Story Of Azellea

Story Of Azellea
Bab 26 : Kenapa Harus Arkhan?


__ADS_3

Zee menatap Sandra dengan tatapan tak percaya." Coba ulangi lagi." Suruh Zee.


"Kenapa kita gak minta bantuan Arkhan aja?" Ujar Sandra mengulangi ucapannya.


Zee meneguk ludahnya dengan kesal. Ucapan Delice mendadak mengaung di telinganya.


..."Abang gue tuh suka sama lo,katanya sih udah pernah ketemu lo dua kali. Kalian ketemu di loby kampus tapi katanya lo selalu marah-marah setiap kalian ketemu." ...


..."Jadi maksud lo yang suka sama Zee siapa?" ...


..."Bang Ar lah. Siapa lagi,emang lo pernah liat bang Zergan tertarik sama cewek?...


Zee menggeleng-gelengkan kepalanya menepis ucapan Delice dan Agatha yang bermunculan di ingatannya.


"Gue gak setuju!! Sama Kai aja gimana?" Ujar Zee sedikit memohon.


Sandra menggeleng cepat. "Gue agak takut sama tuh orang. Gak bisa di ajak bicara soalnya." Ujar Sandra.


"Gue gak kenal Arkhan." Ujar Zee lagi.


"Lo gak kenal Arkhan atau lo takut ketemu Arkhan karena dia suka sama lo?"


Zee memutar bola matanya malas. Ia sudah tau jika Sandra pasti tahu akan hal ini. Jadi kenapa cewek itu masih pura-pura nanya? Minta di tampolkah?


"Hebat tahu lo Zee. Baru seminggu di kampus,udah ngebet tiga cowok sekaligus. Resepnya apa?"


"Mau gue bantuin gak???" Tanya Zee geram. Ini orang lagi serius malah di ajak becanda. Agak sakit kayaknya.


"Mau lah. Ok,kita tanya temen-temen lo yang cewek gimana? Setahu gue mereka juga gak suka Sassya. Tapi lebih afdol kalau kita bawa Arkhan. Lo tau gak kalau di beberapa lembaran diary Salma itu ada nama Arkhan. Cowok baik yang katanya sering bantuin dia. Dia tahu soal pembullyan Salma."


Mata Zee mendadak below seketika."Kalau Arkhan tau tentang pembullyan Salma lantas kenapa lo minta bantuan gue?"


"Kan elo yang bisa jadi akses masuk ke sana. Kebetulan juga kita punya musuh yang sama." Ujar Sandra.


"Gue gak punya musuh."


"Punya Zee. Lo cuma lupa. Tapi tenang nanti gue bakalan bantu lo buat ingat lagi."


"Jadi?"


"Jadi sekarang hubungin teman-teman lo itu dan suruh mereka ke sini. Kalau bisa bawa Kai sama Arkhan ya. Biar rame."


"Lo mau mecahin kasus apa kampanye sih?" Tanya Zee heran.


"Gue mau nambah teman sekalian. Lo tau kan,makin banyak relasi makin mudah semuanya di jalankan."

__ADS_1


"Tapi kalau mereka bocor gimana?"


"Gak akan. Liat aja,gue sudah tau karakter dari masing-masing mereka Zee. Trust me."


"Heran,kalau lo bisa cari tahu informasi semuanya ngapain minta bantuan gue sih. Ribet tau gak."


"Lo ada gunanya nanti Zee. Percaya sama gue. Gue yakin banget gak ada yang bisa bantu dalam hal itu selain lo."


"Terserah."


"Sekarang hubungin teman-teman lo cepetan."


Zee merogoh saku handphonenya. Namun seketika mata Zee membulat.


"Gue gak punya nomor ponsel mereka."


♡♡♡


Sandra terus memandangi Zee sinis sedari lima belas menit yang lalu. Bagaimana tidak kesal. Ia sudah harap-harap senang karena akan segera mendapat bantuan,eh taunya Zee malah tak punya nomor handphone temannya sendiri.


Lalu nomor Kaivan. Zee tadi sudah menghubungi pria itu,tapi dia malah tidak aktif,kemungkiman masih di kelas.


"Tanya abang lo aja sekalian." Celetuk Sandra saat melihat Zee masih berusaha menghubungi Kaivan.


