Story Of Azellea

Story Of Azellea
Dua Ruang


__ADS_3

Langkah kaki seseorang yang baru saja memasuki kamar,mengejutkan wanita paruh baya yang kini tengah sibuk mengobrak-abrik laci di kamar itu. Buru-buru ia memasukkan kembali beberapa map yang barusan ia pegang ke dalam laci. Namun karna terburu-buru map-map tadi malah jatuh ke berserakan di lantai.


"Ceklek!!" Pintu kamar terbuka membut wanita paruh baya itu kaget setengah mati. Namun ia berusaha mengontrol wajahnya agar tidak terlihat panik.


"Loh mama ngapain?" Tanya William heran melihat istrinya berjongkok di dekat laci meja di samping tempat tidurnya.


Melissa yang terlanjur kepergok, berusaha mencari alasan yang tepat agar suaminya tidak curiga jika ia baru saja mau mengambil sesuatu yang pastinya berharga.


"A..anu..i..itu...mama...l..lagi..."


"Mama gagap? Kenapa sih?" Tanya William makin penasaran. Ia ikut berjongkok di di depan istrinya itu. Tatapan matanya beralih pada 3 buah map yang berserakan di lantai.


"Loh bukannya ini sertifikat perusahaan? Ini juga sertifikat rumah? Ini satu lagi sertifikat villa punya Zee,kenapa ada di sini? Bukannya kemarin di ruangan kerja saya?" Tanya William heran.


"Ah,masa sih pa? Perasaan dari kemarin sertifikatnya di sini kok. Papa aja yang lupa mungkin? Orang tadi pas mama nyari anting mama di laci,sertifikatnya udah ada di sini." Jawab Melissa yakin.


Namun William merasa jika ucapan istrinya sedikit tidak masuk akal. William bukan orang yang mudah menyimpan barang penting di sembarang tempat termasuk kamar. Ruang kerjanyalah tempat paling aman baginya untuk menyimpan dokumen penting seperti itu.


"Mama yakin? Bukan mama yang bawa sertifikat itu ke sini?"


Raut wajah Melissa berubah sendu seketika,"Papa nuduh mama gitu? Lagian buat apa sih pa,mama ngambil barang kayak gitu. Kita ini tinggal serumah,papa kira mama sejahat itu? Apa papa juga punya pikiran yang sama kayak Zee? Papa nuduh mama nikah sama papa cuma buat harta doang? Gitu?"


William menatap istrinya iba,ia jadi merasa bersalah sudah membuat wanita itu bersedih. Apalagi Melissa sampai menangis karna tuduhannya barusan. Dengan lembut pria paruh baya itu menarik sang istri ke dalam pelukannya.


"Maafin saya ya,saya belum bisa jadi suami yang baik buat kamu. Belum bisa jadi ayah yang baik buat anak-anak. Saya sering bikin kalian semua sedih. Saya memang orangtua sekaligus suami yang buruk." Ujar William sendu.


Melissa diam-diam tersenyum senang, " Dasar pria tua bodoh!! Kamu memang orangtua gagal,tapi kamu karakter suami yang baik kok. Baik, karna mudah aku bodohi. Hahaha, tunggu saja sampai kamu lengah sedikit saja. Semua harta keluargamu akan jatuh ke tangan saya. Kamu pikir saya mau berbagi harta dengan anak-anakmu itu? Andai dulu kamu belum punya istri dan anak,mungkin aku tidak akan sejahat ini. Aku hanya tidak suka menjadi nomor dua,aku tau kamu masih mencintai mendiang istrimu. Apalagi setiap melihat Zee,wajahhya yang mirip dengan mendiang istrimu pasti membuatmu sulit melupakan wanita bodoh itu." Monolog Melissa dalam hati.


♡♡♡


"Ayo pulang!! Udah malam,kita gak ada rencana buat nginap di markas ini kan Zee?" Ujar Delice sambil bangkit dari tempat tidur khusus milik Zee di markas.

__ADS_1


"Gue sih bisa aja nginap di sini,tapi mama gue pasti nyariin. Iyakan bang?" Ujar Clara menyahuti pertanyaan Delice. Sekaligus bertanya pada Nathan sang abang.


"Kalau lo mau nginep di sini,gue bisa izin ke mama." Jawab Nathan santai.


"Lah kalau kalian nginap di sini,gue pulang sama siapa?" Tanya Agatha panik,ia kan tadi berangkat bareng Nathan.


"Kamu nginap di sini juga,bukannya papa sama mama kamu lagi di luar kota?" Usul Nathan pada sang pacar, Agatha manggut-manggut sebentar mendengar usulan pacarnya itu.


"Kenapa enggak,sekali-kali bolehlah. Tapi emang si Zee ngizinin?" Tanya Delice lagi.


Zee  yang merasa ditanya hanya mengangguk datar. Justru Kaivanlah yang menjawab.


"Kita nginap di sini aja,lagian masih ada beberapa kamar kosong kok di sini. Soalnya kalau malam sebagian anak Dark Night pulang. Palingan beberapa doang yang jaga di sini." Jelas  Kaivan santai.


