
Hai guys,aku balik lagi hehe. Btw sebelum kalian baca ceritanya,aku mau ngucapin selamat hari ibu buat ibu2 hebat di seluruh dunia ya. Buat mama2 readers semua,love u untuk semua ibu di dunia ini. Terimakasih sudah menjadi ibu hebat buat kami.
♡♡♡
"Zee?" Tanya Arkhan pelan di sela-sela perjalanan mereka menuju markas Dark Night.
"Hm?" Jawab Zee tanpa menoleh, tatapannya fokus pada HP yang sedang di pegangnya.
"Gue boleh nanya?"
"Apa?"
"Lo sebelumnya pernah di tembak cowok?"
"Pernah."
"Siapa?"
"Kaivano."
"Selain itu?"
Zee menghentikan kegiatan di HPnya,merasakan jika pertanyaan Arkhan bernada introgasi.
"Dulu gue pernah di tembak dua kali waktu kelas 2 SMA." Jawab Zee santai. Arkhan yang penasaran langsung menoleh ke Zee dengan raut wajah penasaran,namun hanya sebentar karna ia tengah menyetir.
"Terus ?" Tanya Arkhan tak sabar.
"Gue masuk rumah sakit 1 minggu, untung ada bang Kai yang jagain gue."
"Cieettt......" Arkhan ngerem mendadak mendengar jawaban Zee yang benar-benar di luar nalar.
"Lo di tembak beneran? Bukan di tembak cowok?" Tanya Arkhan dengan raut wajah tak percaya.
"Gue di tembak cowok kok,waktu itu yang ngebegal mamanya bang Kai cowok. Preman dua orang,mereka bawa senjata api,dan gue kena tembakan di lengan sama mereka berdua. Untung tembakannya agak meleset,jadi gue gak cedera parah." Jawab Zee serius.
Bahu Arkhan merosot mendengar jawaban Zee,antara khawatir,marah dengan orang yang melukai Zee dulu, sekaligus gemes dengan ucapan Zee yang keluar konteks pembicaraan mereka.
"Terus mereka yang nembak lo sekarang gimana? Di penjarakan?" Tanya Arkhan serius.
"Udah mati!!" Ucap Zee dingin.
Mata Arkhan membulat,ia tidak mau membayangkan jika Zee jadi psikopat saat itu. Wanita yang kini berstatus pacarnya tidak seburuk itukan?
"Lo bunuh mereka?"
"Bukan gue,tapi bang Kai. Dia gak niat bunuh,dia cuma nembak mereka balik buat ngelumpuhin mereka. Tapi pas polisi datang mereka udah kehabisan darah."Jawab Zee santai.
__ADS_1
"sama aja ceritanya Kai yang bunuh anjir!! Kok gue gak tau selama ini gue temenan sama psikopat." Gerutu Arkhan dalam hati,ia bahkan tak sadar bergidik ngeri membayangkan sahabatnya itu.
"Abang lo tau soal ini?" Tanya Arkhan lagi.
Zee menggeleng."Gak taulah,waktu itu hubungan gue sama dia belum sebaik sekarang."
Arkhan mengangguk-angguk paham.
"Jadi selain Kaivan gak ada cowok yang pernah nembak lo sebelumnya? Maksud gue dalam artian perasaan bukan action psycho lo berdua."
Tanya Arkhan serius,kali ini lebih di perjelas supaya Zee tidak ngelantur lagi.
Zee menatap Arkhan intens,"sebenar- nya gue pernah di tembak cowok waktu SMP dulu. Tapi kita gak pacaran,gue ngehajar tu cowok sekalian sama gengnya karna gue bosen diintilin terus." Jawab Zee santai,namun Arkhan di sebelahnya melotot tak santai.
"Agak sakit nih pacar gue!!" Gerutu Arkhan dalam hati. Namun wajahnya berusaha senetral mungkin agar Zee tak curiga jika sedanh diumpati.
"Jangan bilang setelah itu gak ada lagi cowok yang berani deketin lo?"
"Iya gak ada,sampai gue SMA ada ketua osis yang naksir sama gue. Dia nembak gue,tapi saat itu gue udah kenal bang Kai. Jadi gue bilang aja bang Kai pacar gue,sampai gue kuliah dikampus lama gue dulu pun gak ada deketin gue karna gosip gue udah punya pacar kesebar cepat. Gak tau siapa yang sebarin,mungkin juga karna mereka liat bang Kai sering antar jemput gue ke kampus dulunya. Sebelum gue pindah ke kampus papa." Jelas Zee panjang lebar.
Arkhan tersenyum senang,sekaligus lega luar biasa. Itu artinya dia pacar pertama Zee,karna setahunya Zee dan Kaivan belum sampai pacaran dulu. Zee sendiri yang bilang waktu itukan?
"Jadi artinya gue cinta pertama lo?" Tanya Arkhan antusias. Namun tatapannnya masih fokus ke jalanan di depannya yang tampak lumayan macet.
"Bukan!!" Jawab Zee cepat membuat Arkhan memutar kepalanya 90° ke arah Zee.
"Mama gue!!" Jawab Zee cepat. Arkhan hanya ber-oh ria. Tentu saja lega,karna jawaban Zee masih logis. Siapa sih anak yang gak sayang orangtuanya. Walau mereka udah gak ada atau gak nganggap kita ada tetap aja pasti jauh di dalam lubuk hati kita,kita tetap sayang sama mereka walau kadang gak dipungkiri mulut bilang tidak.
