Story Of Azellea

Story Of Azellea
Terjebak Bullying


__ADS_3

Sepulang kuliah,Zee langsung ke luar tanpa menunggu ketiga temannya yang masih menyimpan barang-barangnya ke dalam tas. Gadis itu memang sengaja mendahului mereka karena dirinya akan menghubungi seseorang di parkiran nanti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di parkiran...........


...----------------...


*Telepon:


Zee : "San,bisa jemput gua ke kampus? Tapi jangan kentara. Lu jemput gua di persimpangan,jangan sampai ada anak kampus yang liat." Ujar Zee di telepon genggam miliknya.


Sandra : Iya bawel... lu udah chat gua tadi pagi. Kita. udah bahas ini,dan gua gak pikun ya."


Zee : Gua cuma ngingetin!!


Sandra : Iya mantan adik ipar,hahaha....


Zee : Sialan


"tut...tut...tut...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebelum Zee mengumpat lebih lanjut,telepon sudah lebih dulu dimatikan oleh Sandra secara sepihak.


"Sialan nih orang,gua belum ngingetin dia biar bawain helm." Umpat Zee geram.


"Emang lo mau kemana?"


"HAH??" Kaget Zee,refleks menoleh ke belakang. Di sana terlihat Delice dan ketiga temannya sedang menatapnya penuh selidik.


Untung saja Zee minim ekspresi,jadi setelah kaget,wajahnya kembali datar seolah tidak terjadi apa-apa.


"Gak kemana-mana. Gua abis pesan helm tadi,jadi nyuruh orang buat anterin ke apartemen gue." Kilah Zee.


"Bukannya motor lo ditahan bang Vian waktu itu?" Tanya Delice heran. Ia ingat kala itu Zee dijemput Kaivan,yang hampir membuat hubungan Kai dan Arkhan retak bahkan dirinya juga sempat kecewa.


"Eh gak,gua beli motor baru." Sahut Zee santai,tanpa mau memikirkan alasan yang lebih ribet. Menurutnya itu jawaban yang paling masuk akal. Lagian dia memang bisa dengan mudah membeli barang yang ia mau jika ia ingin.


"Ckk....Orkay Lis. Calon CEO next William,bebas lah mau beli apa." Sindir Agatha bergurau.


"Dia sama Vian kalau beli motor ,rasa beli permen ygy?" Ujar Clara ikut menggoda adik pacarnya itu.


Zee yang menjadi bulan-bulanan ketiga temannya hanya mengangguk acuh. Sembari berjalan ke luar gerbang kampus,ia sudah mencari alternaltif lain barusan. Karena kehadiran teman-temannya di situ,tak mungkin juga ia berjalan kaki ke arah persimpangan tempat dimana Sandra akan menjemputnya. Bisa saja ketahuan.


Jadi rencana ia ubah,ia sengaja memesan taxi online. Untuk mengantarkannya ke cafe terdekat,dari kampusnya dan menyuruh Sandra menjemputnya di sana. Setidaknya itu tidak akan membuat teman-temannya kembali mencurigainya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Taxi yang Zee tumpangi beranjak meninggalkan area kampus. Zee yang menjadi penunjuk jalan,sengaja meminta sopir taxi agar melewati jalan pintas yang sudah ia hapal,biasanya Zee melewati jalanan itu untuk menghidari macet.


Jalanannya memang cukup sepi,apalagi jika ada malam hari. Namun baru beberapa menit taxi yang Zee tumpangi melewati daerah tersebut,tampak sebuah mobil yang tidak asing bagi Zee terparkir di tepi jalan. Ada sebuah gang kecil di depan sana,dan Zee yakin pemilik mobilnya mungkin saja masuk ke gang itu. Entah apa yang ia lakukan di sana,tapi jelas itu tidak lazim,apalagi ini tempat sepi,dan anehnya lagi kenapa ia berhenti di di depan gang sempit seperti itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Pak,saya turun di sini aja deh. Di depan itu mobil teman saya pak. Jadi saya nebeng dia dari sini." Ujar Zee sambil keluar dari taxi setelah menyerahkan beberapa lembar uang seratusan.


"Eh,neng!! Tunggu,beneran turun di sini? Ini juga uangnya kebanyakan neng."


"ambi aja pak kembaliannya,anggap aja tips dari saya." Jawab Zee sambil terus berjalan menuju mobil yang sedari tadi menarik perhatiannya.


"Oh iya gua lupa bilang Sandra." Ujar Zee,yang langsung merogoh hp di sakunya.


"Jemput gua secepatnya,lokasinya udah gua kirim ke wa lo. Sekalian pas datang bunyiin sirine di motor lo."


"Tut....tut...tut...." Telepon langsung dimatikan oleh Zee.


Dengan mengendap-endap,Zee berusaha mendekati ke mobil,dan mengintip isi di dalamnya. Kosong,tidak ada siapa-siapa. Dugaan Zee makin kuat,jika orang yang ia curigai pasti masuk ke gang sempit itu.


"Sebenarnya gua takut sih,kalau di dalam banyak semak terus ada belalangnya bisa mampus gua." Ujar Zee bergidik seraya merapatkan jaketnya.


