
Sepulang kuliah,Zee langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Sandra. Sesuai janji Zee kemarin,jika hari ini sepulang kuliah ia akan membantu Sandra mengungkap fakta kematian Salma.
Zee bahkan sampai menolak ajakan Delice dan kawan-kawannya yang tadi sempat mengajak Zee untuk hang out ke cafe depan kampus.
Setelah setengah jam berkendara,sampailah Zee di depan kediaman Salma. Tidak seperti kemarin,hari ini seorang satpam dengan sigap membukakan gerbang begitu melihat mobil Zee datang. Sepertinya ia sudah tahu.
Setelah memarkirkan mobil di parkiran kampus,Zee langsung menghubungi Sandra,memberitahu gadis itu jika ia sudah ada di halaman rumah.
Tak berapa lama,Sandra akhirnya keluar. Kali ini gadis itu berpenampilan lebih feminim dari kemarin,stelan kemeja lengan panjang berwarna krem dan rok panjang berwarna navy di padu dengan sepatu kets putih membuat gadis itu tampak feminim.
"Masuk dulu Zee,gue ambil barang-barang yang kemarin di kamar Salma dulu." Ujar Sandra pada Zee.
Zee mengangguk dan berjalan mengikuti Sandra ke dalam rumah. Sebenarnya Zee penasaran,di rumah ini ada kamar Salma dan Sandra,tapi kenapa tidak ada orangtua mereka? Lalu jika dulu Sandra dan Salma serumah harusnya mereka juga satu sekolah,lalu kenapa Sandra tidak tahu tentang pembullyan Salma? Ada apa dengan mereka saat itu?
"Zee. Ngapain ngelamun di situ?" Sandra yang baru keluar dari kamar,heran melihat Zee yang tampak melamun di depan pintu kamar Salma.
Zee menggeleng."Gak papa."
"Ah,kirain kesambet tadi."
"Jadi kita mau kemana setelah ini?"
"Di diary nya salma ini ada kata-kata yang dia tulis dalam bentuk teka-teki. Coba deh lo liat dulu,mana tau itu petunjuk."
__ADS_1
...Sandra menyodorkan sebuah diary berwarna pink pada Zee. Zee mengambil diary tersebut dan mulai membacanya. Di sana tertulis beberapa kalimat teka-teki....
..."Ini sebuah gedung. Tempat di mana kisahnya di mulai. Di sini. Di tempat ini....
...Tempat yang gelap. Tempat yang sunyi....
...Tempat yang dingin. Dia mengurungku di sini....
...Aku takut. Seseorang tolong aku....
...Aku tidak bersalah."...
...Zee tampak terdiam setelah membaca kalimat tersebut. Ia langsung menatap Sandra sebentar. "Lo sama Salma gak satu sekolah?" Tanya Zee memastikan....
Sandra menggeleng."Gue sama dia terpisah sejak SMP. Bonyok gue divorce. Setelah mereka bercerai gue dan Salma masing-masing ikut salah satu dari ortu gue. Gue ikut papa keluar negeri dan Salma tinggal sama mama di sini. Tapi ketika Salma meninggal,nyokap gue depresi dan akhirnya di bawa keluar negeri buat tinggal sama papa. Mereka rujuk lagi setelah itu. " Jelas Sandra.
"Terus? Lo curiga Salma meninggal karena di bully darimana?" Tanya Zee lagi.
"Waktu itu gue sama papa datang ke sini begitu denger kabar kalau Salma meninggal karena bunuh diri di kamar. Sebelumnya gue mau ngasih tau lo kalau selama di luar negeri gue bekerja sebagai salah satu detektif di kantor swasta yang ada di sana. Begitu tau Sandra meninggal karena bunuh diri,gue langsung turun tangan buat ikut nyelidikin."
