Story Of Azellea

Story Of Azellea
Choice


__ADS_3

Arkhan tersenyum senang mendengar ucapan Zee. Begitupun dengan Zee yang membalas senyuman Arkhan tulus membuat Arkhan terpaku. Baru kali ini ia melihat senyuman tulus seorang Zee,ia sampai terpaku hingga keduanya terlibat tatapan selama beberapa saat sampai tak sadar jika wajah keduanya sudah sangat berdekatan. Tinggal beberapa centi lagi bibir mereka akan bertemu dan...


"Tok...tokk....tok....!!"


♡♡♡


"Sial!!" Umpat Arkhan dalam hati,ia kesal sekesal-kesalnya dengan siapapun yang berada di luar mobilnya itu. Padahal tinggal sedikit lagi ia mendapatkan ciuman pertama Zee,namun harus gagal.


Arkhan menjauhkan wajahnya dari Zee sambil menggaruk kepalanya yang mendadak gatal. Sedangkan Zee membuang pandangannya ke samping menghindari kontak mata dengan Arkhan. Raut wajahnya mendadak datar seperti tidak terjadi apa-apa,padahal pipinya memerah.


"Tok...tok...tok..." Lagi-lagi pintu diketuk dengan cukup keras dari luar membuat Arkhan mau tak mau menurunkan kaca mobilnya.


"Lama banget sih buka pintunya!! Kalian lagi ngapain sih di dalam? ******* ya?" Sergah seseorang yanh sedari tadi mengetuk pintu mobil Arkhan tanpa tendeng aling-aling.


"Uhuk!! Uhuk!!" Zee mendadak tersedak udara mendengar ucapan gadis cantik di luar mobil itu. Siapa lagi kalau bukan Sandra yang entah sejak kapan tau kedatangan mereka.


"Sembarangan kalau ngomong!! Tadi safebelt Zee macet. Jadi gue harus bantu buka dulu,makanya agak lama." Ujar Arkhan beralasan,Zee yang mendengar menarik napas lega. Untung laki-laki pinter berbohong. Walau tak sepenuhnya berbohong karna mereka memang hampir berciuman tadi. Mengingat itu membuat pipi Zee kembali memerah.


"Kalau gak ******* kenapa pipi Zee merah gitu?" Tanya Sandra sambil memelongokan kepalanya ke dalam mobil membuat kupingnya menyentuh hidung mancung Arkhan. Sampai pria itu harus menurunkan kursinya agar tidak bersentuhan dengan Sandra.


"Bisa minggir gak sih!! Kita mau keluar,engap ngeliat muka lo tau gak!!" Ketus Arkhan sambil mendorong kepala Sandra sampai keluar mobil. Setelah itu ia keluar juga dari mobil,begitupun dengan Zee.


"Zee,lo gak diapa-apain kan sama abang gue? Kalau dia ngapa-ngapain lo lapor aja sama gue!!" Ujar Delice dengan raut waja sok khawatir sambil memegang kedua pipi Zee yang masih memerah.


Zee langsung menepis tangan Delice karna risih."Dia gak bakalan berani apa-apain gue juga!!" Sentak Zee dingin.


"Udah!! Udah!! Gak usah kelamaan di sini. Gue ada info penting buat kita semua,terutama buat Zee dan Kai. Lo berdua buruan ikut gue!!" Ujar Sandra menghentikan aksi Delice yang tampak masih ingin mengintrogasi Zee.


Zee dan Kai yang mendengar ucapan Sandra tentang info penting langsung mengikuti gadis itu masuk ke dalam, diikuti yang lainnya dari belakang.


♡♡♡


"Lah? Ngapain kita ke sini?" Tanya Kai heran karna Sandra malah mengajak mereka ke halaman belakang,lebih tepatnya ke tempat kandang hewan berbentuk rumah kecil yang terlihat lucu di situ.


"Info pentingnya apa?" Tanya Davian ikut penasaran.

__ADS_1


"Sebentar gue ambil!!" Ujar Sandra sambil berjongkok mengambil sesuatu dari rumah mini itu. Delice yang melihat gerak-gerik Sandra mencium bau-bau tidak enak. Firasatnya berkata lain,dan.....


"Tadahhhh.....kucing kesayangan lo sama Kai udah melahirkan. Anaknya ada tiga lucu banget!!" Ujar Sandra antusias sambil mengangkat wadah berbentuk bakul yang berisi kain halus untuk tempat kucing-kucing kecil itu.


Zee dan Kai memutar matanya malas, sedangkan yang lain memandang Sandra dengan wajah melongo bak orang bego. Mata mereka menatap 3 kucing kecil dan dua kucing besar berwarha hitam keoren-orenan bak harimau itu dengan tatapan begonya.


