Story Of Azellea

Story Of Azellea
Berantem


__ADS_3

#Flashback on


Setelah mendapat pesan bernada ancaman dari seseorang yang tak lain adalah Sassya,Zee langsung mengambil langkah seribu untuk keluar kelas dengan alasan ke toilet.


Saat sudah keluar kelas,Zee melangkah mantap dengan sorot mata tajam menuju ke tempat yang semestinya ia tuju untuk menghentikan aksi Sassya.


"Brak!!!"


"Sassya keluar lo!!"


Teriak Zee lantang,dengan watadosnya setelah mendobrak pintu kelas Sassya yang tadinya tertutup. Ia bahkan tidak mempedulikan tatapan dari dosen dan puluhan mahasiswa yang menatapnya terkejut sekaligus heran.


"Ada apa ini Azellea? Kamu bisa bilang permisi dulu sebelum masuk. Cara kamu tadi mengganggu kelas saya,kamu juga bisa merusak fasilitas kampus."


Dosen perempuan tadi tampak menegur Zee dengan lembut. Bagaimanapun juga ia tahu siapa Zee. Ia anak pemilik kampus mereka jadi ia masih sedikit segan untuk memarahinya.


"Gue gak ada urusan sama lo!! Gue ke sini buat ngedidik adik bungsu gue ini biar dia tahu gimana caranya jadi manusia yang beretika!!"


Ucapan Zee membuat dosen tadi mengernyit. Bagaimana tidak,ia berbicara tentang etika,tapi dirinya masuk ke dalam kelas tanpa mengetuk bahkan pintunya saja ia dobrak untuk pintu yang terbuat dari kaca itu tidak pecah karna ulahnya.


"Tapi ini masih kelas saya,kalian bisa bicara nanti setelah kelas saya selesai atau...."


"Keluar dari sini,atau ini akan jadi hari terakhir lo kerja di sini?" Zee menatap tajam dosen tadi membuat dosen tersebut kicep."LO SEMUA KECUALI SASSYA BUBAR!! ATAU GUA HAJAR!!" Teriak Zee lagi,dan dalam hitungan detik puluhan mahasiswa tadi bubar keluar termasuk dosennya. Tinggal Sassya dan beberapa anggota gengnya yang sepertinya menolak perintah Zee.


"Cetek juga nyali lo!! Gue berani tuh dateng ke sini sendiri,eh lo malah bawa kawan." Ledek Zee melihat teman-teman Sassya tampak sudah berdiri di samping Sassya sedangkan Sassya masih duduk santai sambil memainkan ujung rambutnya.


"Kenapa kalau gue bawa kawan? Lo takut? Karna teman-teman lo udah ngejauhin lo?" Sahut Sassya dengan nada meledek.


"Siapa gue? Takut sama lo? Dari sini mana gue harus takut sama lo? Orang yang bisanya cuma jadi parasit di kehidupan orang lain gak pantes buat ditakutin!!"


"Haduh Zee,dari dulu lo emang bego!! Bahkan saking begonya keluarga lo sendiri sampai gak nganggap kehadiran lo. Jadi sisi mana dari lo yang bisa dibanggain?"


Zee tersenyum sinis mendengar ucapan Sassya."Dulu gue memang bego...." Ujar Zee mengakui membuat Sassya tersenyum senang.


"Bagus kalau lo...."


"Tapi itu dulu..." potong Zee sebelum Sassya melanjutkan ucapannya." Bego karna terlalu cuek dan santai,ngebiarin lo ngehancurin keluarga gue. Lo rebut satu persatu sumber kebahagiaan gue,sampai gue lupa caranya senyum. Gue biarin lo kuasain bokap dan abang gue,gue biarin lo nikmati harta bokap gue,rebut bokap gue,rebut abang gue, rebut hak gue sebagai anak. Gue biarin semuanya. Sampai akhirnya gue muak!! Muak dengan kelakuan lo dan nyokap lo yang nyatanya makin ngelunjak,dan lo bisa liat? Baru sedikit gue bertindak,Davian sudah ada dalam genggaman gue. Jadi harusnya lo sadar Sya,siapa yang bego di sini,gue atau lo? Gue bukan Zee yang masih mau aja kalian kibulin kayak 13 tahun lalu. Sekarang semuanya udah berubah,gue bakalan ambil yang seharusnya jadi milik gue sedari dulu. Jadi siap-siap buat keluar dari keluarga gue,atau mungkin dari dunia ini. Gue gak jamin buat gak ngelakuin itu."


Sassya berdiri dari kursinya kemudian berjalan ke arah Zee dengan langkah santainya. "Upss,kakak gue yang bego ini lagi ngancem gue? Sayangnya gue gak takut!! Lakuin apapun yang bisa lo lakuin buat nyelamatin keluarga bego lo itu. Tapi gue gak jamin kalau hal itu bisa gue lakuin,bahkan gue gak jamin bokap lo masih ada saat hari itu tiba."


