
Hayukk guys,buruan di vote di komen,di like.
Aku ada tantangan nih buat readers di sini sama readers sebelah wkwk. Soalnya di novel aku yang sebelah lagi ramai juga. Jadi aku mau pasukan SOA jangan kalah terus koment biar gak kalah sama readers aku di sebelah. Kalau penasaran apa nama novelnya klik profilku ya😉😉
Tiba di markas dark night,hari sudah malam,jam menunjukkan pukul setengah 8 mala,wajar saja karna mereka terjebak macet tadi. Tanpa berpamitan Zee keluar dari mobil dan langsung menuju parkiran kemudian naik ke atas motornya,niatnya mau langsung pulang tapi kunci motornya malah dicabut oleh seseorang.
"Balikin kunci motor gua Kai!! Gua mau pulang!!"
"Bahu sama leher lo berdarah lagi!!" Ujar Kaivan sambil menunjuk ke arah bahu Zee.
Zee juga ikut menoleh,dan benar saja jaketnya tampak sedikit basah. Perban dan lehernya juga basah sedikit. Zee juga merasakan sedikit ngilu di bahunya. Aneh,padahal sedari tadi ia tidak merasakan apa-apa sedikitpun,apa karna tadi ia lupa kalau ia masih terluka.
"Gue masih kuat bawa motor sendiri" Jawab Zee datar,membuat Kaivan merasa ada yang aneh.
"Gue antar,gak ada penolakan!!"
Tanpa aba-aba Kaivan mengangkat tubuh munggil Zee ke atas motornya, kemudia ia duduk di depannya dan menyalakan motornya. Setelah membunyikan klakson keduanya pun meninggalkan markas,sepanjang jalan Zee tidak berbicara sedikitpun membuat Kai heran.
"Lo kenapa diem aja? Bahu lo sakit banget??"
"Gak!!"
"Lo gak mau peluk gue kayak biasanya??"
"Emang sekarang pelukan gue masih berati buat lo?"
"Maksud lo?? Lo kenapa sih?"
"Gak papa!!"
Akhirnya situasi kembali sunyi,Zee memilih untuk tidak menjawab lagi saat Kai mengajaknya berbicara hingga sampai ke depan apartemennya. Setelah melepas helm dan turun dari motor,Zee langsung masuk saja ke dalam gedung apartemen tanpa berbasi-basi apapun pada Kaivan.
"Queen gue kenapa??" Monolog Kaivan bingung,sambil memperhatikan siluet Zee yang perlahan menghilang dari pandangannya.
♡♡♡
Sementara di dalam apartemen, setelah menempelkan kartu akses masuk ke apartemennya. Zee mengendap-mengendap menuju kamarnya,lampu ruang tamu sudah dimatikan menandakan Davian mungkin sudah berada di kamarnya apalagi bodyguard yang tadi menjaganya sudah tidak ada di situ.
Baru saja Zee bersiap membuka pintu kamarnya. Terdengar suara tepuk tangan dan lampu mereka yang memang otomatis menyala saat mendengar suara tepuk tangan pun kini menyala dengan terang.
Tampak Davian yang tengah duduk di sofa memandangnya dengan wajah datar."Darimana?"
"Jalan sama Kaivano."
"Kaivano? Si Kai,sahabat Arkhan itu?" Tanya Davian mengubah nada suaranya menjadi menyelidik.
"Kenapa emang? Bukannya bang Vian udah tau kalau Zee dari dulu dekat sama Kai?"
"Tapikan dulu!! Sekarang lo udah sama Arkhan,dan Delice dekat sama Kai. Lo gak tau kalau mereka udah dekat dari awal Delice masuk kuliah di kampus papa?"
__ADS_1
Zee terdiam mendengar ucapan Davian. Jujur dari semua ucapan Davian,yang Zee tangkap hanya tentang kedekatan Delice dan Kaivan.
"Zee mau ke kamar. Capek,kita bahas ini lain kali aja."
"Zee!!"
Brakk!!! Pintu kamar Zee tertutup dengan kencangnya,membuat Davian heran.
