
...****************...
Di lain tempat ,Davian yang sedari pagi tadi bingung mencari Zee kemana-mana hingga sore kini pun ia belum menemukan Zee.
Padahal ia sudah ke kampus ,kebengkel bahkan sampai ke cafe Zee,terlalu lama berkeliling membuatnya merasa haus. Davian akhirnya memutuskan untuk singgah di sebuah indomaret yang ada di pinggir jalan arah ke kampusnya.
Setelah membeli minuman dingin untuk meredakan rasa hausnya. Davian keluar dari indomaret,di tangan kirinya menenteng 1 plastik penuh jajanan ringan yang sengaja beli untuk Zee jika sudah bertemu nanti.
Saat sudah memasuki mobilnya dan hendak menyalakan mesin mobilnya,mata Davian tidak sengaja menangkap sosok yang sangat di kenalnya,sosok laki-laki yang tadi pagi bersama adiknya.
Dengan cukup terburu-buru Davian keluar dari mobil,dan langsung berjalan ke arah laki-laki tadi.
"Kaivano Anggara tunggu !!" Teriak Davian ketika melihat Kaivan hendak memasuki mobilnya. Ya cowok tadi tidak lain adalah Kaivano Anggara teman Zee dan juga sahabat dekat Arkhan.
Kaivan menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya tadi,mengernyit bingung ketika melihat Davian yang sebelumnya sangat jarang menyapanya,kini tengah berlari kecil ka arahnya.
"Lo manggil gue?" Tanya Kaivan ragu.
"Lo temen Zee kan ?" Tanya Davian tanpa menjawab pertanyaan Kaivan .
"Zee? Maksud lo Michelle?" Kaivan memastikan.
Davian mengangguk membenarkan.
"Iya temenan dari Michelle masih SMA malah,walau beda sekolah dulu kita sering nongkrong bareng pas pulangnya."
"Kenapa emang ?" Tanya Kaivan heran.
"Lo tau kalau dia adek gue?" Tanya Davian.
"Baru tahu sih, antara percaya dan gak percaya,tapi kayaknya itu faktanya" Jawab Kaivan ragu.
"Lu tau biasanya Zee nongkrong atau kemana gitu pas pulang kuliah atau sekolah dulu?" Tanya Davian penuh harap.
"Kalau soal nongkrong Michelle sih jarang ya,palingan ke Markas Anak Black Dragonlah,dia kesana juga palingan buat balapan. Kalau gak ya di cafe atau di bengkel,emang kenapa?" Kaivan menjelaskan sekaligus bertanya.
"Dulu sewaktu SMA Zee jarang di rumah,apa dia tidur di markas?" Tanya Davian lagi.
"Gak lah,biasanya kalau dia pulang kemaleman dia pasti tidur apartemen dia ,yang kebetulan dekat rumah gue. Yang gue tahu sih dia biasanya berangkat sekolah dari sana juga,alasannya karena rumah dia jaraknya jauh dari sekolah." Jelas Kaivan.
"Lo bisa anterin gue ke apartemen Zee?" Pinta Davian.
"Lah,lo gak tahu apartemen dia? Gimana sih? Lo abangnya kan?" Tanya Kaivan memastikan.
__ADS_1
"Anterin aja apa susahnya sih,gue emang gak banyak tahu tentang Zee ,hubungan gue sama dia baru membaik sekarang karena salah paham,dan sekarang dia malah pergi dari rumah." Davian terdiam sejenak.
"Gue nyesal gak merhatiin dia dulu,gue harus cari dia kemana sekarang,argghh...?" Tanya Davian frustasi Kaivan hanya bisa menggeleng mendengar ucapan Davian barusan.
"Ckkk,lo bukan abang baik ternyata!" Ujar Kaivan ,yang diangguki oleh Davian dengan lemah ,terlihat sekali jika ia menyesal saat ini.
"Ya udah gue anterin lo,tapi gue gak yakin dia ada di apartemen." Ujar Kaivan akhirnya.
"Lo ikutin mobil gue ya" Ujar Kaivan sambil masuk ke dalam mobil,Davian hanya mengangguk kemudian beranjak ke arah mobilnya.
Daviab heran ketika melihat Kaivan malah menyebrang jalan kemudian berhenti di depan gedung apartemen yang ada di seberang indomaret tempatnya membeli minuman tadi.
Kaivan keluar dari mobil,begitupun dengan Davian yang ikut turun juga,dan langsung berjalan menghampiri Kaivan.
"Kai? Lo ngapain ke sini?" Tanya Davian heran.
"Lah katanya mau ke apartemen adek lo,ya di sini tempatnya." Ujar Kaivan sambil berjalan masuk ke dalam gedung apartemen.
Kaivan yang memang sudah tahu letak unit apartemen Zee,langsung berjalan mendahului Davian.
Setelah sampai tepat di depan unit apartemen Zee,Kaivan memencet bel beberapa kali,sementara Davian di belakang hanya diam. Tapi dalam hati ia berharap Zee ada di dalam.
