Story Of Azellea

Story Of Azellea
Pertemuan Menyulut Emosi


__ADS_3

Seorang gadis yang bisa di bilang sangat cantik dengan penampilan modis turun dari mobil tepat di depan gapura pemakaman yang bertuliskan TPU Cipaku(berdasarkan penelusuran otor doang ya tempatnya ini detailnya otor gk tahu wkwk).


Sambil memasangkan kaca mata hitam yang kini berteger di hidung mancungnya,ia melangkah ke bawah pohon yang tak jauh dari gapura masuk tadi.


"Lo yakin orangnya bakal ke sini hari ini?" Tanyanya pada seseorang dari earpiece yang kini menempel di telinganya.


"Tenang aja gue udah pastiin tadi,dia lagi di perjalanan ke sini,lo tunggu aja semuanya aman." Jawab seseorang dari seberang sana membuat senyuman wanita tadi mengembang.


Tidak lama setelah itu gadis yang ia tunggu-tunggu kedatangannya sedari tadi tampak memarkirkan sepedanya tepat di depan warung penjual bunga khusus untuk di taburkan di makam bagi para pengunjung .


Dengan langkah pelan dan anggun namun terkesan sombong gadis tadi berjalan menghampiri seseorang yang baru saja selesai membeli bunga .


"Azellea William Michelle!!" Panggilnya cukup keras.


Gadis yang tak lain adalah Zee itu menoleh ke arah sumber suara walau ia sudah tahu siapa pemilik suara tersebut.


"Budeg lo Azellea William Michelle,upsss Azellea Michelle maksudnya. Gue lupa lo kan udah di buang." Ujar gadis tadi berhasil mengalihkan atensi Zee.


Sambil tersenyum ringan Zee menatap gadis tadi dengan tatapan khasnya.


"Walau di buang sekalipun,tetap ada darah sama yang ngalir di darah gue maupun Pak William itu. Harusnya lo yang malu ngerebut dan ngehancurin keluarga orang lain cuma demi harta,miris!!" Ucap Zee sarkas.

__ADS_1


"Gue gak malu tuh,karena gue dianggap. Sedangkan elo dari kecil lo itu gak pernah dianggap lo sadarkan lo anak pembawa sial." Ucap gadis tersebut yang tak lain adalah Sassya dengan sombongnya.


"Anak pembawa sial di keluarga gue itu elo dan mama lo . Udahlah Sas gak capek ya nguntitin gue dari kemarin,gue heran apalagi sih yang lo dan tante Melissa pinginin . Gue gak dianggap sama keluarga gue itu udah terjadi dari kecil malah,gue gak di buang itu juga udah terjadi kemarin . Lo belum ngerasa itu semua cukup?" Tanya Zee tak habis pikir.


"Jadi lo udah tahu kalau gue nyuruh orang buat ngikutin lo ke sini." Tanya Sassya sedikit terkejut.


"Lo pikir gue bodoh ,selama ini apa aja yang lo mama lo lakuin ke keluarga gue,gue tahu kok." Jawab Zee ringan.


"Bagus kalau lo tahu,udah tahu gitu kenapa lo gak pergi sejauh mungkin. Takut keluarga lo di hancurin sama gue dan mama?" Tanya Sassya angkuh.


"Selagi gue ada hal itu gak bakal terjadi , gue bisa hancurin lo dan mama lo saat ini. Tapi gue masih kasian sama papa. Gue tahu gak mudah bagi papa buat nerima kenyataan kalau dia selama ini hidup sama dua ular licik." Ucap Zee tajam.


"Sayangnya gue juga gak sebodoh itu ,ngomong ke mereka tanpa bukti. Kita liat aja nanti ketika gue udah beraksi!!" Ucap Zee sedikit mengancam.


"Oh ya bakalan gue tunggu,dan mulai sekarang gue harap lo buruan balik ya ke jakarta. Takutnya gue sama mama tiba-tiba berubah pikiran ,terus gak sengaja celakain papa lo atau Davian gimana dong?" Tanya Sassya dengan senyuman liciknya kemudian berbalik badan dan melangkah meninggalkan Zee ,hal tersebut tentu membuat Zee meradang.


Dengan satu tarikan kuat Zee berhasil membuat Sassya kembali mundur ke belakang dan berada tepat di sampingnnya. Sejujurnya saat ini Zee cukup insecure karena Sassya sedikit lebih tinggi darinya.