Zee menatap Sandra sinis."Perlu sekalian sama Sassya?"


"Gue nemu mereka di parkiran. Kita gak berangkat bareng asal lo tahu."


"Nemu? Di kira barang kali ya?" Batin Sassya mencibir.


"Terus gimana?"


"Bentar,gue lagi cari IG mereka." Ujar Zee. Ia berniat stalking sepertinya.


Lima menit berlalu,Zee masih tak mendapatkan IG Delice maupun Agatha. Akhirnya Zee mengetikkan kata kunci 'Clara Aldebaran'. Di situ barulah Zee bisa menemukan Clara dan IG teman-temannya yang lain. Pantas ia tidak bisa menemukan IG Delice dan Agatha,nyatanya mereka menggunakan nama palsu dan alay. Dasar.


Zee langsung men-DM Clara untuk menanyakan di mana keberadaan gadis itu. Tak berapa lama Clara pun membalas dan mengatakan jika mereka masih di cafe depan kampus.


"Udah?" Tanya Sandra saat melihat Zee memasukkan ponselnya ke dalam tas.


Zee mengangguk."Kita ke kampus gue."


Kini giliran Sandra yang terkejut."Lo gila? Mereka kenal Salma woi!! Kaget mereka liat wajah gue nanti,bisa geger kalau ada alumni lain yang juga kenal gue."


"Aish, lo gimana sih? Nyamar oon. Lagian lo pikir nanti lo ke sekolah Salma gak bikin geger hah?"

__ADS_1


"Iya juga ya." Sandra menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya udah tunggu sini bentar. Gue ganti baju."


♡♡♡


Berselan sepuluh menit setelahnya,Sandra keluar lagi dari kamar dengan penampilan barunya. Kali ini ia memakai wig berwarna coklat dengan panjang sebahu. Softlen berwarna abu-abu,masker hitam dan topi hitam. Sebagai pelindung wajahnya.


Lalu untuk baju,Sandra mengenakan hoddie putih longgar berlengan panjang di padu dengan celana jeans kulot yang menurut Zee jadi agak aneh tampilannya. Tapi ya sudahlah.


"Lo gak nyamar juga?" Tanya Sandra pada Zee.


Zee memutar bola matanya malas."Gue bukan buronan,jadi gak perlu ngumpet-ngumpet."


"Lah di kira gue buronan apa ya?" Batin Sandra kesal.


"Ayo berangkat,pake mobil gue aja biar gak ribet."


"Iya Zee. Lumayanlah. Hemat bensin." Ujar Sandra dengan wajah tak berdosanya.


Zee memilih tak meladeni ucapan Sandra,ia mengeluarkan satu buah kacamata dari dalam tasnnya dan memberikannya pada Sandra.


"Pake nih,biar makin lengkap." Ujar Zee.


Sandra langsung menerima kacamata yang di berikan Zee dengan senang hati.


"Buat gue beneran kan Zee?"


"Hm"


"Asyikkk. Makasih Zee.


"Ya ampun,kacamata tiga puluh juta. Siapa yang mau nolak sih." Batin Sandra memekik senang.


Zee hanya bisa menggeleng melihat raut wajah Sandra yang tampak begitu senang mendapatkan kacamata tersebut.


♡♡♡


Mobil Zee akhirnya sampai juga di depan Armada Coffein yang merupakan Cafe terdekat yang berada tepat di depan kampus Vripagold.


Setelah memarkirkan mobil,ia dan Sandra pun masuk ke dalam cafe. Tadi Zee sudah menyuruh Clara untuk memesankan ruang VIP. Jadi mereka hanya perlu berjalan ke lantai dua,karena ruang VIP ada di sana.


Sepanjang perjalanan,Sandra memilih menunduk,tidak ingin ada orang yang mungkin bisa mengenali wajahnya dan malah mengira jika ia adalah Salma.


Hingga sampai di ruang VIP barulah Sandra bisa menegakkan kepalanya kembali.

__ADS_1


Di dalam Zee langsung di sambut oleh teman-temannya dengan antusias. Mereka tentu senang karena untuk pertama kalinya Zee mau bergabung dengan mereka tanpa paksaan. Padahal merek tidak tahu saja jika ada udang di balik bakwan.


__ADS_2