Setelab memencet bel beberapa kali,namun tidak ada tanda-tanda jika Zee ada di dalam sana. Kaivan beralih menatap Davian sambil mengangkat kedua bahunya ikut bingung juga.
"Biasanya kalau gak ke pantai,ya ke rooptop apartemen sini ,atau biasanya ke danau dekat SMA dia dulu. Tapi kalau di rooptop palingan malam ,kalau tetap gak ada ya serius gue gak tahu lagi dia kemana." Jawab Kaivan jujur.
"Ya udah lah,gue mau nyoba nyari Zee ke danau dekat SMA dia dulu lah,thanks infonya. Gue juga minta bantuan lo buat nyari adek gue ya,kalau lo dapet info kabarin gue ,gue mohon." Pinta Davian untuk pertama kalinya memilih merendah hanya karena kepergian Zee.
Kaivan mengangguk.
"Sans bro,gue pasti bantuin lo. Michelle juga udah kayaj adek buat gue." Jawab Kaivan lagi.
Setelah itu keduanya kembali ke parkiran ,setelah saling berpamitan keduanya pun masuk ke kendaraan masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di perjalanan pulang Kaivan menepikan mobilnya tepat di gang rumahnya,kemudia ia merogoh saku celananya dan langsung menghubungi seseorang.
"Drttt...Drtttt....drttt."
Nada panggilan terdengar,tak lama kemudian terdengar suara seseorang menyapanya di seberang sana.
"Iya ,kenapa bang Kai?" Tanya seseorang dari sebelah sana dengan tak berakhlaknya.
__ADS_1
"Nama gua Kaivan ,bicara yang benar sama orang tua." Ujar Kaivan kesal pada seseorang di teleponnya yang tidak lain adalah Delice. Ya siapa lagi yang suka memanggilnya aneh begitu jika bukan adik sahabatnya itu.
"Iya,iya gue becanda. Gitu aja kok marah." Sahut Delice dari seberang sana.
"Arkhan kemana? Kok HP nya sama lo?" Tanya Kaivan karena tadi ia memang menghubungi Arkhan ,tapi malah Delice yang menjawab.
"Di sebelah gue ,lagi nyetir,kenapa?" Tanya Delice lagi.
"Bisa kasih HPnya ke dia gak? Gue pengen ngomong penting." Ujar Kaivan serius.
"Ngomong aja,gue loud ni bang Arkhan belum tuli kok." Ujar Delice masih bercanda.
"Kenapa Kai?" Tanya Arkhan sambil tangannya masih fokus menyetir.
"Michelle kabur dari rumah,lo bisa bantu cari?" Tanya Kaivan to the point.
"Michelle siapa? Pacar lu,ogah gue repot-repot nyari pacar lo. Gue lagi sibuk sekarang." Ujar Arkhab santai,sepertinya ia tidak tahu jika Michelle yang di maksud Kaivan adalah Zee.
"Apaan sih lo bang,aneh banget. Pacar lo ilang,masa abang gue ikutan repot." Ujar Delice ikut menyambar pembicaraan Kaivan,tampaknya ia juga tidak sadar jika Michelle itu adalah Zee.
"Lo berdua kok bego sih!!" Gemes Kaivan pada dua bersaudara itu.
"Siapa yang lemot ,elunya aja yang gak jelas!!" Ujar Arkhan tidak mau kalah.
"Ckkk,maksud gue Zee pergi dari rumah dari tadi pagi !!!" Seru Kaivan jengah.
Arkhan langsung mengerem mendadak ,entah karena kaget atau apa. Delice yang di sebelahnya sampai berteriak karena kaget.
"Lo ngomong apa barusan?" Tanya Arkhan memastikan.
"Zee pergi dari rumah,gara-gara berantem sama papanya dan sekarang belum balik. Gue sama Davian udah nyoba nyari tadi bahkan Davian dari tadi pagi,tapi kita gak ketemu sama Zee,semua nihil nomor telpon dan lokasi Zee gak bisa dilacak. Lo bisa bantu?" Jelas Kaivan panjagn lebar.
"Lo share lokasi lo dimana sekarang,ntar gue nyusul ke situ. Gue ngantarin Elis pulang dulu." Ujar Arkhan kembali menjalankan mobilnyaam,sementara Delice hanya diam melihat kepanikan Arkhan.
Sebenarnya ia juga penasaran dengan keberadaan Zee saat ini,tapi ia tidak mau menambah beban Arkhan jika ia meminta untuk ikut mencari Zee nanti.
Untuk saat ini,ia biarkan saja abangnya fokus dengan tujuannya,mungkin nanti ia juga akan menghungin Zergan, Nathan ,dan ke dua temannya untuk membantu mencari Zee.
...****************...
Hi guys i,m back
Jangan lupa like ,coment,and vote ya. Tambahin juga ke rak buku kalian biar gue makin semangat upnya.
__ADS_1
lopyuuuuu readerss kesayangkuuu😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