Story Of Azellea

Story Of Azellea
Gendong


__ADS_3

"Sebelum baca jangan lupa like dan komen setelah membaca. Terimakasih😉"


♡♡♡


"Abang!! Papa!! Zee hausss......Huaaaaaaa!! Ar.....gue capek....huaaa!!!"


♡♡♡


Zee menangis bak anak kecil,ia baring terlentang di aspal. Layaknya seseorang yang baru dihajar habis-habisan.


Kelima orang tadi mengeliat kaget sembari menatap Zee nanar,mau mendekat mereka tidak berani dan juga tidak punya tenaga Sampai akhirnya cahaya silau diikuti sirene polisi membuat kelima orang itu kalang kabut.


Hanya Zee yang tampak tak bergerak dari tempatnya,ia sudah tidak menangis,tapi juga tidak mengoceh.


Akhirnya kelima orang tadi diamankan tanpa perlawanan. Beberapa saat setelahnya terdengar teriakan dua pria yang memanggil-manggil nama Zee dengan nada khawatir.


"Dekk!!! Ya elah kenapa lo bonyok gini sih!!" Suara seseorang yang jelas bukan Kaivan tapi Davian. Entah bagaimana bisa pria itu yang datang. Padahal tadi Zee menyuruh menghubungi Kaivan.


"Zee!! Bangun Zee!!" Ujar Arkhan yang ikut bersama Davian,ia menepuk-nepuk pipi Zee yang tampak sudah kumal dengan rambut yang lengket di pipinya.


"Dek? Woi!!"


"Huaaaaa!!! Kenapa kalian sih yang datang!! Mana lama lagi,gua hampir mati tau!! Gua haussss!! Kalian jahat huaaa!!!"


Zee yang tadi pura-pura pingsan,kini sudah duduk tegak dengan rambut berantakan bak orang gila,ditambah lagi ia menangis bak anak kecil.


"Hiss,udah gue tebak dia gak mungkin pingsan." Gerutu Davian sambil berdiri dari jongkoknya.


"Lagian kalau kita gak datang lo ngarepnya siapa? Si martin buat jemput nyawa lo?"(Catatan: martin di animasi apalah itu,si malaikat pencabut nyawa mksd gue).


"Gue tadi nyuruh tu anak nelpon Kai,setidaknya dia bisa diharapin daripada kalian. Punya geng cuma buat ngejar cewek."


"Heh ogeb masih bagus kita datang ya."


"Gak ada bagus-bagusnya!! Gak nolongin,malah ngomel."


"Udah-udah minum dulu!!" Arkhan menyodorkan sebotol minuman yang langsung dirampas Zee dengan rakus.


Setelah selesai minum Zee kembali menjatuhkan badannya ke aspal.


"Kalian gak niat nanya keadaan gue gitu?"


"Gak!!" Jawab Davian sarkas,sedangkan Arkhan memilih diam dulu. Ia tidak punya jatah berbicara jika Davian dan Zee sudah berdebat.


"Jahatnya jadi abang."


"Cihh,kayak bukan Zee lo. Curiga gue lo ketempelan setan pohon beringin tadi." Ledek Arkhan yang di sambut lemparan botol kosong dari Zee.

__ADS_1


"Lagian ya,gue mau nanya apa? Mau nanya lo baik-baik aja? Gak mungkin lah,udah bonyok gini kok."


"Ya setidaknya apa kek,siapa tahu gue patah tulang,patah apa gitu."


"Patah tulang apa? Harusnya gue khawatir sama penjahat yang udah ngejar lo tadi. Andai kita gak datang,mungkin mereka udah mati di tangan lo."


"Ishh!! Kejam!! Itu cuma bentuk perlindungan diri tau!! Lagian kalian kemana aja sih tadi. Ini udah satu jam lebih dari kejadian tadi. Udah mau jam delapan sekarang."


"Ckkk,panjang ceritanya." Jawab Davian malas.


"Udah nanti gue ceritain." Ujar Arkhan lembut membuat Zee berbinar bak anak kecil.


"Ceritain sekarang!!"


Arkhan pun menghela napas pasrah.


"Sekitar jam setengah tujuh tadi Qira ngehubungi kita pake HP lo. Katanya di suruh sama lo. Dia bilang mau hubungi Kaivan tapi gak dapat kontaknya. Emang lo save kontak Kai pake nama apa?"


"Nama Kai. K.AI."


"Lo ngasih tau dia?"


"Oh iya Kaivano!!" Zee menepuk kepalanya sendiri.


"Jadi hubungin gue,katanya itu kontak terakhir yang ada di riwayat panggilan lo tadi. Akhirnya gua yang hubungin Vian,dan kita lacak GPS lo. Sampai di mobil kalian,di sana gak ada lo. Cuma ada cowok yang kayaknya abis lo tembak,udah pingsan di sana."


Davian dengan seenak jidatnya menyerobot penjelasan Arkhan.


"Tapi lo baik-baik ajakan?" Tanya Zee pada Qira yang berdiri tak jauh dari Davian.


