ia berencana mengajak teman-temannya ke markas Dark Night.

__ADS_1


"Lo mau ngajak kita kemana tadi Zee? Ke kegelapan malam? Gitukan namanya kalau gak salah?" Tanya Delice di tengah perjalanan. Lagi-lagi Zee mendelik sinis.


"Lo kira kelelawar? Gak usah ngomong deh Lis,lo bikin Zee stress tau gak!!" Geram Agatha.


"Gue kan cuma ber..."


"Asu!! Anjirr,gue nabrak anak anjing!!" Kaget Delice saat dirinya menabrak seseorang yang ternyata adalah Sassya. Dibelakang gadi itu ada keempat sahabatnya yang menatap Delice melotot karna ucapannya barusan.


"Santai dong matanya!! Gak usah kek mau copot gitu deh,lebay banget!!" Bentak Delice sarkas dengan tatapan mata tak kalah tajam seolah siap mencabik kelima orang di depannya ini.


"Gue lagi males ribut ya,tapi kalau lo mau gaslah!!" Balas Sassya santai.


Mata Delice membulat geram,"Lo nantangin gue?" Bentak Delice sambil menggulung lengan kaosnya.


"Udahlah Lis,ngeladenin mereka gak akan selesainya." Lerai Clara,sambil mengusap-usap belakang Delice untuk meredakan emosi gadis munggil itu.


"Lo ngelerai,karna males ribut atau karna takut?" Ledek Sassya sambil menatap Clara remeh.


Zee yang jengah mendengar perdebatan sahabat dan adik tirinya itu memilih berjalan meninggalkan mereka tanpa sepatahkatapun. Berharap kepergiannya bisa membuat mereka batal berantem.


Namun bukan Sassya namanya jika tidak membuat tanduk di kepala Zee keluar.


Langsung saja Zee kesuruoan balmond lengkap dengan tanduknya. Dengan emosi yang sudah di ubun-ubun Zee berbalik dan....


"Plak!!" Badan Sassya tersungkur bersamaan dengan tamparan keras yang Zee berikan di pipinya.


"Lo kira gue bisa kapok berantem sama lo? Walau seandainya pun papa gak belain gue sama sekali gue gak peduli. Toh selama ini papa juga selalu memihak lo,dan gue juga gak peduli. Udah bagus gue gak ngeladenin lo,tapi ternyata lo ngelunjak. Anak ****** memang beda kelakuannya!!" Balas Zee sarkas.


"Lo ngatain nyokap gue ******? Nyokap lo aja yang gak becus,gak bisa jaga diri,gak bisa jaga lo makanya dia meninggal."


"Lo ngatain mendiang calon mertua abang gue? Wah anak dajal lo!! Kudu dikasih paham nih orang!!" Geram Delice langsung menjambak rambut Sassya dengan kuatnya.


Tak tinggal diam Sassya juga balas menjambak Delice dengan kuat. Keempat teman Sassya juga tak tinggal diam,bahkan kuku cantik mereka berhasil mencakar pipi mulus Delice,melihat itu Agatha langsung bangkit menarik dua orang teman Sassya yang tadinya mencakar Delice begitupun dengan Clara yang yang tidak rela melihat kedua sahabatnya di keroyok.


"Anak anjing!! Lepasin rambut gue!!"

__ADS_1


"Pipi mulus gue luka!!"


"Ngapain lo gigit gue!!"


"Najis iler lo haram!!"


"Wah bangsat gue kirim ke neraka lo!!"


"Gak pantes lo nyentuh tubuh gue anjing!!"


Pertengkaran 3 vs 5 tersebut berlanjut dan menyita banyak perhatian orang, namun seperti kebiasaan manusia pada umumnya. Orang-orang itu hanya menonton.


Zee yang bosan melihat pertengkaran ala cewek yang sedang life di depannya. Memilih menelpon abangnya agar segera ke situ. Ia tentu tidak mau masuk ke dalam lingkaran singa yang sedang mengamuk. Bisa-bisa ia yang babak belur. Sudah luka kemarin belum sembuh,jika ia berantem lagi habis sudah seluruh wajah cantiknya nanti.


Namun tinggal diam juga tidak baik,jadi ia memilih menelpon Davian. Memintanya untuk ke kantin karna mereka ribut di depan kantin.


"Woii Zee,bantuin anjir!!" Geram Agatha melihat Zee asik dengan HPnya tanpa menghiraukan mereka.


Zee menghela napas pelan, sebenarnya ia tidak ingin namun keadaan teman-temannya sudah seperti gembel membuat Zee tak tega. Dengan langkah malas Zee menarik kerah baju Sassya dari belakang membuat Sassya meronta-ronta karna kesulitan bernapas.


"Uhuk...uhukk...le..le..pa..s..sin b..be..g..o" Ujar Sassya lirih. Tangannya berusaha menyikut Zee namun dengan cepat di kunci Zee ke belakang membuat pergerakan Sassya terkunci.


Namun sialnya Zee lengah,kaki Sassya berhasil menendang tulang kering Zee membuat Zee lemes dan langsung terduduk.


"Sialan,lo pengen banget gue cepet mati? Dasar anak setan!!"


Sassya mengangkat kursi di sampingnya hendak di lemparkan Zee yang masih terduduk di lantai. Namun kursinya tertahan di udara. Saat Sassya menoleh tampak wajah Arkhan menatapnya tajam,dengan tangannya menahan kuat kursi yang di pegang Sassya kemudian menariknya sampai terlepas dari tangan Sassya dan dilemparkan ke sembarang arah. Di depannya juga sudah ada Davian yang membantu Zee berdiri.


"Plak!!" Davian menampar Sassya dengan kuatnya membuat sudut bibir Sassya berdarah. Bahkan Sassya sampai terduduk di bawah kaki Zee.


"Ini yang kedua kalinya gue liat lo ngelukain adek gue dengan tangan kotor lo itu. Lo tau,andai lo bukan cewek,mungkin sekarang lo udah di rumah sakit kayak Rio." Geram Davian dengan tangan terkepal siap untuk dihantamkan pada Clara yang masih terduduk di lantai. Namun tertahan mengingat lawannya perempuan.


"Kalian semua BUBAR!! GUE GAK LAGI NGADAIN SIRKUS DI SINI!!" Bentak Davian pada mahasiswa yang menonton pertengkaran mereka. Langsung saja semuanya kocar-kacir berlari menghindari amukan Davian.


Tidak hanya mereka,bahkan Delice squad yang tadinya berantem pun menghentikan aksinya.

__ADS_1


"Cabut dari sini,gue muak liat wajah munafik ni anak!!" Sarkas Arkhan sambil menarik adiknya pergi dari situ.


Semuanya bubar meninggalkan Sassya and the geng yang hanya bisa menggeram pasrah.


__ADS_2