Story Of Azellea

Story Of Azellea
Permainan di Mulai


__ADS_3

Sassya hanya bisa menatap tajam saat melihat kendaraan William dan Davian sudah meninggalkan area kantor.


Dengan tangan terkepal ia berjalan masuk ke dalam mobil miliknya. "Zee masuk rumah sakit?? Kenapa gak sekalian meninggal aja sih lo?? Selama lo hidup lo cuma ngehalangin rencana gue sama mama." Gerutu Sassya penuh emosi sambil mencengkram erat kemudi mobilnya.


"Gak,gak boleh diam aja. Zee udah ngerebut semuanya dari gue, kemarin dia berhasil bawa kak Vian,hari ini dia juga mulai ngambil sama papa. Kedepannya gue gak bakalan biarin dia dapatin yang dia mau."


Sassya merogoh HP di saku tas selempangnya dan menghubungi seseorang."Hallo.."


"Hallo sayang,kenapa??"


"Ma,Sassya ada berita bagus tapi sedikit buruk juga. Zee masuk rumah sakit dan keadaannya kayaknya parah. Dia abis kecelakaan dan tadi bang Vian ke kantor papa buat minta donoran darah dan parahnya lagi papa mau ,papa ternyata masih peduli sama Zee. Mama gak bakalan diem aja kan ma ,kita harus ngelakuin sesuatu. Kalau perlu mama singkirin aja pria tua itu secepatnya sekalian sama Zee dan Davian,kalau mereka gak ada harta keluarga William bakalan jadi milik kita,mama gak mau itu??"


"Kamu tenang aja Sya,mama gak sebodoh itu. Semuanya cuma tinggal menunggu waktu,karna kemarin mama udah dapet sesuatu yang bisa buat rencana kita berjalan mulus,dan kecil kemungkinan buat ketahuan."


"Maksud mama??"


"Mama kemarin dapat kiriman racun dari orang suruhan mama yang bisa bikin pria tua itu mati secara perlahan tanpa orang lain sadari. Kita cukup tunggu waktu yang tepat untuk bermain."


"Mama memang yang terbaik,Sassya sayang sama mama."


Telepon terputus dengan raut wajah puas tampak menghiasi wajah Sassya. "Gak lama lagi Zee,seluruh orang yang lo sayang bakalan pergi ninggalin lo. Setelah semuanya beres gue yang bakal ngehilangin lo dari pandangan siapapun. Kalau perlu lo harus mati dengan di tangan gue."


Ucap Sassya sambil tertawa jahat. Tingkahnya tak ubah seperti orang gila yang kabur dari rumah sakit jiwa.


♥♥♥

__ADS_1


Sementara di rumah sakit ada seorang pria yang sedang tersenyum smirk. Ia baru saja mendengar semua percakapan dua manusia ular tadi dari balik earphonenya.


"Tunggu sampai Zee bangun , gue yakin dia gak akan tinggal diam Sya. Kalian berdua salah cari lawan,Zee bukan tandingan kalian. Keadaan bisa dia putar balik secepatnya kalau dia mau." Gumam orang tersebut sambil tersenyum. Sementara jemarinya sibuk mengetik pesan pada beberapa orang.


Kemudian menelpon seseorang.


"Hallo,Marissa!!"


"Gimana Van??"


"Gue kirimin lewan pesan suara,lo dengar dan simpulin sendiri  hukuman apa yang pantes buat orang licik kayak mereka."


"Lo tenang aja,gue gak bakalan biarin mereka mati dengan mudah setelah apa yang mereka lakuin ke adek gue!!  Gue bakalan buat mereka hidup dengan segala siksaan sampai mereka milih mati daripada terus tertekan,sama kayak yang di rasain adek gue dulu."


Wanita yang di panggil Marissa tadi terdengar berdehem kecil. Setelahnya telepon dimatikan .