"Ya udah nginap di sini aja,gue tidur sama Zee!!" Ujar Arkhan dengan tak berakhlaknya membuat semua menatapnya horror.


"Lo masih mau liat matahari besok pagi?" Tanya Davian dingin.


"Santai abang ipar!! Gue cuma becanda. Gue tidur sama abang gue kok,gampang hehe." Arkhan menyengir tak enak melihat aura membunuh yang diberikan Davian lewat sorot matanya.


"Bang Vian sama bang Nathan suruh tidur aja di kamar twins Devil." Ujar Zee memberi usulan.


Semua menatap Zee heran kecuali Sandra dan Kaivan."Kalian pelihara iblis kembar di sini?" Tanya Nathan polos.


Zee menepuk jidatnya sendiri,kenapa pula ia harus bertemu dengan teman-teman konyol seperti ini.


"Bukan iblis beneran. Itu cuma julukan buat mereka,nama asli mereka itu Bara sama Rafa. Mereka berdua wakil geng Dark Night." Jelas Kaivan,membuat semuanya paham.


"Gue tidur di sini juga ya? Soalnya kamar gue masih gue sewain buat anak-anak sama cucu-cucu gue." Ujar Sandra tiba-tiba.


Zee menatap gadis cantik di depannya dengan sinis."Sejak kapan lo punya anak? Sejak kapan juga lo jadi nenek-nenek?"

__ADS_1


"Itu Oreki sama Chitanda anak gue, ada Mikey,Emma,sama Draken yang jadi cucu gue. Gue udah kasih nama kok buat mereka semua." Jelas Sandra panjang lebar.


Agatha yang mendengar penjelasan Sandra,langsung menatapnya serius. "Berati tinggal syukuran doang kak?" Tanya Agatha tak kalah gila.


"LO BERDUA SAMA GILANYA!! GUE MENDING TIDUR DI LUAR MALAM INI!!" Geram Zee,sambil berjalan mencak-mencak keluar kamar. Sungguh menghadapi kekonyolan teman-temannya membuat Zee frustasi sendiri.


♡♡♡


Sepuluh menit berlalu,Zee benar-benar tak kunjung masuk kembali ke kamar. Ia sepertinya mewujudkan ucapannya tadi.


Kaivan menghela napas pendek. Terkadang Zee memang mudah sekali merajuk pada hal sesederhana apapun yang tidak ia sukai.


"Gue ke toilet bentar." Pamit Kaivan yang langsung keluar kamar tanpa menunggu jawaban teman-teman lainnya.


Diluar kamar,Kaivan tidak benar-benar ke toilet. Tapi ia bergegas ke taman samping mansion. Dari jarak beberapa meter dapat ia lihat Zee duduk sambil menghisap sebuah vave di tangannya. Di sebelah tempat duduknya juga ada satu botol wine dan satu buah gelas berisi wine yang tinggal setengah.


"Ngapain malam-malam di sini? Dingin,nanti lo bisa sakit." Ujar Kaivan lembut sambil melepaskan jaketnya dan menyampirkan di pundak Zee


Zee menoleh ke arah Kai dengan ekspresi datar."Gue keterlaluan gak sih? Gue cuma gak suka mereka bercanda di saat gue lagi serius."


Kai menghela napas pelan,kemudian mengusap pucuk kepala Zee dengan lembut."Mereka makhlum kok,tapi lain kali jangan gitu ya. Lo tau? Gak semua teman bisa seasik mereka saat kumpul. Kebanyakan teman zaman sekarang kalau ngumpul pasti sibuk sama HPnya,lo cukup beruntung kenal sama mereka. Mereka kayak gitu niatnya mau bikin suasana enggak datar terus menerus. Cuma mungkin lo gak terbiasa,gue tau selama ini lo temenan sama kita-kita cowok yang selera humornya beda. Tapi coba mulai dari sekarang,belajar buka diri lo. Ubah sikap dingin lo,coba membaur sama mereka. Awalnya mungkin sulit,tapi gue yakin lo bisa. Lo kan adek gue yang paling pinter!!" Ujar Kaivan menyelesaikan siraman rohaninya pada Zee.


"Sekarang balik ke kamar,cuci muka,gosok gigi sana. Lo bau alkohol sama vave tau!!" Suruh Kaivan sambil mengangkat tubuh Zee dari arah ketiaknya seperti anak kecil,membuat Zee tertawa geli.


"Iya abang gue yang paling cerewet!! Lo juga masuk sana!! Nanti pacar lo cemburu lagi sama gue!!" Zee membalikkan badannya seraya mendorong Kaivan agar berbalik mendahuluinya.


Kaivan terkekeh kecil mendengar ucapan Zee."Yang cemburuan itu pacar lo!! Jadi besok jelasin aja ke dia." Ujar Kaivan membuat Zee mengernyit.


"Maksud lo?" Tanya Zee heran. Namun Kaivan tak meyahut,ia malah menggandeng Zee agar segera masuk ke kamarnya.


"Good night baby!!" Ucap Kaivan sambil menempelkan dua jari tangannya yang sudah ia kecup terlebih dahulu ke kening Zee.

__ADS_1


♡♡♡


Like,vote komen guyss😁


__ADS_2