Jika kalian bertanya kenapa Zee yang dingin dan galak malah takut dengan belalang. Ya itu karena ia phobia,tidak ada alasan kenapa,tapi ya memang takut saja. Untung hanya ia dan Kai yang tau rahasia itu,jika tidak mungkin itu bisa dijadikan teman-temanya banhan bullying untuknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ayo cium kaki gue!! Lo tadi berani kan numpahin saus pasta ke sepatu gue? Ayo sekarang bersihin pake mulut lo!! Asal lo tau,harga sepatu gua bahkan bisa buat beli harga diri lo yang murah itu!! Jadi bersihin yang benar."


"Maaf.....ta...tapi a...a..aku gak sengaja,hikkss....hikss..."


"Bangsat!! Berani nyaut lo!!"


"Plak!!!"


"Byurrr....."


Suara tamparan di tambah guyuran air,membuat gadis malang tersebut tambah tidak berdaya.


"Bersihin buruan!! Lo tau kan dia Queen di kampus kita. Masih punya nyali lo buat protes?"


"A..aa..ku ..ga..k...."


"Bego banget sih lo!!"


"Ambil gunting Ray,di tas gua. Lo Ki,ambil sisa saos tadi di tas gue. Nih orang emang harus dibikin kapok."


"Dibikin gak bisa ngampus aja Queen,sampah kayak gini,gak cocok ada di kampus bokap lo."


"Good idea."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sial!!" Umpat Zee keceplosan,buru-buru ia menutup mulutnya sendiri. Ia kesal karena sepatunya tersangkut di semak saat ia diam-diam mengambil cuplikan vidio bullying barusan.


Suara Zee barusan tentu saja membuat ketiga orang itu kaget . Baru kali ini ada yang datang ke lokasi bullying mereka.


"SIAPA DISANA??"


Tak ada sahutan,Zee berusaha menahan napasnya agar tidak kedengaran. Ia harus melepas sepatunya yang tersangkut dahulu agar bebas berjalan. Jika tidak sama saja,ia bisa jadi korban keduanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zee sudah was-was saat ketiga orang itu mendekat ke arahnya bersembunyi. Namun entah Zee yang mengigau atau bagaimana. Tapi ia melihat jelas gadis yang mereka bully tadi berdiri dengan sempoyongan.


"Yang ba....ba..rusan bunyi itu no...notif HP gue." Ujarnya sembari tertuntuk. Dengan tangan menunjuk tas yang tergeletak mengenaskan tak jauh dari semak tempat Zee bersembunyi.


"WHAT?? Notif HP lo bilang?? Lo mau ngerjain kita dengan pasang notif kayak gitu. Lo sengaja alihin perhatian kita?"


"Wahh....makin punya nyali sih..."


"End ajalah lah Sya.....!! Lama lo,kalau lo gak mau,biar gua yang kelarin."


Gadis pembully yang tak lain adalah Sassya dan gengnya itu, langsung berjalan dengan geram ke arah gadis malang tadi. Langsung saja gadis yang di panggil Sassya Rin tadi,menjambak rambut si gadis malang dengan kuat.


Tepat sebelum gunting yang Sassya pegang berhasil memotong rambut gadis itu,Zee keluar dan langsung menendang tangan Sassya membuat Sassya terpental dan gunting terlempar entah kemana.


"DASAR GADIS IBLIS!!" Ucap Zee dingin penuh penekanan.


"Z..Zee? Ngapain lo di sini?" Tanya Sassya cukup gugup. Setahunya ini tempat teraman mereka selama ini.


"Sewindu yang lalu." Jawab Zee kesal. Sambil menatap gadis yang di bully tadi dengan geram. Bisa-bisanya gadis itu malah menangis tersedu-sedu saat ini. Padahal niat Zee,gadis itu harus bangun dan membully balik mereka bertiga bukan malah menangis tidak jelas di dekat kakinya.


"Dengar Zee!!" Ujar Sassya sambil berdiri dari posisinya.


"Lo berada di sini,ikut campur urusan gue!! Jangan salahin kalau gue juga nyakitin lo."


"Silahkan!!" Ujar Zee santai,tangannya terulur membantu gadis tadi berdiri. Setelah itu ia mengambil botol saos yang masih berisi sedikit saos,dan langsung menendangnya ke arah kedua teman Sassya tanpa aba-aba. Ia juga mengekuarkan pistol kecil yang entah sejak kapan ada di saku jaketnya.


Sontak saja kedua gadis itu menjerit ketakutan,sambil berlari ke luar gang menghindari botol sekaligus saos di dalamnya. Apalagi dengan todongan pistol barusa. Bisa Zee pastikan mereka tidak akan punya nyali untuk kembali.


"Sisa lo nih!! Mau main pake cara mana?" Tanya Zee sambil berjalan mendekat. ke arah Sassya,tapi gadis itu tidak tinggal diam. Sialnya masih ada sisa botol saos di dekatnya,tentu saja hal itu ia gunakan untuk melarikan diri. Dengan cekatan,segumpal saos menempel di depan dada Zee membuat Zee tak sengaja melepas tembakan yang utungnya lewat di samping Sassya.


Namun hal itu berhasil membuat Sassya menjerit histeris dan lari terbirit-birit meninggalkan Zee dan gadis tadi yang juga gemetar melihat kejadia barusan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nah sekarang giliran lo...." Ujar Zee dengan senyum smirk di wajahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Nah lo guys!! kok Zee juga ngancam si korban bully tadi ya? Penasaran kah kalian? Kalau ia nanti malam aku sambung. Kalau gak besok deh wkwkw😁


__ADS_2