
Satu minggu berlalu,kondisi Zee sudah semakin membaik. Hari ini Zee sudah merengek pada dokter dan abangnya agar dibolehkan untuk pulang,dan akhirnya boleh dengan syarat harus menjaga benar-benar bekas jahitan operasi kemarin agar tidak terbuka lagi.
"Lo udah siap??" tanya Davian sambil mengemasi beberapa barang lainnya.
"Udah dari tadi!!"~ngegas.
"Biasa aja kali jawabnya,kalau udah ya turun. Ngapain masih di brankar??"
"Gendong!!" Zee dengan manjanya menengadahkan dua tangannya ke arah Davian.
"Tapikam gue bawa-bawa barang dek!! Lagian lo berat tahu!!"
"Alesan!! Bilang aja lo gak mau, gue gak berat kok. Buktinya kemarin Arkhan mampu gendong gue!!"
"Itukan Arkhan bukan gue!! Atau lo mau gue telponin Arkhan biar ke sini??"
"Siapa yang mau di telpon." Entah bagaimana ceritanya Arkhan tiba-tiba masuk ke ruangan Zee.
"Lah,kapan lo datang??" Tanya Davian heran.
"Barusan banget,tadi abis ngantar adek gue ke kampus gue langsung ke sini." jelas Arkhan membuat Davian mengangguk paham.
Arkhan beralih pada Zee yang masih setia bertengger di kasurnya.
"Yakin mau pulang hari ini?? Udah baikkan banget lukanya??" Tanyanya khawatir.
"Yakin banget!! Kelamaan di sini juga gak bikin gue sembuh,bisa-bisa malah masuk rsj saking depresi gak boleh kemana-mana."
"Ya udah kalai gitu maunya,tunggu apa lagi?? Ayo pulang!!"
Namun Zee tak bergeming dari posisinya.
"Dia maj di gendong katanya!!" Ujar Davian santai sambil berjalan keluar ruangan,kedua tangannya penuh dengan barang-barang milik Zee.
"Tumben manja??" Ucap Arkhan bingung.
__ADS_1
Namun Zee malah tersinggung dengan ucapannya barusan. "Kalau gak mau ya bilang gak mau!! Gak usah nyindir gitu. Tadi dibilang berat sama bang Vian,sekarang dibilang manja. Emang cuma bang Vano yang selalu ngertiin aku!!"
"Gak gitu juga Zee sayang!! Gak usah bandingin gue sama si bangkai satu itu."
"Udah buruan naik,kasian Davian jamuran di mobil." Ujar Arkhan sambil berjongkok di depan Zee.
Membuat Zee tersenyum senang dan langsung naik kepunggung lelaki itu.
Sementara di tempat lain Kaivano tersedak jus yang baru saja di minum olehnya."Sialan!! Siapa yang ngomongin gue sih,pagi-pagi gini??" Kesal Kai sambil mengelus-ngelus dadanya yang terasa sesak.
♡♡♡
"Kerumah papa dulu mau gak?? Tadi papa nelpon gue,katanya kita pulang dulu ke rumah. Biar kalau gue kuliah lo ada yang jagain,kalau di apartemenkan gak ada." Ujar Davin dj tengan perjalanan.
Zee mendelik sinis," Bang Vian aja yang pulang. Gue gak mau!!"
"Tapi kalau di apartemen siapa yang urus lo kalau gue tinggal kuliah??"
"Lo pikir gue stroke sampai gak bisa urus diri sendiri?? Buat apa gue minta pulang kalau gue belum sembuh??"
"Terus papa,lo gak kasian sama dia??"
Davian membulatkan matanyanya kaget."Jangan ngadi-ngadi deh!! Lo baru di operasi,jahitannya aja masih keliatan,luka lo belum kering,gimana ceritanya mau kuliah?!!" Davian setengah membentak adiknya itu.
"Gue udah sembuh!! Besok ya gue tetep kuliah. Mau libur berapa lama lagi,gue udah ketinggalan banyak. Mampus gue,kalau kelamaan gak masuk."
"Tapikan..."
"Gak ada tapi-tapi,gue udah bisa kuliah,nyetir mobil,bahkan naik motor. Kalau lo gak percaya,gue buktiin nih sekarang,biar gue yang nyetir!!" Ucap Zee sambil menengadahkan satu tangannya pada Davian yang tengah menyetir.
"Gak usah!! Gue percaya lo udah sembuh!! Tapi lo baru boleh kuliah besok!! Lagian kalau lo nyetir hari ini,pasti lemot kayak kuya!! Kasian Arkhan noh,di belakang!!" Elak Davian sambil dagunya menujuk ke spion dimana terlihat mobil Arkhan membuntuti mereka.
