
Setelah mengganti pakaiannya menjadi ala-ala artis korea yang takut di kejar-kejar fansnya. Keduanya melangkah mantap masuk ke gedung pusat perbelanjaan.
"Kita gak kayak teroriskan Quenn??" Tanya Sandra sambil mengamati penampilannya dan Zee dari atas sampai ke bawah. Pakaian yang mereka kenakan serba hitam,mulai dari kaos hitam polos,jaket hitam polos,topi hitam,masker hitam,kacamata hitam dan hanya sneaker yang mereka kenakan saja yang berwarna putih.
"Ini namanya penyamaran yang sempurna,Sandra!!"
"Panggil gue kak!! Gue kakak tingkat lo!! Dan gue juga seumuran sama Davian asal lo tahu!!"
"Gak mau!! Lo aja yang panggil gue Zee,jangan queen. Gue bukan ratu lo di sini."
"Kalau bukan ratu gue,berati lo bawahan gue??"
Zee membuka kacamatanya dan melotot tak suka mendengar ucapan Sandra barusan. Lain halnya dengan Sandra yang tampak tertawa puas dari balik matanya,entah kenapa melihat Zee kesal menjadi kesengan sendiri baginya.
"Itu Sassya sama teman-temannya!!" Pekik Sandra tertahan,saat melihat Sassya dan gengnya memasuki mall dengan sikap centil mereka.
"Gak banget gayanya. Lo gak ngedidik adek lo ya?? Lo gak malu liat kelakuan dia kayak gitu??" Pancing Sandra.
"Dia bukan adek gue, bego!!" Ujar Zee ketus,tak peduli Sandra lebih tua darinya.
"Kita ikutin mereka,sekarang!!" Perintah Zee,namun sialnya saat ia menoleh,ia sudah tidak mendapati Sandra di sampingnya.
"Sial,kemana tu orang!! Bukannya ngajak gue, malah mulai sendiri!! Ok kalau maunya gitu,gue jabanin!!"
Dengan mencak-mencak Zee berjalan keluar mall menuju parkiran. Ia berniat pulang saja,dan membiarkan Sandra beraksi sendiri.
"Zee!! Sini,bantuin gue!!" Zee tanpa sengaja mendengar suara seorang setengah berbisik memanggil namanya.
Zee menoleh ke sana kemari namun tidak melihat siapun,dalam hati ia mulai was-was. "Masa siang-siang gini ada setang sih!! Gila kali tu setan,gabut apa gimana sampe harus manggil gue di tengah keramaian gini."
"Zee!! Bego,ini gue!! Lo budeg ya??"
__ADS_1
Mata Zee membulat saat melihat Sandra tengkurap di bawah mobil Sassya. Matanya langsung berkeliling mencari letak cctv,bisa rusak reputasinya jika sampai aksi mereka ketahuan. Namun mata Zee tambah membulat saat melihat dua cctv yang menghadap ke parkiran tampak pecah ,entah bagaimana cara Sandra melakukannya.
"Lo ngapain di situ??" Tanya Zee pelan,sambil berjalan mendekat kearah mobil Sassya.
"Ngempesin ban mobil dia,buat pemanasan doang."
"Lo kempesin semuanya??"
"Gak 2 doang,kiri belakang,kanan depan."
"Lah terus?? Lo manggil gue ke sini buat apa??"
"Lo tau gak gimana caranya masuk ke dalam mobil Sassya?? Mobil dia di kunci,gue susah mau ngelancarin aksi gue selanjutnya."
"Gampang itu!!"
Zee langsung melepas jam tangan miliknya,kemudian menekan tombolnya,tak lama central lock mobil Sassya berbunyi pertanda mobilnya sudah tidak dikunci.
"Ara-ara(wah-wah)!! Lo apain tu mobil orang?? Gak nyangka pinter juga otak lo, gak sia-sia info IQ 187 lo,gue kira cuma candaan doang."
"Cat?? Kuas?? Buat apa??" Bingung Zee saat melihat Sandra mengeluarkan dua barang aneh tersebut.
"Ini darah ayam,bego!! Cuma gue masukin dalam wadah cat,biar mudah bawanya."
