
Waktu menunjukkan pukul 5 pagi saat alarm dari HP Zee berbunyi.
Matanya mengerjab-ngerjab pelan menyesuaikan cahaya yang masuk dari celah-celah gorden jendela kamarnya.
"Mmhh.." Erangan seseorang di dekat telinganya membuat kesadaran Zee pulih seratus persen. Ia langsung menoleh ke samping lengannya kanannya. Tampak Sandra meringkuk bagaikan bayi,dengan kepala hampir masuk ke ceruk leher Zee.
Kemudian pandangan Zee beralih ke arah perutnya yang sedari tadi serasa digigit ular. Ternyata itu ulah Delice yang memeluk perutnya erat,bahkan kakinya juga berada di atas kaki Zee, sehingga Zee mirip guling dibuatnya.
Pandangan Zee beralih pada kasur satunya lagi,yang semalam di bawa Davian dan Kaivan untuk tempat tidur Clara dan Agatha. Dua manusia itu juga tampak tertidur nyenyak dengan posisi saling berpelukan. Bahkan kepala Agatha berada tepat di dada Clara,membuat Zee bergidik ngeri.
Entah dapat hidayah darimana,Zee tiba-tiba kepikiran untuk mengerjai teman-temannya.
Dengan pelan-pelan ia mengambil HPnya di atas nakas,kemudian membuka apk youtube. Dengan santai ia mengetik sound horor,kemudian beralih pada fitur untuk menyalakan speaker di kamarnya yang biasa ia gunakan untuk mendengarkan musik saat gabut. Sesaat kemudian sound yang sudah ia download tadi ia putar dengan volume full dan...."
"Hihihiiiiii....hiiiiii...hiiiiii...." Suara ketawa mbak kun terdengar menggema di kamar. Bahkan Delice dan Sandra sampai terjatuh dari kasur saking kagetnya.
Begitupun dengan Clara dan Agatha yang berada di bawah,keduanya langsung berlari ke arah Zee yang tampak anteng memejamkan matanya.
"Zee!! Bangun!! Di kamar lo ada setan!!" Ujar Delice hampir menagis, sambil menggoncang-goncang badan Zee. Namun Zee bertingkah seolah-olah sedang pingsan,dengan tidak menghiraukan gangguan dari teman-temannya.
Salah mereka sendiri,masa tidak sadar jika di samping kasur Zee ada speaker berbentuk koper yang sedang menyala.
Sedetik kemudian teman-teman Zee kembali berteriak histeris karna Zee tiba-tiba terbangun dengan raut wajah horror.
"Zee lo kenapa?" Tanya Delice panik melihat Zee yang terduduk dengan raut wajah kaku.
Tak ada jawaban Zee justru menolehkan kepalanya kaku seperti robot dengan raut wajah datar.
"Panggilin bang Vian buruan!! Zee kesurupan ini!!" Teriak Agatha yang juga panik sedari tadi.
Namun mereka kembali panik saat pintu ternyata terkunci padahal berapa kali mereka memasukkan pasword seperti yang diberi tahu Zee semalam.
Sampai akhirnya "klik" pintu dibuka dari luar menampakkan raut wajah Davian dan kawan-kawan yang tampak heran sekaligus panik. Bersamaan dengan itu juga suara mbak kun yang tadi berbunyi nyaring pun berhenti berputar,dan saat mereka menoleh ke kasur Zee tampak kembali terlelap seolah tidak terjadi apapun.
"Kalian kenapa teriak-teriak?" Tanya Davian heran. Ia melirik ke arah Clara,sang pacar tampak pucat pasi dengan badan sedikit gemetar membuatnya tambah heran.
"Zee mana?" Tanya Davian kembali sambil melongo ke dalam kamar mencari keberadaan sang adik,namun nihil Zee yang tadi berbaring di situ sudah hilang entah kemana.
"Kalian ngapain ramai-ramai di sini?" Tanya Zee yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan raut wajah sok bingung.
"Lo abis mandi?" Tanya Agatha dengan raut wajah kaget.
Zee mengangguk polos,"gue bangun setengah 5 tadi. Olahraga bentar di luar,abis itu mandi." Jawab Zee membuat teman-teman perempuannya saling merapat dengan tangan saling bertautan.
