Story Of Azellea

Story Of Azellea
Bab 14 : Maksudnya?


__ADS_3

Pukul 8.15 pagi,suasana kampus Vripagold sudah cukup ramai saat Zee tiba di sana. Seperti biasa Zee setelah memarkirkan mobil Zee pun langsung melangkah menuju kelasnya.


Begitu sampai di kelas,Zee melihat ada Agatha,Delice dan Clara sedang mendiskusikan sesuatu yang Zee tak tahu apa. Tapi bodo amatlah,Zee bukan bagian dari mereka jadi ia tak peduli. Tapi masalahnya bangkunya kini di duduki Agatha,masa ia harus pindah kursi lagi.


"Loh Zee,kapan datang." Clara yang baru saja mendongak langsung menyapa saat melihat keberadaan Zee.


"Barusan." Jawab Zee apa adanya.


"Duduk Zee,kita lagi bahas sesuatu nih." Ujar Delice.


Zee mengangguk. Sepertinya tidak masalah jika ia ikut bergabung,toh kelas mereka juga mulai jam sembilan nanti.


"Kita lagi bahas masalah dress code buat acara Anniversarry kampus Zee,kan dress codenya silver buat tamu biasa terus gold buat tamu VIP. Nah kebetulan kita tamu biasa jadi kita lagi mau nyari gaun yang bentukannya elegan gitu biar gak kalah sama yany VIP." Ujar Delice menjelaskan.


Zee mengernyitkan alisnya. Ia malah baru tau kalau mereka harus menggunakan dress code. Ia memang tidak membaca undangannya secara keseluruhan jadi ia tidak tahu.


"Lo pake gaun model apa Zee? Beli di butiq mana? Atau lo belum ada persiapan? Lo di undangkan?" Tanya Agatha beruntun.


"Nanyanya satu-satu Agatha,Zee jadi bingung mau jawab yang mana." Geram Clara pada sahabatnya satu itu.


Agatha menyengir."Maaf Zee,jadi lo di undang kan?" Tanya Agatha lagi.


Zee mengangguk.


"Bukan tamu VIP kan? Gak mungkin jugalah,lo kan anak baru. Jadi btw gaun lo model apa? Biar kita couple-an gitu."


"Gak tau." Jawab Zee lagi-lagi dengan apa adanya.


"Lo belum ada persiapan?" Tanya Delice.


Zee mengangguk.


"Emm,gimana kalau kita shopping bareng pulang kuliah nanti? Bunda gue ada kenalan butiq bagus,nah gue kebetulan pernah ke situ jadi gimana kalau kita kesana bareng?" Usul Delice.


"Gue.." Ucapan Zee terjeda karena lebih dulu di potong oleh Agatha.


"Mau ajalah Zee. Kan lo udah janji buat kasih kita kesempatan selama seminggu,lo gak lupa kan?"


"Hm"


"Berati lo mau kan ikut kita?"


"Maybe."


"Harus Zee,jangan mungkin dong." Paksa Agatha.


Zee menghela napasnya dengan gusar. Andai ia orang yang suka ingkar janji,mungkin sekarang ia sudah menjauhi mereka bertiga ini.


"Oke. Gue ikut." Jawab Zee datar.

__ADS_1


"Yeayyy!!" Teriak Agatha bahagia. Delice dan Clara juga ikut tersenyum senang mendengar jawaban Zee.


"Gue nebeng lo ya nanti. Gue gak bawa mobil,soalnya gue selalu bareng abang gue." Ujar Delice sembari menunjukkan puppy eyesnya.


Zee menghela napasnya dengan pasrah.


"Iya."


♡♡♡


Sementara itu di tempat lain,Davian dan gengnya kini tengah membahas hal yang sama di kantin. Pasalnya geng mereka ini adalah anggota BEM kampus jadi nantinya mereka berlima akan menjadi tamu VIP bersama para dosen dan beberapa orang penting lainnya di acara anniversarry nanti.


"Gimana? Kita gak shopping-shopping kayak ciwi-ciwi juga kan?" Tanya Arkhan ngaco.


Di sampingnya Kaivan mendengus."Kadar kewarasan lo makin hari makin turun." Celetuk Kaivan.


Arkhan memangdang Kaivan sinis."Gue kan cuma nanya. Btw cewe pake dress code trus kita yang cowok apa dong? Jas kode gitu?" Tanya Arkhan lagi.


Nathan menghela napasnya dengan berat."Anggap aja gitu deh Ar. Suka-suka lu aja."


"Tapi ya,gue denger di acara anniversarry ini ada pesta dansanya gitu gak sih? Bener gak Dav?" Tanya Nathan pada Davian.


Davian mengangguk."Setahu gue sih gitu. Ya mirip-mirip prom night lah." Ujar Davian


"Mantap,jadi harus siapin pasangan ini. Untung teman adek gue ada yang jomblo." Ujar Nathan dengan raut wajah lega.


