
Davian menghentikan langkahnya saat melihat Kaivan dan Zee tengah berpelukan di dalam parkiran. Tadinya ia sempat mencari Zee ke seluruh sudut ruangan yang ada di lantai bawah namun ia tak menemukan keberadaan mereka. Akhirnya Davian memilih keluar untuk mencari keberadaan Zee dan Kai.
Benar saja ketika ia sampai di bawah,ia melihat Zee. Namun yang janggal adalah Zee sedang menahan tangan Kaivan dengan kedua mata berkaca-kaca. Hampir saja Davian menyusul mereka,namun langkahnya terhenti saat melihat Kaivan menarik Zee ke dalam pelukannya.
Dari penglihatannya Davian dapat menyimpulkan jika ada hubungan spesial antara Kai dan Zee dan ia tidak ingin ikut campur malam ini. Biarlah besok ia menanyakan langsung pada Kai.
Tak jauh di belakang Davian,ada tiga pasang mata yang kini tengah menatap pemandangan di depan mereka itu dengan hati teriris. Mereka adalah Arkhan,Zergan dan Delice.
Pupus sudah harapan ketiganya. Orang yang selama ini mereka harapkan nyatanya sudah milik orang lain dan sakitnya itu adalah sahabat mereka. Sungguh miris,mereka pupus sebelum berjuang.
"Ayo pulang." Arkhan menarik tangan Delice agar beranjak dari tempatnya. Dengan langkah berat Delice melangkahkan kakinya mengikuti sang abang. Di belakangnya Zergan juga sudah menyusul dengan langkah gontai. Raut wajahnya yang biasanya datar pun berubah masam.
"Dia yang pertama membuat aku cinta,Dia juga yang pertama membuat ku kecewa." Sepenggal lagu milik artis Mahalini tersebut tiba-tiba saja muncul di benak ketiganya.
Sesampainya di dalam mobil,Arkhan langsung menghela napas dengan kencang. Matanya beralih menatap sang adik yang duduk di sebelahnya dengan kedua mata memerah,gadis itu tampak tengah menahan tangis.
"Gue saranin lo lupain Kai dek. Gue gak mau lo makin sakit setelah ini. Dia udah nolak lo ribuan kali semenjak SMA dulu,dan sekarang gue rasa lo tau alasannya kan?"
Delice mengangguk. Sembari menghapus air matanya yang ternyata sudah menetes.
"Tapi gue gak bakalan nyerah. Gue tau lo juga suka kan sama Zee? Kenapa kita gak sama-sama berjuang buat dapetin mereka? Kita bisa saling bantu bang. Lo mau kan bantuin gue?"
Arkhan menggeleng."Semua orang berhak mencintai dek,tapi titik mencintai seseorang yang paling tulus adalah ketika orang tersebut mampu memohon kepada Tuhan,namun bukan lagi tentang ingin memiliki,melainkan agar Tuhan melapangkan hatinya agar ikhlas."
Arkhan menatap sang adik dengan senyuman di bibirnya."Selama ini gue gak pernah ngelarang lo buat perjuangin apapun yang lo mau. Tapi jika hal itu nyakitin lo,gue sebagai abang gak bakal biarin itu terjadi."
"Gue gak ngerasa tersakiti bang."
"Buktinya lo nangis."
"Gue memang nangis dan memang sedikit sakit. Tapi gue masih ingin berjuang,gue hanya sedikit lelah,setelah istirahat sebentar gue yakin semuanya kan pulih."
__ADS_1
"Semua orang boleh capek bang tapi semua orang juga punya hak buat nyerah sama keadaan. Delice akan tetap perjuangin Kai."
Arkhan hanya bisa mengehela napas berat mendengar betapa keras kepalanya sang adik.
"Terserah lo deh. Gue cuma ngingetin,kalau udah capek jangan lupa lambaikan tangan ke kamera." Gurau Arkhan berusaha mencairkan suasana.
Delice tertawa kecil mendengar ucapan Arkhan."Makasih bang,dan gue harap lo juga berjuang. Ingat kata pepatah,selama janur kuning belum melengkung masih ada kesempatan untuk di tikung."