"Aku baik-baik aja. Maaf harusnya kamu yang dikhawatirin,gara-gara aku pingsan kamu hampir celaka." Ujar Qira dengan raut bersalah bahkan hampir menangis.


"Udahlah,gue itu kuat. Gak lemah kayak lo."


"Iyain biar senang." Ujar Davian mencibir.


"Ternyata nyari lo juga gak gampang. GPS lo yang katanya bisa di lacak dari HP lo. Ternyata malah mati,jadi kita muter-muter lah nyarinya." Ujar Arkhan memberi tahu alasan lain yang membuat mereka sulit menemukan Zee.


Zee yang mendengar GPS nya mati, langsung mengangkat pergelangan tangannya. Dan benar saja.....


"Huaaa!!! Jam tangan lima puluh juta gue!! Kenapa harus jam tangan gue sih yang pecah!! Kenapa buka kepala me...... mhhhhhmppp"


"Abbbemm lhhepas!!" Ujar Zee tercekat,karena tangan Davian sudah lebih dulu menyumpal mulutnya.


"Tapp!!" Sebuah kartu kredit berwarna gold menempel di jidat Zee yang sudah tidak lagi mulus.


"Banyak bacot nih anak. Besok beli jam tangan yang lo mau. Sekarang kita harus ke kantor polisi buat dimintai keterangan . Habis itu baru pulang buat obatin luka lo." Ujar Davian sambil berjalan kembali ke arah mobilnya.

__ADS_1


"Kalian bawa mobil masing-masing?" Tanya Zee saat mendapati dua buah mobil porche berwarna hitam dan merah terparkir di sana.


"Iya!!" Ujar Arkhan menjawab sembari berdiri dari posisinya.


Baru saja dan Davian mau membuka pintu mobil,dan Arkhan yang akan berjalan menyusul. Zee kembali ambruk ke aspal dengan posisi tangan di dada.


"Gue capek banget!! Jantung gue hampir gak detak,kalian gak ada yang mau gendong gue?"


Zee memiringkan badannya ke arah Davian dan Arkhan yang tampak menatapnya aneh.


"Ish!! Ogah!! Lagian sejak kapan sikap lo berubah manja? Makin merinding gue,apa jangan-jangan lo bukan Zee,setahu gue adek gue itu cuek,dingin. Lah elo gila,hiii..." Davian sok bergidik ngeri seraya masuk ke dalam mobil tanpa belas kasihan.


"Ar??" Zee kini beralih membujuk Arkhan yang masih menatapnya cengo.


"Iya!! Iya!! Ayo sini,naik ke punggung gue!!" Suruh Arkhan sambil berjongkok di samping Zee.


Dengan semangat empat lima,gadis itu naik ke punggung Arkhan dan langsung merangkulkan tanganya di pundak Arkhan.


"Bocah!! Gue semobil sama Arkhan. Elo sama abang gue,biar dia gak kesepian. Kasian kalau sopir gak bawa penumpang."


"Sialan!!" Davian hanya bisa mengumpati Zee yang tampak sengaja meledeknya dengan cara memeletkan lidahnya.


♡♡♡


"Gue berat gak?" Tanya Zee begitu sampai di samping mobil Arkhan.


Arkhan yang baru mau menurunkan Zee mengurungkan niatnya,ia dapat merasakan napas gadis itu berhembus di sekitar telinga dan pipinya.


Wajah Zee begitu dekat dari samping membuat Arkhan menahan napas gugup. "Kita gak kedekatan kan ya?" Tanya Arkhan semakin gugup saat Zee semakin memelongokan kepalanya ke depan.


"Ishh,makanya kalau orang nanya itu jawab. Udah ah,turunin gue!! Gue tau kok gue berat. Makanya lo gak jawab.l


"Gak sayang!! Lo gak berat." Ujar Arkhan sambil menurunkan Zee,dan mengurung Zee di antara mobil dan badanya. Sejujurnya ia makin aneh dengan tingkah Zee yang kelihatan manja berbeda dari Zee yang ia kenal sebelumnya.


"Lo berubah,tapi gue suka." Arkhan berbisik di depan wajah Zee membuat keduanya nyaris berciuman,jika saja suara klakson tak berakhlak menghentikan aksi romantis tersebut.


"Kalau mau pacaran di cafe,di taman,di hotel kek. Jangan di jalan raya. Gak elit!! Lagian kalian itu belum resmi,jangan macem-macem. DOSA!!"


Suara Davian yang mengandung ejekan,berhasil membuat Zee dan Arkhan merona malu.


"G..gue masuk duluan!!" Ujar Zee sambil berjalan memutari mobil,dan masuk ke kursi di samping kemudi. Tak lama kemudian,Arkhan pun menyusul.


Akhirnya mereka berdua melajukan mobil menuju kantor polisi dalam keadaan hening,karena masih sama-sama malu.


♡♡♡


Like,vote,coment. Terimakasih♡😉

__ADS_1


__ADS_2