
Pagi hari......
Davian yang tidak terbiasa tidur di kasur yang sempit membuat dirinya sama sekali tidak bisa tidur nyenyak semalam,apalagi cara tidur Zee yang bisa dibilang sangat estetik membuat seluruh badan Davian terasa remuk.
"Dek!! Bangun dong!! Aelahh kaki lu di atas leher gue. Bisa mati gue kalau lu kayak gini sepanjang hari dek!!" Davian memelas saat Zee tidur seperti kerbau dengan posisi yang sudah tidak beraturan.
"GAK BANGUN LEMPAR KEBAWAH LO DEKK!!" Teriak Davian frustasi. Membuat Zee yang kaget langsung menendang tubuh Davian.
"Bukkkk!!"
"AZELLEAAAAAA!!!!"
"Bang Vian?? Lo gak papa??" Zee yang panik langsung melompat ke bawah kasur seraya menatap cengo ke arah Davian yang sudah terlentanh dengan estetik di lantai.
"Zee,lu manusia apa bukan sih?? Tidur udah kayak orang kesurupan. Dibangunin udah kayak mayat gak bangun-bangun!!" Davian mengomel sambil bangkit dari posisinya dan duduk di pinggir kasur.
"Kan Zee udah bilang dari semalam,bang Vian tidur aja di sofa lu bang Vian gak mau. Bukan salah Zee lah,salah bang Vian sendiri." Balas Zee sambil membuka gorden dan berjalan keluar kamar.
Baru saja Zee tiba di ruang tamu ketika suara ketukan mengagetkannya "Tokk..tokk..tokk!!!" Suara ketukan barusan tentu saja membuat Zee heran." Siapa pagi-pagi gini ke rumah? Bang Vian pesan sarapankah?" Gumam Zee pada dirinya sendiri sambil melangkah ke arah pintu.
"Sia.....?? Ucapan Zee terputus karena begitu pintu terbuka,orang di depannya langsung memeluk Zee dengan erat membuat Zee membeku di tempat.
"Arkhan??" Bisik Zee pelan,orang tersebut mengangguk tanpa melepas pelukannya.
"Gue nyari lo kemana-mana tau gak!! Gue sampe lacak lokasi lo!! Bahkan gue dengan sengaja retas komputer lo,buat nemuin lokasi lo kemarin,gue takut lo kenapa-napa. Tapi gue senang ternyata lo baik-baik aja!!" Arkhan terus berbicara tanpa melepas pelukannya,sementara Zee hanya diam saja tanpa menjawab ataupun membalas pelukan Arkhan.
Sementara di dalam kamar Davian heran sendiri karena ia seperti mendengar suara oranh berbicara tapi ia yakin itu bukan suara Zee. Karena penasaran Davian buru-buru menyusul Zee keluar.
"Dek!! Lo ngomong sama sia...pa..si..h..h.?? Pertanyaan Davian terputus saat melihat siapa orang yang kini tengah memeluk erat sang adik. Seketika aura permusuhan mulai terlihat dari tatapan Davian.
__ADS_1
"Ngapain lo di sini?? Tanya Davian sinis.
"Davian!!" Arkhan yang baru menyadari keberadaan Davian buru-buru melepas pelukannya dari Zee,begitu pula dengan Zee yang langsung membalikkan badannya menatap Davian dengan ekspresi datar khasnya.
"Bang Vian ngapain di situ?? Buruan mandi sana,lo harus nemenin gue beli makanan nanti sekalian belanja pakaian buat lo kan??" Zee mengalihkan pembicaraan,melihat tatapan Davian yang semakin tidak bersahabat pada Arkhan.
"Pakaian? Emang lo ke sini..?" Arkhan tidak melanjutkan ucapannya saat menyadari stelan piyama yang kini tengah di pakai oleh Davian.
"Bwahahahaha(🤣🤣),imut banget sih lo Vian!! Stelan doraemon punya siapa yang lo malingin??" Arkhan memegang perutnya sambil terus tertawa melihat penampilan menggemaskan ala Davian.
"Sialan lo!! Terus aja ketawa!! Paling ini bakalan jadi hari terakhir lo bisa buka mulut lo ,sebelum gigi lo gue comotin semua,terus mulut lo gue jait sampe rapat!!" Davian mengumpati Arkhan sambil melempar bantal sofa yang berada di dekatnya ke arah Arkhan. Bukannya marah Arkhan malah berjalan dengan santai mendekati Davian.
"MAU NGAPAIN LO??" Tanya Davian was-was melihat Arkhan berjalan ke arahnya sambil senyum-senyum idiot.
Arkhan tidak menjawab,tapi justru dengan cekatan ia memeluk tubuh kekar Davian dari belakang dan mengunci kedua tangannya membuat Davian kesulitan bergerak.
"Zee buruan keluarin HP lo kita foto bertiga, kapan lagi gue bisa liat abang lo segemoy ini!!"
"LO BERDUA GILA YA ?? WOII!!! Gak gini kalau mau bales dendam dek!!"
