
"Ssttt!! Nona bule!!!"
"Cewek pirang!!! Stttss!!!"
"Pukk..."
"Pukk..."
"Pukk..."
"Brak!!!"
"LO BERTIGA BISA DIAM GAK!!!"
Habis sudah kesabaran Zee. Sedari tadi ia sudah berusaha mengabaikan ketiga makhluk aneh yang memaksa berkenalan dengannya itu.
Namun bukannya berhenti karena diabaikan. Ketiga orang itu malah berbuat nekat dengan cara melempari kertas-kertas berisi surat ke atas meja Zee.
"Heh kalian berempat!! Berdiri kalian semua."
"Deg"
"Mati gue. Kenapa pake kelepasan sih." Zee menggeram dalam hati.
"Maaf bu. An..anu saya tadi...."
"Saya gak mau dengar alasan kalian. Asal kalian tahu,lima tahun saya jadi dosen di sini baru kali ini ada anak yang berani bertingkah di kelas saya. Keluar kalian berempat dan jangan pernah masuk kelas saya selama seminggu. Cari dosen lain saja kalau mau main-main."
"Tapi bu mereka...."
"Keluar!!!"
"What the hell??!!"
"Tunggu apa lagi?? Buruan keluar!!
"Tapi bu saya..."
"Makasih ibu,kita pamit keluar ya!!"
"Eh..eh kenapa gue di tarik!!" Zee kaget saat dirinya tiba-tiba di tarik oleh Clara dan Agatha lalu di ikuti Delice yang mendorongnya dari belakang.
"Benar-benar memalukan. Seumur-umur baru kali ini gue di permaluin di depan umum tanpa bisa ngelawan. Dasar turunan kadal!!"
♡♡♡
"Fyuhh....segarnya udara luar. Gimana menurut lo???"
"........"
__ADS_1
Zee menatap tajam ketiga orang di yang tengah duduk dengan tampang watados di depannya ini.
"Mau lo bertiga apa sih??" Tanya Zee untuk yang kesekian kalinya.
"Eh santai dong mbaknya. Pesan minuman dulu,baru kita ngobrol-ngobrol. Mumpung gak ada kelas nih."
"Gak ada kelas pala lu." Umpat Zee dalam hati.
Kesabarannya benar-benar di uji hari ini,sudahlah di di paksa pindah kampus,telat masuk kelas,ketemu orang aneh,dan sekarang di usir dari kelas sama dosen di hari pertamanya.
Dan semua masalahnya bertambah saat ketiga orang yang dianggapnya aneh ini malah mengajaknya ke cafe untuk nongki.
"Lo bertiga bikin malu gue tau gak!!!"
"Iya tau kita,lo pikir lo doang yang malu? Kagak. Kita juga malu tau."
"Bener itu,seumur-umur kuliah,baru kali ini nih gue,Delice sama Clara di usir dari kelas dan semua ini gara-gara lo!!"
"What??"
"Gue?? Lo bilang??" Tanya Zee tak habis pikir.
Ketiganya mengangguk.
"Otak lo bertiga jontor ya?? Gue yang jadi korban di sini!! Gila ya,kenapa gue bisa sekelas sama manusia aneh kayak mereka." batin Zee mengumpat.
"Terserahlah!!"
Dengan hati-hati Zee menggeser kursinya kebelakang agar ia bisa keluar,beruntung saat ini Delice,Agatha dan Clara tengah sibuk menonton drama korea di laptop Delice,jadi ketiganya sedikit mengabaikan Zee dan kesempatan itu Zee gunakan untuk melarikan diri.
♡♡♡
"Aman..." Lirih Zee dengan nafas lega setelah akhirnya berhasil keluar dari cafe.
Matanya melirik ke dalam cafe memastikan apakah ia tidak diikuti,dan untungnya tidak. Ketiga makhluk aneh itu belum menyadari kepergiannya.
"Blegg...." Zee yang baru akan berbalik malah menabrak seseorang yang entah bagaimana bisa berada di belakangnya padahal jelas-jelas tadi di depan Cafe kosong tak ada orang.
"Elo..??" Zee langsung menghunuskan tatapan dinginnya ketika melihat seseorang yang di tabraknya.
"Kak..Zee..." Orang tersebut juga tampak kaget.