"Terus tadi yang baring di kasur siapa? Suara ketawa tadi siapa yang buat? Lo gak denger?" kini Clara yang bertanya dengan suara makin gemetar. Davian sebagai pacar langsung menarik gadis itu ke sampingnya.
Diam-diam Zee tersenyum kecil, merasa puas karna rencanya berjalan lancar. Namun tanpa ia sadari juga Kaivan yang sedari tadi berada di belakang teman-temannya menangkap senyuman tipis Zee.
__ADS_1
Pria itu tersenyum tipis sambil melirik ke sekeliling kamar Zee,dan matanya menangkap sebuah cctv yang terpasang di dekat AC,kemudian melirik ke arah speaker berbentuk koper yang terletak di samping tempat tidur. Dari situ saja ia sudah bisa menyimpulkan apa yang terjadi.
"Anak nakal" Guman Kaivan dalam hati,sambil menaik turunkan alisnya saat bertemu tatap dengan Zee.
Zee yang dikode masih stay datar saja,karna tidak paham. Namun beberapa saat kemudian....
"Drtttt....Drtt....Drt...." Suara panggilan masuk berdering memenuhi kamar tersebut. Semua tatapan langsung tertuju pada benda pipih yang tampak menyala di atas bedcover.
"Mampus!!" Umpat Zee dalam hati,ia melirik Kaivan tajam. Kaivan yang merasa ditatap tajam oleh Zee hanya menyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"A..anu guys,kalian mau sarapan apa? Biar gue cariin keluar,atau mau pesan go food aja?" Tanya Zee kikuk.
"Gue lagi pengen makan orang hari
ini." Jawab Sandra dingin,sudah tadi pagi harga dirinya jatuh karna ulah Zee. Eh yang berulah malah pura-pura seperti tidak tahu apa-apa.
"Bentar gue pesenin bakso sekalian sama abangnya biar bisa lo makan." Ujar Zee masih dengan nada datar, namun berusaha mencairkan suasana.
"ZEE!!" Bentak keempat gadis korban kejahilan Zee itu kompak membuat Zee menutup telinga dan matanya.
Naas saat ia membuka mata,keempat gadis itu sudah mengelilinginya sehingga Zee berada di tengah-tengah mereka.
"M...mau ngapain?" Tanya Zee gugup.
"Mau main-main,kira-kira mulai darimana ya enaknya?" Sahut Agatha sambil *******-***** jari-jemarinya sampai berbunyi kretek.
Namun Davian yang ikut-ikutan kesal karna Zee sudah membuat keributan pagi-pagi malah tak menggubris ajakan Zee.
"Gue gak mau tau,harus ada hukuman buat lo selama 4 hari. Masing-masing dari kita berempat bakal kasih lo hukuman dan lo harus nurut,valid no debat!!" Usul Delice yang langsung diangguki oleh ketiga temannya yang lain.
"Apa? Gak usah macam-macam!! Gue kalau kesal bisa bunuh orang loh!!" Ancam Zee setengah was-was,ia mengeliat dari bawah ketiak Davian,karna dirinya berada di belakang sang abang.
"Harusnya yang kesel itu kita bambang!! Lo yang ngerjain kok lo yang kesal,ngaco nih anak!!" Ujar Sandra kesal,tangannya berusaha menggapai tubuh Zee namun terhalang oleh badan kekar Davian. Walaupun kesal,nyatanya cowok itu tak benar-benar tega jika adiknya diamuki oleh teman-temannya.
"Udahlah dek,gak usah pakai hukuman. Dia cuma becanda,walau gak lucu sih." Arkhan angkat suara berusaha membela sang pacar. Namun malah mendapat tatapan sinis dari Delice.
"Gak ada pembelaan buat dia,mau bang Kai,bang Vian,bang Zergan,bang Ar,gak ada yang boleh belain Zee." Ujar Delice lagi untuk mewanti-wanti karna ia tahu 3 orang itu,kecuali Davian dan Nathan sama-sama pernah menyimpan rasa untuk Zee.
"Gue gak belain..." Jawab Arkhan santai membuat Delice tersenyum menang,sedangkan Zee mendengus.
"Untuk sekarang...gak tau nanti,tergantung hukumannya." Lanjut Zergan kembali dengan nada datar namun dihiasi senyum tipis di wajahnya.