"Yoi!! Makasih motivasinya,abang lo yang tampan ini akan memperjuangkan dede Michelle untuk menjadi kakak ipar lo. Liat aja nanti." Ujar Arkhan yakin.
Tanpa mereka sadari Zergan yang sedari tadi duduk di kursi penumpang hanya bisa menahan rasa sesak di dadanya dengan memasang raut datar.
"Kayaknya gue harus kembali mengalah untuk kesekian kalinya." Batin Zergan.
Perlahan senyum tipis terukir di wajah datarnya. "Selamat berjuang dan selamat tinggal Azellea." Batin Zergan..
♡♡♡
Davian memang tak mengeluarkan sepatah katapun tapi dari sorot matanya,jelas pria itu sedang menunggu penjelasan dari Zee dan Kai.
"Kalian beneran saling kenal? Atau kalian pacaran?" Tanya Sassya yang sudah kepo kelas akut.
Zee dan Kaivan masih sama-sama bungkam tanpa berniat menjawab pertanyaan Sassya yang sudah kelima kalinya itu.
"Terserah deh kalau kalian berdua masih mau diem-dieman kayak gini. Intinya sekarang lo boleh pulang karena gue juga mau bawa adek gue pulang." Ujar Davian akhirnya menyerah saat tak ada satupun dari Kai ataupun Zee yang mengkonfirmasi hubungan mereka.
Davian segera menarik Zee dari hadapan Kai dan membawanya masuk ke dalam mobil. Di belakangnya Sassya juga ikut masuk dan duduk di samping kursi kemudi. Sebelum pergi Davian sempat menoleh ke arah Kai yang masih berdiri di tempatnya.
"Gue tunggu penjelasan lo besok." Peringat Davian.
Sementara itu di dalam sebuah mobil sport hitam seseorang kini tengah tersenyum smirk.
__ADS_1
"Semakin menarik. Sampai ketemu besok nona muda."
♡♡♡
Di dalam mobil yang di kendarai Davian,Sassya kini tengah sibuk menatap Zee lewat kaca spion depan. Mulutnya sangat greget ingin bertanya tapi ia juga tak yakin Zee mau menjawab.
"Zee! Eh maksud aku kak. Lo sama Kai beneran pacaran atau cuma temenan sih? Serius nih gue nanya."
"Kepo amat sih jadi orang." Sinis Zee.
Sassya mendengus."Bukannya kepo kak. Tapi asal kakak tau,Kaivan itu kecengannya Delice dari SMA. Bukannya beberapa hari ini Delice dan teman-temannya berusaha deketin kakak. Bayangin aja gimana reaksinya Delice saat tau kak Zee sama Kai pacaran."
Zee tercenung mendengar ucapan Delice.
"Kaivan kecengin Delice dari SMA? Apa mereka sudah kenal selama itu?" Batin Zee.
Davian yang mendengar pembicaraan kedua adiknya hanya menyimak dalam diam namun di detik kemudian ia angkat suara.
"Tapi gue lebih senang kalau Zee memang pacarnya Kaivan. Gue gak ikhlas kalau sampai Arkhan dapetin Zee,cowok penghianat itu sama sekali gak pantes buat Zee." Tegas Kaivan dingin.
Nafas Sassya mendadak tercekat mendengar ucapan Kaivan sedang Zee hanya bisa mengerutkan keningnya sesaat setelah Davian buka suara.
"Memang Arkhan siapa?" batin Zee penasaran.
Zee sebenarnya ingin bertanya pada Kai tapi karena gengsi ia memilih diam saja. Biarlah nanti info datang dengan sendirinya,begitulah yang ada di benak Zee.
Setelah berkendara hampir satu jam mobil mereka akhirnya sampai juga ke mansion William. Zee yang berada di kursi belakang memilih turun terlebih dahulu namun Davian segera menyusul dan mencekal tangan Zee.
"Ingat pesan gue dek. Jangan pernah tergoda dengan Arkhan. Gue harap lo tetap jalanin hubungan lo dengan Kai sebagai mana mestinya." Pesan Davian.
Zee hanya mengangkat bahunya acuh dan memilih berjalan masuk dengan sejuta kecamuk di kepalanya.
__ADS_1