Story Of Azellea

Story Of Azellea
Jadian Mendadak(Spesial Davian Clara)2


__ADS_3

♥♥Sebelum baca aku mau ingetin buat like,vote and comen dulu ya,kasih hadiah juga boleh biar aku tambah semangat buat up 😁♥♥♥


😉😉


"Kok bang Vian diem?? Bang Vian marah ya?? Maafin Clara ya kalau gitu." Ujar Clara sambil menunduk takut.


"Gak kok,gue gak marah. Gue udah janji buat gak marah tadikan?"


"Terus kenapa diem??"


"Ya terus harus gimana? Gue juga gak tahu mau respon apa,antara percaya dan ragu. Tapi gue gak nyalahin penilaian lo kok."


"Kirain bang Vian marah."


Davian menggeleng,mobil keduanya sudah sampai di parkiran cafe Zee. Clara turun terlebih dahulu disusul Davian di belakangnya


Sampai dari jendela cafe yang mengahadap ke luar Clara melambaikan tangannya ke arah meja dimana terdapat Zee dan teman-teman yang lain sudah menunggu di sana.


"Gue duluan ke sana ya,bang Vian jalannya lama." Ujar Clara,Davian hanya mengangguk.


"Gue balik ke mobil bentar,HP gue ketinggalan!!" Ujar Davian sambil berbalik kembali menuju parkiran.


Clara mengangguk ,dengan cepat ia berlari kecil memasuki cafe untuk menghampiri teman-temannya." Guys gue....'Bukk!!'. Karna terlalu buru-buru Clara tidak sengaja menabrak pembeli yang baru saja keluar dari cafe. Bahkan minuman yang di pegang orang itu ikut tumpah membasahi keduanya.


"Auchh...!! Heh!! Lo kalau jalan liat-liat dong,lo kira gue makhluk astral main lo tabrak aja!!" Kesal perempuan tadi yang tidak sengaja ditabrak Clara.


"Maaf kak,gak sengaja gue buru-buru tadi. Maaf ya." Ujar Clara merasa bersalah.


"Lo pikir dengan minta maaf baju gue bisa kering!! Liat dong,baju gue mahal gini. Lo mau ganti hah!! Nodanya gak mudah hilang tau!!"


"Kenapa sayang??" Tanya seseorang yang baru saja datang. Suaranya tidak asing di telingan Clara.


"R..rio??" Ucap Clara pelan.

__ADS_1


Pria itu menoleh,"Heh!! Lo apain pacar gue?? Lo kalau ada masalah sama gue,gak usah ngelibatin orang lain." Pria yang dipanggil Rio tadi langsung ngegas.


Clara gugup dibuatnya,sementara teman-temannya yang melihat kejadian itu dari dalam cafe itu buru-buru bangun dari meja termasuk Zee.


"Biar gue yang samperin,lo semua di sini aja!!" Tegas Nathan,namun baru selangkah berjalan,Davian sudah lebih dulu datang dengan tampang dinginnya.


"Ngeributin apaan bro??" Tanya Davian sambil menarik Clara ke sampingnya.


"Lo siapa?? Gak usah ikut campur,nih cewek udah bikin masalah sama pacar gue!!" Tegas Rio.


"Dia pacar gue,urusan dia urusan gue juga!!" Balas Davian santai.


"Jadi cewek gua bikin masalah apa sama lu berdua??"


"Owhh,pacarnya!! Asal lu tau ya,Clara ini mantan pacar gua. Gua tau kelakuan dia gak baik,aneh aja lo mau  pacaran sama dia. Lo gak tau kalau mamanya ******?? Mamanya itu model di luar negeri,ya lo taulah kelakuan selebriti kebanyakan,apalagi mamanya janda gitu." Provokasi dari Rio.


"Plakk! Mama gue bukan ******,gak usah ngomong sembarangan. Lo cowok bajingan yang suka mainin cewek,gak pantes ngejelekkin mama gue!!" Teriak Clara keras di depan wajah Rio. Pengunjung yang melihat keributan di luar cafe itu langsung berbisik-bisik membicarakan mereka berempat.


"Udah berani lo main kasar sama gue??" Rio mencengkram kuat tangan Clara membuat Clara meringis.


"Gak usah kasar sama cewek. Lo cowok mental baja dikit dong!! Tempe kayak gini mau diapain??" Ledek Davian.


"Lo nyari ribut juga sama gue?? Di kasih apa sama Clara sampai bucin kayak gini?? Di kasih jatah setiap malam ya??"


"Bajingan 'bukk...!!' jaga mulut lo ya!!  Clara bukan cewek sembarangan kayak yang lo bilang!!" Teriak Davian keras,Rio sudah tersungkur di samping kaki meja karna pukulan Davian. Namun segera bangkit lagi. Ia kembali ingin menyerang Davian namun Davian berhasil menghindar.


