Story Of Azellea

Story Of Azellea
The Party


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Zee dan Kaivan akhirnya sampai di depan hotel pribadi milik William. Dari luar sudah bisa dilihat jika acara kali ini memang di sajikan dengan megah. Ratusan mobil tampak berbaris rapi di parkiran hotel,juga beberapa papan bunga berisi ucapan selamat ulang tahun pernikahan tampak terpampang megah di halaman hotel.


Begitu mobil berhenti,sang supir segera turun untuk membukakan pintu bagi Davian dan Zee.


"Ayo turun,papa sama mama pasti udah nunggu kita dari tadi.".


Davian mengingatkan Zee yang tampak memasang raut wajah tak berminat.


"Bang gue sosial phobia!!" Ucapan Zee membuat Davian yang baru melangkahkan sebelah kakinya keluar,kembali menaikkan kakinya ke dalam.


Pria itu menatap adik satu-satunya dengan datar."Gak usah ngelucu deh dek!! Kita udah telat beberapa jam ini!! Lo kalau gak mau masuk sendiri,gue seret nih!!"


"Tapi seriusan,jantung gue dari tadi dag dig dug tau!!"


"Kalau jantung lo ga dag dig dug tandanya lo udah mati bego!! Gak usah banyak alasan deh!!"


"Ishh kejam banget jadi abang!! Udahlah sana,lo masuk duluan. Gue mau ambil kado yang gue pesan kemarin." Kali ini Zee tampak serius dengan ucapannya.


"Beneran nih? Lo gak kepikiran buat kabur kan?"


"Gak...gak!! Tenang aja!! Udah sana masuk duluan!!" Zee berkata sambi mendorong Davian agar segera keluar dari mobil.


"Iya...iya gue keluar!! Gak usah di dorong. Lagian kayak apa sih kado lo sampai gue gak boleh lihat?"


"Ada deh,yang pasti kadonya lebih besar dari ukuran dada gue!!" Zee berkata dengan nada sinis,lain halnya dengan Davian. Pria itu tampak tertawa mendengar ucapan sang adik.


♡♡♡


Setelah Davian keluar Zee langsung mengambil HP-nya dan menghubungi seseorang.


"Halo!!"


"....."


"Gue udah di depan hotel. Anterin barangnya ke sini. Gue mau masuk sekarang."


"......"

__ADS_1


"Thanks..."


♡♡♡


Telepon dimatikan,tak lama kemudian tampak dua orang pria berjalan ke arah mobil. Begitu sampai di samping mobil Zee keduanya langsung mengetuk pintu mobil.


Zee menyuruh sopirnya untuk keluar terlebih dahulu. Setelah sang sopir keluar,barulah Zee membuka pintu dan ikut keluar dari mobil.


"Mana?" Tanya Zee pada dua pria yang ternyata adalah Bara dan Rafa. Dua anggota inti DarkNight selain Zee,Kai dan Edgar.


"Nah....sesuai permintaan lo!! Album foto lengkap sama fotonya."


"Terus ini,semua dokumen transaksi milik mama tiri lo sama manager keuangan Davian. Di situ juga ada bukti transfer uang yang di lakukan melissa untuk suaminya di Singapura."


Bara dan Rafa bersamaan me


"Good job,makasih bantuannya. Oh iya,Sassya sama Kai udah masuk kan?"


"Udah dari tadi,lo juga buruan masuk. Udah jam enam,sebentar lagi pesta dansanya pasti dimulai."


"Aman,tadi kita udah kasih obat tidur dosis tinggi di minuman penjaganya. Sekarang Edgar yang pegang kendali komputernya." Jelas Bara membuat Zee sedikit lega.


"Tapi vidionya belum kalian tayangin kan?"


"Lo tenang aja soal itu,kita pasti tunggu aba-aba dari lo."


Penjelasan dari kedua temannya itu membuat Zee semakin lega. "Ya udah gue masuk dulu. Kalian juga masuk,biar gak kayak gelandangan di luar sini." Zee sedikit bercanda pada kedua temannya.


Setelah selesai berbasa-basi,Zee akhirnya berjalan memasuki aula pesta. Suasana meriahnya pesta makin terasa begitu Zee menginjakkan kakinya di atas red karpet yang terbentang menyambut kedatangan setiap tamu undangan yang datang ke situ.