"Yoi!! Masa adek lo yang manjanya kebangetan itu. Ogah gue,bisa mati berduri gue ngadepin dia."


Kaivan tersenyum miring mendengar jawaban Nathan. Tangannya terulur ke depan untuk mengajak Nathan bertos.


"Lo berdua memang sahabat kurang ajar. Belum tau aja gimana cantiknya adek gue kalau udah di sentuh make up. Liat aja nanti,gue jamin mata lo berdua keluar saking terpesonanya." Ujar Arkhan songong. Tak terima adiknya di jelek-jelekkan.


"Jangan jelekkin adek gue. Kalau gak mau berurusan sama abangnya." Ujar Zergan dingin.


"Lah lo nyimak bang? Gue kira lagi pacaran sama buku-buku lo." Ujar Arkhan tak berakhlak. Memang sedari tadi Zergan sedang membaca buku di situ.


"Gue punya telinga." Ujar Zergan dingin sembari memasukkan bukunya ke dalam tas. Ia tidak fokus.


"Jadi siapa pasangan dansa kalian? Kecuali Nathan ya,karena dia udah punya Agatha." Ujar Arkhan serius.


"Gak tau." Jawab Davian,Zergan dan Kaivan kompak.


Arkhan menghela napas frustasi."Kalian bertiga mending cari pacar deh. Masa ganteng-ganteng jomblo,elah  malu ama sendal. Sendal aja punya pasangan masa kalian enggak sih?"


"Bukannya elo yang nikung pacar gue?" Sinis Davian yang jelas tertuju pada Arkhan.


Arkhan tercekat."Kok lo jadi bahas masalah itu sih? Lagian kan gue udah bilang gue gak nikung. Sassya aja yang fitnah."


"Basi!" Balas Davian sarkas. Pria itu membuang muka ke arah lain.

__ADS_1


"Udahlah lo berdua kenapa sih? Damai lah,udah beberapa tahun juga." Ujar Nathan mencoba melerai.


Davian mendengus."Beberapa tahun,tapi rasanya masih sama. Penghianat tetap penghianat." Ujar Davian sinis.


Arkhan memilih acuh. Percuma juga ia bicara,di mata Davian Arkhan tetap salah.


"Lo sendiri,pasangannya sama siapa?" Tanya Nathan pada Arkhan.


Arkhan mengangkat bahunya acuh."Gue sama siapa aja bisa. Cewek mana yang nolak pesona gue." Ujarnya songong.


Nathan berdecak kesal."Tobat Ar. Ingat future lo,emang lo gak mau ngejar dia?"


"Ketemu aja belum,gue cuma nyiapain cadangan." Ujar Arkhan ringan tanpa beban.


Kaivan,Zergan dan Davian hanya menyimak obrolan dua manusia di depan mereka ini. "Tidak yang menarik sama sekali." Begitulah yang ada di batin ketiganya.


♡♡♡


Sementara itu di tempat lain,Zee dan yang lainnya sudah berada di pusat perbelanjaannya. Tadi setelah jam kuliah pertama usai keempat gadis itu langsung meluncur ke pusat perbelanjaan.


Kebetulan hari itu dosen kedua dan ke tiga tidak masuk dan hanya mengirimkan tugas lewat email jadilah mereka berempat memilih pulang. Toh juga tugasnya bisa di kerjakan di rumah.


Zee menarik salah satu baju yang ada di dalam butiq,namun tangan Zee tak sengaja bersentuhan dengan seseorang yang kebetulan juga mau mengambil barang yang sama dengannya.


"Kak Zee!!" Sapa orang tersebut antusias. Ya dia adalah Sassya.


Zee langsung mendongak kaget.


"Ngapain lo di sini!!" Kaget Zee tak santai.


Sassya tertawa kecil."Belanjalah. Lo gak liat nih?" Tanyanya sambil mengangkat papper bag dengan cukup tinggi.


Zee menghela napasnya dengan berat."Kadal gue juga tau lo belanja,tapi kenapa bisa..?"


Zee tak melanjutkan kalimatnya saat melihat Delice,Agatha dan Clara tengah berjalan ke arahnya. Tak berapa lama mereka pun sampai  di depan Zee dengan raut bingung.


"Kalian beneran saling kenal??" Tanya Delice to the point.


Sassya tersneyum angkuh."Tentu saja iya,karna sebenarnya Azellea itu..."


"Gak usah di dengerin. Dia cuma caper!!" Ujar Zee cepat. Ia langsung menarik tangan Delice agar segera menjauh dari sana. Agatha dan Clara tampak bingung,namun keduanya juga segera menyusul.


"Besok juga semua bakalan tau!!" Teriak Sassya cukup keras.


"Apa maksudnya?" Batin Agatha,Clara dan Delice.


Zee mengepalkan tangannya erat-erat.


"Sialan."Batin Zee.

__ADS_1


__ADS_2