
Hei kalian,maaf ya kemarin malah gak jadi up bab selanjutnya. Kemarin jaringan gangguan di tempat ku hari ini pun masih,cuma ya masih bisa diusahakan. Semoga juga ini reviewnya cepat.....
♡♡♡
Berselang 30 menit setelah tragedi dada rata yang memicu pertengkaran Zee dan Davian tadi. Pintu kamar Zee kembali diketuk. Dengan malas Zee berjalan untuk membukakan pintu kamarnya.
Begitu pintu terbuka,tampak dua MUA tengah berdiri dengan membawa dua tas berisi make up yang cukup besar. Di belakang mereka ada Bella dan Jullie yang langsung menunduk hormat begitu melihat Zee keluar.
"Dengan nona Azellea ya?" Tanya Salah satu MUA membuat Zee mengangguk.
"Perkenalkan nona,saya Della dan ini Winda teman saya. Kami berdua diminta untuk membantu merias nona muda." Ujar Wanita yang bernama Della tadi dengan ramah.
"Iya silahkan masuk,tadi abang saya sudah bilang." Jawab Zee datar.
Dengan sedikit canggung kedua MUA itu masuk ke kamar Zee,di dalam Zee langsung membawa mereka menuju meja riasnya yang ada di sudut ruangan. Sedangkan Jullie dan Bella,dua wanita itu kini berdiri tepat di samping meja rias Zee,mengawasi setiap detail kerja dua MUA tadi.
Di sela-sela di dandani,Zee diam-diam mengamati dua MUA yang sedang fokus mendadaninya itu. Mata Zee iseng melirik ukuran dada kedua wanita dewasa di belakangnya tersebut kemudian ia melirik dadanya sendiri.
"Sama aja perasaan,punya gue gak rata-rata amat." Zee bermonolog dalam hatinya,hingga tidak sadar satu tangannya malah menyentuh dadanya sendiri.
Bella dan Jullie yang melihat Zee menekan-nekan dadanya,malah salah paham. Keduanya malah mengira jika Zee sakit atau mungkin sesak napas.
"Nona apa anda baik-baik saja?" Jullie memberanikan diri untuk bertanya.
Zee yang merasa di tanya malah mengerjab-ngerjab bingung.
"Aku? Kenapa emang?" Tanya Zee heran.
"Ah,itu dari tadi saya melihat nona terus menekan-nekan dada nona. Saya kira nona sesak napas? Atau perlu saya beritahu tuan,jika anda sedang sakit?" Tanya Jullie perhatian.
Zee yang baru sadar jika kelakuannya membuat orang lain kebingungan buru-buru meluruskan pada kedua bodyguardnya jika ia baik-baik saja.
♡♡♡
Hampir satu jam berlalu,kini Zee sudah siap dengan riasan make up yang semakin menambah kecantikannya. Kedua MUA tadipun sudah kembali turun ke bawah diantar oleh Jullie dan Bella.
Tinggalah Zee sendiri di kamarnya, gadis itu kini tengah sibuk mengamati penampilan barunya di depan cermin full body di hadapannya itu.
__ADS_1
Zee tersenyum manis melihat hasil riasannya yang memang pas di wajahnya,tidak terlalu menor tapi juga tidak juga terlalu polos. Wajahnya malah tampak lebih dewasa dengan riasan tersebut.
"Baru kali ini gue ngerasa cantik banget!! Sassya aja kalah cantik sama gue." Ujar Zee narsis sambil berputar-putar di depan cermin.
Setelah puas mengagumi dirinya sendiri,Zee memilih berjalan ke arah tempat tidurnya untuk mengambil kalung dan sepatu pemberian Arkhan yang tadi masih berada di dalam kotaknya.
Zee mulai memasangkan kalung pemberian Arkhan tadi ke lehernya. Setelah itu ia beralih pada sepatu high heels yang terlihat begitu pas setelah dipasangkan di kedua kakinya.
Zee berjalan ke depan cermin sekali lagi. Setelah memastikan semuanya sempurna,Zee beralih mengambil tas kecil milik mendiang mamanya dulu. Tas yang tampak begitu serasi dengan gaun dan sepatu yang dikenakannya. Begitupun dengan kalung pemberian Arkhan tadi yang membuat penampilan Zee semakin terkesan mewah dan elegan.
Dengan anggun Zee berjalan keluar kamarnya,tumit sepatu yang tidak terlalu tinggi membuat Zee mudah berjalan tanpa takut jatuh.
♡♡♡
"Selamat siang nona cantik!!"
Zee sedikit terkejut begitu melihat Davian sudah berdiri menunggunya di depan pintu. Pria itu juga sudah siap dengan baju jas berwarna putih susu yang membalut tubuh tegapnya.
"Kita langsung berangkat ke hotelnya siang ini?" Zee bertanya pada Davian saat keduany akan turun ke bawah.
"Iyalah,acaranyakan dimulai dari jam tiga sore nanti. Belum lagi nanti di jalan pasti agak macet,mama sama papa aja udah berangkat. Sassya juga tadi berangkat bareng Raynand."