Begitupun silau lampu kamera dari puluhan awak media yang siap menbidik wajah siapapun yang lewat di sana. Beberapa jurnalis dan wartawan tampak siap merekam berbagai momen yang nantinya pasti akan menjadi berita hangat di media sosial.


Zee menunjukkan senyum terbaiknya  begitu puluhan kamera mengarah padanya yang baru saja masuk ke dalam. Tatapan tajam dan langkah anggun menambah kharisma seorang Azellea,si calon penerus perusahaan William Corp yang beberapa hari lalu menjadi trending topik di media bisnis.


Zee terus melangkah dengan percaya diri,hingga akhirnya terhenti di depan panggug tempat  kedua orangtuanya yang juga tengah menatap intens ke arahnya.


Dengan langkah pasti Zee naik ke atas podium menghampiri kedua orangtuanya tersebut.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun pernikahan papa,mama!!" Ucap Zee sambil tersenyum manis pada dua orang yang menjadi ikon pesta malam itu.


William dan Melissa juga tampak menyambut kedatangan Zee dengan pelukan hangat yang langsung menjadi sasaran bidikan puluhan kamera yang sedari tadi sudah siaga mengabadikan setiap momen keluarga terpandang tersebut.


"Terimakasih sudah datang sayang..."Ucap Melissa sambil mengusap lembut kepala Zee layaknya seorang ibu yang benar-benar menyayangi sang anak.


William juga melakukan hal yang sama pada putrinya itu." Terimakasih nak,papa senang kamu datang." Ucap William tulus.


"Sama-sama,maaf Zee terlambat. Tadi kado pesanan Zee sedikit mengalami penundaan kiriman." Bohong Zee dengan raut wajah menyesal.


"Ah iya...ini kadonya,maaf sederhana. Tapi semoga kalian suka." Ucap Zee tulus sambil menyerahkan dua buab papper bag hitam  bertuliskan "Happy Anniversarry"  yang diukir dengan tinta emas,membuat kadonya tampak mewah dan elegan.


"Tak apa sayang,kamu sudah datang saja kami senang. Apalagi sampai repot-repot menyiapkan kado. Mama sangat berterimakasih untuk hadiahnya." Ucap Melissa kembali berdrama sambil menerima kado pemberian Zee.


"Kalau begitu Zee ke bawah  ya. Mau bergabung dengan tamu undangan yang lain." Pamit Zee sambil berlalu turun kebawah.


Mata Zee mengedar melihat satu persatu tamu undangan yang tampak sangat menikmati pesta meriah tersebut. Bahkan Sassya juga tampak sibuk berbicara dengan Raynand di salah satu meja hingga tidak mempedulikan kedatangan Zee yang sedari tadi menjadi sorotan.


Zee terus berjalan menuju salah satu meja kosong di sudut ruangan. Ia sengaja mengabaikan tatapan teman-temannya dan juga Arkhan yang mengira jika Zee akan menghampiri mereka.


Zee kembali mengedarkan pandangannya,hingga akhirnya matanya menangkap sosok Davian yang terlihat sibuk berbicara dengan beberapa pebisnis yang juga kemarin sempat Zee temui sewaktu rapat saham.


Namun dari sekian banyak orang yang sudah datang ke situ,Zee tidak menangkap sosok Sandra dan Kaivan. Padahal sedari tadi Zee sudah berusaha mencari keberadaan dua rekannya itu.


Zee menekan alat komunikasi berbentuk anting yang sedari sudah terpasang di telinganya.


"Kai!! Sandra!! Kalian dimana?" Bisik Zee pelan.


"Di antara tamu undangan!!" (Kaivan).


" Lo tenang aja,kita mantau lo kok dari tadi." (Sandra).


"Jadi gimana?" Terdengar suara Edgar ikut bertanya.


Zee tampak menarik napasnya dalam-dalam. Sekali lagi ia edarkan pandangannya pada seluruh tamu undangan dan keluarganya yang tampak saling tersenyum bahagia di depan sana. Ada sedikit rasa tidak tega di hati,jika momen bahagia malam itu harus ia rusak. Namun apa boleh buat,semuanya sudah terlanjur....


"LAKUKAN SEKARANG!"  Ucap Zee mantap.

__ADS_1


__ADS_2