"Jadi info pentingnya ini?" Tanya Davian tak percaya. Sandra mengangguk polos.


"Kita harus ngadain selamatan karna si Oreiki sama Chitanda udah punya anak. Gimana menurut kalian?" Tanya Sandra lagi.


Zee langsung menatap Sandra tajam.


"Bisa gak gilanya di pending dulu? Kita ke sini itu mau ngebahas soal Sassya dan mamanya. Tentang urusan mereka dengan keluarga gue, sekaligus informasi masalah kak Salma. Urusan kucing belakangan deh,lagian itu juga kucing gue. Lo gak usah repot-repot ngurusin mereka berdua."


Sandra sedikit memberenggut mendengar usulannya ditolak mentah-mentah oleh si pemilik kucing itu. Namun ucapan Zee ada benernya juga,urusan Sassya dan mamanya lebih penting. Jika kejahatan mereka tidak segera dibongkar maka novelnya gak akan tamat. Kasian otornya capek mikirin alur😂😂😂(Becanda≧ω≦).


"Okay!! Kita bahas masalah Sassya, tapi di dalam aja jangan di sini!!"


Jawab Sandra,kali ini dengan serius sambil memasukkan kucing tadi kembali ke kandangnya.


"Mama tiri tinggal dulu ya sayang!!" Ujar Sandra sambil mencium kedua orangtua kucing tadi bergantian. Semua kembali melongo melihat aksi Sandra. Zee bahkan langsung mengamit semuanya agar duluan masuk ke dalam dengannya. Takut mereka ketularan gila melihat tingkah Sandra.


"Ternyata ada yang lebih menggemaskan daripada Zee." monolognya. Kemudian beranjak menyusul yang lainnya ke dalam.


Begitupun dengan Sandra yang juga menyusul dari belakang.


♡♡♡


"Jadi ini beberapa rekaman cctv sebelum mama ketabrak,yang Zee sama bang Kai dapetin langsung dari lokasi kecelakaan. Sebenarnya ini rekaman cctv dari rumah warga yang kebetulan nyorot ke situ." Jelas Zee sambil memutar-mutar beberapa rekaman cctv di hadapan semuanya.


"Dan ini mobil tante Melissa yang baru aja datang,tepat setelah beberapa detik terjadi kecelakaan. Sebenarnya gak ada yang mencurigakan,karna kalau dilihat dari rekaman dia malah kayak sedang nolongin Zee yang lagi pingsan di samping trotoar. Supir truk dan pengendara mobil itu sama-sama ngelariin diri,sedangkan mama lo  udah di tolong sama warga yang lain." Kaivan ikut menjelaskan sambil menunjukkan vidio dimana Melissa membantu menggendong Zee kecil yang masih mengenakan seragam TK.


Tak ada sahutan dari siapapun di situ. Mereka sama-sama larut dalam pikiran masing-masing. Bahkan para perempuan selain Zee dan Sandra tampak mengalihkan pandangan dari layar laptop saking ngeri melihat vidio di depan mereka. Bayangkan saja saat itu sebuah truk besar melaju tanpa kendali ke arah Zee yang sedang menyebrang jalan,dan dari arah berlawanan Diana berlari menyelamatkan Zee dengan cara mendorongnya ke tepi trotoar. Jadilah tubuh Diana terlempar ke udara kemudian terhempas lalu terguling beberapa meter di susul tabrakan sepeda motor yang melaju cepat membuat darah tampak menciprat kemana-mana.


"Sebentar!!" Jeda Zergan sambil mendekat ke arah Zee yang sedang duduk di depan komputer." Pada nyadar gak kalau truk sama motor yang nabrak mama Zee itu gk ada platnya." Ujar Zergan lagi sambil menzoom vidio yang sudah ia jeda barusan.

__ADS_1


Zee mengangguk lebih dahulu."Itu salah satu alasan kenapa gue belum bisa nemuin pelakunya sampai sekarang. Di tambah dulu-dulunya gue sibuk cari cuan juga,jadi waktu penyelidikan gue terbagi. Biasa uang bulanan gue di korupsi sama mama tiri." Jelas Zee dengan nada sinis. Davian hanya berdehem kaku menanggapi ucapan Zee. Antara merasa bersalah karna telat menyadari jika selama ini mereka memelihara parasit.


"Rekaman cctv pas nenek jatuh dari tangga yang mana?" Tanya Davian mengalihkan pembicaraan.


Zee tampak mengotak-atik kembali komputer di depannya itu."Ini kejadian pertama sebelum nenek jatuh. Lo bisa liat sendiri mama tiri lo itu lagi bawa soklin lantai sambil ngendap-ngendap dari arah dapur. Tapi gak ada rekaman lanjutan. Gue gak tau kenapa,tapi kayaknya udah dihapus,gue lagi berusaha dapetin lagi. Kalau emang bisa dipulihin,dan ini kejadian pas nenek jatuh yang kerekam dari cctv tersembunyi ruang makan Lo taulah kalau tangga darurat di rumah kita dekat sama ruang makan. Kecuali lift yang posisinya di ruang tengah." Jelas Zee.


