Story Of Azellea

Story Of Azellea
Zee si Cerdik


__ADS_3

Zee menghela napas lega saat kedua bodyguardnya tadi keluar dari kamarnya. Setidaknya kini otaknya bisa lebih fokus mencari cara agar bisa keluar dari pengawasan mereka.


"Mikir dong Zee,kenapa lo jadi bego gini sih. Kemana IQ 187 lo!! Masa gara-gara di pentung pake botol kemarin lo jadi bego gini sih!!"


Zee terus saja memukul-mukul pelan kepalanya. Sambil sesekali mengggigit  kuku telunjuk kanannya. Hingga beberapa menit berlalu barulah Zee teringat sesuatu yang bisa ia pakai untuk menghubungi seseorang.


"Dari tadi kek,ya ampun otak gue!!" Kesal Zee sambil berjalan menuju laci tempat ia menyimpan barang tersebut.


"Nah,kalau gini kan gak ada yang curiga." Pekik Zee sambil memasang lengkap barang yang bisa dibilang mirip perhiasan tapi fungsinya lebih dari itu.


Pertama-tama Zee memasang anting yang berfungsi sebagai earphone, kemudia disusul kalung berliontin yang di dalamnya terdapat alat sadap sekaligus gps kecil yang biasa digunakan anak Dark Night untuk tau posisi anggotanya,dan terakhir jam tangan yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi. Sekilas barang-barang tersebut mirip perhiasan pada umumnya. Bentukknya elegan dan tidak mencurigakan sama sekali, perhiasan-perhiasan tersebut murni hasil rancangan Zee dan anggota Dark Night lainnya.


"Udah lama gak kepake,semoga aja masih jalan fungsinya."  Zee meletakkan telunjuknya di atas jam tangan tadi untuk mengaktifkan sensor sidik jarinya,begitupun pada kalung dan antingnya.


Benar saja benda tersebut langsung menyala layaknya di film animasi boboboy😂. Barang tersebut memindai tubuh Zee,setelah mengenali jika itu pemiliknya barulah sistem beroperasi


Zee langsung mengarahkan jam ke dinding dan muncul cahaya layaknya infokus,yang kemudian menampakkan layar layaknya HP. Tidak mau membuang waktu lebih lama Zee langsung melakukan panggilan  pada salah satu anggota dark night,pastinya karna itu alat komunikasi rahasia mereka.


♡♡♡


Sementara di tempat lain,Kaivan yang tengah sibuk mendengar celotehan dosen di depan kelasnya. Terkejut saar merasakan jam di tangannya bergetar,layar jam tersebut menyala menampakkan tulisan 'Queen call'.


Ia buru-buru izin keluar kelas,untuk mengangkat panggilan tadi."Kenapa Chelle?" Tanya Kaivan to the point,sambil berjalan menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya.


"Pake mode vidio call,gue butuh bantuan lo nih!!" Bentak orang yang sudah bisa kalian tebak,siapa lagi jika bukan Zee.


"Paan sih?? Gue ada kelas nih,ini aja buru-buru izin gue kira darurat banget sampai pake alat komunikasi rahasia gini." Muka Kaivan terlihat kesal terpampang di layar.


"Heh bangkai!! Gue patahin juga lidah lo berani nyolot sama gue!! Gue lagi genting nih,i need your help!! Bantuin gue keluar dari apartemen abang lucknut gue."


"Lah susah,amat tinggal ambil kunci masukin ke lobang kunci,lu putar gagang pintunya beresekan?? Apanya yang jadi masalah coba??"


"Gak gitu konsepnya bambang!! Lagi serius nih gue!! Lu kira gue mau pake alat komunikasi dadakan kita kalau gak genting. Masalahnya tu gue di sini lagi di awasi 4 bodyguard sekaligus,Hp gue juga ditahan sama bang Vian. Intinya gue gak boleh kemana-mana sampai dia pulang kuliah,gilakan?"


"Ohh,gue tebak nih,alasannya demi kebaikan lo kan??"


Zee berdehem malas,sepertinya agak sedikit sulit juga membujuk Kaivan.


Kaivan yang melihat Zee sudah memasang tampang dinginnya, langsung kicep.