"Ohh,terus mau lo apain??"
"Gue lumurin ke muka lo!! Nyesel gue bilang lo pinter barusan!! Udah mending lo diam dan liat aja,sekalian awasin sekitar,sisanya biar gue yang urus."
"Baik,KAK SANDRA!!" Ujar Zee menekankan kalimat terakhirnya.
Sekitar 7 menitan aksi Sandra akhirnya selesai. Zee kembali membunyikan centrall lock dan meninggalkan mobil Sassya yang sudah tampak mengenaskan.
__ADS_1
♡♡♡
Beberapa menit kemudian tampak Sassya keluar dari mall,setelah cipika- cipiki dengan teman-temannya. Ia kemudian berjalan menuju parkiran tempat mobilnya berada. Sedangkan Zee dan Sandra masih mengamati dari dalam mobil sport milik Sandra.
"Mama!!" Teriak Sassya dengan wajah pucat sambil keluar dari mobilnya. Dari raut wajahnya tampak jika ia ssngat ketakutan saat ini. Teman-temannya yang tadi sudah masuk ke dalam mobilpun kembali ke luar saat mendengar teriakan Sassya.
"Mampus gak tuh!!" Pekik Sandra sambil cekikikan,sementara Zee masih stay dengan wajah datarnya. Bukan karna tak senang,tapi karna ia tidak tau apa yang tadi Sandra lakukan di dalam mobil,mau bertanya tapi Zee gengsi.
Sementara di luar mobil,"Sya!! Lo kenapa??" Tanya salah seorang temannya khawatir.
"Gu..e pulang numpang mobil lo ya!! Mobil gue gak beres!! Ban mobil gue juga kempes!!" Ujar Sassya memelas.
"Ya udah buruan masuk ke mobil gue,gue anterin lo pulang." Ujar temannya tadi membuat Sassya tersenyum lega. Namun dalam hati ia sudah bertekad untuk menghancurkan orang yang sudah mengerjainya hari ini.
♡♡♡
"Udah puas ketawanya??" Tanya Zee datar,saat melihat Sandra masih cekikikan tidak jelas.
"Zee!!" Ujar Sandra tiba-tiba dengan raut wajah serius."Gue tau sih lo emang dingin sifatnya. Tapi yang tadi itu lucu banget dan lo gak ketawa?? Lo waras??"
"Hm"
"Gila,gue setengah mati bikin tulisan ancaman di kaca mobil dia!! Numpahin darah ayam di dashboard dan kursi mobil dia,nempelin foto dimana gue pura-pura jadi Salma dan siap nusukin pisau ke foto dia dengan ancaman lo juga harus mati kayak gue. Lo tau gak gue capek bikin itu semua,dan lo gak ketawa gitu buat menghargai??" Wajah Sandra yang tadinya serius berubah sendu. Membuat Zee mendengus malas, namun sejurus kemudian terdengar Zee tertawa kecil.
"Gue gak nyangka,kerjasama dengan lo ternyata banyak untungnya." Ujar Zee sambil tersenyum tulus.
"Gue cuma lakuin yang terbaik,tapi lo tenang aja. Gue masih taat hukum, gue cuma main-main aja sampai dia jera setelah itu,penjara tempat yang paling bagus buat dia. Gue gak bakalan bunuh dia kayak yang dia lakuin ke adek gue,gue gak berhak cabut nyawa orang. Gue bukan Tuhan!!" Ujar Sandra bijak.
"Dari dulu gue juga gitu,gue gak pernah niat buat bunuh mereka. Tapi kalau gue khilaf,ya mau gimana lagi." Ujar Zee santai,membuat Sandra mendengus.
"Gak lo gak Kai,sama aja sifatnya!!"
__ADS_1
"Kai??" Ujar Zee dalam hati,entah kenapa ia mendadak emosi mengingat nama Kai.
"Anterin gue ke markas!! Gue mau pulang!!" Perintah Zee dingin, membuat Sandra mendelik aneh. Namun mau tak mau menuruti saja, apalagi tatapan Zee kelihatan sangat mengintimidasi.