Story Of Azellea

Story Of Azellea
Bab 11 : Kedai dan Someone


__ADS_3

Pukul dua siang,di Kedai Ice Cream Rainbow.


Kaivan dan Zee kini tengah duduk di salah satu kursi yang ada di sudut ruangan kedai tersebut. Sedari datang,hingga kini  saat pesanannya sudah datang. Zee tetap saja tak bisa duduk dengan tenang. Ia terus merasa was-was tanpa sebab.


Perlahan Zee menolehkan kepalanya ke belakang memastikan jika ada orang yang bisa di curigainya. Tapi nihil semua orang di kedai tersebut tak ada yang menampakkan gelagat aneh dan itu membuat Zee mendegus geram.


"Lo kenapa sih?" Tanya Kaivan membuat Zee yang tengah menoleh ke kanan dan ke kiri menghentikan aktivitasnya.


"Gak papa,ayo buruan. Gue gak mau pulang malam,banyak tugas kuliah soalnya." Bohong Zee,padahal ia ingat pesan Davian tadi yang memintanya untuk pulang sebelum jam delapan.


"Beneran?" Tanya Kaivan memastikan.


Zee mengangguk yakin. Tangannya bergerak cepat menyuapkan sisa ice cream ke dalam mulutnya setelah itu menyedot milkshake di gelasnya dengan rakus hingga tandas,kelakuan Zee membuat Kaivan semakin heran.


"Chelle?" Nada suara Kaivan terdengar mengintimidasi pertanda jika cowok di depannya ini sudah dalam mode penasaran tingkat tinggi.


"Gue mau pulang sekarang. Lo kalau masih mau di sini juga gak papa,atau mau gue panggilin salah satu anak Dark Night buat nemenin lo?" Zee memilih mengalihkan perhatian.


"Gak usah,gue juga harus pulang tadi mama udah telpon,ngingetin biar gak pulang malam." Jawab Kaivan sambil meneguk sisa minuman di gelasnya.


Zee mengangguk paham,tangannya bergerak mengambil tas dan menyampirkannya di pundak.


"Gue duluan ya..." Pamit Zee.


Kaivan  mengangguk kecil." Gak mau gue anter?" Tanya Kaivan lagi, sebelum Zee benar-benar pergi.


Zee menggeleng,sebenarnya Zee mau saja diantar Kaivan. Namun hari ini papanya kembali memintanya pulang ke rumah,jadi Zee tak mungkin menerima tawaran Kaivan,bisa-bisa pria itu tau identitas aslinya.


Kedua orang itu akhirnya keluar


dari kedai menuju kendaraan masing-masing. Zee sengaja membiarkan mobil Kaivan menjauh terlebih dahulu.


Setelah memastikan Kaivan benar-benar pergi barulah Zee menyusul masuk ke dalam mobilnya sendiri.

__ADS_1


Baru saja Zee menyalakan mesin mobilnya,mata Zee tiba-tiba menangkap sesosok gadis baru masuk ke dalam mobil yang berada di belakang mobil Zee.


Zee mengeryit mencoba mengingat sesuatu. Bukankah tadi dirinya dan Kaivan datang saat keadaan kedai tengah ramai. Lalu posisi mobil Kaivan dan Zee juga diapit mobil lainnya,jika gadis yang barusan masuk ke mobilnya tadi adalah orang yang barusan makan di kedai itu dia pasti datang dalam waktu yang hampir bersamaan dengan Zee dan Kaivan.


Tapi kenapa rasanya Zee tidak melihat orang yang berpenampilan seperti itu di dalam kedaj tadi. Gadis yang barusan masuk ke mobilnya tadi memakai setelan serba hitam lengkap dengan topi hitam yang sedikit menutupi bagian wajahnya.


"Dia ngikutin gue?" batin Zee. "Atau perasaan gue doang?" Batinnya lagi.


Zee menggeleng mengusir kemungkinan-kemungkinan yang ada di kepalanya dan memilih menyetir mobil meninggalkan area kedai.


Tepat seperti dugaan Zee,mobil yang sedari tadi di curigainya kini berada tepat di belakang mobilnya dengan jarak kurang lebih lima meter.