"Ok,Ok!! Gue bantuin lo,lo butuh apa?? Gue harus gimana?? Kasih tau sekarang,biar gue urus."


"Gue butuh kendaraan buat kabur, gue butuh orang buat ngalihin perhatian bodyguard di depan pintu masuk apartemen bang Vian. Lo harus suruh dua anak Dark Night jemput gue ke sini,bawa motor gue di markas. Sekalian baju ganti buat gue nyamar pas gue keluar ruangan nanti, biar mereka gak mudah ngenalin gue, gue mau lo urus semuanya sekarang. Gue tunggu 20 menit lagi,semuanya udah beres."


Zee lamgsung mematikan panggilan setelah memberi perintah panjang lebar,tanpa memikir Kaivan yang sekarang kelimpungan karna ulahnya.

__ADS_1


♡♡♡


"20 menit,gila tu anak!! Dia kira gue doraemon kali bisa kabulin permintaan dia secepat itu."


Gerutu Kaivan kesal,namun tangannya cekatan menekan beberap nomor telepon dan melakukan panggilan grup.


"Halo..." Sapa dua orang di seberang sana kompak.


Kaivan tidak menjawab sapaan mereka,ia langsung to the point saja.


"Rafa!! Bara!! Gue butuh bantuan lo berdua,lebih tepatnya Michelle. Kayak yang kalian tahu,dia kemarin abis di operasi dan kemarin udah boleh pulang. Tapi abangnya belum ngizinin dia kemana-mana,tapi dia maksa pegen keluar apartemennya,lo berdua jemput dia sekarang!! Gue kirim alamat apartemennya,jangan lupa mampir markas bentar,ambil motor Queen buat dia butuh itu!!"


"Sekarang banget Van??"~Bara


"Harusnya dari tadi,Queen cuma kasih waktu dua puluh menit. Kalian masih punya waktu 15 menit buat gak diamuk sama dia. Doain aja dia baek ntar,syukur-syukur lo berdua gak jadi snack piranha peliharaan dia."


Kaivan mematikan telepon tanpa menunggu jawaban dua orang tadi.


♡♡♡


Di lain tempat Bara dan Rafa yang malah kelimpungan,padahal 10 menit lagi mereka ada mata kuliah jam pertama. Tapi jika Zee sudah meminta mereka untuk datang,mau tidak mau harud datang jika tidak mau babak belur atau paling sakit keluar dari gank nantinya.


"15 menit mana cukup bang buat ke sana. Belum lagi ke markas ngambil motor,gimana dong??" Tanya Rafa bingung pada kembarannya itu. Ya Rafa dan Bara memang kembaran sama seperti Arkhan dan Zergan, mereka dapat gelar duo maut di D.N.


"Kejar ajalah,mentok-mentok push up paling." Ujar Bara sambil memasang helm kemudian menyalakan motornya.


Rafa turun dari motornya,kemudian masuk ke garasi dan kembali keluar dengan menaiki motor sport hitam dengan tulisan Queen Dark Night di tangki sampingnya. Keduanya kembali melaju ke alamat yang di kirim Kaivan tadi.


Begitu sampai di alamat yang dimaksud,keduanya melirik satu sama lain. Bukan main,padahal mereka sudah berkendara secepat mungkin tapi tetap saja mereka telat 10 menit dari waktu seharusnya.


Tapi mau bagaimana lagi,keduanya langsung menghubungi Zee lewat alat komunikasi rahasia mereka tadi.


"Queen kita udah di bawah, apartemen queen di laintai berapa??" ~Rafa.


"Lantai 52,unit nomor 111. Kalian tinggal naik saja. Kalau ada petugas kemanan yang nanya,bilang aja kalian mau jenguk gue,sebut aja nama panjang gue Azellea William Michelle anak pak Jerremy William. Pasti mereka tahu,gedung apartemen ini punya bokap gue!! Tapi dikelola sama abang gue!!"


"Kita naik sekarang ya!!"


Telepon langsung dimatikan setelah Zee menjelaskan apa saja yang harus mereka lakukan untuk membantu Zee keluar dari apartemen.