"Dia marah? Salah gue dimana? Harusnyakan gue yang marah!!" Dengan berbagai pertanyaan di otaknya Davian memilih masuk ke kamarnya untuk kembali bermain game.
♡♡♡
Keesokan harinya di kampus.......
Baru saja Zee memarkirkan mobil sport miliknya di parkiran kampus. Terdengar suara bass seseorang memanggil namanya. Namun Zee pura-pura tidak mendengar dan tetap melanjutkan langkahnya.
"Chelle lo kenapa sih!!" Ujar Kaivan tergesa-gesa sambil mencengkal pergelangan Zee.
"Panggil gue Zee kayak yang lain!!"
"Queen!!"
"Mending lo balik ke kelas lo!!"
"Lo marah? Gue buat salah??"
"Menurut lo??"
"Lo gak ngerasa sama sekali?"
Kaivan menggeleng.
"Bawa Sandra masuk ke Dark Night, tanpa ngasih tau gue!! Pacaran sama Elis,dan gak cerita sedikitpun sama gue. Lo udah berubah,gue bahkan bingung lo masih nganggap keberadaan gue gak sih??" Tanya Zee geram,namun dengan suara tertahan takut menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar.
"Lo salah paham!! Gue bisa jelasin sekarang kalau lo mau!!" Kaivan langsung menarik Zee menuju rooftop.
"Ngapain ke sini sih!!"
"Jelasin semuanya!! Gue gak mau jadi pusat perhatian kalau kita ngomongin ini di parkiran."
"Gue ada kelas pagi."
"Queen!! Gak ada yang berubah,gue masih Vano lo yang dulu. Gue sayang sama lo,dan tentang Sandra,gue gak sengaja ketemu dia waktu itu. Dia keluar dari mall dan gue nyamperin dia,gue kira dia Salma, wajah dia mirip soalnya,tapi ternyata dia Sandra. Dia cerita banyak hal,termasuk tentang Sassya dan niat dia buat balas dendam. Ngedenger itu gue ajak dia gabung,biar bisa akrab sama lo,karna kalian punya tujuan yang sama. Masalah Delice,gue gak ada hubungan apa-apa sama dia. Kita dekat karna gue sahabatan sama Arkhan dan gue kenal dia dari SMA itupun setelah gue ketemu lo waktu balapan."
"Tapi bang Vian bilang..."
"Gak akan ada yang gantiin lo,you are my queen!! Sampai kapanpun bakalan kayak gitu. Harusnya gue yang nanya,hubungan lo sama Arkhan udah sampai mana?"
Kini giliran Zee yang dibuat bungkam,
__ADS_1
"Gu..e,gue gak tau!! Sejauh ini kita masih teman."
"Tapi lo mulai nyamankan sama dia? Lo bahkan cemburu waktu dia muji Sassya,padahal lo tau dia becanda. Lantas kalau lo mulai ada rasa sama dia, perasaan lo ke gue gimana?"
Zee masih diam.
"Lo gak bisa jawab? Sekarang gini, gue udah ditolak lo 4 kali sejak SMA. Bahkan sampai sekarang lo gak pernah kasih kepastian sedikitpun,dan gue tetap sabar nunggu lo. Tapi perlahan ada orang lain yang berusaha gantiin posisi lo, dan ada orang lain juga yang menginginkan lo. Gue harus gimana, di satu sisi gue sauang banget sama lo sampai detik ini. Tapi disi lain,lo masih gantungin gue sampai hari ini."
Zee menatap Kaivan dalam,seraya berkata."Gue egois ya Van?"
"Lo gak egois!! Mungkin gue yang terlalu maksain perasaan gue."
"Maaf!!" Ujar Zee tulus,tanpa aba-aba ia langsung memeluk erat tubuh Kaivan. Orang yang selalu ada untuknya sejak dulu.
Kaivan tersenyum sambil mengecup puncak kepala Zee pelan." Apapun keputusan lo,gue terima. Karna sesuai janji gue dulu,lo akan tetap jadi ratu di hati gue,walaupun nantinya hati lo bukan buat gue."
"Gue juga sayang sama lo,tapi...."
"Kalian berdua!!"