"Oh,berati ada kemungkinan nanti kita datangnya telat bang?"
"Kayaknya sih gitu,lagian acaranya juga lebih ke bisnis. Nanti pasti banyak kolega-kolega papa yang ngomongin masalah kerja sama perusahaan. Biasanya sih gitu,makanya dulu kalau ada acara keluarga tu ikut biar lo paham."
"Hishh,salah siapa? Kalian yang bikin gue malas ikut."
"Iya...iya kami yang salah,maaf ya nona cantik."
"Hmmm"
"Ngomong-ngomong kalung lo bagus!! Di kasih Arkhan atau Kaivan nih?"
"Arkhan lah!! Lo kira gue cewek apaan,masa gue ngerebut gebetan sahabat gue sendiri."
"Uwahh,sekarang Zee udah punya teman ya wkwkw...."
__ADS_1
Zee hanya mendengus menanggapi godaan Davian,keduanya terus berjalan hingga sampai di parkiran. Beberapa orang bodyguard di luar langsung berjalan membukakan pintu mobil untuk Davian dan Zee.
"Bella sama Jullie kemana ya? Tumben gak ngikutin gue." Zee baru menyadari kedua bodyguard pribadinya itu tidak ada sedari tadi.
"Oh,mereka berangkat duluan. Ngomong-ngomong lo udah tau belum kalau di akhir acara nanti bakalan diumumin pertunangan Sassya sama Raynand?"
"Hah,gimana?" Zee yang tidak tau apa-apa mendadak kaget mendengar ucapan abangnya.
"Acara pertunangan Sassya Zee!! Sebenarnya semalam kita mau ngasih tau hal ini. Tapi lo malah kabur,gini kan jadinya lo malah gak tau. Tapi sebenarnya pertunangan mereka juga demi kelancaran bisnis sih."
Davian tampak menjelaskan,namun tak digubris oleh Zee. Gadis itu kini tampak termenung menghadap ke luar jendela mobil.
"Kayaknya hari ini bakalan banyak kejutan deh. Gue gak tau gimana reaksi papa dan keluarga Raynand nantinya. Apalagi bang Vian,dia yang paling gak tau apa-apa di sini."
Monolog Zee dalam hati.
Zee kembali mengalihkan pandangannya pada Davian yang tampak menunggu respon darinya.
"Hmm,bang gue mau nanya. Kalau misal ya ini,misalnya lo udah percaya banget sama seseorang. Dia bahkan udah jadi bagian dari kehidupan lo,orang yang rela lo lindungi mati-matian,tapi suatu ketika lo tau kalau ternyata orang itu ngehianatin lo. Bahkan ngehancurin hal-hal berharga di sekitar lo tanpa lo sadari, reaksi lo setelah tau gimana bang?"
Davian mengangkat alisnya bingung, pertanyaan Zee justru keluar konteks pembicaraan. Namun karena menghargai,ia tetap menjawab pertanyaan Zee.
"Reaksi gue ? Gimana ya,tergantung sih separah apa penghianatan dia. Kalau masih bisa gue maafin,bakalan gue maafin. Tapi satu hal yang harus lo tahu. Parasit kalau lo pelihara cepat atau lambat dia pasti akan ambil alih posisi lo dan ngehancurin lo. Jadi ada kemungkinan gue maafin dia,tapi gue gak akan izinin dia masuk ke kehidupan gue lagi. Intinya,dia gue maafin tapi hubungan gue sama orang itu gak akan sebaik sebelumnya."
Zee mengangguk-angguk paham. Menurutnya jawaban Davian realistis,setidaknya itu juga mungkin yang akan Zee lakukan pada orang yang kini menjadi targetnya. Zee tidak berniat menghancurkan mereka sepenuhnya,ia hanya memberi pelajaran. Bahkan Zee sudah meminta bantuan Sandra dan Kaivan agar urusan mereka tidak sampai di jalur hukum. Ia hanya ingin membuat Melissa dan Sassya keluar dari kehidupan William dan keluarganya.
"Kenapa lo tiba-tiba nanya kayak gitu? Perasaan dari tadi lo banyak termenung deh. Lo lagi mikirin sesuatu?"
Davian bertanya sambil menatap wajah Zee dengan intens. Sedangkan Zee hanya menggeleng menjawab pertanyaan Davian.
"Gue kan bilang cuma misal." Kilah Zee seadanya. Walau tidak puas dengan jawaban sang adik,Davian akhirnya menyerah memilih memainkan HP-nya mengabaikan Zee yang sudah kembali membuang pandangannya keluar jendela.
♡♡♡
"Tringg..." Notifikasi HP Zee akhirnya mengembalikan kesadaran Zee. Gadis itu segera membuka pesan yang masuk di WA-nya.
*Isi pesan*
__ADS_1
"Gue sama Dia udah di hotel. Acaranya udah dimulai,tinggal nunggu arahan dari lo."
"Ok!!"