"Lo yakin bisa lakuin itu,hmm? Lupa kalau kalian pernah bilang gue psycho,jaga-jaga siapa tau lo atau nyokap lo yang dulu mati di tangan gue." ucap Zee dingin


"Brak!!" Dengan gerakan cepat Zee mendorong badan Sassya hingga terpental ke belakang dan mengenai meja dibelakangnya."Hapus vidio Clara atau gue bunuh nyokap lo hari ini?" Zee berkata sambil memperlihatkan rekaman cctv dimana terlihat Marissa sedang berbelanja di sebuah mall."Gue suruh orang buat ngikutin nyokap lo,dan gue gak jamin kalau nyokap lo masih selamat sampai nanti sore."


"Anjing!! Jangan macam-macam sama mama gue!!"

__ADS_1


"Hapus vidio Clara,pergi dari keluarga gue dan kita impas?"


"Sayangnya vidio Clara udah sebarin. Kedatangan lo terlambat. Tangan gue sudah lebih dulu bertindak." Ujar Sassya santai,seperti sudah lupa dengan ancaman Zee tentang mamanya beberapa saat lalu.


"Bangsat!! Masalah lo di gue!! Gak perlu libatin sahabat gue!! Gak usah hancurin hidup sahabat gue!! Mereka gak ada hubungannya dengan masalah kita."


Zee maju kembali hendak mencengkram leher Sassya namun sudah lebih dulu tangannya di tahan dua orang teman Sassya tadi.


"Zee,Zee!! Gue juga gak minat buat ngehancurin Sassya. Gue mau justru pengen liat lo tambah dibenci semua orang. Gue rasa ide gue buat sebarin vidio itu bakal buat hidup lo tambah hancur,gak ada lagi sahabat yang bakal percaya sama lo. Karna lo dianggap penghianat,paham?"


"Lepasin anjing!!" "Bukk" Zee menyikut kuat perut dua gadis malang tadi dengan sikunya dan sikutannya cukup membuat dua orang tersebut menjerit sakit hingga pegangannya lepas.


"Lo memang manusia sampah!! Nyokap lo ******!! Lo cewek munafik dan murahan...."


"Plak!!" Suara tamparan cukup keras mendarat di pipi Zee."Upag buat orang yang berani ngatain nyokap gue ******!!"


Nyatanya Zee bukan orang bego yang akan diam saja,dalam hitungan detik tangannya sudah mendarat mulus di pipi Sassya bahkan tamparannya lebih keras dari yang ia terima tadi.


"Plak!!" ..."Buat lo karna udah berani nampar gue!!"


"Bukk!!"


Satu tendangan bersarang di perut Sassya."Buat lo karna udah berani nyakitin sahabat gue!!"


"Anjing!!"...."Brak!!" Sassya menendang meja kayu di depannya hampir saja mengenai perut Zee jika Zee tidak pandai mengelak.


"Bangsat!! Gak usah nyuruh gue mati!! Nasi masih enak!!" Cetus Zee masih sempat bercanda padahal bahunya ngilu setengah mati. Dengan gerakan cepat ia mengambil kursi tadi dan melempar balik ke arah tiga siluman ular tersebut,namun meleset.


"Jago juga tiga tikus kecil ini mengelak!!" Ledek Zee,dengan keberanian penuh ia berlari menghampiri Sassya yang berada di sudut dinding,namun naas baginya ketika sebotol saus cair di siramkan dari belakang tepat di atas kepalanya.


"Argghhh,luka gue!! Sialan lo!!" Zee berbalik mencari pelaku yang sudah menyiraminya tadi,namun sia-sia matanya sulit untuk diajak kompromi karna terkena siraman saus.


"Brakk!!" Badan Zee terpental ketika sebuah tendangan mendarat di perutnya,sialnya ia tidak tau siapa pelakunya karna matanya terlalu perih untuk dibuka yang pasti salah satu anggota Sassya atau Sassya sendirilah pelakunya.


"Salah lo sendiri datengin gue ke sini. Tapi bagus deh,biar gue bisa ketemuin lo sama nyokap dan nenek lo,lo pasti mau kan ketemu mereka." Sassya bersiap melempar meja ke tubuh Zee,namun telinga Zee masih sangat waras untuk mendengar decitan meja yang diangkat dari tempatnya. Ia menggulingkan badannya ke samping dan berusah bangkit. Tangannya terulur membuka hoodie yang ia kenakan kemudia mengelap dengan kasar ke wajahnya. Perlahan ia berhasil membuka matanya,dan dapat ia lihat Sassya dan teman-temannya  yang tengah menatap dirinya dengan sinis.