Davian kembali mengernyit mendengar penjelasan Zee."CCTV tersembunyi lo bilang? Kok bisa lo bilang itu cctv tersembunyi? Setahu gue cctv di ruang makan ada dua dan gak tersembunyi amat keberadaannya." Bingung Davian.


"Gue gak tau,tapi yang pasti cctv itu bukan dua cctv yang lo maksud. Letaknya di belakang AC. Kalau dilihat sekilah malah kayak pewangi ruangan. Jadi sulit buat dikenali,gue gak sengaja ngeliat waktu itu. Awalnya gue kira pewangi ruangan pas gue amati lagi ternyata cctv,dan lagi satu kalau aja cctv itu gak tersembunyi gak mungkin rekamannya utuh. Pasti udah dihapus sama mereka." Terang Zee panjang lebar.Semua mengangguk membenarkan.


Zee kembali memutar rekaman vidio tersebut dan berhenti tepat saat neneknya menarik tubuh Zee yang saat itu berusia 9 tahun ke dalam pelukannya.


Zee yang saat itu mau menuruni tangga kaget saat mendapat tubuhnya di tarik oleh neneknya,dan lebih kaget lagi saat ia dan neneknya tergelincir ke bawah sampai akhirnya terguling hingga sang nenek tak sadarkan diri.


Tinggal Zee kecil saja yang tampak menangis sambil berteriak-teriak memanggil nama sang nenek,namun tak ada sahutan. Sampai akhirnya papanyalah yang datang bersama Melissa,Sassya,dan Davian,namun bukannya iba melihat Zee menangis papanya malah menampar Zee dengan kuat sampai Zee kecil tak sadarkan diri. Davian tampak mau menghampiri Zee kala itu,tapi langsung ditarik oleh mama tirinya agar segera menyusul papanya yang sudah membopong  nenek mereka keluar rumah.


Zee langsung menjeda rekaman vidio tersebut,kemudian memundurkannya kembali ke menit dimana ia dan neneknya tergelincir.


"Kalian liat gak? Kalau di tangga itu ada sedikit cairan kental? Cairannya emang bening,kalau gak di perhatiin baik-bail gak bakal kentara." Terang Zee sambil menzoom gambarnya agar lebih besar.


"Gue yakin itu pasti ibu tiri lo yang taruh. Lagian buat apa tadi dia bawa cairan pembersih lantai sambil ngendap-ngendap gitu,kan aneh." Ujar Delice geram. Zee juga mengangguk membenarkan.


"Sekarang kita udah punya beberapa bukti. Emang belum signifikat,tapi beberap rekaman ini udah bisa jadi bukti. Hanya tinggal kita cari lagi beberapa rekaman yang udah kehapus beserta pesan ancaman dari Sassya dan Melissa yang pernah dikirim gue. Gue juga punya beberap rekaman suara ketika mereka nyoba buat ngancem gue,dan tentang mereka yang kemarin mau naruh racun dimakanan papa." Jelas Zee membuat semua terkejut,kecuali Sandra dan Kaivan yang memang sudah tau.


"Mereka mau ngeracunin papa?"


Tanya Davian tak percaya.


Zee mengangguk mantap,"kita udah punya bukti soal itu. Di rumah juga udah ada bi Surti yang gue suruh bang Kai suruh buat manipulasi keadaan. Karna selama gue di rumah sakit kemarin,bang Kai sama Sandra yang awasi semuanya." Jelas Zee. Davian langsung menatap Kai terharu.


"Makasih Kai,gue gak nyangka lo justru ada di belakang Zee di setiap situasi." Ujar Davian tulus,Kaivan mengangguk.


"Apapun buat queen sekaligus adek kesayangan gue!!" Jawab Kai seadanya.


"Sekarang hampir semua bukti udah ada,kita tinggal buat pilihan,mau bongkar kejahatan mereka sekarang atau tunggu sampai buktinya lengkap banget. Tapi kita juga gak bisa lama-lama takutnya malah gagal. Gue juga udah gak sabar mau balas perbuatan yang udah Sassya lakuin ke Salma." Ujar Sandra menggebu-gebu.

__ADS_1


"Secepatnya kalau bisa,gue punya rencana buat pesta kejutan di hari ulang tahun pernikahan papa gue beberapa minggu lagi." Ujar Zee misterius. Kaivan menatap Zee sambil tersenyum smirk.


"Let's finish this game."


__ADS_2