
"Kalau tentang Salma,lo tau dari siapa?" Tanya Davian heran, ia sempat menoleh ke arah Clara. Takut pacar barunya itu cemburu karna ia membahas mantan.
"Dari....."
"Gue yang kasih tau..."
♡♡♡
Suara cempreng perempuan yang baru saja nyelonong masuk ke ruangan khusus pemilik yayasan itu mengagetkan mereka semua. Sontak saja semua menoleh ke arah suara tadi. Tampak sesosok gadis tomboy yang wajahnya tidak asing lagi di mata mereka semua.
"Kak Salma?"
"Salma?!!"
Suara Delice,Arkhan,Davian,dan Clara terdengar serempak menyerukan nama mantan Davian itu. sedangkan Kaivan hanya diam tidak bereaksi sebab ia tahu di depannya bukan Salma. Ia ingik bilang itu Sandra tapi buru-buru Sandra memberi kode pada Kaivan dan Zee lewat tatap matanya. Untung saja mereka paham, sepertinya saudara kembar Salma itu mau mengerjai teman-teman Zee sedikit apalagi mereka pasti tidak tau jika ia bukan Salma karna selama ini mereka tau Salma anak tunggal.
"Hai,gimana kabar kalian semua?" Sapa Salma kawe itu seramah mungkin.
"B..baik!! Lo Salma,tapi tadi bukannya Zee bilanh lo udah meninggal? Lo mati suri?" Ceplos Arkhan asal saking kagetnya.
"Monyet,ngapain di sini?" Tanya Zee sinis,kalian tidak lupakan kalau Zee tidak pernah akur dengan Sandra.
"Panggil gue kakak!! Lo lupa gue ini hampir jadi kakak ipar lo!!" Ujar Sandra sinis,membuat semua di situ bingung. Kecuali Zee dan Kaivan, bagaimana tidak bingung sifatnya Sandra dan Salma itu beda. Kalau Salma lembut,kalem,feminin,lah si Sandra,preman,galak,judes,cempreng komplit deh gelonya.
"Dihh,ogah!! Lagian ngapain lo ke kampus gue? Kangen?" Tanya Zee yang malah terlibat drama dengan Sandra.
"Gue,mau jenguk mantan niatnya. Tapi pas gue tanya-tanya orang yang lewat depan gue tadi,katanya dia ke sini bawa elo yang abis berantem. Lagian lo ngapain berantem,udah jago?"
"Udahlah!! Babak belur tu orang gue buat!!" Sombong Zee,hilang aura dinginnya saat bertemu Salma.
"Kalian berdua debatnya pending dulu bisa gak? Gue kepo nih!!" Potong Arkhan saat melihat Sandra dan Zee malah asik sendiri.
"Bisa!!" Zee
"Gak!!" Sandra
Seru keduanya kompak
Arkhan melotot kesal." Gila lu berdua!! Lo juga,beneran Salma? Tapi kok sikap lo beda? Perasaan Salma lembut deh kalau ngomong,lo kayak emak-emak habis dimaling gak ada mirip-miripnya sama Salma!!"
__ADS_1
"G..ue Salma kok!! Ya...ya...gue gini karna...karna 2 tahun udah ngerubah segalanya. Sekarang gak bakalan ada lagi Salma yang lemah,yang gampang di bully. Gue kembali dengan sifat berbeda buat balas perbuatan orang-orang yang dulunya udah nyakitin gue." Nada suara Sandra berubah jadi dingin di akhir kalimatnya.
"Lawakkkkkkk.......,udah deh monyet!! Ngaku aja kalau lo itu Sss...emppmmhh."
Sandra membekap mulut Zee yang hampir membongkar identitas aslinya."Maksud Zee,gue itu udah berubah,iya berubah kok. Gak usah di dengerin." Ujar Sandra gugup.
"Sandra,goblog!! Gue hampir gak bisa napas,anjing!!" Umpat Zee saat berhasil melepas tangan Sandra yang membekap mulutnya.
"Sandra?" Beo,Davian,Arkhan,Clara dan Delice berbarengan.
"Hehe!!" Sandra menyengir salah tingkah sendiri. Sedangkan matanya sudah menatap Zee dengan aura membunuh yang dibalas juluran lidah dari Zee.
"Jelasin semuanya bisa gak? Lo beneran Salma apa bukan?" Kini Davian ikut angkat suara. Ia sudah setengah mati penasaran dibuat orang aneh yang mirip mantannya itu.
"Sebenarnya dia itu."
"Gue sebenarnya..."
Lagi-lagi Zee dan Sandra kompak menjawab,seperti berebut untuk menjelaskan pada Davian. Membuat semua yang berada di situ menatap keduanya geram,termasuk Kaivan yang kini juga ikut jengah.
"Queen!! Sandra!! Lu berdua diam aja deh dulu!! Biar gue yang jelasin!! Serangan darah tinggi gue lama-lama." Bentak Kaivan gemas.
"Tapi Kai...!!"
"Lo bedua gue seret keluar mau??" Ancam Kaivan dingin,ajaibnya Sandra dan Zee langsung kicep.
