Story Of Azellea

Story Of Azellea
Tak Berakhlak


__ADS_3

"Zee...papa pulang dulu ya. Kamu baik-baik aja di sini. Papa udah kirim bodyguard diluar kamar kamu. Di luar juga sudah ada Davian dan dua temannya lagi. Cepat sembuh ya." William berpamitan pada Zee yang nampaknya masih tertidur atau pura-pura tidur,entahlah William tidak tahu soal itu.


Sebelum benar-benar beranjak, ia menyempatkan dirinya untuk memberi kecupan singkat di puncak kepala anak bungsunya itu,dan mengusap kepalanya pelan. Setelah itu barulan William benar-benar pergi keluar kamar bersamaan dengan Zee yang langsung membuka matanya lebar-lebar.


♥♥♥


"Papa.... Zee gimana??" Davian langsung berdiri saat melihat William keluar dari ruangan Zee.


"Sudah lebih baik,Zee juga lagi tidur di dalam. Mungkin pengaruh obat."


"Kamu masuk saja ke dalam ,papa harus pulang pagi ini. Ada meeting  , papa titip Zee ya."


"Vian sama masuk dulu kalau gitu."


William hanya mengangguk, kemudian  berlalu meninggalkan rumah sakit. Sedangkan Davian langsung masuk ke ruangan Zee dan dengan santainya Arkhan malah ikut menyusul dibelakangnya.


♥♥♥♥


Di dalam kamar....


"Anjir,pada buta map apa ya tim gue. Beban semua bangsat!!!" Kesal Zee pada benda pipih yang dipegangnya, bahkan ia tidak menyadari jika pintu ruangannya dibuka oleh Davian dan Arkhan yang langsung melongo melihat kelakuannya.


"Lah!! Bukannya kata papa lo masih tidur?? Tanya Davian dengan raut wajah cengo.


Namun Zee yang memakai headsed malah tidak menggubris sedikitpun ia masih sibuk dengan game di HP~nya.


"Lah,push dong!! Gimana sih,dapet tim beban semua!! Gue sedot juga nih ginjal lu semua!!"


"AZELLEA!!!"


"Apaan anjing!!" ...."Ehhh..bang Vian?? Arkhan?? Kok lo bisa masuk sini??"


"Bisalah,lewat pintu!! Makanya tuh kuping dikorek. Kita diluar khawatirin lo,yang dikhawatirin malah asik war di land of dawn, gak ada akhlak emang!!" Sungguh Arkhan sangat kesal dengan kelakuan Zee barusan. Jika saja orang di depannya ini tidak sedang Sakit mungkin saja Arkhan sudah menyuruhnya jalan jongkok di lapangan atau apapun itu sebagai hukumannya.


"Lo udah sehat dek?? Padahal tadi papa bilang lo lagi tidur. Kok malah ngegame??"


"Siapa yang tidur?? Orang gue cuma pura-pura." Zee menjawab dengan santai sambil meletakkan HPnya ke atas nakas. Ia memilih AFK saja, tak berakhlak memang.


"Lo ngindarin papa??"


"Gue cuma pengen kasih papa pelajaran dikit. Kalau lo gak suka,ya bodo amat."


"Zee..zee....,kalau masuk neraka,gue jamin lo pasti lewat jalur VIP." Arkhan tak henti-hentinya sewot melihat kelakuan gadis dihadapannya ini.


"Mulut lu bisa mingkem gak?? Mangap mulu dari tadi,gue tampol pake kasur nyahok lu!!" kesal Zee.


"Santai aja kali!! Ngegas mulu,bocor lagi tu kepala,nyahok lu!!"


"Lah bukannya kemarin lu mati-matian nangis pas kepala gue bocor?? Gak usah sok-sok~an nyumpahin gue deh!!"


"lagian lo ngapain sih ikut bang Vian masuk ke sini?? Ganggu saluran pernapasan gue tau gak!!"


"Lobang idung lo kekecilan, lagian gue ke sini mau jenguk calon istri gue, bukan debat kusir sama lo!!"


"Dih nanjis!!"

__ADS_1


"Emang gue bilang calon istri gue,elo?? Ciye ngarepp!!"


"Lu pikir di sini cewek selain gue siapa?? Bang Vian??"


"Ada...."


"UDAH SELESAI BERANTEMNYA??" Geram Davian,dengan penuh penekanan membuat tom and jery real life itu bungkam.


"Giliran gue nih ya yang ngomong."


Arkhan dan Zee tampak mengangguk patuh. Membuat Davian menarik napas lega.


"Yang pertama nih,gue mau nanya lo udah sehatkan dek??"


"Kayak yang lo liatlah!! Gue baik-baik aja."


"Ok,yang kedua lo sengaja ngidarin papa?? Lo tahukan papa yang kasih darah buat lo??"


"Tau kok, gue gak nyuekin dia bangetlah. Tapi gue juga gak SKSD. Hubungan gue sama papa udah cacat parah,gak semudah itu memperbaikinya. Tapi lo tenang aja, gue gak pernah benci sama papa, gue jamin deh."


Davian menghela napas pendek mendengar ucapan Zee barusan.


"Ya udahlah,kalau lo maunya gitu. Btw lo udah makan??"


"Gue...." Ucapan Zee terhenti ketika notif dengan bunyi khusus berdering di HPnya.