"Waktu itu ada polisi juga kok ke sini. Tapi mereka cuma bilang kalau kemungkinan Salma melakukan bunuh diri karena adanya tekanan dari lingkungan sekitar. Gue sempet tanya mama gua apa Salma punya masalah di rumah atau di sekolah,mama bilang Salma gak pernah cerita apa-apa. Akhirnya karena menurut gue gak ada jawaban yang memuaskan,gue mulai usut latar belakang Salma selama dia sekolah di sini."
"Dari info yang gue dapat,di sekolah Salma memang gak pernah bermasalah dengan siapapun. Tapi di sekolah Salma punya pacar yang ternyata abang lo,katanya abang lo ini punya adik tiri yang pernah ribut sama Salma satu kali di sekolah. Tapi katanya hanya sekali setelah itu Salma gak pernah terlibat kasus apapun. Awalnya gue percaya kalau ini gak ada hubungannya sama Davian."
__ADS_1
"Tapi beberapa hari setelahnya saat gue lagi beres-beres barang di kamar Salma,gue nemu surat di saku seragam putih abu-abu milik dia. Di surat itu ada pesan ancaman supaya Salma ngejauhin Davian dan teman-temannya yang lainnya. Kalau Salma gak mau ngejauhin mereka,orang itu akan bikin mama kenapa-napa."
"Dan lo liat ini." Sandra menunjuk sebuah vidio di hanphonenya. "Kejadian ini di ambil beberapa hari setelah surat itu di kirim. Ada tanggalnya di surat itu dan lihat tinggal di vidio ini."
Zee mengambil alih handphone Sandra dan mulai menonton vidio berdurasi singkat tersebut. Di dalam vidio tampak ada beberapa preman yang sedang mengikuti mama Salma,saat itu nyonya Guanna sepertinya baru pulang dari kantor.
Di vidio itu juga tampak mobil nyonya Guanna di hadang dan sempat di pecahkan kaca bagian depannya. Namun hanya sampai di situ karena setelahnya orang-orang kabur seperti layaknya di komando oleh seseorang.
"Jadi gimana? Lo tau maksud pesan dan vidio ini kan?" Tanya Sandra memastikan.
"Menurut dugaan gue,isi diary Salma kayaknya dia pernah di kurung di suatu tempat di sekolah. Kemungkinan gudang,toilet atau semacamnya."
"Jadi menurut lo gimana caranya kita bisa dapat bukti di sana? Lo tau gak lokasi-lokasi cctv di sana?" Tanya Sandra.
Zee menggeleng."Gue gak SMA di Vripagold. Kalau Salma satu sekolah sama abang gue artinya dia ada di Senior High School Vripagold dan gue sedari kecil home schooling karena gak bisa bahasa Indonesia. Gue baru sekolah keluar saat SMA. Tapi di SMA Andalenesia bahkan gue pun kuliah di sana kemarin dan lo tau itu."
Sandra mengangguk paham,tapi raut wajahnya tampak resah."Kalau gitu gimana caranya kita bisa masuk ke sana? Kalau lo aja gak paham seluk beluk sekolah sana?"
Zee tampak terdiam dengan otak yang terus berpikir. Untung walaupun amnesia gadis itu masih pintar. Tak lama setelahnya Zee menjentikkan jarinya dengan raut wajah senang.
"Gue punya ide. Urusan masuk ke dalam itu gampang. Sekolah itu punya gue,lebih tepatnya di warisin ke gue. Gue bisa pake kuasa gue buat bawa lo masuk ke sana. Tapi buat urusan seluk beluk kayaknya kita butuh alumni dari sana. Hitung-hitung buat mengelabui pihak di sekolah sana agar mereka gak curiga kalau kita lagi ngekuin penyelidikan. Gimana?"
"Ide lo bagus. Tapi alumni yang bisa di ajak ke sana siapa?"
__ADS_1
"Lo pikun ya? Kan lo juga tau ,kalau ada Delice,Kai,Clara,Agatha,dan siapa lagi itu. Mereka semua alumni sana. Lo pilih aja salah satu dari mereka buat bantuin lo." Ujar Zee agak geram karena Sandra tampak lemot.
"Arkhan gimana?" Tanya Sandra membuat Zee mendadak tersedak udara.