"Masih bisa bangun juga lo!!"


"Lo pikir tangan sampah lo itu berhak ngelukain gue heh?"


Zee membuang hoodie ke sembarang arah,kini badanya hanya dibalut tanktop hitam yang tidak sampai menutupi perutnya dan itu justru membuat Zee tampak seksi. Namun justru karna itu Sassya malah leluasa melihat luka Zee yang kembali berdarah. Hanya dengan kode matanya,segelas air garam berhasil di siram ke luka Zee dari arah samping.


Zee bergeming dan "Krak!!" Suara tangan cewek tadi sepertinya patah dengan sekali putaran."Brak!!" Suara tubuh cewek tadi terlempar kebelakang diiringi teriakan kesakitan kemudian gadis malang itu tampak tidak sadarkan diri.


Brakk....brakkk!! "Sassya Azellea keluar kalian!!" Teriakan dosen dari luar tidak dihiraukan oleh keduanya.

__ADS_1


"Woi!! Gak usah berantemmm...."


"Keluar woi!!!"


"Anjing pintunya dikunci dari dalam..."


"Kasih tau Davian adiknya berantem...."


"Kasih tau Arkhan pacarnya berantem....!!"


"Bangsat gue kira lembut ternyata monster...!!"


"Habisin Zee,biar tukang bully di kampus kita ilang...."


"Lanjutin aja,yang menang jadi pacar gue...."


"Anjim seksi banget si Zee,boleh jadi bini gue!! Rela gue bayar mahar berapa juga!!......."


"Bodynya Sassya kalah jauh sama body Zee njirr...."


Dan pertengkaran di dalam semakin panas seiring sorakan puluhan mahasiswa yang menyaksikan secara live pertengkaran mereka dari jendela kelas yang transparan.


Entah bagaimana caranya kini tubuh Zee sudah kembali dibawah kendali Sassya. Posisi Zee terlihat mengkhawatirkan dengan 2 tanganya sudah diinjak 2 teman Sassya dan badannya terlungkup di lantai.


Meadaan yang semakin darurat karna memang pertarungan tidak seimbang 5 vs 1 dari segi tenaga harusnya Zee sudah berada di rumah sakit sejak tadi. Untung saja fisiknya kuat,masih ada untungnya itu. Jika tidak mungkin sekarang Azellea tinggal nama.


Sekuat tenaga,Zee masih berusaha melawan. Ia berusaha melakukan kick up dan berhasil,bersamaan dengan itu sebuah gelas kaca melayang ke arahnya untuk Zee refleks menunduk jadi gelas tersebut hanya mengenai dinding. Zee


mundur beberapa langkah mencari ruang kosong untuk mewaspadai keadaan.


Dari luar ruangan beberapa dosen sudah berkumpul dan berusaha membuka pintu yang masih terkunci. Di tambah lagi beberapa meja yang terlempar ke belakang pintu membuat pintu semakin susah dibuka.


Melihat keadaan yang semakin tidak terkendali,salah satu cowok yang tadinya ikut menonton perkelahian Zee dan Sassya memilih pergi terburu-buru dari situ. Tujuannya hanya satu mencari keberadaan teman-teman Zee dan Davian. Hanya mereka yang masih bisa diharapkan untuk melerai pertengakaran Zee dan Sassya yang tidak berujung.


Napas cowok tadi ngos-ngosan saat tiba di depan kelas Zee,namun sialnya kelas kosong sepertinya mata kuliah mereka telah usai. Tujuan berikutnya adalah kantin karna biasanya di situlah most wanted itu menongkrong.


Benar saja saat tiba di kantin ia bisa melihat dari jauh jika most wanted kampus mereka lengkap berada di situ,yang tidak ada hanya Sassya,Zee dan Zergan. Namun ada yang aneh, suasana kantin tampak berantakan seperti habis ketiban tawuran namun tidak ada waktu untuk mempertanyakan apa yang sudah terjadi sebelumnya. Ada Zee dan Sassya yang saat ini harus segera dihentikan.


Dengan napas ngos-ngosan ia memghampiri mereka dan berteriak.


"Davian!! Azellea berantem sama Sassya!!"


♥♥♥♥


mau double up?

__ADS_1


sebenarnya aku masih punya 2 bab lagi yg masih aku draff belum kupindahin ke APK NT, udah selesai aq ketik semalam. Rencananya mo buat cadangan siapa tau gk smpt ngetikkan, tpi kalau komenan kalian ramai bolehlah double up. Tpi nntilah liat kondisi wkwk,soalnya nnti sore aq mau ngehadirin ulang tahun temen,takutnya pulang malam jadinya gk smpt deh,liat kondisi lah ya😁😁


__ADS_2