"Ok,gue jelasin nih!! Sebenarnya yang di depan kita saat ini tuh Sandra bukan Salma,Salma udah meninggal dua tahun lalu. Ini Sandra kakak kembarnya Salma yang selama ini kita gak tau identitasnya. Karna memang di sembunyikan,dulu dia bekerja sebagai detektif di salah satu perusahaan besar di LA,makanya identitas dia di sembunyikan,untuk info tentang Salma dan Sandra,selebihnya kalian bisa tanya langsung sama dia karna kalian juga udah taukan kalau di depan kita ini bukan Salma." Jelas Kaivan langsung pada intinya.
Sandra hanya bisa menyengir saat aksi pranknya gagal."Akh...Gak seru lo Kai!! Harusnya biarin gue main-main dulu." Gerutu Sandra cemberut sedangkan Zee tersenyum menang.
"Jadi kayak gini wajah mantan abang gue? Pantes sih hampir gamon. Cantik,tapi cantikkan gue!!" Ujar Zee songong sambil menatap Sandra remeh sedangkan yang lain mencibir.
"Baru tau lo bisa lebay juga." Cibir Delice yang hanya di tanggapi Zee dengan mengangkat bahu.
"Hooo,jelaslah gue cantik,menarik, everything be perfect if it about me(segalanya sempurna jika tentang aku/mon maaf kalau bahasa inggrisnya ngasal,itu langsung otor ketik gak pake gotran,otor gak fasih bahasa inggris soalnya hehe)." Jawab Sandra sombong.
Zee mendelil sinis."Sayangnya akhlak lu minus!! Jadi gagal deh sempurnanya." Jawab Zee meledek.
Sandra mendelik malas mendengar ledekan Zee,ia memilih beralih pada Davian dan 3 orang lainnya yang tidak ia kenal."Jadi lo yang namanya Davian? Mantan adek gue?" Davian mengangguk canggung pada Sandra. Kemudian Sandra berali lagi pada 3 orang asing di depannya itu. "Terus kalian semua siapa?" Tanya Sandra penasaran pada teman-teman adiknya dulu.
__ADS_1
"Manusialah!!" Jawab Zee lagi,entah kenapa ia begitu senang membuat Sandra kesal.
"Gue gak nanya lo onta!! Diem deh!! Gue piting juga leher lo!!" Ujar Sandra kesal tanpa aba-aba ia mendekati Zee dan mendekapnya erat. Ia tau Zee akan kesal jika ia memeluknya erat.
"Lepas!! Badan lo bau kambing!!" Ujar Zee kesal sambil meronta-ronta melepaskan dirinya dari pelukan Sandra,sedangkan yang lain hanya bisa tertawa kecil melihat kelakuan keduanya.
"Zee!!" Pekik Sandra sambil menangkup wajah Zee dan menelisik penampilannya hingga ke dadanya.
"Lo gak pake BEHA??" Teriak Sandra keras di depan wajah Zee. Seketika pipi Zee memerah. Ia memang tidak pakai bra,ya karna branya tadi basah. ********** semuanya basah,ia hanya mengenakan celana dan baju Davian.
"Serius?" Tanya Sandra lagi sambil menatap dada Zee lebih lekat.
"Punya lo gede!! Segini kalilah!!" Ujar Sandra sambil mempraktekkan telapak tangannya dengan jari-jari terbuka.
"Sandra bangsat!!" Geram Zee sambil mendorong Sandra agar menjauh. Dengan segera Sandra berlari ke belakang Kaivan mencari perlindungan dari ancaman Zee.
Sedangkan Zee geram setengah mati.
"Apa liat-liat!!" Bentak Zee geram,karna kini semua orang menatapnya dengan tatapan aneh.
"Arkhan gue colok mata lo!!" Geram Zee pada Arkhan yang malah menatapnya melongo. Sedangkan Davian memilih memalingkan wajahnya ke arah lain. Kaivan pura-pura sibuk dengan Sandra yang berada di belakangnya. Sedangkan Delice dan Clara menutup mata Nathan menggunakan tas keduanya.
"Pantes abang gue naksir sama lo Zee." Ujar Delice lirih namun masih bisa di dengar semua yang berada di situ.
"Sialann!! Keluar gak lo semua!!" Bentak Zee kesal. Dengan cekatan semua berlari menyelamatkan diri dari amukan Zee. Namun berbeda dengan Davian dan Arkhan,belum keduanya sempat keluar suara bariton Zee lebih dulu menghentikan mereka.
"Bang Vian!! Arkhan!! Beliin gue BRA!!" Teriak Zee tajam,membuat keduanya membeku di tempat.
"Beliin sekarang,atau gue bunuh lo berdua."
Dengan kicep Arkhan dan Davian berlari keluar ruangan.
"Mampus deh kita!!" Umpat Davian saat sudah diluar ruangan,ia menoleh ke samping dan sialnya sudah tidak ada Arkhan di sana.
"Bangsat!!"
♡♡♡
Hedehh ada-ada si Sandra ya guys. Matilah si babang tampan Davian harus beliin Zee bra sendirian. Readers ada yang mau nolongin?🤣🤣
__ADS_1
Gak usahlah ya,tolong like,vote,coment aja wkwkwk😁😁