Sebenarnya Zee tak ingin berprasangka lebih,seingatnya ia tak punya musuh selain Sassya dan Melissa tentunya. Tapi sepertinya ia harus memastikan sendiri apa yang diinginkan pemilik mobil di belakangnya ini.


Tepat di perempatan yang cukup sepi Zee mendadak menghentikan mobilnya. Otak cantiknya sudah menrencanakan sesuatu untuk mengetahui siapa orang yang mengikutinya sedari pagi tadi.


Benar saja,begitu mobil Zee berhenti mobil di belakangnya itu pun ikut berhenti. Pemilik mobil yang tak lain adalah gadis yang ia lihat di kedai tadi tampak keluar dari mobil dan sedikit berlari ke arah mobil Zee.


Begitu sampai di samping mobil Zee ia tampak mengintip-intip dari kaca mobil,namun karena kaca mobil Zee tidak tembus pandang ia tidak bisa melihat apapun.


"Jleb!"


"Loh,gak di kunci?" batinnya heran.


Kepalanya refleks melongo ke dalam mencari keberadaan pemilik mobil yang nyatanya tak berada di tempat. Hingga beberapa saat setelahnya tubuhnya menegang ketika merasakan satu tepukan mendarat di pundaknya.


"Nyari siapa?" Suara dingin Zee terdengar dari arah belakang.


Gadis tersebut refleks membalikkan badannya,tenggorokannya mendadak tercekat dengan kedua tangan refleks terangkat ke atas ketika melihat sebuah pistol berada tepat di depan batang hidungnya.


"G..gue b..bukan...o..orang jahat sumpah!!" Ujar gadis tersebut sembari menggeleng-geleng dengan tatapan memohon.


"Terus ngapain lo ngintipin mobil gue? Mau maling?" Tanya Zee sinis tanpa menurunkan pistolnya.

__ADS_1


"Gue berani sumpah,gue gak ada niat jahat. Gue ngikutin lo karena gue mau minta tolong." Jelas gadis tadi membuat raut sinis Zee berubah jadi raut heran. Tapi sedetik kemudian wajahnya kembali datar.


"Kita gak saling kenal." Ujar Zee datar sembari menurunkan pistol dan memasukkan kembali ke saku bajunya.


Gadis di depannya tampak menghela napas lega."Huh,gue kira bakalan di bunuh." Gumamnya lirih namun masih di dengar jelas oleh Zee.


Zee memilih abai dan mencoba masuk ke mobilnya dengan sedikit mendorong tubuh gadis tadi agar tidak menghalagi jalannya.


Tapi tangan Zee mendadak di tahan membuat Zee mengernyit heran.


"Apa lagi?"


"Kan gue bilang mau minta tolong!! Oke gue tau lo gak kenal gue,tapi gue kenal sama lo."


"Lo Azellea William Michelle. Lo baru pindah ke kampus milik bokap lo di Vripagold,lo adiknya Davian Ardana William,punya mama kandung namanya Diana tapi udah meninggal,punya ibu tiri namanya Melissa dan punya adik tiri namanya Sassya."


"Lo juga Queen di Dark Night,lo sahabatan sama Kaivan Anggara,selama ini lo lebih sering tinggal di apartemen atau di markas daripada di rumah lo sendiri. Lo ngelakuin itu karena males ketemu nyokap tiri lo dan Sassya adik tiri lo. Gue juga tau kalau waktu umur lima tahun lo pernah trauma dan mengalami amnesia disosiatif."


"Satu lagi,gue juga tau kalau hubungan lo dan bokap lo renggang semenjak kehadiran ibu tiri lo.Gue juga tau kalau lo itu hacker,lo satu-satunya orang yang bisa bantu gue. Gue tau lo lupa amnesia,tapi mungkin gue punya informasi yang sepertinya akan berguna buat lo."


"Lo mau kan bantuin gue??"


♡♡♡


Halo semua gimana part ini?


Komen dong kalau kalian ada saran,kritik,atau ungkapan buat otor.


Apa kalian suka dengan cerita ini?


Kalau begitu silahkan like dan masukkan ke rak favorit hehe.


Kalau kalian suka authornya juga

__ADS_1


Silahkan vote dan kasih otor tips berupa hadiah hehe.


__ADS_2