♡♡♡


Sementara di dalam kamarnya Zee sudah siap dengan stelan tomboynya. Perlahan ia membuka jendela kamarnya yang memang terhubung langsung ke balkon . Kemudian naik ke pagar balkon dan bersiap melompat ke balkon kamar tetangganya yang memang bersebelahan dengan kamar Zee.


"Permisi....!!" Ucap Zee sambil mengetuk-ngetuk jendela kamar pemilik apartemen tadi. Tak lama muncul seorang wanita muda dengan seorang anak di gendongannya yang dapat Zee duga pasti anak wanita tersebut. Zee langsung tersenyum manis pada dua orang di hadapannya agar mereka tidak curiga.

__ADS_1


"Mbak siapa ya??" Tanya orang tadi.


"Ah,itu. Kenalin dulu,saya Azellea William Michelle yang tinggal di apartemen sebelah mbak. Tadi saya lagi tidur siang di kamar,pintunya saya kunci tapi kuncinya lupa taro mana,saya hubungi petugas tapi HP saya di ruang tamu,jadi saya terpaksa manjat balkon terus lompat ke sini. Niatnya mau izin keluar dari pintu depannya mbak,biar saya bisa masuk ke apartemen saya. Bisakan mbak??" Jelas Zee panjang lebar.


"Oh,mbak Zee ya adeknya mas Davian di sebelah??" Orang tersebut langsung bersikap ramah pada Zee.


"Iya,mbak kenal abang saya?"


"Kenallah mbak Zee,suami saya kan karyawan di perusahaannya mas Vian. Lah ini juga gedung apartemen ini mas Vian yang kelola,masa gak kenal."


"Oh,gitu ya. Tapi yang tadi,saya boleh izin keluar lewat depankan??"


"Boleh mbak,ayo saya antar ke depan."


Zee berjalan mengikuti perempuan tadi sampai ke pintu depan. Saat sudah sampai di pintu depan ia langsung memasang topi dan membuka ikatan rambutnya membuat rambut panjangnya terurai begitu saja.


"Makasih ya mbak,udah bantuin saya." Ucap Zee sebelum keluar dari apartemen wanita tadi.


"Iya mbak sama-sama. Kalau ada apa-apa gak sungkan ngomong sama saya."


Zee mengangguk kemudian memutar gagang pintu dan keluar perlahan.


Tepat saat ia membuka pintu,di depannya sudah ada Rafa dan Bara yang langsung menarik tubuh munggil Zee dan menggendongnya membuat Zee kaget bukan main.


"Kok di gendong??" Bisik Zee heran.


"Lo gak liat? Kita harus lewatin bodyguard lo itu? Mau lo nyamar gimanapun gue takut lo bakal ketahuan. Kalaupun nanti mereka tiba-tiba nanya,gue kan bisa bilang kalau lo lagi sakit."


"Gue emang lagi sakit pea!!"


"Lah ngapain keluar kalau gitu?"


Zee mendengus malas,dan memilih tidak menjawab pertanyaan tak berbobot dari Bara barusan. Ketiganya langsung berjalan keluar apartemen,saat melewati apartemen Zee Rafa memilih membuka jaketnya kemudian menutupi kepala Zee membuat Zee seolah-olah seperti anak kecil apalagi badannya yang munggil membuat bodyguard Zee tidak curiga sa sekali.


Sampai di lantai bawah barulan Bara menurunkan Zee,dan Zee langsung melepaskan jaket milik Rafa tadi,dan menyerakannya kembali pada Rafa.


"Kunci motor gue mana??"


"Nih!!" Rafa menyerahkan kunci motornya pada Zee. Zee langsung naik ke atas motornya dan menyalakan mesinnya.


"Thanks ya bantuannya,ntar malam datang deh ke cafe gue. Gue traktir!!" Ujar Zee sambil memasang helmnya bersiap untuk pergi.


"Abis ini lo mau kemana queen??"~Bara


"Gue ke markas,lo berdua mau ikut??"

__ADS_1


"Kita masih ada kelas lagi sampai ntar. Sorelah kita nyusul."~ Ujar Rafa menjelaskan,diangguki oleh Bara.


Zee pun mengangguk mengerti, setelah selesai berbasa-basi mereka bertiga melanjutkan perjalanan sesuai tujuan masing-masing.


__ADS_2