Kemudian  ia kembali terdengar menghubungi seseorang. "Hallo bi surti!! Vano boleh minta tolong, ganti semua bahan makanan di rumah terutama yang nantinya bakalan di makan sama pak William. Semuanya termasuk minuman,lakuin saat kondisi rumah kosong,satu lagi minta bantuan satpam rumah buat matiin cctv selama bibi beresin semuanya. Usahain main cantik bi,saat ini Zee lagi gak bisa diandelin. Jadi kita harus lebih kompak."


Setelah berbicara panjang lebar pria tadi mematikan telpon dan memasukkannya ke dalam saku jaketnya. Namun saat ia membalikkan badannya ia tersentak kaget karna kedatangan sosok Delice yang entah darimana.


"Bang Kai!! Ngapain di sini?? Di cariin sama anak-anak dari tadi. Bilangnya ke toilet malah tenggelam di sini!!" Omel Delice pada pria tadi yang ternyata adalah Kaivano Anggara. Selain sahabat Zee tak banyak yang tau jika ia juga leader Dark Night,genk motor yang ia dan Zee buat saat masih SMA dulu.


"Habis nyari cicak!!" Jawab Kaivan kesal."Lagian nama gue Kaivano Anggara,catet tuh. Jadi stop panggil gue bangkai,gemes gue dengernya. Kalau aja gak inget lo adeknya Arkhan sama Zergan udah cubit ginjal lo!!"


"Santai dong,gue ke sini tuh mau nyari lo bukan nyari ribut. Gak sempet tau,si ribut juga lagi kondangan." Ujar Delice ngelawak.

__ADS_1


"Baek amat lo mau di suruh nyari gue?? Sapa yang nyuruh tumben lo mau??"


"Bang Nathan,lo taulah kalau dia udah ngomong lengkap sama es baloknya. Gua gak bakal berkutik, masih mending bang Zerganlah."


"Owhh!! Ya udah yuk balik ke sana. Btw papanya Zee mau di bawa ke sini gak??"


"Mau kok,tuh orangnya udah datang. Malahan udah masuk ke ruangan Zee tadi,datang barengan sama bang Vian. Tapi raut wajah papanya Zee datar banget ya,ngeri gue!!" Celoteh Delice.


Kaivan hanya tertawa kecil mendengarnya." Udah gak herankan kenapa wajah Zee sama Vian datar plus dingin?? Turunan bokapnya hahaha." Ujar Kaivan santai,Delice mau tak mau ikut tertawa sambil mengangguk membenarkan.


"Darimana aja lu berdua??" Suara Clara terdengar merecoki gendang telinga Delice saat keduanya sampai di ruang tunggu tempat Zee di rawat.


"Tau tuh,yang satu katanya ke toilet tapi malah tenggelam,yang satu di suruh nyusul malah ikut tenggelam. Lu berdua ambil kesempatan buat pacaran?? Agatha ikut mengomeli dua orang itu.


"Apaan sih lo pada,orang kita ke sana gak sampai seabad. Lebay banget tau gak!!" Ujar Delice membela diri.


"Udah-udah gak usah diributin. Ngomong-ngomong kondisi Zee gimana??" Tanya Kaivan mengalihkan pembicaraan.


Semua di situ sama-sama menggeleng.


"Belum ada info lanjutan,papa juga masih di dalam buat donorin darah. Tapi semoga aja Zee gak kenapa-napa." Ujar Davian.


"Lo tenang aja,gue kenal Zee udah lama. Dia itu cewek kuat,lo gak tau aja kalau dia dulu sering berantem sama preman jalanan atau anak genk motor lain pas balapan. Bahkan pernah kecelakaan parah pas balapan,motor dia rusak tapi ajaibnya dia cuma cedera ringan. Jadi lo tenang aja,dia mantan berandalan,fisik sama mental dia udah terlatih kuat." Ujar Kaivan dengan yakin.


Semua di situ hanya bisa melongo takjub mendengar ucapan Kaivan. Mereka hampir tak percaya jika Kaivan sangat mengenal Zee bahkan jauh lebih dulu dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2