Story Of Azellea

Story Of Azellea
Penjelasan


__ADS_3

"Dek,lo pengen jelasin sesuatu ke gue?" Tanya Davian begitu sampai di apartemen mereka. Ia sudah setengah mati penasaran karna sedari pulang dari rumah papanya tadi Zee benar-benar tidak berbicara sedikitpun di dalam mobil.


Zee menarik napas pelan,kemudian menatap Davian serius."Bang kalau gue bilang mama sama nenek meninggal karna dibunuh,lo bakal percaya?"


Davian ikut menatap Zee serius,"Menurut lo gitu? Entah kenapa gue ngerasa kalau ada hal yang lo tau. Tapi lo sembunyiin dari gue,lo gak mau kasih tau gue siapa pelakunya?"


"Lo percaya sama apa yang gue bilang barusan?"


"Kenapa enggak,kalau lo punya bukti?"


"Gue belum punya bukti akurat,tapi ada beberapa kejadian yang sudah gue rangkai, sampai akhirnya beberapa kejadian itu ada keterkaitannya dengan orang terdekat kita."


"Lo tau gak,mama kecelakaan pas jemput gue pulanh sekolah dulu. Mama ditabrak orang yang katanya rem mobilnya blong. Orang itu meninggal,mama juga meninggal. Memang sulit buat bilang kalau itu direncanakan. Tapi aku rasa bang Vian tau kalau saat kejadian itu orang pertama yang kasih tau papa kalau mama kecelakaan itu adalah Melissa. Dia ada di lokasi itu ketika kecelakaan. Padahal seharusnya dia di kantor karna dia sekretaris papa dan saat itu masih jam kerja..."

__ADS_1


"Jadi maksud lo,mama Melissa pelakunya?"


"Dulunya enggak,karna waktu itu gue masih umur 5 tahun. Gua gak tau apa-apa,yang gua tau mama meninggal ya karna kecelakaan. Dan bangsatnya beberapa hari setelah mama meninggal,papa bahkan tega bawa tante Melissa ke rumah bersama Sassya. Papa nikahin tante Melissa,setelah itu apa? Kalian nuduh gua yang bikin mama gak ada,kalian nyalahin gua. Untung ada nenek yang waktu itu selalu belain gua,tapi sayangnya kalian gak tau bahkan nenek gak tau. Kalau selain tekanan dari kalian,tante Melissa juga ikut nekan gue dari belakang. Sampai umur 9 tahun nenek meninggal,itu juga karna nyelamatin gue yang hampir jatuh dari tangga...."


"Jadi maksud lo,semua kecelakaan yang terjadi sama mereka itu di rencanain. Dan semuanya berhubungan sama mama Melissa? Gitu?"


"Iya,gua tau itu saat usia gua 15 tahun. Lo ingat waktu gue berantem sama Sassya,dan papa nyita ATM gue?"


Davian tampak mengingat-ingat sebentar kemudian mengangguk."Iya,waktu itu lo juga sempat gak pulang selama 3 hari kerumah,iya kan?"


"Bentar-bentar!! Ini ceritanya muter-muter gini,gimana sih? Hubungannya sama lo tau masalah kecelakaan mama di sengaja itu dimana?" Tanya Davian bingung karna cerita Zee malah berputa-putar di situ.


"Tunggu dulu makanya. Gue ceritain detailnya biar lo gak bingung." Ujar Zee geram karna Davian memotong ucapannya

__ADS_1


"Ya udah sih lanjut!!"


"Jadi di hari mereka datang buat ngambil motor yang udah selesai di servis. Gue tanya nama salah satu dari mereka . Dan ternyata itu bang Vano,dua temannya lagi namanya Bara sama Rafa. Bang Vano itu ketua genk mereka. Setelah dapet info yang cukup,gue beraniin diri buat ngomong ke banh Vano detik itu juga. Gua bilang gua mau masuk geng mereka. Karna gue pikir gue butuh sebuah komplotan yang bisa bantu gue ngusir tante Melissa dan Sassya dari keluarga William. Bukan tanpa alasan,hari dimana gue pergi dari rumah,gue sempat denger tante Melissa ngomong sama seseorang di telepon tentang saham perusahaan papa setelah papa meninggal,bahkan tante Melissa akan dapetin secepatnya. Gue gak denger semua pembicaraan mereka tapi gue yakin tante Melissa ngerencanain sesuatu yang jahat."


Zee menghela napas sebentar,cukup capek juga menceritakan ulang kejadian masa lalunya."Setelah gue sampaiin niat gue bergabung dan apa alasannya. Mereka langsung nolak mentah-mentah niat gue,alasan pertama karna gue cewek. Kedua karna masalah gue bukan urusan mereka,gue gak nyerah. Gue bahkan sampai nyamperin bang Vano ke SMAnya,dan ternyata dia satu SMA sama lo. Gue kaget juga pas tau fakta itu, akhirnya gue pakai identitas samaran selama gue berusaha dekatin bang Kai dan Dark Night. Sampai akhirnya suatu haru gue berniat datangin rumah bang Vano,tapi di jalan gue ketemu sama ibu-ibu dan anak kecil yang lagi di kejar-kejar sama preman. Waktu itu jalanan sepi,karna gak punya pilihan akhirnya gue maju sendiri nyelamatin ibu-ibu itu..."


"Dan faktanya ibu itu ibunya Kai? Terus karna lo udah nolongin mamanya si Kai,si Kai akhirnya ngebiarin lo masuk genk mereka itung-itung bales budi. Gitukan ceritanya?" Davian tau-tau kembali memotong cerita Zee.


Zee mendelik malas,tapi yang Davian katakan memang benar."Ia itu faktanya,gue akhirnya masuk ke Dark Night. Di sana anak Dark Night termasuk bang Kai ngajarin gue banyak hal. Balapan,bela diri,susun strategi,berbisnis, bahkan ngeretas. Dari situ gue mulai nyelidikin niat tante Melissa dan Sassya masuk ke keluarga kita. Gue juga penasaran kronologis kecelakaan mama dan penyebab nenek meninggal. Gue dan anak-anak Dark Night ngeretas CCTV rumah kita dan CCTV jalanan tempat kejadian,sampai akhirnya ada beberapa kejadian janggal yang gue rasa semuanya terkait. Gue coba hubungkan satu-persatu, akhirnya gue sedikit nemuin titik terang kalau di setiap kejadian itu ada hubungannya sama tante Melissa karna dia orang yang selalu ada dan jadi orang pertama yang kasih tau kejadiannya sama papa. Seolah emang dia udah ngintai.


"Untuk lebih jelasnya gue rasa lo perlu ikut gue ke markas besok. Di sana gue sama bang Kai bakalan tunjukin ke lo beberapa bukti rekaman CCTV dimana tante Melissa juga sempat naruh sesuatu di tangga sebelum nenek kecelakaan dan dimana ada mobil tante Melissa yang berada gak jauh dari lokasi mama kecelakaan. Sekaligus Sandra juga mau ceritain sesuatu tenyang kak Salma yang mungkin gak lo tau selama ini." Ujar Zee mengakhiri cerita panjagnya.


"Gue masuk ke kamar deh. Ngantuk,besok ngampus!!" Ujar Zee sambil mengucek-ngucek matanya,kemudian masuk ke kamarnya meninggalkan Davian yang masih berusaha mencerna baik-baik ceritanya barusan.

__ADS_1


♡♡♡


__ADS_2