"Cinta kedua lo?"
"Papa gue!"
"Ketiga?"
"Nenek gue!!"
"Keempat?"
"Bang Vian!!"
"Oke yang terakhir nih gue tanya. Kali ini jawab jujur siapa orang kelima yang lo sayang?"
Dengan cepat Zee menjawab,"Bang Kai!!" Pekik Zee tersenyum sumringah tanpa mempedulikan raut wajah Arkhan yang tampak shock bukan main mendengar jawaban Zee yang tak di duga-duga.
"Gue serius Zee!! Bukan lo bilang lo gak ada rasa apapun sama Kai? Lo bilang kalian cuma sebatas sahabat dab abang adek. Tapi kenapa lo bilang lo sayang sama dia? Terus lo anggap gue apa?" Tanya Arkhan sedikit emosi,ia merasa sedang di permainkan oleh Zee.
Zee tampak berpikir sejenak dengan watadosnya."Gue emang pernah bilang gak ada rasa cinta sama bang Kai. Tapi gue gak pernah bilang kalau gue gak sayang sama dia,lo lupa kalau dia udah kayak abang sekaligus papa buat dan mama buat gue. Wajar kalau gue sayang sama dia." Jawab Zee serius.
__ADS_1
Namun Arkhan yang terlanjur merajuk tampak cuek mendengar penjelasan Zee. Wajahnya di tekuk bahkan ia membuang muka saat tak sengaja menatap wajah Zee lewat spion tengah.
Zee menghela napas kesal melihat Arkhan yang mudah sekali merajuk. Padahal niatnya tadi hanya menggoda Arkhan saja bukan membuat pria itu ngambek beneran. Kalau ginikan repot jadinya,ia merasa seperti naik mobil bersama robot melihat raut wajah Arkhan yang tampak kaku.
"Ar...."Akhirnya Zee memutuskan untuk membuka suara,namun Arkhan tetap tak menoleh. Zee lagi-lagi menghela napas kesal." Gue serius kali ini. Lo mungkin bukan cinta pertama,kedua,ketiga,kelima atau bahkan seterusnya. Tapi asal lo tau gue gak mudah buat jatuh cinta,jadi kalau lo berhasil bikin gue cinta sama lo. Gue janji lo bakalan jadi cinta terakhir di hidup gue,yang artinya gak ada lagi cinta buat orang lain setelah lo. Karna semuanya udah gue kasih ke lo!!"
Wajah Arkhan yang tadinya di tekuk kini malah terlihat salah tingkah. Kedua pipinya memerah membuat Zee tersenyum smirk. Gak sia-sia juga ia baca cara ngegombal di gluglu beberapa menit yang lalu. Ya Zee tadi memang sempat bingung bagaimana cara membukuk Arkhan agar tak marah padanya. Ia tau Arkhan cemburu pada Kai,dan ia bego juga malah memanas-manasi Arkhan. Di sela-sela kebingungannya Zee terpikir untuk mencari cara di google,dan berhasil karna terbukti sekarang Arkhan salah tingkah. Walau masih terlihat mencuekinya.
♡♡♡
Mobil milik Arkhan berhenti di depan sebuah mansion besar,yang jika dilihat dari luar tampak seperti hunian pada umumnya. Tidak ada kesan garang seperti markas geng motor biasanya. Hanya saja yang membuat kentara adalah banyaknya jejeran motor besar berwarna hitam dengan lambang naga hitam bertuliskan Dark Night yang tampak berjejer rapi di parkiran.
Di luar tampak teman-teman yang lain sudah turun dari mobil masing-masing. Tinggal Zee dan Arkhan yang belum keluar,saat Zee memegang knop pintu mobil. Tangannya di tahan oleh Arkhan, membuat Zee mengurungkan niatnya untuk keluar.
Ia menatap Arkhan dengan tatapan bertanya."Kenapa lagi?" Tanya Zee heran.
"Tentang ucapan lo tadi,lo seriuskan?" Tanya Arkhan sungguh-sungguh sambil menatap wajah Zee penuh harap.
"Serius!!"
"Janji?"
"Janji Arkhan!!"
Arkhan tersenyum senang mendengar ucapan Zee. Begitupun dengan Zee yang membalas senyuman Arkhan tulus membuat Arkhan terpaku. Baru kali ini ia melihat senyuman tulus seorang Zee,ia sampai terpaku hingga keduanya terlibat tatapan selama beberapa saat sampai tak sadar jika wajah keduanya suda sangat berdekatan. Tinggal beberapa centi lagi bibir mereka akan bertemu dan...
"Tok...tokk....tok....!!"
♡♡♡
Dan jeng-jeng kagak jadi cipokan😂😂😂😂
Otor:Apa? Mau marah?
Ceunah's:Gantung thor anjir!! Dikit lagi padahal. Kenapa malah di ganggu sih?
Otor: Mana saya tau😂😂
Ceunah's: Kualat lo thor,motong adegan pas enak-enak gitu.
Otor: Sttt!! Gak usah protes,gua takut yang baca masih bocil kek gue!!
Ceunah's:Alesan,awas aja kalau lain kali di skip lagi!!"
Otor:Gak janji🤷♀
Ceunah's:😒😒
__ADS_1
Like vote komen aja dulu,baru *******. Ehh, becanda gue masih polos😁