Zee tertawa puas melihat hasil foto mereka bertiga barusan,begitupun dengan Arkhan yang langsung melepas pelukannya barusan sambil tersenyum menang karena berhasil menjahili Davian.
"Gila,gila puas banget gue!! Pagi-pagi udah dapat hiburan!!" Ledek Arkhan sambil berlari menjauh ,saat melihat Davian sudah mengeluarkan tanduknya. Bahkan wajah Davian tampak memerah menahan emosi.
"Plukkk...!!" Tubuh Davian ambruk kembali ke atas sofa,setelah di tubruk oleh badan munggil Zee. Zee bahkan mendekap badan sang abang dengan erat membuat Davian hampir tidak bisa bernapas.
"Lo kenapa sih?? Zee badan gue bisa kram kalau lo nempel kayak koala gini!!" Davian berusaha melepaskan pelukan Zee.
"Gue senang banget bisa becanda kayak gini sama lo. Gue dari dulu ngarepin momen kayak gini,gue gak bakal nyia-nyiain kesempatan bareng lo hari ini. Karna kalau lo udah balik ke rumah papa,lo pasti gak bisa becanda lagi bareng gue." Ujar Zee lirih tangannya masih mendekap Davian,namun kali ini pelukannya sudah melonggar ,Davian terdiam mendengar ucapan Zee. Begitupun Arkhan yang tadi sibuk tertawa,kini ikut terdiam mendengar ucapan Zee barusan.
__ADS_1
"Heii!! Siapa yang bilang lo gak bisa main sama gue lagi?? Lo gak ingat semalam gue bilang kalau gak ada lagi yang bakal misahin kita termasuk mama atau siapapun itu. Lo bakal jadi satu-satunya adik kandung gue,lo gak lupa kan??" Arkhan mengangkat wajah Zee yang kini tampak murung ,berbeda dengan beberapa menit lalu.
Zee terdiam.mendengar setiap ucapan yang barusan Davian katakan. Bukan tidak mau percaya hanya saja hatinya tidak siap jika harus diabaikan lagi. Jadi ia memilih untuk tidak menaruh harapan lebih baik itu pada Davian ataupun papanya.
"Ekhmmm." Suara deheman Arkhan membuat Zee dan Davian sadar jika di situ tidak hanya ada mereka berdua.
"Oh iya,kok lo bisa tau Zee di sini??" Davian langsung membuka pertanyaan yang tentu saja ditujukan untuk Arkhan.
"Gue ngelacak Zee kemarin. Gue dapet kabar dari Kaivan kalau Zee kabur dari rumah, dan ternyata setelah gue lacak Zee nya ada di sini. Semalem gue langsung nyusul Zee ke sini. Tapi karna hujan gue terpaksa nginap di hotel dekat sini." Jelas Arkhan panjang lebar.
"Jujur aja sebenarnya gue gak suka liar lo ada di sini." Ucapan Davian barusan membuat Zee menatapnya dengan tajam,sementara Davian yang di tatap malah mengangkat bahu acuh." Cuman,karna Zee kayaknya gak keberatan lo di sini,terpaksalah gue mau gak mau juga ngizinin lo di sini." Lanjut Davian membuat Zee menghela napas pendek, sementara Arkhan langsung menatap Davian dengan tatapan heran.
"Lo serius??" Tanya Arkhan ragu.
"Gue gak berhak juga ngusir lo dari sini,ini rumah nyokap yang udah pernah di jual sama papa. Tapi di beli lagi sama Zee,jadi Zee lebih berhak. Kecuali kalau Zee yang minta lo pergi ya gue sih setuju banget."
Setelah berucap panjang lebar,Davian beranjak dari sofa dan berlalu menuju kamar Zee untuk mandi."Oh ya satu lagi,lo pesenin makanan buat sarapan pagi ini. Habis itu lo temenin gue sama Zee beli pakaian,engab gue pakai baju kemarin." Titah Davian sebelum masuk ke dalam kama mandi yang berada di dalam kamar Zee.
Arkhan hanya menangguk kemudian menatap Zee dengan tatapan yang cukup intens tanpa mengatakan apapun membuat Zee gugup sendiri. Tapi sebisa mungkin Zee menjaga ekspresinya agar tetap datar saat di tatap oleh Davian.
Namun lama-kelamaan Zee jengah juga. "Gue colok nih mata lo lama-lama." Ancam Zee membuat Arkhan terkekeh kecil.
"Gue kangen sama tingkah lo yang galak kayak gini. Jangan pergi lagi ya,bisa stress gue sama abang lo!!" Tanpa basa-basi Arkhan kembali beranjak memeluk tubuh munggil Zee membuat Zee membeku lagi.
"Bisa mati jantungan gue kalau gini terus!! please deh Arkhan,gue gak mau mati muda!!" Batin Zee meronta-ronta tapi badannya bener-bener sulit diajak berkompromi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like vote coment
__ADS_1
Lopyu all😁😁😁