"Ngomong apa lo barusan,mikirin buat nyingkirin bokap sama abang gue? Makin ngelunjak lo gue biarin ya?" Ujar Zee dengan kesal dan langsung menarik Sassya menjauh dari situ.


Sesampainya di persimpangan yang sepi tak jauh dari lokasi TPU tadi Zee melepaskan cengkeramannya di tangan Sassya. Sassya langsung mengelus-elus pergelangannya yang tampak memerah itu.

__ADS_1


"Plakkk" Tanpa aba-aba Sassya menampar Zee cukup keras . Zee awalnya terkejut namun tangannya juga cekatan menampar balik wajah mulus saudara tirinya itu.


"Lo tahu kan kalau gue gak suka di ancam sama seseorang!! Lo cuma orang pendatang,perebut,penjilat ,yang dengan gak tahu malunya masuk ke keluarga gue. Sebaik apapun lo coba ssmbunyiin ,gue tahu kejadian tiga belas tahun yang lalu itu semua ada hubungannya sama lo dab Tante Melissa." Ujar Zee dengan napas memburu.


"Emang!! Emang mama lo gak meninggal karena kecelakaan ,tapi mama lo di bunuh puas lo!! Dan satu lagi,nenek lo yang malang itu juga gak meninggal karena semata-mata jatuh tapi ada hal lain yang bikin dia meninggal paham kan lo." Jawab Sassya santai.


"Tapi apapun alasan kematian mereka ,tetap aja ada sangkut pautnya sama lo!! Lo tetap anak pembawa sial,secara gak langsung saat utu harusnya elo yang ngalamin kecelakaan itu supaya keluarga lo hancur bokap lo nyalahin nyokap lo atas kematian lo mereka cerai dan nyokap gue lebih mudah dapetin bokap lo. Harusnya saat itu juga nenek bisa care sama gue supaya mama gue gak nyelakain dia. Tapi apa!! Semuanya kacau karena ada lo emang pantes lo di sebut anak pembawa sial,lo ngerusak rencana mama gue!!" Ujar Sassya memojokkan Zee.


"Gue yang lo bilang anak pembawa sial? hehe miris!! Lo sama nyokap lo sumber ke sialannya,gue heran lo gak malu punya nyokap gatel kayak Melissa ,gak punya suami ngerebut suami orang. Dan lo kalau lo emang butuh kasih sayang papa dan nenek gue harusnya lo berdua ngaca ,saat itu posisi nyokap lo sekretaris papa gue bisakan lo temenen baik-baik sama gue ,gue yakin nenek,mama,papa,ataupun kak Vian pasti juga bakal nerima lo dan mama lo kayak keluarga kita. Tapi apa? Lo sama nyokap lo justru ngerebut hal yang gak seharusnya lo berdua ambil. Kebahagiaan orang lain lo berdua korbanin Terlalu memang!!" Ujar Zee tak habis pikir.


"Gak usah capek-capek nyusulin gue ke bogor cuma buat ganggu hidup gue,kalau emang lo sama mama lo butuh bokap gue dan Davian,ambil tuh!! Satu permintaan gue sama lo,gak usah sakitin mereka gue udah ngalah ambil semua kebahagiaan gue yang bisa lo ambil . Tapi please gak usah hancurin papa dan bang Vian. Gue tahu mereka tulus sayang sama kalian,cukup gue yang menjauh gak papa kalau memang harus gue yang pergi setelah nenek dan mama asal lo sama tante Melissa gak ngelukain papa dan Kak Vian itu udah cukup buat gue. Sadar Sya mereka gak pernah sekalipun ngeraguin kalian selama ini mereka percaya sama kalian lebih dari gue ,salah mereka dimana sampai kalian tega benci sama mereka? Gue mohon pikirin ucapan gue!" Ujar Zee berusaha melemah.


Capek? Ya tentu saja ,Zee capek menghadapi konflik yang terus menerus datang padanya saat ini. Setelah mengungkapkan semuanya Zee pergi meninggalkan Sassya dari situ .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dah tak mau berkata apapun kalau kalian baik kasih apalah gitu yang bisa nyemangatin aku. makin ke sini ku lihat jumlah view nya semakin menurun aku pun tak tahu apa ceritaku terlalu membosankan ,kalau iya please lah kasih saran aku juga butuh bantuan sebagai otor amatiran.


ya udahlah akhir kata kek biasanya.


lopyuu all😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2