"Gak usah sok baik,lo lagi gak di rumah."
"A..aku.."
"Gak jelas lo!!" Zee beranjak meninggalkan orang tersebut.
Sedangkan orang yang barusan Zee tabrak tampak mengepalkan tangannya dengan raut wajah yang sulit di jelaskan.
__ADS_1
Sementara itu,Zee kini sudah berada di dalam perpustakaan. Nyatanya di dalam sana juga banyak mahasiswa duduk di beberapa kursi,ada juga yang duduk di lesehan dengan mulut yang sibuk komat-kamit dan tangan sibuk menulis entah apa yang di tulis,Zee juga tak tahu.
Gadis itu memilih berjalan ke sudut perpustakaan. Ia ingin mencari buku tentang bisnis,hingga akhirnya langkah Zee berhenti di depan sebuah rak yang cukup tinggi.
Matanya menangkap sebuah buku berjudul The Pshychology Of Money (ada versi indonya ya guys kalau kalian minat baca buku fisiknya ). "Cukup menarik." Batin Zee. Namun saat ia berusaha menggapi buku tersebut,nyatanya tangannya tak sampai. Maklum posisinya berada di rak paling atas dan Zee tidak terlalu tinggi untum menggapainya.
Namun Zee tak kehabisan akal,matanya melihat ke sekeliling hingga akhirnya ia menemukan sebuah kursi plastik yang terletak di sudur ruangan,tanpa pikit panjang Zee langsung mengambil kursi plastik tersebut dan menaikinya.
"Dapat!!" Pekik Zee lirih ketika tangannya berhasil menggapai sampul buku tersebut.
Zee memutar langkahnya berniat turun dari kursi,namun karena tak hati-hati ia malah terpeleset.
"Brukk..."
Zee terjatuh dengan posisi telungkup dan kedua mata terpejam. Bisa di bayangkan mungkin di bawah nanti kepalanya akan benjol dan orang-orang akan menertawakannya.
1...detik...2....detik....3...detik...hingga beberapa detik setelahnya Zee tak merasakan sakit sama sekali. Perlahan Zee membuka matanya dan langsung melotot kaget ketika melihat seorang cowok tengah meringis di bawahnya.
"Berat.." Ucap cowok itu sembari berusaha menyingkirkan Zee dari atas tubuhnya.
Zee pun tak tinggal diam,ia menggulingkan badannya ke samping dan langsung beranjak bangun."Sorry.." Ucap Zee dengan raut bersalah.
Cowok berwajah datar itu mendudukan badannya kemudian berdiri depan Zee.
"Lain kali hati-hati,lo gak papa kan?" Tanya cowok itu masih dengan ekspresi datarnya.
Zee menggeleng."Gak. Makasih."Ucap Zee sembari memungut bukunta yag tadi sempat jatuh." Sekali lagi sorry." Ucap Zee sebelum akhirnya berlari kecil meninggal cowok dingin tersebut.
"Anjir gue malu." Batin Zee sembari terus berlari.
"Eh tunggu!! Nama lo siapa??" Teriak cowok tadi cukup nyaring,namun Zee sudah terlanjur menghilang di balik pintu.
Cowok itu hanya bisa menghela napas pelan.
"Gadis lucu,semoga kita bisa ketemu lagi."
♡♡♡
Sementara itu Zee yang sudah keluar dari perpustakaan terus menerus mengutuk dirinya dalam hati. Selain Kaivan,tidak ada satupun cowok yang sudah bersentuhan sedekat itu dengan Zee sejak ia remaja. Bahkan dengan Davian dan papanya saja ia lupa kapan terakhir mereka berinteraksi secara fisik.
Tapi tadi,ia malah jatuh di atas tubuh seorang pria dengan posisi tanpa jarak,mungkin jika Zee tak jatuh di dadanya,mereka pasti sudah berciuman.
"Sial." mengingatnya saja sudah mampu membuat Zee malu bukan kepalang.
"Jangan sampai gue ketemu cowok itu lagi." batin Zee.
♡♡♡
Nah bagaimana tanggapan kalian guys?? Tau lah kan ya siapa cowoknya itu wkwk.....
__ADS_1
Like vote komennya jangan lupa ya.
Sayang kleannn😘😘😘