Zee mendongak kaget,sambil melepas peukannya dari Kaivan. Begitupun dengan Kaivan yang juga ikut menoleh ke arah suara tadi. Tak jauh dibelakang mereka sudah berdiri Davian,Clara,Arkhan,Natahan,Agatha,dan juga Delice. Mereka tampak tidak percaya dengan apa yang barusan mereka lihat dan mereka dengar.
"Kalian? Sejak kapan di sini?" Tanya Zee santai seolah tidak ada apa-apa barusan.
Namun berbeda dengan Delice dan Arkhan,dua kakak beradik itu memilih pergi meninggalkan rooftop dengan tergesa-gesa. Bahkan Arkhan membuang muka saat tak sengaja bersitatap dengan Zee barusan.
"Dek!! Kok bisa sih lo kayak gini!! Bukan ini yang gue maksud. Gue semalam udah ngomongkan sama lo, tapi kenapa malah gini yang terjadi." Ujar Davian geram,masih tidak menyangka jika adiknya malah tidak mempedulikan ucapannya.
"Mereka belum denger semuanya,gue bahkan belum selesai ngomong. Gue emang sayang sama Kai. Tapi sebatas adek abang,sama kayak elo. Tadinya gue mau ngomong gitu,tapi kalian keburu datang. Ya udah gak jadi."
"Tapi tetap aja,mereka udah salah paham."
"Salah paham doang kan? Bukan salah gue,jadi kenapa masih natap gue aneh kayak gitu."
"Gini nih,kalau punya temen kelewatan cuek,kelampau santuy,dan kebangetan gak pekanya. Udah jelas-jelas lo berdua buat mereka salah paham. Ya berati salah lo berdua,bisa gak bisa,mau gak mau lo berdua harus jelasin lagi ke Arkhan dan Delice biar mereka ngerti."
Agatha yang geram langsung mengoceh panjang lebar.
"Buruan susul mereka berdua!! Gue seret nih,kalau sampai lo berdua ngebiarin kesalahpahaman ini berlarut-larut." Ancam Agatha sok serius. Sementara Clara dan Davian hanya menjadi pendengar serius. Untuk urusan sikap cuek Zee,hanya ocehan berisik Agatha yang mungkin bisa mengusiknya.
"Ya udah Queen buruan susulin sana si Arkhan. Gue gak mau ada kesalahpahaman." Ujar Kaivan santai sambil menepuk pundak Zee pelan.
"Gue bantuin lo ngomong sama Arkhan deh!!" Dengan santainya Kaivan kembali menggandeng tangan Zee hendak membawanya turun ke bawah. Namun terhenti saat Agatha menarik lengan bajunya dengan kuat.
"BANGKAI!!! Lo kira di sini Zee doang yang salah?? Lo juga salah bambang!! Jadi lo juga harus jelasin ke Delice. Heran deh,kok lo berdua sama-sama spesien gak peka sih!! Pantes aja dari dulu gagal jadian,gini toh tabiatnya." Tingkat kekesalan Agatha menjadi-jadi melihat kelakuan Zee dan Kaivan yang kelewat bego dan gak peka.
"Iya,nyonya Nathan Aldebaran. Gue bakalan jelasin ke Elis!! Tapi lepasin dulu baju gue,mahal ini. Kalau sobek lo gak bakal bisa ganti!!" Ujar Kaivan sombong,sambil menarik bajunya agar lepas dari pegangang Agatha.
Benar saja pegangannya terlepas,namun Agatha lebih dulu mencubit pinggang Kaivan kuat membuat Kaivan mengaduh sakit.
__ADS_1
"Ajaran cewek lo,biar gak kayak kepiting. Main asal capit aja,gue lemparin dari sini,mati lo!!" Kesal Kai,setengah becanda,namun berhasil membuat Agatha menganga tak percaya.
"Gila,sikopat ternyata!!" Ujar Clara bergidik ngeri seraya merapatkan tubuhnya ke Davian sedangkan Agatha juga ikut merapatkan badannya ke Nathan.Sedangkan Zee dan Kaivan hanya tertawa kecil kemudian berlalu turun ke bawah.