Story Of Azellea

Story Of Azellea
Khawatir


__ADS_3

"Zee bertahan ya,jangan buat gue khawatir kayak gini." Ucap Arkhan pelan sambi mengusap pipi Zee. Sementara tangan satunya sibuk menutupi luka Zee yang masih mengeluarkan darah.


Zee membuka matanya pelan sambil tersenyum." Gua gak papa kali!! Ini cuman luka kecil,gak bakal bikin gue mati kecuali takdir." Zee masih bisa tertawa kecil melihat wajah panik Arkhan.


"Gak usah ngomong sembarangan,gua gak ngizinin lo pergi sampai kapan pun. Lo lupa lo belum jadian sama gue!!" Arkhan mencoba membalas candaan Zee walau hatinya sangat khawatir saat ini.


Mobil sampai di rumah sakit,Arkhan langsung menggendong Zee menuju ruang operasi. Kebetulan rumah sakit ini milik keluarga Ivander,jadi Arkhan bisa membawa Zee menuju ruang operasi dengan mudah.


"Lakuin yang terbaik!! Gua gak mau dia kenapa-napa!!" Titah Arkhan tegas. Dokter rumah sakit yang menangani Zee mengangguk patuh, apalagi ia tahu pria di depannya ini adalah anak pemilik rumah sakit. Belum lagi jika ia tahu jika pasien yang ia tangani saat ini adalah nona muda keluarga William,konglomerat nomor satu di kotanya.


♥♥♥


"Bang Ar!! Gue...gue... Minta maaf maaf ya. Gara-gara gue semuanya jadi kacau kayak gini." Lirih Clara sambil terisak.


Arkhan menoleh menatap Clara." Bukan salah lo Clar,udah takdirnya kayak gini. Kita gak bisa nyalahin siapun,lagian gue yakin Zee gak bakalan kenapa-napa,dia itu cewek kuat."


"Ta..tapi kalau bukan karna gue tadi...."


"Bisa berhenti nyalahin diri lo sendiri gak?? Semuanya panik,semuanya khawatir,gue tau lo juga. Tapi gue tahu Zee gak bakal suka kalau dengar lo ngomong kayak gini. Jadi please stop!!"


Ucapan Arkhan barusan membuat Clara menangis dalam diam. Ia tahu ia tidak sepenuhnya salah dalam kejadian ini.


Davian muncul di susul yang lainnya. Wajah mereka juga tidak kalah khawatirnya dengan Arkhan, terutama Davian.


"Gimana keadaan Zee??" Tanya Davian.


"Dokter belum bilang apa-apa ,Zee juga masih di tanganin di dalam. Lo tenang aja,semuanya pasti baik-baik aja nanti,Zee anak yang kuat lo tau itu." Ujar Arkhan,Davian mengangguk membenarkan.


"Kalau gue tahu,endingnya bakalan kayak gini gue gak bakal ngizinin Zee buat ikut campur tadi." Sesal Davian.

__ADS_1


"Benarkan semuanya salah gue!!" Clara semakin terisak mendengar ucapannya Davian. Davian menoleh kaget,ia sampai lupa jika di situ ada Clara.


"Hei!! Gak ada yang nyalahin lo, udah takdirnya kayak gini. Kalaupun ada yang harus di salahin itu bukan lo tapi justru gue,gue yang ngajak dia tadi!!"


Clara diam tidak menjawab,Delice dan Agatha yang melihat keadaan Clara sepertinya merasa sangat bersalah merasa iba.


"Clar!! Lo gak salah kok,gak usah sedih gini . Kalau Zee tahu lo nyalahin diri lo sendiri,dia bisa marah. Lo gak maukan??" Bujuk Delice,Clara menggeleng pelan.


"Lagian lo kan calon kakak iparnya Zee,makanya Zee maju garda depan kayak tadi." Celoteh Agatha membuat Nathan yang mendengarnya menarik Agatha ke sampingnya.


"Bukan waktunya buat becanda Tha,gak usah aneh-aneh deh!!" Kesal Nathan,Agatha hanya menyengir.


"Gu..gue sama bang Vian cuma..."


"Kita baru jadian tadi,harusnya kita havefun sekarang. Tapi semuanya malah kayak gini,maaf ya!!" Davian memotong omongan Clara seraya menggemgam tangannya erat. Clara tediam mendengar pengakuan Davian. Ia menoleh sejenak pada Nathan,terlihat Nathan mengangguk .


"Tinggal gua sama lo nih Than,yang belum di urus!!" Celetuk Kaivan tiba-tiba.


"Maksus lo??" Tanya Nathan.


"Apalagi,ya urusan pacar lah. Lo liat semuanya udah punya pacar bahkan si Zergan. Cuma kita nih yang masih jomblo."