"Bang Vano?? mau ngomong sesuatu? Penting?? Sekarang??" "Harus banget nih,tapi ada bang Vian sama Arkhan,gue harus gimana??" Batin Zee. Namun sedetik kemudian sebuah ide langsung mampir ke otaknya.


"Ekhmmm!!! Mmmm,bang Vian,Arkhan. Gue laper nih,bisa tolong cariin makanan gak?? Kalian kuliah siang hari ini?? Sempetkan ya beliin gue makanan??"


"Belum juga gue minta!! Udah nyolot, dasar lelaki!!"


"Udah-udah!! Intinya lo mau makan apaan dek??"


"Bubur kacang ijo!! Tapi harus yang di dekat gang rumah papa. Di situ rasanya khas,kalau kalian gak beli di situ,gu gorok ginjal kalian satu-satu!!"


"Sekarang nih??" Tanya Davian konyol.


"Tunggu mumi Firaun bangkit bang!!" Kesal Zee." Ya sekaranglah,gue lapernya sekarang masa lo beli tujuh tahun lagi!! Mati kelaparan dong guemya!!"


Davian dan Arkhan memilih tidak meladeni ucapan Zee barusan. Bisa panjang urusannya nanti. Lebih keduanya segera mencari bubur yang Zee inginkan tadi.


♥♥♥


"Kai!! Gue titip adek gue ya,lo masuk gih ke dalam,biar dia ada temen!!" Davian betkata sambil menepuk pundak Kaivano yang sedang berdiri membelakangi pintu.


"Owh,ok!! Lo berdua mau keluar?? Gue nitip deh ya,cariin gue flashdisk terserah deh  berapa kapasitasnya,tapi jangan kekecilan juga. Gue perlu buat hari ini. Tolong ya, urusan makanan Zee,gue ganjal dulu deh pake ini." Kaivan mengangkat tangannya menunjuk kantong plastik yang berisi bubur ayam di dalamnya.


"Lo tau kita mau nyari makanan buat Zee,lo ngintip??" Tanya Arkhan heran.


"Dikit,udah deh!! Cepetan pergi sana, kejebak macet lu berdua ntar!!"


"OTW nyett!!" Kesal Arkhan karna merasa di usir.


♥♥♥

__ADS_1


"Chelle,gue masuk ya??" Tanya Kaivan pelan,sambil mendorong pintu ruangan Zee kemudian menutupnya kembali.


"Bang Vano bawa apaan??" Mata Zee tampak meneliti plastik di tangan Kaivan.


"Bubur ayan buat lo!! Dari mama gue tuh!!"


"Wahh!! Kebetulan banget,gue laper!! Lo tau aja bang!!"


Kaivan hanya tersenyum mendengar celotehan Zee. Bagi Kaivan Zee adalah adiknya,sejak pertama kali mereka bertemu dulu. Sikap Zee yang kadang dingin,kekanak-kanakan,dan manja di saat-saat tertentu membuatnya nyaman bersama gadis itu.


"Bang Vano g..u..ak m.ua..a..kan??" Tanya Zee sambil menguyah bubur yang di suap Kaivan membuat suaranya kocar-kacir.


"Lo aja,gue udah kenyang. Abis ini gue pengen cerita sesuatu,penting. Mengenai Sassya dan bokap lo."


Zee mengernyitkan alisnya, ia memang sudah meminta bantuan pada Kaivan untuk menyelidiki Sasya setelah kejadian di kampus saat Arkhan dan Davian berantem waktu itu. Lebih tepatnya sehari sebelum ia kabur dari rumah.


"Bang Vano udah dapet info baru??"


"Udah,tapi kita bahas di markas aja, pas lo udah sembuh. Sekalian gue mau nemuin lo sama seseorang."


"Besoklah kita ke markas!!" Jawab Zee santai membuat Kaivan melotot.


"Lo mau digorok Davian?? Belum juga sembuh,gak usah ngadi-ngadi deh."


"Udah kuat kali bang,buat berantem sama 5 anak gank motor sekaligus."


"Ckk.... Gak ada-gak ada,kita ke markas sampai luka lo kering. Gue gak mau ambil resiko,besok kalau lo udah mendingan kita susun rencana deh!!"


"Sekarang aja kenapa??"


"Gak usah buru-buru. Kita juga gak tahu bodyguard papa lo di luar itu parasut atau kacamata." Bisik Kaivan pelan.


Zee melotot sinis mendengar ucapan aneh Kaivan barusan."Yang bener itu parasit sama mata-mata. Bukan parasut sama kacamata. Gak usah obeng deh otak lo bang!!"


"Oleng bego!!"


"Beda satu huruf doang,ribet amat!!"


"Terserah deh,gue suapin tulang ayam juga nih ke mulur lo!!"


"Lo gak bakal tega!!"


"Nantangin??"


"Gak,becanda gue!! Gue udah gak mau makan,kenyang!!"


"Beneran??"


Zee mengangguk.


"Ya udah minum dulu!!"


Bersamaan dengan itu pintu kamar Zee kambali dibuka,menampakkan wajah dua manusia lain. Siapa lagi kalau bukan Davian dan Arkhan.


Zee melengos malas melihat kedatangan mereka berdua. Belum juga ia sempat mendengar cerita dari Kaivan tadi.

__ADS_1


__ADS_2