Kini giliran Zee yang tersenyum menang,memang enak jika banyak yang sayang. Begitu pikir Zee sambil keluar dari belakang Davian dan tersenyum remeh pada teman-temannya. Sungguh Zee ngeselin!!
"Apa hukumannya?"
"Hukumannya dimulai dari hari besok!! Bisa gak bisa lo harus bisa,deal?" Tanya Delice sambil mebgulurkan tangannya untuk memastikan.Zee menyambut uluran tangan Delice dengan tenang.
__ADS_1
"Deal!!"
"Temenin gue kemanapun gue mau besok,nginep di rumah gue malam besok. Bantu gue kasih makan,kelinci-kelinci di rumah gue besok. Bantu gue bikin kue,masak, karokean,nonton,foto-foto,jalan-jalan. Intinya sepanjang besok lo harus selalu bilang iya ke gue. Seharian besok lo dibawah pengawasan gue, yang lain gak boleh ganggu."
Semua melongo mendengar deretan hukuman yang diberikan Delice. Semua terlihat biasa saja,malah bukan seperti hukuman tapi lebih ke permintaan. Ya itu anggapan mereka, lain halnya dengan Zee yang sudah melotot mau protes,ia itu bukan cewek normal pada umumnya yang suka melakukan hal yang Delice sebutkan tadi.
Ia lebih membaca buku seharian, berolah raga,kick boxing,atau balapan. Atau mungkin nongkrong di bar untuk main biliard,atau main basket. Bukan jalan-jalan,apalagi masak. Sungguh ia ingin protes,namun Zee bukan orang yang suka lari dari tanggung jawab. Ia sudah berjanji tadi,jadi tidak boleh ingkar apapun konsekuensinya. Apalagi jika ia masih bisa.
"Ok!! Hukuman kedua?"
"Gue duluan!! Gue mau seharian lusa lo harus bersikap ramah sama semua anak di kampus. Nginep di rumah gue,dan temenin gue jalan-jalan ke pantai." Hukuman kali ini dari Agatha,tak berbeda jauh dari Delice dan Zee hanya bisa mengangguk saja.
Kini giliran Sandra yang memberi Zee hukuman.
"Selanjutnya gue!! Simple kok,lo undang semua anak dark night malam minggu nanti,kita syukuran buat anak-anak oreiki sama chitanda,tapi lo yang biayain."
"Gak ada yang lebih waras dari itu?" Kali ini Zee protes dengan hukumannya.
"Lo udah deal btw." Jawab Sandra santai,Zee hanya berdehem malas.
"Lo Clar? Jangan aneh-aneh gue pecat lo dari daftar calon kakak ipar gue!!" Ancam Zee pada Clara yang bahkan belum buka suara.
"Sellow lah,gue mikir dulu." Gadis itu melirik ke arah Davian seolah minta pendapat,namun sedetik kemudian ia mendorong Zee agar minggir dari depan Davian.
"Gue mau lo dekorasi cafe lo buat kencan romantis gue sama Davian malam setelah lo ngejalanin hukuman dari Agatha?" Usul Clara sambil menyenggol lengan Davian,yang di senggol hanya mengangguk datar seolah berkata terserah.
"Gue bukan WO." Tolak Zee mentah-mentah.
"Gue belum mau nikah kok,cuma mau kencan. Pokoknya deal gue gak mau tau!!"
Zee tampak bersiap untuk protes.
"Tapikan...."
"Gue bantuin!!"
"Gue juga..."
"Ada gue..."
"Ada kita!!"
Delice,Agatha,Kaivan,Arkhan,dan Zergan berseru kompak membuat Zee batal protes.
"Ok deal!!" Jawab Zee mantap karna kembali mendapat dukungan.
Sedangkan Nathan,Sandra,Davian serta Clara hanya bisa melengos malas."Susah memang berurusan sama QUEEN" Cibir Sandra sambil mencubit gemas pipi Zee,membuat Zee meringis sambil menepis kasar tangan Sandra.
__ADS_1
"Mending lo semua bubar!! Siap-siap kuliah sana!!" Suruh Zee yang langsung dituruti semuanya karna memang jam sudah menunjukkan hampir pukul tujuh,sudah saatnya beraktifitas.