"Dek!! Sisanya gua atau lo yang urus??" Tanya Davian tegas,Zee dan yang lainnya yang entah sejak kapan sudah berada di belakang mereka menatap Davian penuh tanda tanya. Sedangkan Zee tersenyum senang saat tahu Davian mengajaknya terlibat.


Dengan aura dinginnya Zee berjalan santai ke arah keributan tadi. "Tadi niatnya sih gue pengen tanggung jawab. Berhubungan kejadiannya di cafe gue,tapi ngeliat kelakuan lo gue jadi malas." Ucap Zee datar.


"Kata bang Nathan tadi,lo biasanya main kasar ya sama Clara??" Zee berkata sambil menarik Rio beserta pacarnya menuju belakang cafe. Ia malas membuat tontonan di depan cafenya.


"Main kasar yang kayak gimana bang?? Yang kayak gini??" Zee menampar pipi kanan Rio kuat,membuat Rio mundur beberapa langkah.

__ADS_1


"Woi!! Anjing!! Bukan karna lo cewek gua harus sopan sama lo!! Lo mau ribut,ayo!!" Rio bermaksud melayangkan pukulan balasan karna tidak terima dengan perlakuan Zee.


Namun Zee segera menendang perut Rio hingga terjengkang kebelakang.


"Lo cewek manja,kalau gak mau babak belur mending cabut!!" Ancam Zee pada cewek tadi. Bak mendapatkan angin segar cewek itu segera berlari dari tempatnya,namun tidak berjalan dengan mulus karna Zee menendang kakinya hingga nyaris jatuh.


"Sorry,udah lama gua gak bikin ulah. Kalau gak mikir lo lemah,udah gua ajak sparring sih." Ancam Zee membuat cewek tadi mengambil langkah seribu tanpa memikirkan kakinya yang terasa nyut-nyut.


Tanpa Zee tau dari arah belakang Rio sudah memegang botol minuman squash yang siap si banting ke arah kepala Zee.


"Zee!! Awass!! Dibelakang lo!!" Teriak Clara panik. Arkhan dan Davian segera berlari ke arah Zee.


'Bukkk!!' Semuanya terlambat,botol kaca tersebut sudah lebih dulu menghantam kepala Zee.  Walaupun Zee sempat menghindar tetap saja ia tidak berhasil mengelak serangan Rio.


"Anjing!! Kalau berani main depan-depanan dong!!" Kesal Zee,ia balas menyerang secara membabi buta. Namun karna pukulan dan luka di kepalanya membuat kesadaran Zee menurun. Satu tendangan mendarat di perut Zee membuat Zee memuntahkan darah dari mulutnya. Hampir saja ia tumbang ke tanah jika tidak segera di tangkap Arkhan.


"Gila!!Anjing!! Bangsat lo!!  Berani lo celakain adek gue!!" Davian bak orang kesetanan memukul Rio sampai tidak dapat bergerak lagi." Mati aja lo sekalian!!"


"Bang Vian UDAH!!" Teriak Zee dengan sisa-sisa tenaganya.


"Gua senang sih lo belain gue,tapi gue gak mau ya,lo mendadak jadi psikopat hari ini." Ujar Zee dengan sedikit bercanda.


Davian menghentikan kegiatannya." Lo selamat hari ini!! Tapi gak sama karir bokap lo. Lo pikir gua gak kenal lo siapa?? Gua juga tahu kalau bokap lo manajer di Brytania's Group,dan asal lo tahu. Gua CEO~nya. Gua jamin bokap lo bakalan masuk black list di semua daftar perusahaan di sini."


"Gua harap lo bisa bawa keluarga lo pergi dari kota ini kalau perlu. Karna gue Davian William gak bakal biarin lo hidup kalau sampai gue ketemu lo lagi buat yang kedua kalinya."  Ancam Davian dingin. Rio tersentak mendengar setiap ucapan Davian barusan. Terutama saat mendengar nama belakangnya,rasa sesal menyelimuti perasaannya namun semuanya sudah terlambat.


"Bawa adek gue ke rumah sakit sekarang!! Gua mau beresin ni orang, nanti gua sama yang lain nyusul." Titah Davian dingin.


Arkhan mengangguk dengan cepat ia membopong tubuh munggil Zee yang sudah sangat lemah ke dalam mobil.


"Biar gua yang bawa mobil,lo pegang Zee di belakang aja!!" Clara merebut kunci mobil dari tangan Arkhan. Arkhan hanya mengangguk. Mobil melaju dengan kencang menuju rumah sakit.


♥♥♥♥

__ADS_1


Hayoo ada yang greget gak nih sama endingnya😂beda jauh dari judulnya kan,harusnya happy ending eh malah action ending. Gak tahu kenapa pas ngetik malah kepikiran buat gitu.


Btw kalian lebih kasian sama Rio atau Zee. Jangan lupa komen ya😂😂.


__ADS_2