Zee berdehem malas,"Lo pikir lo bisa ngelarang gue keluar apartemen nanti. Liat aja kalau lo sama Arkhan udah berangkat kuliah,gue juga bakalan nyusul." Rencana Zee dalam hati.
Namun Davian sepertinya bisa membaca raut wajah licik sang adik. Jadi diapun sudah merencanakan sesuatu agar Zee tidak kemana-mana hari ini.
__ADS_1
♡♡♡
"BANG VIAN KAMPRET!!!!!"
Teriakan Zee memenuhi ruang apartemen kediamannya. Ia kini tengah kesal setengah mati,karna kelakuan abang satu-satunya itu.
Bagaimana tidak,hari ini Zee benar-benar dikurung alias tidak bisa kemana-mana karna ulah Davian. Ia hanya bisa berjalan mutar-mutar di dalam apartemennya,karna di luar ruangan ada 2 orang bodyguard laki-laki yang ditugaskan untuk mengawasi Zee,sedangkan di dalam ruangan Zee ada dua orang lagi bodyguard perempuan dengan badan yang bisa di bilang mirip pelatih sumo, tinggi dan kekar-kekar membuat Zee bergidik. Untung saja mereka memiliki paras cantik,jadi sedikit mengurangi keseraman aura mereka.
Ia yang rencananya mau kabur pun bingung bagaimana caranya,kunci mobil dan motornya semua di tahan Davian. Bahkan HPnya kini pun berada di tangan dua bodyguard perempuan tadi,membuat Zee misuh-misuh.
"Nona apa anda tidak capek mondar-mandir seperti itu??" Tanya salah satu bodyguard berwajah bule, yang kalau Zee tidak salah namanya Jullie.
"Gue lebih capek,liat muka datar lo berdua tau gak!! Punya muka kok rata kayak tembok!!" Kesal Zee,padahal tanpa sadar ia juga mengatai dirinya sendiri. Karna jika berada di luar rumah dirinya selalu pasang muka dingin dan datar,dan bodohnya dia tidak sadar.
"Kalau nona capek,lebih baik nona duduk saja. Kami buatkan minuman dingin supaya nona rileks, bagaimana?" Tanya seseorang lagi, sebut saja namanya Bella.
"Gak usah,gue gak haus!! Nanti kalau haus juga gue ambil sendiri,sekalian gue kasih toping sianida,biar gue mati!! Terus lo berdua disalahin sama bang Vian. Nanti bang Vian dimarahin sama papa,nyahok kan kalian."
Namun ucapan Zee tidak digubris sedikitpun oleh dua bodyguard itu. Karna mereka tahu jika Zee hanya mengancam.
"Gue mau tidur nih,lo berdua bisa keluar gak dari kamar gue??"
"Nona berencana kabur dari pengawasan kami??"
"Kak Julay,siapa yang mau kabur sih!! Lo gak liat kita ada di lantai 52,gila kali gue nekat lompat ke bawah,yang beneran ajalah. Gue masih mau idup, gue belum lenyapin nenek sihir,masa mau mati sekarang!!"
"Tapi kan nona bisa tidur tanpa mengusir kami. Nona tinggal tidur kami akan menunggu di sini sampai tuan muda datang."
Zee memijat pelipisnya mendengar ucapan dua bodyguardnya yang kelewat patuh. Entah Davian memberi mereka makan apa sampai mereka penurut seperti ini.
"Gue gak bakalan kemana-mana,lo berdua gak liat,kendaraan ga ada,HP gak ada,semuanya udah di ambil sama kalian. Gimana caranya mau kabur coba,pakai pintu kemana saja?? Gak usah ngacok deh,doraemon lagi kondangan!!" Celoteh Zee geram.
"Keluar ya please!! Gue kalau tidur suka ngigo!! Ngigonya parah,kadang gue nyekek orang sampai meninggal." Ujar Zee mengancam,membuat kedua bodyguardnya tertawa kecil.
"Selera humor anda bagus juga nona!!" Ucap Jullie sambil tertawa kecil membuat Zee tambah geram.
__ADS_1
"Keluar gak!! Gue cekek beneran nih!!" Zee benar-benar mengangkat kedua tangannya seolah ingin mencekik mereka berdua saat itu juga. Untung saja keduanya menurut dan langsung keluar dari kamar meninggalkan Zee sendirian di situ. Mereka yakin Zee pun tidak bisa kabur. Namun bukan Zee namanya jika tidak punya ide untuk keluar dari jangkaun para bodyguardnya itu.
Liat saja apa yang akan ia lakukan nanti."