"Bukan jomblo sih,tapi yang dekat gak peka." Celetuk Nathan asal membuat Agatha dan Delice mendelik.


Sementara Arkhan hanya tersenyum mendengar obrolan mereka. Dalam hati ia senang karna Davian sudah bisa move on dari Salma.


♥♥♥


Satu jam berlalu dokter yang menangani Zee keluar dari ruangan.

__ADS_1


Semua langsung menghampiri dengan wajah cemas,terutama Davian.


"Gimana adik saya dok??" Tanya Davian tak sabaran.


"Kondisi pasien belum bisa di bilang baik-baik saja. Luka akibat benturan botol tadi tepat mengenai kepala bagian belakang dan sampingnya. Bahkan pecahan botolnya melukai beberapa bagian tubuh pasien seperti bahu ,leher dan lengan kanannya. Pasien juga harus di operasi di bagian bahu,untuk membersihkan serpihan kaca yang masuk ke dalam kulitnya. Tapi karna pasien kehilangan banyak darah dan golongan darah pasien ternyata sulit untuk di temukan kami terpaksa menunda operasi untuk sementara,untuk itu saya mau bertanya apa ada dari keluarga yang golongan darahnya sama dengan pasien,yaitu O rhesus negatif ?? Kami harus segera melakukan tindakan karna keadaan pasien semakin kritis,dan jika bisa usahakan ada dua pendonor untuk pasien karna kemungkinan pasien membutuhkan lebih banyak darah setelah operasi."


Ucapan dokter tadi membuat wajah Davian menegang,bagaimana ia harus menolong adiknya saat ini. Golongan darah Davian berbeda dengan Zee dan ia juga baru tahu sekarang,karna tahu sendirilah bagaimana hubungannya dengan Zee dulu,dan setahu Davian golongan darah Zee sama dengan nenek dan papanya. Sedangkan Davian sama dengan mamanya dulu.


"Dok,bisa beri saya waktu sebentar. Saya akan mencoba mencari pendonor darah bagi adik secepat mungkin. Untuk sementara tolong lakukan yang terbaik yang bisa kalian lakukan,saya akan mengurus semua administrasinya sekarang." Ucap Davian meyakinkan,dokter itu pun mengangguk kemudian berlalu kembali ke ruangan Zee.


"Gimana Vian?? Lo bisa nemuin pendonor darah buat Zee hari ini??"


Tanya Arkhan khawatir.


"Gua gak yakin,tapi kayaknya gua harus hubungin bokap. Walaupun kecil kemungkinan bokap gua bakal peduli,tapi gua bakal usahain. Tapi untuk pendonor kedua gua gak tahu siapa lagi yang bisa gua hubungin buat donorin darah ke Zee. Gua sama sekali gak punya kenalan." Jawab Davian risau.


Yang lain terdiam mendengar obrolan keduanya. "Kak,gimana kalau kita coba buat pengumuman di grup kampus?? Mungkin aja dari sekian ribu murid di kampus ada yang bisa donorin darah buat Zee. Gak mungkinkan gak ada satupun yang golongan darahnya sama dengan Zee." Usul Delice tiba-tiba.


Semua saling pandang saat mendengar usulan Delice tadi." Cerdas juga otak lo dek,gimana Vian?? Gak ada salahnya kan kita coba lagian situasinya darurat sekarang. Kita bisa kasih imbalan kok buat mereka kalau memang perlu." Ucap Arkhan.


Davian tampak berpikir sejenak,"Boleh deh,lu atur semuanya kalau ada kendala atau ada yang di perluin lu buruan hubungin gua."


"Sekarang gua mau ke kantor bokap, gua mau coba minta tolong sama dia. Gua yakin walaupun keras,bokap gua pasti masih punya hati. Zee masih anaknya gue yakin dia gak bakal tega kalau Zee kenapa-napa." Ujar Davian yakin.


"Gua titip Zee bentar ya!!" Ujar Davian sebelum beranjak,tak lupa ia menghampiri Clara dan mengusap kepalanya perlahan."Aku pergi dulu, gak usah sedih lagi. Zee bakalan baik-baik aja." Ujar Davian lembut pada Clara ,membuat yang lain mencebik sirik. Terurama yang jomblo mulutnya langsung monyong semua.(termasuk readers wkwk😂😂)


♥♥♥


Ciyee,kayaknya yang jomblo ada yang gigit HP~nya ngeliat perlakuan Davian ke Clara😂😂😂.

__ADS_1


Sans kawan,makanya like,vote,and koment. Otor doain biar cepet punya pacar buat yang jomblo wkwkw😂😂.


__ADS_2