
Sepanjang perjalanan menuju SMA Senior Hight Vripagold (SHV),Zee terus-terusan saja diam padahal di sebelahnya Arkhan terus menceritakam banyak hal,mulai dari kegiatannya di kampus,tentang kedua saudaranya Delice dan Zergan hingga obrolannya dan Kaivan kemarin dan ancaman Davian pun ia ceritakan pada Zee.
"Jadi gimana menurut lo? Kalau abang lo ngelarang gue buat dekat sama lo,lo juga bakal nutup hati lo buat gue?" Tanya Arkhan lagi.
Tak ada jawaban,Zee memilih melihat ke luar jendela. Arkhan menghela napas berat.
Ia menoleh sejenak ke arah Zee,tak lama setelahnya Arkhan berdecak.
"Ckk. Lagi diem aja cantik,apalagi kalau ngomong." Gumam Arkhan sedikit pelan namun tentu masih di dengar jelas oleh Zee.
Zee menoleh dengan raut wajah kesal.
"Lo emang suka ngegodain semua cewek? Siapa aja korban lo sebelumnya?" Tanya Zee dengan nada kesal.
Arkhan tertawa kecil."Akhirnya lo ngomong juga. Tapi jangan salah sangka,gue gak pernah ngegombal banyak cewek. Gue gak butuh itu buat dapetin cewek,mereka yang bakalan ngejar-ngejar gue." Jawab Arkhan bangga.
Dengusan kesal kembali terdengar. Zee menatap lekat-lekat wajah Arkhan.
"Lo nyebelin!" Sentak Zee.
"Gak papa,nanti juga lo suka." Ujar Arkhan yang lagi-lagi membuat Zee berdebar.
"Ke Pd-an."
"Liat aja nanti. Beberapa bulan lagi gue pastiin lo bakalan jadi pacar gue. Gue gak pernah main-main sama ucapan gue,gue suka sama lo. Titik tanpa penolakan." Ujar Arkhan tegas.
Zee hanya bisa tersenyum miring.
"Agak sakit nih cowok." Batin Zee.
♡♡♡
Setelah hampir satu jam berkendara dan sempat terjebak macet tadi,Zee dan lainnya pun tiba di SMA Vripagold. Lagi-lagi di dalam mobil Zee di buat berdebar oleh Arkhan,saat pria itu membantunya membuka seatbelt.
"Gue bisa buka sendiri." Ketus Zee setelah Arkhan menjauh dari hadapannya.
"Biar romantis sayang." Ujar Arkhan sambil mengacak pelan rambut Zee.
Kedua bola mata Zee membulat seketika.
__ADS_1
"Lo mau gue tembak?" Ancam Zee yang berhasil membuat Arkhan terkejut. Apalagi Zee mengeluarkan pistol dari balik saku jaketnya.
"Ngapain bawa beginian. Kalau gue mati,lo jomblo seumur hidup nanti,gue bakalan hantuin semua cowok yang deketin lo,mau?"
Tanya Arkhan masih berusaha tak takut. Ia mengambil alih pistol milik Zee dan meletakkannya di dashboard mobil.
"Lain kali jangan bawa beginian. Bahaya." Ujar Arkhan menasehati Zee. Dan dengan bodohnya gadis itu mengangguk.
Setelah drama singkat tadi berakhir. Zee dan Arkhan pun turun menyusul Sandra dan yang lainnya yang tampak sudah menunggu mereka di depan gerbang sekolah.
"Lama banget! Pacaran ya lo berdua?" Tuduh Sandra begitu melihat Zee dan Arkhan tiba di hadapan mereka.
"Iya.." (Arkhan)
"Gak.." (Zee)
Zee dan Arkhan menjawab berbarengan dengan jawaban berbeda. Arkhan tersenyum tipis mendengar jawaban Zee.
"Masih proses." Ujar Arkhan setelahnya.
Delice dan yang lainnya hanya bisa menghela napas berat. Ya setidaknya rencana mereka untuk membuat Zee satu mobil dengan Arkhan sudah berhasil. Perlu di ketahui,kejadian kempesnya ban mobil Zee dan juga bau minyak kayu putih di mobil Clara bukanlah suatu kebetulan.
"Udah-udah,bahas hubungan kalian berdua kapan-kapan. Sekarang buruan izin sama penjaga,suruh bukain gerbang. Bisa jadi cumi kering nih lama-lama." Ujar Agatha mulai mengeluh. Sepertinya gadis satu itu memang yang paling rewel di antara yang lainnya.
Zee melotot tak santai mendengar ucapan Delice. "Kok gue? Lo berdua ajalah yang izin,gue bagian yang lain aja." Tolak Zee mentah-mentah. Satu mobil dengan Arkhan saja sudah hampir membuatnya jantungan,repot kalau ia terlalu dekat dengan pria satu ini.
"Udahlah,izin sama penjaga doang kok." Arkhan langsung mengambil inisiatif menarik tangan Zee untuk mendekati post penjaga dari balik pagar sekolah.
"Wiuw....wiuw..." Goda Delice begitu melihat sang abang yang tampak begitu gencar mendekati Zee.
"Gercep ya mas." Sahut Sandra.
"Jangan kasih kendor!" Goda Agatha.
"Semangat." (Clara)
♡♡♡
Setelah mendapat izin untuk masuk ke dalam,Arkhan dan lainnya pun akhirnya masuk. Di antara keenam orang itu,hanya Sandralah yang penampilannya paling mencolok. Sama seperti kemarin,gadis itu pun harus menyamar agar wajahnya yang mirip Salma itu tidak kentara.
__ADS_1
Di sisi lain,Arkhan yang setia berdiri di belakang Ze,mengikuti kemana kaki gadis itu melangkah. Kedatangan mantan alumni Vripagold tersebut tentu saja mengundang perhatian para siswa-siswi SMA yang kebetulan tengah istirahat pertama.
"Berasa jadi artis gue." Bisik Sandra pada Clara yang berjalan di sebelahnya.
Clara mengangguk.Memang benar,penampilam Sandra yang super tertutup memang sudah seperti artis yang tengah menyamar. Sedangkan mereka berlima sudah seperti bodyguard yang menjaga Sandra.
"Sekolah ini masih persis kayak dulu ya?" Ujar Delice sambil memandang ke sekeliling.
"Iya Liz,masa sama. Sama-sama banyak kenangannya. Coba lo liat ke lapangan basket itu,lo ingat gak? Lo pernah pura-pura pingsan biar bisa di gendong bang Kai yang lagi main basket."
"Ingatlah,Tha sumpah ya kejadian satu itu memalukan banget." Ujar Delice bergidik.
"Mana Kai gak peduli lagi. Malah yang gendong lo waktu itu si Juna lagi. Si cowok gendut yang naksir berat sama Delice,hahaha."
"Tapi kan waktu itu gue langsung lompat pas tau dia yang gendong." Ujar Delice mengelak.
"Iya tapi tetep aja lo udah di gendong sama Juna."
"Najis!!"
Clara dan Agatha hanya bisa tertawa mendengar ucapan Delice. Di belakang Zee diam-diam ikut menyimak,ia tidak menyangka jika Delice segitunya dalam mengejar Kaivan. Jadi sebagai teman baru Delice dan sahabat lamanya Kai,apakah ia harus membantu mereka?
"Zee,masuk gih. Izin sama TU atau guru siapa gitu di dalam. Minta kunci ruang gudang,sama ruang cctv sekolah. Buat yang kali ini cuma elo satu-satunya yang bisa bantu." Ujar Sandra membuat Zee sadar dari lamunannya.
Zee mendongak dan baru sadar jika ternyata mereka sudah ada di depan ruang guru.
"Terus gue mestu buat alasan apa?" Tanya Zee. "Gak mungkin kan gue tiba-tiba masuk minta kunci."
"Ya bilang kek lo ada urusan atau apa gitu,lo kan yang punya sekolah ini. Nih sama Arkhan sekalian,siapa tau lo gugup." Sandra mendorong Akhan agar merapat pada Zee.
Malas berdebat Zee akhirnya masuk ke dalam di ikuti Arkhan di belakangnya. Setelag mendapatkan kunci-kunci yang di maksud Zee dan Arkhan pun kembali ke luar. Untung saja Zee membawa kartu nama miliknya kemana-mana jadi tinggal menunjukkan itu saja ia sudah bebas berkeliaran di sekolah ini.
"Best lah si Zee pokoknya. Makasih ya." Sandra mengambil alih kunci yang di pegang oleh Zee dan setelahnya ia dengan sok taunya berjalan paling depan seolah tahu di mana gudang berada.
Untung Arkhan segera menarik pergelangan tangan Sandra hingga gadis itu tertarik ke sampingnya.
"Gudangnya di sebelah kiri gedung sekolah ini." Ujar Arkhan sambil menyentil kening Sandra. "Di lihat-lihat kelakuan lo emang mirip Salma." Ujar Arkhan sambil tertawa kecil.
Ia mengambil alih kunci yang di pegang Sandra dan akhirnya dia lah yang memimpin perjalanan.
__ADS_1
Sementara itu di belakang Zee tersenyum sinis melihat kelakuan Arkhan dan Sandra.
"Playboy." Batinnya.